
Argeş tidak menjawab sepatah katapun. Dia hanya terdiam memegang gelas yang kuberi. Apa yang sedang dia pikirkan saat ini?
Belum jauh aku berjalan meninggalkan Argeş, dia akhirnya memberanikan diri memanggil namaku.
“Yasmine..” suara Argeş terdengar parau.
“Ya?” jawabku ragu.
“Senang bertemu denganmu lagi.”
Aku terdiam sesaat, bingung harus menjawab apa.
“Aku juga.” jawabku lagi.
“Hahahaha” tawanya terdengar sumbang
“Semuanya terasa menjadi sangat asing, lebih asing dari sebelum kita kenal dulu.” Lanjutnya.
Mata cokelatnya menatapku tajam. Seakan memaksaku masuk ke dalam dan menyaksikan banyak kenangan yang masih tersimpan didalamnya. Aku bergeming. Mencoba mengalihkan pandanganku dari tatapannya yang semakin lama seperti mencabik-cabik hatiku.
“Maafkan aku..” ucapnya lemas, kini dia menundukkan kepalanya.
“Arges….” entah mengapa hatiku menjadi tidak karuan, otakku tidak bisa berpikir jernih.
__ADS_1
Arges menaruh gelas yang kuberikan tadi, dia bahkan tidak meminumnya. Dia berlalu melewatiku yang kini seperti patung, hanya bisa diam bahkan tidak bisa berkata - kata lagi. Mulutku terasa terkunci. Benar apa yang diucapkan Arges tadi, semuanya menjadi sangat asing. Aku tahu bahwa dia berusaha untuk bersikap seperti biasa dari awal bertemu di stasiun tadi, tetapi aku terlalu canggung untuk menanggapi semuanya.
Aku duduk di ruang tv dengan membawa tiga buku novel yang baru saja kubeli beberapa hari yang lalu, Rudy yang membantu memilihkan novel-novel terbaru dan seru. Dia sangat tahu seleraku.
Sengaja aku membawa novel - novel ini ke ruang tv karena aku melihat Arges sedang duduk disana, dia sedang sibuk dengan handphone nya. Aku ingin menawarkan novel ini untuk dibaca bersama, kebetulan novel yang baru saja kubeli ini berbahasa Inggris, jadi Arges bisa mengikutinya, pikirku.
“Hey ..” sapaku.
“Ya?“ Jawabnya seperti sedikit terkejut saat melihatku muncul secara tiba-tiba.
“Kau masih suka membaca novel?” tangan kananku menunjukkan tiga buku yang sengaja kubawa.
“Sepertinya begitu” dia mencoba meraih novel yang ada ditanganku dan mengambil salah satu novel dengan sampul berwarna biru muda dengan tulisan “Lost Love” didepannya.
“Kau sudah membacanya?” tanya nya.
“Belum, tapi Rudy bilang novel itu sangat bagus dan menyentuh hati, jadi aku membelinya” jawabku dengan lancar.
“Siapa? Rudy?” Arges mengulang nama yang aku sebutkan tadi.
“Aah…Rudy temanku” jawabku gugup.
Arges tidak menjawabku, dia langsung membuka halaman novel itu. Hanya hitungan beberapa detik, dia sudah sibuk membaca Lost Love.
__ADS_1
Hatiku semakin tidak menentu, bagaimana bisa aku kelepasan menyebut nama Rudy didepan Arges. Aku tahu dia mantan suamiku, tetapi tetap saja aku merasa tidak enak jika menyebut nama laki-laki lain. Aaah … mengapa menjadi seperti ini? Aku bertujuan untuk menghilangkan kecanggungan antara aku dan Arges, tapi ini aku malah membuat semuanya menjadi lebih buruk. Aku berusaha untuk menyibukkan diri dengan pura-pura membaca novel yang kubawa tadi. Walaupun aku tidak tahu apa yang dibicarakan dalam novel ini karena aku tidak membacanya, pikiranku masih terusik dengan apa yang baru saja terjadi.
Drrrttt…drrrttt… handphone yang kusimpan di meja pun bergetar, Rudy? Buru-buru aku mengambil handphone ku dan beranjak dari sofa, aku berjalan menuju dapur dan menjawab panggilan dari Rudy.
“Halo” jawabku.
“Hey, apa aku mengganggu?” tanya Rudy dari seberang telpon.
“Tidak” jawabku pelan.
“Aku hanya khawatir saja karena kau tiba-tiba meninggalkan perpustakaan dengan buru-buru. Ada apa?” tanya nya penasaran.
Sudah aku duga pasti Rudy menanyakan hal ini. Aku bahkan tidak sempat memberi kabar bahwa Sarah dan juga Arges datang ke tempatku.
“Aah..iyaa, maaf aku belum sempat memberi kabar. Tadi siang Sarah menelponku bahwa dia sudah ada di stasiun dan memintaku untuk menjemputnya disana.” jawabku.
“Sarah sepupu nya Arges mantan suami?” tanya Rudy.
“Hmm..betul” jawabku hati-hati.
“Apakah dengan Arges juga datang kemari?” tanya Rudy seakan-akan dia bisa mengetahui situasi dirumahku saat ini.
Entah mengapa rasanya sulit menjawab ini. Kenapa sekarang aku seperti ingin menjaga perasaan Rudy. Aku tidak ingin dia terluka karena mendengar bahwa Arges ada dirumahku saat ini.
__ADS_1
Aku terdiam.