Princcesia Charanisa

Princcesia Charanisa
Membantu


__ADS_3

Hari-hari yg di lalui oleh Bella dengan kepadatan pasien,namun bella tidak mengeluh namun sangat tenang dan bahagian menjalankan tugasnya.


"huhhh...dr.bella mengapa ku sangat tangguh dan bersikap tenang-tenang saja setelah menjalankan 8 kali oprasi tanpa henti"ucap dr.laura yg duduk di sofa melepas lelah.


"semuanya terasa biasa saja laura"ucap bella sambil memeriksa data laporan para pasien.


"huh,apakah kau robot yg bekerja tak henti??"tanya dr.laura


"hm,mungkin bisa dikata seperti itu,ayo kita melakukan pemeriksaan pada pasien di mulai pada kamar 121 VIP"ucap bella sambil berdiri dari kursinya.


"agrhhrr......dr.bella mengapa kau menyiksa ku....aghrrr..." ucap dr.laura sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


"sudah lh,nanti malam aku akan mentraktir kau makan di luar"ucap bella sambil berjalan pergi.


"benarkah??!,baik lh.semangat 45 seorang dr.laura!!"ucap laura lalu pergi mengejar bella.


******


sekarang bella dan laura berada di sebuah penjual sate.


"nyam....emmm...enak,trimaksh dr.bella yg terbaik"ucap laura.


"sudah lh,perhatikan cara makan mu yg berantakan itu"ucap bella.


"yaelh....sesekali makan dengan cara yg terbaik seperti ini akan mencerminkan keanggunan"ucap laura.


"keanggunan??aku rasa tidak,malah kau membuat orang-orang tercengang karena sifat bar-bar kmu deh"ucap bella.


"aku sudah selesai,jadi aku akan duluan saja.aku sangat lelah"ucap bella.


"wow,ternyata kau masih bisa merasa lelah,aku kira kau adalah robot"ucap laura menyindir


sebuah gumpalan tisu di lempar kepada laura.

__ADS_1


"jahat emang lo yh"ucap bella


"hahaha.......laura si iblis dong"ucap laura.


"sudah lh,lebih baik aku cepat pulang dari pada meneladani manusia seperti mu,dan ingat besok kau jangan telat masuk jika tidak aku akan memberi mu bogem mentah"ucap bella


-


-


-


sekarang bella berada di dalam mobilnya dan melintasi keheningan di jalan raya yg tak terlalu ramai.


sampai ia melihat dua orang yg di hadang oleh sekelompok orang.


bella menajamkan penglihatannya.


"mereka....kelompok ~KOBRA~"gumam bella.


***


"ba...aa...baik"ucap wanita paru baya itu.


"cih,Tuan crisporter kau tak bisa mengelak lg"salah satu dari kelompok orang berbaju hitam itu.


"aku tak menyerah....ukh...hiss"ucap pria paru baya itu merintis memegangi pundaknya yg berdarah.


"sayang...kau tak apa-apa??"tanya sang istri.


"tidak apa-apa"ucap pri paru baya itu kemudian maju melawan sekelompok orang itu sendirian.


tembakan pistol bergema di jalan yg sepi itu.

__ADS_1


sampai akhirnya pri paru baya itu terpukul mundur dan tak berdaya.


"hahahaha......apa nyonya crisporter akan melakukan sesuatu??"ucap salah satu orang itu yg merupakan pemimpinnya.


pria itu maju dengan pistol di tangannya dan berjalan menuju wanita paru baya itu.


pistol terarah pada kepala wanita paru baya itu,pemimpin kelompok itu menyeringai dan bersiap menarik pelatuknya.


"tiddddaaakkk!!"teriak wanita paru baya itu sambil memeluk kepalanya.


duk.....plak...


sebuah batu kecil terlempar dan mengenai tangan pemimpin orang-orang itu,dan membuat pistol di tangan orang itu terlepas dari tangannya.


"ukh....siapa yang berani-beraninya menyerang ku!!!"ucap pemimpin itu marah.


"itu aku"ucap seorang wanita.


semua pandangan tertuju pada seorang wanita dengan Turtleneck yg berwarna kuning.


"siapa kau??"tanya pemimpin tu geram.


"aku???....."wanita itu menggantungkan kata-kata nya dan berjalan menuju wanita peru baya dengan pria paru baya yg tak berdaya itu.


"lari lh tante,sembunyi lh di balik rerumputan hias itu,dan tunggu aku menyelesaikan mereka,selama itu uhasakan untuk mengobati paman dengan ini"bisik wanita itu sambil memberikan kotak P3K kepada wanita paru baya itu.


"baik,terimakasih"ucap wanita paru baya itu.


dan dengan sekuat tenaganya membantu suaminya bersembunyi sesuai dengan apa yg di katakan wanita itu tadi.


wanita itu kembali menghadap pemimpin kelompok orang-orang itu.


"mungkin aku adalah pencabut nyawa mu"ucap wanita itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2