
sedangkan si ruang kerja Daddy
arson.
"Arson....boleh kh aku meminta indentitas tentang menantu mu itu??"tanya Endwar.
"untuk apa??tumben kau terlihat kepo"ucap Daddy arson
"CK....kau banyak tanya"ucap Endwar.
"aku....aku merasa familiar dengan tatapan menantu mu itu, seolah-olah tatapan itu yg sangat ku rindukan"ucap Endwar yg menjelaskan apa yg ia rasakan.
"wah...wah....apa kau tertarik dengan menantu ku??yg benar saja!!menentu ku itu sudah menjadi istri putra ku jadi sebaiknya kau jangan mengganggu hubungan mereka"ucap arson.
"huh......kepala mu semakin error"ucap Endwar.
tok..tok...cklek
pintu di ketuk dan tanpa menunggu jawaban Ken masuk ke dalam ruangan kerja arson itu.
"kebetulan paman ada di sini,ada yg ingin ku bicarakan"ucap Ken.
"hm,bicara lh"ucap Endwar.
"paman bawa lh keluarga mu untuk pulang,keberadaan kalian sangat mengganggu ketenangan istri ku"ucap Ken datar.
"huh....aku akan pergi asalkan kau memberikan informasi yg akurat tentang istri mu itu"ucap Endwar.
"mengapa paman sangat menginginkannya?"tanya Ken.
"ada sesuatu yang harus ku ketahui"ucap Endwar
"apa kah paman sudah mengetahui...."Ken seakan bimbang mengatakannya
__ADS_1
"mengetahui apa??"tanya arson yg kembali ke mode serius nya.
"sudah lh,mungkin pada saat yg tepat kalian akan mengetahuinya.tapi aku hanya menyarankan saja.jangan mudah terbujuk rayuan Chara"ucap Ken datar.
"hm"Endwar hanya membalasnya dengan deheman saja.arson dan Endwar sangat mengetahui sifat Ken jika ia sudah mengatakan seperti itu pasti ia sudah mendapatkan sesuatu.
kemudian Endwar keluar dari ruang kerja arson yg diikuti oleh Ken dan Arson.
****
sesampainya di bawah Endwar mengatakan bahwa mereka akan kembali ke mansion.
"ayah.... mengapa kita harus kembali sih"ucap Chara
"benar sayang mengapa??"ucap Rissa.
malas menjawab Endwar malah berbalik memandang keluarga Arson.
"baik lh"ucap Arson.
kemudian dengan hati yg terpaksa Chara dan Rissa mengikuti Endwar pulang.
******
Ken kembali ke kamar dan melihat Bella yg sedang termenung melihat kepergian paman Endwar dari atas balkon.
Ken memeluk posesif pinggang Bella yg membuat sang empu tersentak terkejut.
"apa yg sedang mengganggu pikiran mu??"ucap Ken.
"tak ada"ucap Bella.
"paman Endwar mengundang keluarga kita untuk menghadiri pesta ulang tahun Chara,apakah tak apa jika kita datang??"ucap Ken.
__ADS_1
"ya,itu tak apa-apa"ucap Bella.
"sudah lh hari sudah siang,aku mau bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit"ucap Bella.
"huh....apa kau tak pergi lg dengan laki-laki?"ucap Ken yg masih enggan melepas pelukannya dan malah mempererat pelukannya.
"Ken...lepaskan aku"ucap Bella.
"tidak sampai kau menjawab pertanyaan ku"ucap Ken yg membenamkan wajahnya di ceruk leher Bella menghirup dalam-dalam wangi tubuh Bella.
"hah....baik lh,hari ini aku akan selalu berada di rumah sakit"ucap Bella.
"hmmm...aku akan mengantar mu"ucap Ken
"baik lh"ucap Bella yg akhirnya menyerah dengan keinginan suaminya itu.
Ken melepas pelukannya,dan memegang wajah Bella.
"jangan cemberut,tersenyum lh.kau sangat cantik seperti matahari jika tersenyum"ucap Ken.
Bella terkejut,saat itu jga kepalanya serasa pening,Bella merasa sangat familiar dengan kata-kata itu,seperti kenangan yg lama menghilang dari ingatannya.
"ukh...."ringis Bella sambil memegang kepalanya yg membuat Ken menjadi super super khawatir.
"bella...apa yg terjadi dengan mu??"ucap Ken.
"Ken....bantu aku,kepala ku sakit....."ucap Bella
"apa perlu aku memanggilkan dokter??"ucap Ken
"tak perlu,aku hanya kelelahan saja"ucap Bella.
BERSAMBUNG......
__ADS_1