Princcesia Charanisa

Princcesia Charanisa
tiga singa


__ADS_3

Ketiganya menjilati wajah bella.


"ahahaha......cukup singgaran,singgara,singarui......geli....hahahah"ucap bella.


kemudian salah satu singa itu menarik baju bella dan menyeretnya ke arah tempat mereka tidur.


"wah....sepertinya ketiga kesayangan ku ini sedang bermalas-malasan yh"ucap bella.


bella kemudian berbaring dia atas bulu singa yg tergerai halus dan lebat.


ketika bella berbaring bersama mereka ketiganya kemudian terlelap.


"aku bahagia bisa bertemu dengan kalian"ucap bella sambil mengelus kepala singa-singa itu yg menaruh kepala mereka manja di pangkuan bella.


Flashback off.


seorang gadis kecil dwngan rambit panjang bergelombang indah berwarna hitam legam terbangun di dasar tebing dengan pandangan yg kadang kabur dan kesadaran yg hanya sedikit.


"aku dimana.....ukh....kepala ku sakit.....hiks"ucap gadis itu menangis menahan pening di kepalanya.


tiba-tiba gadis itu mendengar auman singa dan tangisan anak-anak nya.


bella berjalan ke arah sura itu sambil menyeret tubuhnya yg berlumuran darah.


gadis itu melihat induk singa yg melahirkan.


gadis kecil mendekat kepada singa itu dan melihat bahwa singa itu terluka parah.


"induk singa....apa kau terluka sama dengan ku??"tanya gadis itu sedangkan singa itu mengaum.

__ADS_1


"jangan takut aku tidak akan menyakiti mu"ucap gadis kecil itu laku mengelus kepala singa itu.


gadis itu tanpa sadar mengeluarkan barang-barang dari kalung khusus yg ia buat.


kemudian ia membalut luka induk singa itu.


setelah selesai bella membelai kepala induk singa itu.


"aku tak mengingat siapa aku......aku tak punya siapa-siapa"ucap gadis itu kemudian berbaring di leher singa itu di dekat anak-anak nya.


sedangkan induk harimau yg merasa tidak ada bahaya untuk anaknya pun menjilati gadis kecil itu seolah-olah berkata terimakasih.


tak beberapa lama datang seekor harimau,induk singa pun mengeram kemudian induk singa memberikan ketiga anaknya dan mendorong gadis kecil itu menjauh bersama ketiga anaknya.


gadis kecil itu berlari membawa tiga anak sungai itu dengan langkah kecilnya,cukup jau ia berlari akhirnya kegelapan menyambutnya.


"kalian adalah kesayangan ku,ibunda kalian menitipkan kalian kepada ku untuk mendapat kebahagiaan"ucap bella sambil mengelus kepala singa-singa itu.


****"


sekarang bella berada di rumah sakit GRACRIS.


"dr.bella akhirnya kau datang"ucap laura.


"aku merasa kesepian tanpa dokter"ucap laura tanpa melepas pelukannya.


"mungkin.....ini....terakhir.....kau bertemu.....dengan ku.....karena...kau mengantar....ku....ke....akhirat...."ucap bella terbata-bata.


lauara menyadari kalau ia memeluk bella sangat kuat.

__ADS_1


"aduh maaf dokter"ucap laura.


-


-


-


"jadi dokter gak kerja lg??"ucap lauara dengan mata yg berliang air mata.


"ya,aku sudah di berhenti kan oleh seseorang"ucap bella


"dokter,katakan siapa yg berani memberhentikan dr.bella,aku akan membuatnya mati di meja oprasi"ucap laura.


"sudah lh laura,aku akan selalu menjadi pembimbing kalian meski dari jarak jauh"ucap bella.


"tpi..."ucap laura ingin menyangkal.


"tidak ada tapi tapian,laura.kau pasti bisa tanpa ku"ucap bella.


"oh ya,apakah keadaan mery sudah membaik??"tanya bella.


"hm,sudah.hari ini di di letbolehkan pulang"ucap laura.


"hm,baik lh.aku akan mengunjungi mary kau tak perlu ikut lihat banyak tumpukan dokumen pasien itu"ucap bella sambil menujuk ke atas meja kerja yg di penuhi dengan data para pasien.


"dr.bella kau memang masih kejam"ucap laura namun tak bisa membantah perintah bella.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2