
keesokan harinya bella bangun seperti biasa.
bella melihat ken yg masih terlelap disampingnya.
"ken,nama yg sangat familiar.......namun aku sama sekali tak bisa mengingatnya"ucap bella lirih.
kemudian tangan bella terulur dan mengukur bulu mata ken,kemudian turun pada hidung mancungnya dan berakhir pada bibir ken.
"apa kau sudah puas mengagumi wajah tampan ku??"ucap ken dengan mata yg masih tertutup.
bella terkejut dan kikuk.
"ehh....en..anu...aku akan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit"ucap bella dengan cepat lari ke kamar mandi dan menutupnya dengan keras.
ken tersenyum dan membuka matanya,kemudian duduk di atas kasur sambil menyugar rambutnya.
"wanita yg menarik"ucap ken sambil tersenyum lebar.
namun tak lama kepala bella keluar melalui celah pintu.
"enn......"bella ragu ingin mengatakan sesuatu.
"kenapa??"ucap ken mendekat.
"stop!!,kau keluarlh dulu... aku....aku...aku lupa membawa baju ku..."cicit bella.
ken tertawa kecil kemudian menarik tangan bella.
alhasil bella tertarik dan keluar dari kamar mandi.
ken terpaku melihat bell yg hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.
"ku mohon keluar lh"pinta bella.
ken tanpa reflek langsung melangkah keluar kamar dan munutup pintu kamar.
kebetulan kevin datang mengunjunginya hendak memberi laporan.
"ken....ken...apa yg terjadi dengan mu??"panggil kevin.
__ADS_1
ken tersentak dan terkejut.
"apa yg kau lakukan disini??"ucap ken.
"apa lg kalau bukan ini"ucap kevin sambil mengangkat beberapa dokumen yg ia bawa.
"heh...ken mengapa wajah mu memerah??"ucap kevin.
ken berdehem menghilangkan rasa canggung nya.
"kau panggil aku apa tadi??"ucap ken
"emm??ah...aku memanggil mu ken"ucap kevin.
"ck,ken kau sangat pelit sekali,sudah sangat lama aku tak memanggil mu dengan nama.sabar membosankan jika memnggilmu tuan terus"ucap kevin sambil berjalan kearah pintu kamar dan hendak membukanya.
namun dengan cepat ken menepis tangan kevin dari gangang pintu.
"mengapa??"ucap kevin meminta penjelasan.
"kau tak boleh masuk"ucap ken dengan wajah yg mulai memerah lg.
kevin tersenyum jahil.
"ti...tidak mungkin"ucap ken gugup.
"lalu apa isi kamar mu hingga wajah mu semerah tomat busuk itu"ucap kevin.
sekarang kuping ken pun ikut memerah.
"baik.baik tuan saya tak akan menganggu"ucap kevin
kemudian melangkah pergi,ken menghembus napas lega.
namun ak disangka kevin berlari dan membuka kamar.
disana bella sedang memakai bajunya.
ken tak sempat menghalangi kevin.
__ADS_1
"hehe....maaf nyonya"ucap kevin sambil menutup pintu rapat lg.
ken memandang kevin dengan tatapan tajam membunuh.
"tuan!maafkan atas kesalahan saya"ucap kevin membungkuk.
ingin sekali ken mencekik kevin namun ia urungkan saat bella membuka pintu dengan canggung.
"ehhmm....anu...kalian bisa masuk"ucap bella canggung.
ken menyeret kevin masuk ke ruang kerjanya.
****
keesokan harinya seseorang mengetuk pintu kamar bella dan ken.
bella terbangun dan membukakan pintu.
lagi dan lagi bella harus menahan amarahnya.
"ada apa??"tanya bella datar.
"aku mau bertemu kak ken,aku sudah membuat makanan enak untuk sarapan kak ken"ucap Chara.
"dia lg tertidur"ucap bella.
"meskipun aku sudah bangun,lebih baik kau memakanya sendiri"sahut ken yg masih menutup matanya.
"tpi kak.."rengek Chara.
"jika bisa sebaiknya kalian pulang lh kembali ke tempat kalian"lanjut ken.
Chara ingin menerobos masuk.
"maaf,orang yg tak di undang sebaiknya kembali lh"ucap bella yg menghalangi.
"lihat aku akan mengadu kepada ayah"ucap Chara.
"ayah??pengucapan panggilan yg berbeda"ucap bella.
__ADS_1
kemudian menutup pintu tepat di depan wajah Chara.
BERSAMBUNG......