Princcesia Charanisa

Princcesia Charanisa
rapat.


__ADS_3

"besok kau boleh kembali berkerja di rumah sakit"ucap ken saat masuk ke dalam lift.


bella tersenyum.


saat lift terbuka keduanya masuk,bella menekan tombol lantai 42 dari gedung dengan lantai 50 itu.


"terimakasih tuan ken,tapi jika anda tidak keberatan saya bisa membantu di perusahaan jika aku memiliki waktu luang"ucap bella


"kau kerasukan roh dokumen???"ucap ken datar.


"ck....kau ini orang ingin membantu dengan tulus malah di bilang kesambet roh dokumen"ucap bella sambil cemberut.


"terserah kau,datang lh sesuka mu"ucap ken sambil keluar dari lift dan masuk ke ruang rapat.


bella juga masuk ke ruang rapat dan terkejut jika di antar para klien itu ada seseorang yg bella kenal yaitu marchel.


"nyo.....ahh..is.."marchel tanpa sadar berdiri.


namun ia melihat tatapan datar bella pun sadar jika ia hampir saja keceplosan.


"anu....saya hanya ingin menyapa tuan ken"ucap marcel sambil mengaruk tengkuknya yg tak gatal.


bella duduk di depan marchel dan ken yg mengambil tempat di tengah.


sedangkan kevin berdiri dari bangkunya dan menjelaskan materi yg mereka bahas.


sedangkan bella menatap tajam marchel,dan mengunakan kode isyarat dari ketukan jari.


"jadi apa menurut perwakilan dari perusahaan PRINCHA??"tanya kevin.


marchel melirik bella,kemudian bella mengetuk jarinya pelan dan membentuk serangkai kata isyarat.

__ADS_1


semua orang masih bingung karena marchel belum saja mengatakan pendapatnya.


namun tak lama kemudian marchel berdiri.


"menurut kami proyeksi kali ini cukub baik dan nyonya kami pasti cukup puas dengan keputusan perusahaan kalian seperti biasa"ucap marchel.


akhirnya rapat hari itu di selesaikan dengan marchel yg terlihat aneh bukan seperti biasanya,yg membuat bella seakan-akan ingin menelan marchel bulat-bulat.


ken dan bella kembali ke mansion.


selama di perjalanan keduanya sama diam yg bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.


akhirnya keduanya sampai dimansion.


sesampainya di mansion bella membeku di depan pintu masuk ruang makan keluarga mansion


Salah satu orang yang ia rindukan dan dua orang yg ia benci.


bella mengendalikan amarahnya,dan berjalan menuju tempat duduknya.


"sudah lh mari kita makan dulu"ucap mommy Aruel.


semuanya makan dengan diam.


tak berapa lama bella bangun dari duduknya.


"maaf,saya sudah kenyang.saya hanya ingin secepatnya berisrahat"ucap bella padahal dia hanya memakan sesuap saja.


"ahh...baik lh"ucap mommy aruel.


bella menaiki tangga menuju kamar dan masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


bella menghempas tasnya ke lantai dengan keras.


kemudian menyapu semua benda di atas meja riasnya.


beruntungnya kamar bella dan ken kedap suara.


"sungguh mengapa tuhan membuat ku bertemu dengan dua ular itu lg??knapa??!!!"teriak bella.


kemudian bella menghempas vas bunga yg ada di atas meja dan membuat tangan ya terluka.


"ayah....hiks....aku ingin memeluk mu...hiks"tangis bella kemudian luruh di samping meja dan vas yg dia pecahkan tadi.


cklek....


ken masuk ke kamar dan melihat suasana kamar yg berantakan dan melihat bella yg menangis di lantai.


keadaan bella sekarang sungguh berantakan.


ken menghampiri bella,bella mengangkat kepalanya dan melihat ken berjongkok di dekatnya.


bella memeluk ken tanpa aba-aba.


"hiks......lakukan lh sesuatu yg membuat ....ku melupakan....kenyataan yg menyakitkan ini"ucap bella sambil terisak.


ken menangkup wajah bella dan menghapus air mata bella.


"jangan menangis.....lupakan lh kesedihan mu entah apakah itu"ucap ken kemudian mencium bibir ranum bella.


kemudian menggendongnya ke tempat tidur.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2