
Yang benar saja, Kak Chan memanfaatkan orang tidur, sambil Lala memukuli Chandra.
Chandra terkekeh melihat ulah Lala, yang cemberut karna keisengannya,
Ayo kita turun ajak Chandra, Chandra turun lebih dulu, lalu mengelilingi mobilnya dan membuka pintu Lala, Chandra menggenggam erat tangan Lala dan menarik nya untuk masuk kekontrakan Lala.
Tiba-tiba Lala mengingat bayangan saat Chandra menggandengnya, tapi bayangn yang masih nampak kabur, Lala memegang pelipisnya yang terasa kepala nya ingin pecah itu.
Chandra merasa tangan Lala yang tiba-tiba meremas tangannya dengan kuat, langsung membalikkan badannya, dan melihat kondisi Lala yang mulai tak terkendali itu.
Chandra Langsung memeluk dan menenangkannya, dan memberikan aliran kasih kepada Lala, Lala juga merasa sakit nya sedikit mulai berkurang.
Honey kenapa dengan mu,,,? apa sedang mengingat sesuatu..? ",Tanya Chandra".
Iya, saya mengingat ada seseorang yang menggenggam tangan ku tapi wajahnya belum nampak.
Apa sekarang perasaanmu lebih baik...?
Iya ini jauh lebih baik.
Ayo kita makan dulu ",ajak Chandra ".
Chandra mulai menata makanan mereka diatas piring dan Lala membantunya, sambil menyelipkan Candaan disana. Mereka mulai makan bersama dan Chandra menambahkan sebagian makanannya didalam piring Lala. Lala mengernyitkan dahinya.
Kenapa makananmu kau pindahkan dipiringku,,,,? tanya Lala
Makanlah yang banyak biar gemuk, saut Chandra
Kak Chan yang benar saja, kau mau menjadikanku Sapi,,,! cemberut Lala.
iya, jawab Chandra singkat
Heh, aku tidak mau makan saja sendiri, Lala mengembalikan makanannya di piring Chandra, tapi Lala terlanjur mengembalikan nya, yang sebenarnya Lala memang masih kurang, Lala memandang lagi makanan itu.
Kenapa nyesal ngembalikan makanannya, ",ledek Chandra".
Enggak, siapa juga yang nyesal, ini juga sudah kenyang ",ucap Lala malu malu".
Chandra langsung mengambil makanan itu dan menyuapkannya kemulut Lala, Lala reflek membuka mulutnya yang dia rasa emang masih lapar, Chandra seketika tersenyum, katanya tidak mau ",goda Chandra".
Lala langsung mendengus mengalihkan pandangannya ketempat lain, Chandra mencoba menyuapnya lagi,tapi Lala tidak menghiraukannya, Chandra mulai mengisenginya.
Cup,,, satu kecupan dipipi Lala seketika Lala menoleh ke arah Chandra,
Mau lagi ",Tanya Chandra".
kak Chan ini apa an sich, main cium segala,',umpat lala".
Lala yang beranjak ingin ninggalin Chandra, Chandra menarik tangan Lala, membuat Lala terhempas ke lantai.
apa kamu mau aku suap seperti burung ",ucap Chandra yang mulai kesal karena Lala yang susah nurut dengan nya.
Lala ngebayangi kalau burung itu disuap induknya pakai pakai paruhnya, itu artinya disuap pakai mulut.
Lala langsung menggelengkan kepalanya karna melihat mata Chandra juga melotot.
__ADS_1
Menurut lah sedikit agar tidak kelaparan, karna Chandra tau betul akan kondisi Lala, ahirnya makanan habis.
Ponsel Lala berdering, Chandra melihat ponsel Lala, pak Dirham yang menghubungi nya, wajah Chandra mulai berubah.
Lala mengangkat ponselnya,
Hallo Pak ada apa ya...?
Lala saya sudah mulai melihat titik terang dari kasus penculikan mu,,
Yang benar Pak,,,?
Iya, setelah sampai dirumah aku akan menceritakan semuanya, untuk sekarang kamu jangan tinggal sendiri itu sangat berbahaya, dan tolong jauhin teman kamu yang bernama Chandra itu. "ucap Dirham dari kejauhan sana".
Lala langsung melirik ke arah Chandra, tapi kak Chan sekarang bersama ku ",saut Lala".
