
Senja dihari ini sangatlah indah, apakah senja di kota Mardin memang selalu terlihat lebih indah?
Aku mengambil tas dari atas meja kerjaku, sudah waktunya pulang. Aku harus menyiapkan makan malam kesukaan Argeş, suamiku tercinta.
Aktifitas mengajar yang padat membuatku lupa akan kejadian hari ini, dimana aku bertemu dengan Rudy.
Sesampainya dirumah, aku sibuk memasak tumis kangkung terasi, tempe goreng, ayam goreng dan membuat nasi liwet. Selama menikah, aku selalu memasak masakan Indonesia untuk Argeş dan dia sangat menyukai masakanku. Sejujurnya aku merasa sedikit kesulitan untuk membuat makanan khas Turki, mencoba beberapa kali masakan Turki, selalu gagal. Beruntungnya, Argeş tidak pernah mengeluh akan hal itu, sepertinya dia tidak pernah mengeluh selama bersamaku.
Tepat pukul tujuh, Argeş sudah pulang, dia mengucap salam, aku buru-buru langsung menghampirinya dan mencium punggung tangan dan pipinya dengan lembut.
"Aku kangen sekali denganmu, sayang" Argeş memelukku erat sambil menciumi pipi kanan dan kiri, dahi, hidung, mata, dan bibirku bergantian.
"Apa kau berpikir aku tidak merindukanmu?" gumamku sambil mengeratkan pelukanku.
Argeş tertawa mendengar ucapanku lalu tak lama dia sibuk mencium bibirku dengan lembut.
"Baiklah, sekarang waktunya kau membersihkan dirimu, ayo lekas mandi, lalu kita makan malam bersama, okay?" kataku setelah berhasil melepaskan diri dari ciuman Argeş.
" Hayir. Aku ingin terus memelukmu sambil menciummu" goda Argeş.
Aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya yang manja.
__ADS_1
"Kita simpan untuk nanti malam sebelum tidur ya, sekarang ayo lekas bersih-bersih" aku melepaskan pelukanku dan pergi ke ruang makan.
Tak lama Argeş pun sudah bergabung dimeja makan bersamaku. Wajahnya terlihat sangat senang melihat menu makan malam hari ini.
"Istriku memang juara, ini makanan kesukaanku semuanya" kata Argeş, tangannya meraih kepala bagian belakangku dan mencium keningku lembut.
"Terima kasih sayang" jawabku dengan senyuman manis, aku merasa sangat senang jika Argeş memuji masakanku.
Kami menyantap makan malam dengan tenang sambil sesekali bercakap-cakap.
Waktuku bersamanya memang tidak 24 jam selalu bersama, tapi aku ataupun Argeş selalu berusaha untuk mengisi waktu luang kami dengan berkualitas, karena kami sadar untuk menjaga hubungan rumah tangga tetap berjalan baik dan harmonis, salah satu kuncinya adalah membangun komunikasi yang sangat baik dan memiliki waktu yang berkualitas dengan pasangan.
Aku bersandar di sofa empukku yang berwarna coklat tua sambil membaca novel kesukaanku, aku memang sangat hobi membaca novel, saat ada waktu luang, terkadang aku gunakan untuk hobiku itu, kebetulan suamiku tidak pernah keberatan jika aku asik dengan novelku selama aku berada disampingnya.
Aku menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.
"Canım, apa kau mencintaiku?" tanyaku iseng sambil mengelus rambut ikalnya dengan lembut.
"Tidak." jawabnya datar, pandangannya masih terus menatap layar tv.
Aku terkejut mendengar jawaban darinya. Aku langsung mengubah posisi dudukku menjadi lebih tegap dan mengerutkan keningku.
__ADS_1
"Sungguh kau tidak mencintaiku?" tanyaku ulang
"Aku tidak mencintaimu, tapi aku sangat sangat sangat mencintaimu, saking cintanya, aku tidak ingin kehilanganmu dari hidupku. Aku sangat bahagia kau menjadi istriku, menjadi bagian dari hidupku." jawab Argeş dengan jelas, kali ini dia sudah menatapku, menatap wajahku yang gelisah.
Dia menggenggam tanganku lembut, lalu memelukku dan berkata "Jangan pernah tanyakan lagi, karena aku hanya akan mencintaimu, aku mencintaimu dari awal bertemu denganmu, jadilah pendamping hidupku selamanya."
Entah kenapa airmataku meleleh begitu saja, aku menangis haru, aku bersyukur mendapatkan suami yang begitu amat sangat mencintaiku. Argeş lah yang membantuku untuk berani mencintai seseorang lagi setelah aku patah hati dengan Rudy. Dulu kupikir aku tidak akan pernah mencintai siapapun lagi, tapi Argeş mematahkan pemikiranku yang buntu itu.
Baru saja kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur..tiiinng..ponselku berdering tanda pesan masuk. Aku kembali duduk dan meraih ponselku. Nomor nya tidak kukenal, aku pun akhirnya membuka isi pesannya
Dari : +901234******
Hi, Yasmine..
Ini nomorku, Rudy.
Apa kau sudah tidur? Maaf malam-malam mengganggu.
Sesaat tubuhku bergeming, aku hanya menatap layar ponselku. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Aku bingung, kenapa jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya.
Argeş memelukku dari belakang, seketika menyadarkanku kembali, dia menanyakan apakah aku baik-baik saja, secara spontan aku langsung menekan tombol kunci pada ponselku dan menjawab bahwa aku baik-baik saja.
__ADS_1
Dia memelukku saat tidur, tapi entah kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku, pikiranku kembali sibuk flash back dengan kejadian beberapa waktu lalu, dimulai aku tanpa sengaja bertemu dengan mantan kekasihku, Rudy, dan tanpa sadar pikiranku sudah sampai pada memori beberapa tahun silam saat aku masih bersama Rudy. Indah sekali rasanya. Tetapi ada suatu hal yang menyadarkanku bahwa sudah ada seseorang yang memelukku saat tidur sekarang, yaitu Argeş, aku tidak boleh memikirkan laki-laki lain disaat aku sudah bersuami. Aku buru-buru menutup kenangam indahku bersama Rudy dan berharap untuk tidur nyenyak malam ini.