
**Dirumah Chandra**
Ayah Hidayat yang sebenarnya dalam lubuk hatinya yang paling dalam belum terlalu menyukai Lala, hanya karna menebus kesalahan terhadap putranyalah,Ayah Hidayat terpaksa merestuinya.
Ayah hidayat memanggil ajudannya, agar mencari orang mengurus lamaran putranya itu, sementara ibu Dewi mempersiapkan beberapa set perhiasan untuk pernikahan putranya itu,Ibu Dewi menghubungi Chandra, mengambil ponselnya,jemari Ibu Dewi menyentuh Layar ponselnya dan menempelkannya ditelinganya.
tut,,,
tut,,,
halo Nak,,,!
Iya Bu ",saut suara dari ujung sana",
Kamu lagi sibuk gak,,,? ,,'Ujar Bu dewi",
hemzs,,, enggak juga. memangnya kenapa..?
kamu ajak Lala ketoko Ibu, Ibu sudah siapin perhisan pernikahan kalian, biar Lala pilih sendiri.
iya Bu,,
ya sudah ibu tutup dulu ya.
oke.
Telphon terputus,,
Kenapa kak Chan...? ",tanya Lala".
Ibu memintamu memilih beberapa perhiasan untuk pernikahan kita,,,
Ohh tidak usah,, aku tidak terlalu menyukai perhiasan.
kok tidak usah, nurut aja saja jangan suka ngebantah,,,
Sebenarnya Lala menolak tapi mau gimana lagi, Chandra sudah memaksanya, Chandra memarkirkan mobil mewahnya disebuah supermarket, mereka masuk sambil menggandeng tangan Lala, Lala merasa risih, dan menepis tangan Chandra.
Kenapa,,? apa kau malu..? ",seru Chandra",
Ya tentu saja, gimana kalau bertemu orang yang mengenaliku, umur ku itu baru 16 tahun, statusku masih pelajar apa kata orang coba.,,!! ",saut Lala dengan memajukan bibirnya".
Disini sangat ramai my honey,, bagaimana kalau kamu hilang dikerumunan orang sekian banyak ini..? ",rayu Chandra".
Ahirnya Lala nurut, dan mengulurkan tangannya, disambut oleh Chandra. mereka menaiki lift mall tersebut.
ting,,, lift terbuka, Lala dan Chandra melangkah keluar bersamaan, setiba disebuah toko perhiasan ibu Dewi.
Chandra dan Lala langsung disambut oleh karyawan Ibunya.
Silahkan masuk Den Chandra, Ibu Dewi ada diruangannya,
Ibu sudah tadi berpesan agar Den Chandra langsung masuk saja,, ",tambah karyawan yang lainnya".
Chandra tanpa ekpresi diwajahnya terus berjalan, tapi beda dengan Lala yang tersenyum ramah dengan karyawan yang menyambut mereka berdua. banyak karyawan bu Dewi berbisik-bisik, mempertanyakan Lala.
Setelah sampai diruangan Bu Dewi Chandra langsung masuk tanpa mengetok pintu,k karena memang Chandra sudah terbiasa begitu, Chandra melihat ibunya Lagi mendesain beberapa alat ditangannya.
__ADS_1
"Silahkan duduk dulu Nak, Ibu nyelesain ini dulu ", ucap bu Dewi sambil melanjutkan pekerjaan nya".
Lala memperhatikan seluruh ruangan yang cukup besar itu, Lala sangat kagum melihat ruangan Bu Dewi.
Chandra masuk kesebuah ruangan yang Lala tidak tau ruangan apa, Chandra merebahkan tubuhnya disana, pikirnya pasti lama kalau urusan wanita, Chandra sudah terbisa ruang istirahat ibunya itu, sejak kecil Chandra sering tertidur diruangan itu dikala ibunya sedang melakukan pekerjaannya, Chandra yang merasa ngantuk ahirnya terlelap.
Lala mulai merasa bosan karna sudah 2 jam menunggu duduk disana tapi Chandra dak keluar-keluar juga, Lala hanya berbincang bincang saja dengan ibu Dewi, ibu Dewi memperhatikan Lala, yang sedang dilanda gelisah itu ahirnya tersenyum.
kamu sudah bosan ya...? ",tanya Bu Dewi".
kak Chan ngapain diruangan itu Bu ", saut Lala tanpa menjawab pertanyaan Ibu Dewi ".
Chandra biasanya tidur diruangan itu,,,
apaaaa? tiduuur ",ucap Lala jengkel," karna dari tadi dia menunggu orang yang sedang tidur dan satu lagi sedang bekerja.
Kamu bangunin aja ", perintah Bu Dewi".