Jauhilah, keluarga nyalah dibalik kasus penculikan mu.
apa....? ",kaget Lala".
ponsel Lala langsung terjatuh dari tangannya diiringi air matanya, rasanya begitu sulit untuk mempercayai pakta yang ada. Chandra mendengar bunyi dentingan barang jatuh dan langsung melihat ke arah Lala.
Ada apa honey...!
Lala mengangkat tangan dan mengarahkannya ke Chandra, dan berucap
menjauh lah dari ku,,, jangan membunuhku,, Lala melangkah mundur menjauhi Chandra,
dub,, dub,, dub,, Jantung Chandra berdegup kencang mendengar perkataan Lala, ada terasa sakit disana, Chandra juga berpikir yang selama ini dia curigai apa benar.
Chandra langsung memeluk Lala dari belakang begitu mendapatkannya. dengan napas yang ngos ngosan Chandra berucap.
Jangan menjauhiku,, tolong.... aku terlalu mencintaimu Lala, aku kuliah diluar atas permintaan Ayahmu.
Benarkah, kau mencintai ku,,,? tapi Kenapa kau ingin membunuh ku...? ",disela isak tangis Lala".
Aku tidak mungkin membunuh mu, semut saja yang menggigitmu aku yang merasakan sakit nya. ",tutur Chandra lirih".
Maksudmu Pak Dirham berbohong,,,? heh,...
Mungkin dia tidak berbohong tapi percayalah aku tidak terlibat. Chandra membalikan tubuh Lala dan menghadapkannya ke arah nya, mereka beradu pandang.
Lihatlah mataku, apa kau tidak melihat cintaku disana...? apa hanya Dirham yang kau percaya...?
Lala menundukkan pandangannya,Chandra mengusap air mata Lala, percayalah aku sangat mencintai mu, untuk saat ini aku tidak bisa membuka kenangan kita, karna kondisimu.
Lala hanya diam, Chandra mengecup pipi Lala dengan lembut berharap Lala mempercainya setiap ucapannya.
Lala hanya diam tidak merespon dan juga tidak menolak, mata Lala pun tetap terbuka memperhatikan Chandra yang terus menghujaninya dengan kecupan dikepalanya dengan lembut.
Chandra merasa aneh karena mata Lala yang tetap terbuka saat diciumnya, Chandra berbisik ditelinga Lala, kalau Lagi dicium matanya ditutup jangan melotot jadi takutkan aku.
Lala tersadar dengan ucapan Chandra, langsung mendorong nya.
Kak Chan apaan sich, main cium aja ditempat umum kan malu dilihatin orang.
__ADS_1
Chandra tidak merespon ucapan Lala, malah menarik tangan Lala, mengajaknya kembali ke kontrakan, setelah sampai dikontrakkan Chandra mendudukkan Lala di lantai yang beralaskan tikar seadanya.
Lala masih terdiam, kini malah terkenang ucapan pak Dirham.
Chandra mulai membuka suaranya.
Kamu Lari cepat sekali sich, mentang mentang makan banyak ",goda Chandra".
Kak Chan ini masih saja bercanda.
Siapa yang bercanda, memang lari mu itu kencang,,, ",ucap Chandra sambil menahan tawanya".
Lala langsung mencubit Paha Chandra, sampai meninggalkan bekas disana, Chandra hanya meringis kesakitan, tapi dia senang karna beberapa menit yang lalu orang yang dicintainya menetes ka air mata.
Oh ya tadi Pak Dirham bicara apa...? sampai dirimu menjatuhkan ponselmu, untung saja tidak rusak,
Kasus penculikan ku mulai ada titik terang nya, tapi,,,,
Lala tidak melanjutkan ucapannya.
Tapi, apa,,,, ",tanya Chandra
Ayah ku di balik penculikan mu ",tambah Chandra yang kini menahan emosinya karna ulah Ayahnya itu.
Lala hanya diam, karna takut salah bicara malah akan membuat kesulitan untuk mengungkapnya.
Aku berjanji akan mengurus Ayah ku, walaupun aku belum mempunyai buktinya tapi mungkin ucapan pak Dirham ada benarnya ",ucap Chandra yang merasa sedih ulah Ayahnya itu ".
Pak Dirham datang yang tiba-tiba sudah tegak didepan pintu.
jadi benar, penculikan Lala itu ulah kalian..? ",bentak Dirham'.
Pak Dirham,,,,,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
πππBersambung πππ
__ADS_1