
Aku memutuskan untuk menutup mata,tapi dering telepon terus menggangguku membuatku sedikit kesal.
Aku berjalan menuju meja belajar mengangkat hp dan membuka layarnya.
Betapa terkejutnya aku saat melihat nama Rendra tertulis di sana segera kuangkat telepon tersebut.
"Kok jawabnya lama?"ucap si penelepon.
Aku tertawa pelan sambil kembali ke tempat tidur.
"Kan udah malem"jawabku sambil menarik selimut.
Rendra terdiam lalu kembali bersuara.
"Ohh iya kita kan udah beda negara kalau di sini masih siang sayang"ucap Rendra membuat jantungku berdegup kencang.
Aku segera menutup telepon dari Rendra,dan menutupi kepalaku dengan selimut.
Pipiku bersemu merah,aku sangat malu sekali.
Bagaimana bisa dia memanggilku sayang?,memang benar aku dan Rendra sudah berpacaran tapi tetap saja ini sangat memalukan.
Dering telepon kembali terdengar di telingaku.
Tapi enggan kujawab.
Aku memilih mematikan daya hpku agar Rendra tidak lagi menghubungiku.
Tak lama kemudian aku sudah tertidur lelap bersama boneka kesayanganku.
Boneka beruang berwarna cokelat yang di berikan Ayah sebagai hari ulang tahunku aku sangat menyayanginya.
Keesokan paginya aku terbangun oleh dering di jam alarmku.
Tepat pukul 04.00 dini hari aku segera menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah selesai berwhudu aku segera melaksanakan kewajibanku sebagai umat muslim.
Aku menyempatkan diri untuk lari pagi di sekitar kompleks rumah ku.
Tinggal menunggu hari aku akan segera bersekolah di SMA Alexander.
Jadi aku harus menikmati waktuku sebelum hari itu tiba,dengan lari pagi contohnya.
Saat aku sedang berlari pagi aku melihat seorang pria berjaket hitam dan bertopi abu-abu.
Rambutnya tampak panjang tergerai indah namun aneh rambutnya berwarna putih.
"Astaga itu kan cowok yang kemarin?"gumamku dalam hati.
Laki laki itu menoleh dan berdiri berjalan ke arahku,karena gemetar aku reflek mundur beberapa langkah.
"Apa yang kau lakukan di sini?"ucap lelaki itu dengan wajah datar.
Aku melihat kembali sorot matanya seharusnya kan aku yang bertanya.
"Aku sedang lari pagi"jawabku sekenanya.
Laki laki itu sepertinya masih memakai seragam putih abu-abu,hanya saja jaket hitam membuatnya seperti tak memakai seragam.
__ADS_1
Aku kembali melihat aktivitasnya,dia seperti sedang memberi makan Kucing dan Anjing liar di sekitar kompleksku.
Aku jarang melihat dia ada di sini.
Aku berusaha mempedulikanya lalu kembali berlari pagi beberapa putaran.
Pikiranku masih saja penuh tanda tanya,tentang siapa pria cantik berambut putih itu dan apa yang dilakukannya di sekitar rumahku.
Aku akhirnya kembali ke tempat tadi namun ia sudah tidak ada.
Aku menghela nafas dan kembali ke rumahku.
Belum saja aku masuk dan melepas sepatu Ibu sudah memintaku untuk mengantar kue buatannya kepada Tante Nina.
"Dena cepat antar kue ini ke Tante Nina"seru Ibuku sembari memberikan sekotak kue bolu.
"Aku kan belum mandi Bu"jawabku sekenanya.
"Halah siapa juga yang mau cium bau badan kamu si Angga?,ogah dia"sindir Ibuku tepat sasaran.
Mau tidak mau aku harus menuruti perintahnya kalau tidak aku akan di omeli habis habisan.
Setelah sampai di rumah Angga,aku menekan bel rumah nya.
"Sebentar"terdengar suara berat dari sana.
"Sepertinya itu suara Angga"gumamku.
Benar ternyata dugaanku Angga yang membuka pintu,dengan wajah datar dia menerima kue pemberian Ibuku.
"Makasih ya"ucap Angga dengan wajah datar.
Saat aku berbalik badan dan berniat pergi,Angga tiba tiba memegang lenganku.
