PUTIH ABU-ABU PENUH LIKA-LIKU

PUTIH ABU-ABU PENUH LIKA-LIKU
Penolakan


__ADS_3

Chandra merasa sedih, tapi disisi Lain. Chandra juga merasa senang, karna Lala merasakan hal yang sama, tapi Chandra juga tidak boleh egois karna yang diucapkan Lala memang ada benarnya.


Disaat Chandra mengutarakan perasaannya terhadap Lala, Lala malah pergi menjauh dengan terburai air mata, Chandra tidak tega, Chandra merasa bersalah, Chandra mengejar dan memeluk Lala, kalau Chandra tidak memaksanya.


"Aku tidak memaksamu, keputusan darimu aku terima dengan Lapang dada, kamu tidak perlu takut. "ujar Chandra" dengan penuh hati-hati.


Maafkan Lala kak,,,!! Lala merasakan hal yang sama dengan Kakak.


Chandra merasa senang, bahwa cintanya terbalas.


Lala diam sejenak dan melanjutkan ucapannya.


Tapi kita beda pendapat, ku harap kakak bisa menerimanya.


apa,,,,? cepat katakan "saut Chandra".


Aku tidak bisa menjadi seperti yang kakak inginkan,,


deg,,,,,


deg,,,


deg,,,


jantung Chandra merasa takut.


Lala banyak kesibukan, Lala akan sulit untuk membagi waktu antara Cinta, bekerja dan belajar. Ucap Lala lirih disertai air matanya,


sebenarnya Lala juga merasa kan sakit didadanya,


jadi maksudmu, kamu tidak punya waktu Cinta kita...? tanya Chandra.


Tidak, maksudku bukan seperti itu, tolong dengarkan yang akan ku katakan,,!


baik lah aku akan mendengarkan,


Lala ini berasal dari keluarga yang tidak mampu, untuk melanjutkan sekolah Lala harus bekerja dan bekerja, tujuan Lala pertama kekota ini adalah sekolah untuk menggapai cita-cita.


Lala takut kalau Cinta Lala terabaikan akan membuat Cinta itu menjauh dari Lala,


Lala rasanya sesak jika berjauhan dengan Cinta Lala,


Cinta itu Rumit kak, ada kemarahan, ada kecemburuan egois dan semuanya.


jadi Lala takut akan hal itu.


Lala tidak bisa kalau kakak akan marah dan menjauhi Lala, sambil air mata Lala tak henti hentinya mengalir.


membayangkan nya saja Lala tidak kuat, apalagi harus merasakannya.


Chandra keheranan,


tapi mengapa menolakku...?


Lala bukan menolak, Lala hanya ingin kita menjalani seperti ini, kakak tidak pernah marah, ataupun menjauh walau penuh dengan kesibukanku, Lala berjanji Lala akan menjaga Hati ini, sampai tiba waktunya kita bersama.


maukah kakak juga menjaga hati kakak untuk Lala...??


Chandra tersenyum, tentu saja kakak akan menjaganya untukmu,,,,


itu artinya kamu mau kita Teman tapi Mesra gitu, "goda Chandra".


Enak aja, gak mau ah,,,,!! "ucap Lala sambil cemberut,

__ADS_1


terus,,,


Hubungan tanpa status gitu "tambah Chandra".


Kan setatusnya ada,,,!! saut Lala


apa statusnya, pacaran enggak, suami istri bukan, tapi tidak mau jauh jauhan,,,


mau tau kakak statusnya apa...!


hemzz,,


Sahabat Ada Rasa.


mereka pun tertawa bersama,,,


kita pulang yuk, Nanti guru piket nyari Lala.


kakak mah enak emang sudah pulang sekolah.


ya sudah kita mampir ketoko buku dulu,


mau ngapain ini keluar sudah Lama.


ya ampun kamu itu ya,,, kalau ketoko buku ya beli buku lah, mau apa lagi ucap Chandra setengah kesal.


tapi Lala keluar sudah Lama,


kalau guru piket nanya bukunya mana kamu harus jawab apa, sebab kakak tadi bilang cari buku.


kakak ini ya buat masalah aja, kenapa juga alasannya gitu.


ya sudah tidak perlu banyak protes ikut saja.


***


gak usah pegang pegang entar dikira pacaran lagi,,


hehehe Tawa Chandra, "Buruan cari bukunya,,,,!!


Buku apa kak..?


Ya terserah kamu mau buku apa,,,


Kenapa jadi Lala...?


Ya bukunya untuk kamu, bukan untukku aku tidak suka baca buku.


****


Setelah sampai disekolah Chandra menurunkan Lala, setelah itu Chandra melanjutkan perjalanannya pulang kerumahnya.