Ceklek,,,, pintu terbuka.
kak Chan enak enakan tidur disini aku merasa bosan ",gumam Lala",
Lala mendekati tempat tidur, Lala melihat Lala yang sedang tertidur dengan pulasnya, tampan sekali dia kalau sedang terlelap begini,,, Tanpa Lala sadari, Lala membelai pipi Chandra, dan membuat Chandra terbangun,karna tiba-tiba Chandra membuka matanya. Lala merasa sangat malu langsung beringsut meninggalkan Chandra, tapi Lala kalah cepat, Chandra menarik tangan Lala hingga membuat Lala terjatuh ditepi tempat tidur, Chandra langsung mendekatkan tubuhnya memegang pipi Lala, Lala merasa jantung nya berdebar debar dan berkata,
",maafkan aku kak Chan sudah membangunkan tidurmu " Chandra memegang dagu Lala dan tangan satunya lagi memegang pipi Lala, Chandra mendekatkan Bibirnya ke bibir Lala, kecupun Chandra membuat Lala hanyut beberapa saat,, Lala mencoba memngembalikan kesadarannya karna ini tidaklah benar, hal bersamaan pintu berbunyi,
tok,, tok,,tok,,
Lala reflek langsung mendorong tubuh Chandra dengan sekuat tenaganya, membuat Chandra terjatuh dari tempat tidur,,
Ibu Dewi setelah beberapa kali mengetok tanpa suara dari dalam, langsung membuka pintu. Chandra saat terjatuh Lala langsung mendekatinya menanyakan apa ada yang sakit, Chandra hanya diam saja.
Ak,,, aku "saut Lala terbata bata".
Langsung dipotong Chandra, tadi takut ketiduran diatas tempat tidur jadi Chandra duduk diLantai ternyata tetap saja ketiduran.
ohh,,,
coba kalian liat perhiasan diluar Nak ",ucap Bu Dewi",
Iya Bu "saut Chandra singkat ".
Setelah Ibu dewi keluar, Lala langsung mendekati Chandra,menanyakan apa ada yang sakit.
Kak Chan maafkan Lala, Lala gak sengaja tapi perbuatan kita yang tadi bukanlah hal yang benar,
Chandra hanya diam saja, Langsung berangkat, dan keluar mendahului Lala, tapi dengan cepat Lala memeluk Chandra dari belakang,
kak Chan maafkan Lala ", ucap Lala Lirih",
Lala benar benar tidak sengaja,
Chandra tersenyum, tidak apa apa ",saut Chandta".
tidak apa apa kenapa kau hanya diam saja,,,,? ",tanya Lala tanpa melepas pelukannya".
"Kalau kau terus memelukku seperti itu, sama saja kau menyuruh ku menambah lagi.
__ADS_1
Lala langsung ngelepasin pelukannya,
",jangan dipikirkan lagi". ayo kita keluar "tutur Chandra sambil mengulurkan tangannya". Lala meraih tangan Chandra.
***
Ibu Dewi menyodorkan beberapa set perhiasan.
pilih lah Nak kamu suka yang mana...?
Lala hanya diam saja, karna Lala tidak terlalau menyukai perhiasan, dari kecil Lala tidak pernah mengenakan yang namanya perhiasan, selain tidak memilikinya Lala juga tidak tertarik.
Terserah Ibu saja,,,!!
Kan Lala yang akan memakainya ,jadi Lala dong memilihnya, masa' Ibu sich...?
Lala gak ngerti Bu,
Ibu Dewi dan Chandra salin pandang mereka tertawa bersama, Ibu Dewi langsung memakaikan sebuah kalung dengan Lionti batu jamrud dikelilingi oleh berlian, beserta antingannya.
Kamu Cantik sekali memakainya ",puji Ibu Dewi, warna kulit Lala yang putih sangat kontras dengan kalung yang dipakainya. Lala merasa risih saat memakai barang yang menurut nya aneh, Lala langsung mintak dilepasi tapi Chandra memeluk Lala dari belakang dan memandangnya dari cermin.
Mulai sekarang kalung ini jangan pernah kau lepaskan lagi dari Lehermu ",Chandra berbisik ditelinga Lala".
bukannya ini untuk pernikahan kita ", saut Lala".
Aku akan membeli yang lain lagi.
Tapi aku sangat tidak nyaman kak Chan dengan semua ini
Sebentar Lagi kamu akan jadi nyonya Chandra, jadi harus memakai perhiasan dan aku sangat menyukainya ", kata Chandra penuh penekanan".
Chandra membeli dua set perhiaasan dan Ibu Dewi memberikan sebagai hadiah pernikahan mereka satu set.
Banyak sekali ", ucap Lala".
Sekarang kita cari Cicin untuk pernikahan kita, kamu pilih aja dulu, ibu Dewi menunjukkan beberapa Cincin berlian yang didesainnya khusus,
",Kali ini kau harus memilih sendiri karna Cincin nya".
Mata Lala jatuh pada Cincin yang nampak sederhana tapi ada berlian ditengah tengahnya,, dan ternyata sangatlah pas dijari Lala.
,
,
,
,
,
,
,
,
__ADS_1
~♥~BERSAMBUNG ~♥~