"Besok hari pertamamu masuk SMA Alexander kan?"tanya Angga tiba tiba.
Aku hanya mengangguk dengan wajah heran.
"Gimana kalau nanti kita belanja buat kebutuhan sekolah?"ajak Angga membuat mulutku menganga.
Aku terdiam beberapa menit,ingin menolak tapi tidak enak rasanya.
Akhirnya aku menyetujui ajakan Angga,lagi pula aku memang sedang butuh keperluan sekolah.Aku juga ingin membeli novel keluaran terbaru dari penulis kesayanganku.
"Ok nanti siang aku jemput di depan rumah"seru Angga lirih.
Aku mengangguk lalu berjalan kembali ke rumah.
Aku segera mandi dan memilih beberapa baju untuk dipakai nanti siang.
Gaun putih dengan hiasan bunga atau dress biru laut kesukaanku ini membuatku bingung.
Aku memutuskan mengenakan dress biru laut aku baru teringat kalau Angga sangat menyukai laut.
Tepat jam makan siang Angga sudah berada di depan rumahku,dengan motor Ninjanya ia sudah siap berangkat ke pusat perbelanjaan.
Angga membuka helmnya dia terkejut dengan penampilanku yang tidak seperti biasanya.
"Cantik"gumam Angga pelan namun aku dapat mendengarnya.
__ADS_1
Angga terlebih dahulu ijin ke Ibu dan Ayah,kemudian menyuruhku untuk naik ke atas motor.
Aku terkejut saat tiba-tiba Angga memakaikan helm bulat bercorak hello Kitty ke kepalaku.
"Aku gak mau kamu kenapa kenapa"seru Angga sembari memasangkan helmnya padaku.
Aku terdiam dan menatap wajah tampan Angga nanar.
Jantungku berdegup kencang,gugup rasanya menyatu dengan keheningan di sana.
"Makasih"jawabku singkat.
Aku segera naik ke atas motor Angga,dan akhirnya motor tersebut meluncur ke keramaian kota.
Aku menikmati pemandangan pinggir jalan,banyak pedagang makanan yang berjualan di pinggir jalan.
Membuat nafsu makanku meningkat,ingin rasanya aku membeli semua jenis makanan di sana.
Kami berdua berhenti sesaat setelah lampu merah menyala.
Tanpa percakapan apapun aku dan Angga hanya terdiam tanpa suara.
"Lucu banget tas boneka beruangnya mirip kaya Roni"gumamku dalam hati teringat boneka kesayanganku di rumah.
Aku terus melihat ke arah pedagang keliling yang sedang berjualan tas boneka itu.
Sepertinya Angga mulai sadar dan memanggil pedagang itu kemari.
"Pak beli tas bonekanya satu"seru Angga dengan sorot mata tajam.
Si pembeli hanya mengangguk dan mengambil salah satu tas beruang yang dijualnya.
"Berapa mas?"tanya Angga sembari mengeluarkan dompetnya.
"50 ribu mas"jawab pedagang itu sambil tersenyum ramah.
Angga segera mengeluarkan selembar uang berwarna merah lalu memberikannya kepada pedagang tersebut.
"Kembaliannya ambil aja mas"seru Angga mantap.Kemudian memberikan tas boneka itu kepadaku.
"Makasih mas"ucap pedagang itu sambil berlalu pergi.
Aku memeluk tas boneka itu erat,hatiku rasanya hangat saat menerima boneka pemberian Angga.
Motor kembali melaju kencang setelah lampu lalu lintas berwarna hijau.
Kami akhirnya sampai di pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta,di sana kita bisa membeli keperluan sehari-hari ataupun keperluan di sekolah seperti yang sedang kita cari.
Aku berniat membeli tas dan sepatu untuk sekolah nanti,Ibu juga sudah memberiku uang lebih untuk membeli segala keperluan sekolahku.
Saat kami berkeliling mencari keperluan sekolah aku melihat sebuah tas ransel wanita berwarna biru laut.
Tanpa banyak berpikir aku langsung membelinya.
"Sepertinya lo suka banget sama warna biru ya?"ucap Angga tiba tiba.
Aku mengangguk antusias.
"Tergantung sih barangnya apa"jawabku sambil tersenyum tipis.
__ADS_1