Pudarnya Pesona Pria Turki

Pudarnya Pesona Pria Turki
Pesona Pria Turki-ku


__ADS_3

Mata coklatnya menatapku teduh, senyumannya begitu manis sehingga selalu mampu membuat garis lengkung pada bibirku juga. Rambutnya yang ikal tertata rapi.


"Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untukku, hari dimana wanita yang sangat berarti dalam hidupku menjadi istriku. Aku akan membahagiakanmu, Güzel-ku." dia mengecup keningku lembut.


Hari itu adalah hari pernikahanku. Hari yang sangat bahagia dalam hidupku. Sudah lima tahun berlalu pernikahanku dengan Argeş Berker. Seorang pria asal Turki. Aku ikut bersamanya untuk menetap di kota Mardin, Turki.


Awalnya sangat berat untuk meninggalkan keluargaku di İndonesia. Ya, aku adalah warga negara İndonesia. Keputusan yang kuambil adalah konsekuensi menikahi warga asing.


Hari demi hari, bulan dan tahun pun berlalu, akhirnya aku dapat beradaptasi dengan sangat baik untuk tinggal di Mardin. Argeş banyak membantuku untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, terutama untuk keterbatasan bahasa, yang jelas jauh berbeda. Kebanyakan dari mereka memakai bahasa Kurdish. Sejujurnya untuk Bahasa Turki pun aku tidak mengerti, sekali lagi Argeş sangat membantuku. Akhirnya akupun lancar berbahasa Kurdish dan Turki.


Bukan hanya membantuku untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan asing bagiku, Argeş juga memenuhi janjinya untuk selalu membahagiakanku.


Dia selalu membuatku tersenyum, dia juga bukan seseorang yang selalu bisa bersikap romantis. Argeş cenderung bersikap cuek hanya saja aku tau dia sangat menyayangiku.


****


Hari ini aku bangun terlambat, aku terburu-buru menyiapkan sarapan dan baju suamiku. Argeş terlihat duduk santai diteras rumah. Memang pemandangan depan rumah kami sangat indah, taman di tata rapi dan cantik oleh Argeş, dia bilang agar aku tidak merasa jenuh saat dirumah dan bisa menghilangkan letih saat aku pulang bekerja.


Entahlah bagaimana cara mengungkapkan terima kasih pada Argeş, yang pasti aku sangat bersyukur kepada Allah telah memberikan seseorang yang luar biasa seperti Argeş.


Aku bekerja sebagai guru di salah satu sekolah TK di kota Mardin. Sekolahnya tidak jauh dari rumahku, hanya melewati beberapa blok saja.


"Aşkım, kenapa belum siap berangkat kerja? Ayo, ini sudah telat." tanyaku dari balik pintu.


"Evet canım, sebentar lagi. Aku masih ingin bersantai" jawabnya santai sambil membaca novel yang aku beri kemarin.


"Hayir. Ayo, bangun. Kita sarapan dan berangkat kerja" kataku sambil menarik tangannya untuk cepat bergegas.


"Tamam, canım." dia menggandengku lembut dan mengecup keningku.


Dia duduk berhadapan denganku. Dia menatapku seketika. Aku pun reflek menunjukkan ekpsresi bingung.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kau menatapku?" tanyaku bingung.


"Kau memasak nasi goreng dan ayam goreng lagi?" tanya nya.


"İya, seperti yang kau lihat" jawabku ragu.


"Kau memang istri yang hebat. Tau saja aku sedang ingin makan nasi goreng dan ayam goreng buatan istriku"jawabnya riang, senyuman khasnya yang selalu membuatku meleleh.


"Syukurlah." aku pun ikut tersenyum dan kami pun menikmati sarapan buatanku.


Beberapa menit kemudian kami sudah siap untuk pergi ke tempat kerja masing-masing.


Seperti biasa, Argeş memelukku sebelum berangkat kerja.


"Canım, hati-hati ya. Sampai ketemu nanti malam." dia memelukku dan mencium singkat bibirku.


"İya, hati-hati juga dijalan. Jangan pulang terlambat, aku akan membuat makan malam." kataku sambil balas memeluk dan mencium bibirnya lembut.


"Seni seviyorum, canım" katanya lembut dan segera masuk kedalam mobil.


Aku duduk terdiam saat jam istirahat. Temanku Sara, mendekatiku dan duduk disebelahku. Dia membawa dua botol susu coklat kesukaanku dan memberikannya padaku satu botol.


"Yasmine, apa kau tidak merasa kesepian?" tanya Sara tiba-tiba.


"Hmm..ya?" jawabku heran. "Maksudmu?" tanyaku balik.


"İya, apa kau tidak merasa kesepian belum memiliki anak? Maksudku, apakah Argeş tidak pernah keberatan?" tanya nya sambil meminum susu coklatnya.


Sara adalah sahabatku sejak aku menetap disini. Dia adalah sepupu Argeş, bahkan Sara yang mengajakku untuk menjadi guru TK dekat rumahku. Dia sangat baik dan yang pasti dia sangat bisa dipercaya. Dia tau aku akan jenuh jika menghabiskan waktu dirumah saja.


Aku masih terdiam mendapat pertanyaan Sara yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Hmm..aku.."gumamku.


"Sudah tidak apa-apa. Aku tau Argeş seperti apa. Dia sangat baik dan pastinya dia sangat mencintaimu, Yasmine." jelas Sara dengan senyumannya yang manis. Sara memiliki mata coklat seperti Argeş, rambutnya panjang dan lurus sewarna dengan matanya. Dia sangat cantik, seperti boneka Barbie dari Turki.


"Sara, kamu tau aku sangat ingin punya anak dari awal kami menikah. Hanya saja sampai saat ini kami belum memiliki anak. Sudah lima tahun menikah, Sara. Bahkan aku terlalu takut untuk cek ke dokter. Aku tidak ingin membuat Argeş kecewa. Allah belum memberi kami kesempatan itu." jawabku dengan senyuman kecil.


"Hei, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu, Yasmine. Aku mengerti. Tapi apakah kau tidak ingin mencoba periksa ke dokter dan memulai program untuk hamil? Jika kau ingin istirhat dalam waktu sementara sampai kau berhasil untuk hamil, aku tak apa." jawabnya.


"Apakah kau baru saja memecatku?" tanyaku terkejut.


"Hayir. Hayir, Yasmine. Maksudku, aku yang punya sekolah ini. Untuk liburmu, aku bisa mengatur kapan saja jika kau membutuhkannya." jawabnya sambil memelukku erat.


"Aku sangat menyayangimu, aku ingin apapun yang terbaik untukmu, Yasmine." lanjutnya.


"Teşekkür ederim, Sara. Kau sangat baik. İtulah kenapa aku sangat menyayangimu. Untuk itu, aku tidak apa. İnsya Allah, jika memang Allah mengizinkan kami memiliki anak, tidak akan lama lagi aku akan hamil." kataku sambil memeluk Sara.


***


Güzel \= cantik


Aşkım \= cintaku/panggilan sayang


Evet \= iya


canım \= sayangku


Hayir \= tidak


Tamam \= baiklah


Seni seviyorum \= aku mencintaimu

__ADS_1


Ben de \= aku juga


Teşekkür ederim \= terima kasih


__ADS_2