Lala bertemu kedua sahabatnya, Lala menceritakan kepada kedua sahabatnya antara hubungan nya dengan Chandra, Lala memang tidak pernah menutup nutupinya.


Lala melanjutkan pekerjaan nya seperti biasa, disela sela sibuk sibuknya bekerja, Lala mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia, Lala merasa shok,,, Lala Lemas seketika, penglihatannya berangsur Buram.


Bruuuukk,,,,


Lala pingsan, palayan yang lain melihat kejadian itu langsung berteriak,meminta bantuan, Lala dibawa keruang UKS. dikasih obat dan ditunggu oleh kedua sahabatnya.


Mata Lala mulai ngerjep,Lala memutar kan pandangannya, melihat Langit langit atap. yang tak begitu asing baginya.


Ada dimana aku....??

__ADS_1


kamu di UKS Laa "ucap Dea".


sebenarnya apa yang terjadi Laa "timpal Rere".


Lala teringat kejadian tadi kenapa dia tiba tiba pingsan, Ibuku meninggal ucap Lala lirih,


apaaaa,,,,? meninggal ",tutur Rere dan Dea bersamaan.


sahabatnya kaget, dan Langsung memeluk Lala yang sedang menangis frustasi, sahabatnya memberitahu guru dan membantu Lala untuk bersiap pulang.


Dalam perjalanan pulang Lala menangis dan ada rasa sesal karna iya merasa terlalu egois, hanya untuk sebuah Cita-cita. bahkan Cita-cita Lala sudah diujung tanduk.


Ke esokan harinya Lala masih dalam keterpurukan, dan rasa bersalahnya, tidak mau menemui siapapun,. Lala mengurang dirinya dikamar, Lala berniat tidak ingin melanjutkan sekolahnya Lagi.


Wakil dari sekolah beserta sahabatnya dan Chandra yang tak Ketinggalan datang ngelayat Ibu Lala. tapi ibunya sudah Dimakamkan.


Sahabat Lala menanyakan keberadaan temannya, ke kakaknya Kiara.


kakak Lalanya mana,,,,?


dia ada dikamar, kakak sudah membujuknya tapi dia tidak mau keluar juga,setelah pemakaman Ibu, malah dia tidak makan apapun.


Chandra yang mendengar yang diucapkan kakak perempuan Lala itu begitu khawatir, Chandra dan sahabat Lala ijin masuk ke kamar Lala, kakaknya mengiyakan. mereka melihat kondisi sahabatnya begitu menyedihkan, sahabat memeluk Lala.


Sahabat Lala memberikan dukungan, agar Lala bisa ceria seperti semula, tapi sepertinya sangat sulit. Chandra yang sedang duduk ditepi tempat tidur Lala mendekati Lala dan memeluknya.


iya merasakan kesedihan yang sedang orang dia Cintai itu.


Mata Chandra turut berkaca kaca, tangis Lala pecah dipelukan Chandra, hingga membasahi bajunya Chandra. Chandra mengendurkan pelukannya menatap mata Lala, yang sudah mengecil karna menangis.


Sayang,,,,,!! walau dalam keadaan yang tidak baik, kau harus menjaga kesehatanmu.


kau harus makan,,,!!


Aku mau menyusul Ibu kak,,, aku menyesal sudah ninggalin Ibu, hanya untuk Cita-cita yang sekarang sudah tidak ku inginkan lagi.


Kau tidak boleh seperti itu,itu sudah garis takdir, ucap Chandra dengan penuh hati hati.


Chandra meminta Dea untuk mengambil makanan untuk Lala. Dea mengiyakannya.


makanan sudah ditangan Chandra.


Laa kamu makan ya, kakak suapin ya...!


aku tidak mau, aku tidak napsu makan.


Rere menyela pembicaraan Chandra dan Lala. Laa kamu tau gak kalau kau tidak mau makan maka kak Chan juga akan kelaparan, setelah dia tau kalau ibumu meninggal, dia juga tidak makan apa-apa.Dalam perjalanan tadi ke sini saja aku tidak melihatnya makan apapun.


Chandra menatap Rere dengan sorot Mata yang tajam. seolah tidak suka yang dikatan Rere.


Ehhh maaf kak keceplosan,,, Rere Langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Lala memandang Chandra, Chandra menggeleng, sambil mengambil nasi ingin menyuapi Lala.


Kak Chan tidak boleh tidak makan, kakak harus makan,


Chandra tersenyum, membuka suaranya kita makan bersama ya...??


,


,


,

__ADS_1


BERSAMBUNG,,,,,,,,


__ADS_2