Pudarnya Pesona Pria Turki

Pudarnya Pesona Pria Turki
Kejutan


__ADS_3

Akhirnya selesai juga perpustakaan impian Rudy setelah tiga bulan pembangunan. Aku bisa melihat wajah Rudy berseri-seri saat pembukaan perpustakaan impiannya itu yang disambut sangat baik dan antusias oleh anak-anak jalanan dan beberapa orang penting yang berkaitan dengan hal ini.


Aku terus mendampingi Rudy sampai acara selesai. Dia juga tidak sungkan memperkenalkanku kepada tamu-tamu yang hadir.


Acara pembukaanpun selesai, aku duduk di salah satu sofa berwarna toska yang terletak di pinggir jendela perpustakaan dengam segelas cangkir cokelat panas. Suasana seperti ini mengingatkanku saat aku masih tinggal di Mardin, Turki. Setidaknya lima tahun di sana mengisi ruang-ruang memori di dalam otakku. Sempat terlintas tentang Argeş, apa kabar dia di sana? Apakah dia baik-baik saja?


Rudy duduk di sampingku, aku hanya terdiam, melamun. Tak kunjung menyadari kehadirannya, Rudy menepuk pelan bahuku.


"Yasmine..Yasmine" panggil Rudy, menepuk pelan bahuku.


Aku kembali tersadar dan melihat ke arah Rudy.


"Oh, hai..maaf" jawabku.

__ADS_1


"Aku panggil daritadi tapi kamu diam saja, ada yang kamu pikirkan?"


"Hmm..engga apa-apa. Wah aku senang sekali semuanya berjalan lancar, mulai dari pembangunan sampai dengan acara pembukaan. Semoga perpustakaan ini semakin meningkatkan minat baca anak-anak ya" aku mengalihkan pembicaraan, entah mengapa aku tidak ingin memberitahu Rudy bahwa aku sedang memikirkan Argeş.


"Iya, aku juga senang. Terima kasih atas bantuannya. Tanpa kamu, mungkin aku tidak sanggup sendiri" ucap Rudy sambil sesekali membenarkan beberapa letak buku yang berada di rak buku ukir di dekat sofa yang kami duduki.


"Aku engga banyak membantu, mau cokelat panas? Nanti aku buatkan" tawarku.


"Tidak, terima kasih"


Aku izin pamit kepada Rudy untuk menjawab panggilan tersebut. Aku berjalan sedikit menjauh dari tempat Rudy sedang duduk.


"Hai, Sara, apa kabar?" sapaku antusias, sambil sesekali melirik ke arah Rudy, aku dapat melihatnya sedang membaca buku novel romance, aku dapat mengetahui dari cover bukunya.

__ADS_1


"Kau sekarang tinggal di kota Bandung bukan? Sekarang kau ada di mana?" tanya Sara tanpa jeda.


"Haha satu-satu ya, aku di Bandung, tapi aku sedang tidak di rumah, aku di perpustakaan. Ada apa?" tanyaku.


"Jemput aku di stasiun Bandung, aku sudah tiba di sini lima belas menit yang lalu" jawab Sara dengan santai.


"Sara? Apa kau sedang bercanda?" aku masih bingung.


"Tentu tidak. Ayo jemput!" pintanya.


"Ahhh..tentu tentu..tunggu sebentar, lima belas menit lagi aku sampai stasiun" ucapku bersemangat.


Aku langsung lari menuju sofa untuk mengambil tasku.

__ADS_1


"Rudy aku jemput Sara dulu, dia dari Turki dan sudah sampai di stasiun Bandung. Maaf aku pulang lebih dulu, bye" kataku berpamitan dengan cepat.


Belum sempat Rudy menjawab, aku sudah berlari menuju mobilku dan mengendarainya secepat mungkin. Rudy yang melihatku dari balik jendela, menatap sedih. Dia tahu siapa Sara, aku pernah menceritakan bahwa Sara adalah sepupu dari Argeş, mantan suamiku. Ada rasa khawatir dan cemburu yang menyusup masuk ke dalam hati Rudy. Apakah Argeş juga ikut datang ke sini dan bertemu dengan Yasmine? Bagaimanapun mereka pernah bersama-sama dalam waktu yang cukup lama bukan? resah dalam hati Rudy kian terasa.


__ADS_2