
Aku berjalan santai menuju sekolah dimana tempatku bekerja. Tiba-tiba..
Bruukkk!!!!
Ada seseorang yang menabrakku dari belakang seketika aku langsung menoleh ke arah orang yang menabrakku tadi.
Tapi sayang, aku tidak bisa melihat jelas siapa yang menabrakku tadi karena sinar matahari membatasi penglihatanku sekarang.
Orang tersebut langsung membantuku berdiri dengan mengulurkan tangannya. Aku pun meraihnya.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya seraya membantu membangunkanku.
"Aku tidak apa-apa" jawabku asal, dan sibuk membersihkan baju bagian belakangku.
"Yasmine?" tanya orang yang menabrakku itu. Spontan aku menoleh ke arah orang yang baru saja menyebut namaku.
Aku pun terbelalak saat melihat wajah orang itu dengan jelas. Benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat didepanku sekarang.
__ADS_1
"Rudy?" tanyaku, masih tidak percaya siapa yang berada di depanku sekarang, seseorang yang baru menanrakku beberapa saat yang lalu.
"İya, ini aku Rudy. Kau masih mengingatku?" senyumnya mengembang di wajah tampannya.
"Oh iya, tentu masih ingat. Kok bisa ada disini?" tanyaku masih belum percaya, entah sulit sekali mengalihkan pandanganku dari Rudy.
"Haha, aku tidak percaya kita bisa bertemu lagi disini, di negara orang, di kota ini, kota Mardin" katanya bersemangat.
"Iya.. Aku dipindah kerja untuk sementara waktu di Turki. Baru satu bulan di Mardin. Kau sendiri, sedang apa disini?" tanya Rudy sambil membantuku mengambil beberapa buku yang jatuh.
"Hmm...aku..hmm..berangkat kerja. Aku kerja di sekolah TK dekat sini, itu disana sekolahnya" jawabku sedikit gugup dan menunjuk salah satu bangunan sekolah yang berada hanya beberapa meter saja dari tempatku berdiri.
"Ceritanya panjang, haha" jawabku asal.
"Hmm.. Rudy, aku pergi duluan ya. Sudah telat" kataku sambil berpamitan.
"Oh iya, baiklah. Maaf tadi aku tidak sengaja menabrakmu. Aku buru-buru dan tidak memperhatikan jalan" kata Rudy.
__ADS_1
"Tidak masalah." jawabku singkat dan sedikit membungkukkan badanku tanda berpamitan. Rasanya ingin cepat-cepat hilang dari hadapan Rudy saat ini, karena jantung yang berdetak kencang membuatku menjadi sangat gugup.
"Tunggu, Yasmine. Boleh aku minta nomor telponmu?" tanya Rudy cepat-cepat menghentikan langkahku.
"Hmm.. Ya?" aku terdiam dan bingung harus menjawab apa. Akhirnya aku memberikan nomor teleponku.
"Terima kasih. Sampai jumpa lagi." katanya dengan senyumannya yang manis.
Aku pun hanya mengangguk pelan tanda berpamitan dan membalas senyumnya.
Di ruang guru, aku duduk menatap jalanan melalui jendela tetapi pikiranku masih melayang saat kejadian tadi pagi bertemu dengan Rudy. Ya, Rudy. Dia adalah mantan kekasihku saat aku duduk dibangku SMA, seseorang yang pernah membuatku sangat jatuh hati padanya. Dia murid teladan dan juara umum disekolah. Selain itu dia juga sangat tampan dan populer. Dia tinggi dan kulitnya lebih cerah dari aku ataupun teman-teman seangkatannya saat di sekolah dulu. Bukan hanya itu saja, dia terkenal karena ramah, tetapi dia tahu cara untuk bersikap dingin dengan perempuan-perempuan yang mencoba menggodanya. Tutur kata nya lembut begitupun dengan prilakunya. Dia memang sedikit keras kepala, tapi aku bisa mengimbanginya, dia membuatku menjadi seseorang yang berbeda, aku mamou mengembangkan diriku dan membuka pikiran akan dunia dan banyak hal. Dia memang membawa banyak pengaruh baik dalam hidupku.
Aku berpacaran dengannya selama 3 tahun. Dia adalah mantan yang sulit aku lupakan. Seseorang yang sangat berarti dihidupku, seseorang dimana aku pertama kali jatuh cinta. Aku baru bisa melupakannya saat aku mulai berpacaran dengan Argeş.
Aku berpisah dengan Rudy dengan alasan yang konyol. Aku meninggalkannya hanya karena sahabatku menyukai dirinya, walaupun pada akhirnya, sahabatku juga meninggalkanku.
İtulah kenapa aku tidak pernah berpacaran lagi. Aku mulai membuka hatiku lagi, saat aku bertemu dengan Argeş Berker yang kini menjadi suamiku. Dia mampu mengalihkan duniaku. Dia mampu membuatku sama sekali tidak memikirkan Rudy lagi. Aku benar-benar lupa dibuatnya dan hari ini, tanpa sengaja dia muncul dihadapanku. Masih dengan Rudy yang sama, Rudy yang aku kenal dulu. Hanya saja yang berbeda, dia lebih terlihat tampan dan matang.
__ADS_1
Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku, hatiku terasa tidak menentu. Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat ini.