
Chandra dan Lala mulai menyusun rencana, untuk meminta restu orang tua Lala. Lala mencoba menghubungi orangtua nya, kalau tidak bisa melanjutkan sekolah terbentur biaya, maka Lala akan menikah dan tetap melanjutkan sekolah.
Lala mengambil handphonenya mencoba menghubungi Kak Kiara terlebih dahulu, untuk menceritakan masalahnya.
tut,,,
tut,,,
hallo, ada apa dek..? kenapa adek belum pulang bukankah masa kontrakan rumah kita sudah habis, "sautan dari kiara dari sebrang sana.
iya kak, memang sudah habis. Lala masih tinggal di rumah sahabat Lala kak.
ya sudah mendingan kamu pulang dek, dari pada ngerepotin orang lain,
Tanpa menjawab omongan Kiara,Lala mengalihkan pembicaraan.
Ohy kak, Lala mau menikah kira-kira apa reaksi Ayah...? ",tanya Lala dengan gugup".
apa,,,,,,?? kamu apa apaan sich dek,,,?
jangan aneh-aneh dek,,!!
enggak kak, Lala gak ada pilihan lain,
Lala beneran mau nikah, Lala mau ngelanjutin sekolah Lala,
Gimana mau sekolah kalau kamu nikah dek..?
Suami Lala yang akan membiayai kehidupan Lala, termasuk biaya sekolah Lala.
Dengar kakak ya Dek, jangan sampai kau menjual dirimu hanya untuk melanjutkan sekolah.
Bukan gitu ceritanya kak, Lala mohon kasih tau Ayah Lala mau minta restu Ayah,
baik lah nanti kakak kasih tau Ayah, nanti kakak khabari info selanjutnya.
ya terima kasih kak.
sama sama
tut,
tut
telphon terputus.
**Dirumah Chandra**
Lala yang kala itu susah untuk tidur, Lala mencoba keluar untuk mencari udara segar,, Lala duduk dibalkon,, memandangi bintang-bintang dilangit, Lala mengenang masa kecilnya, dulu waktu didesa kalau susah tidur Lala pindah kekamar Ayah dan Ibunya. Ayahnya sering ngipasinya dari nyamuk-nyamuk hutan.
Sekarang Lala merasa sendiri tidak ada tempat mengadu, bahkan tidur dirumah pria asing, walau tidak sekamar tapi Lala merasa harga dirinya dan keluarga nya sudah tercoreng karna ulahnya.
Bulir-bulir bening berjatuhan membasahi pipi putihnya, yang hanya disinari rembulan. Lala memikirkan kelanjutan Sekolahnya, hanya untuk melanjut menggapai sebuah cita-cita Lala menebusnya dengan harga yang sangat mahal.
Lala terkejut lamunannya buyar seketika, tiba-tiba ibu Dewi menepuk bahunya,
",putri Ibu kenapa murung...? sedang mikirin apa...? "tanya Bu Dewi".
Gak kenapa napa kok Bu,,,!
Nak kau tau tidak,Chandra itu memang terlihat Arogan dan Egois, tapi dia anak yang baik. hatinya terkadang dingin, tapi itu untuk yang belum kenal saja, kalau sudah dekat dia begitu hangat,,, sekarang masuklah tidur, di luar sangatlah dingian.
Iya Ibu ",jawab Lala".
Ibu duluan masuk ya,
Lala memandang Ibu Dewi sampai menjauh,,
sepertinya Ibu Dewi menyimpan banyak kesediaan didalam matanya ",bathin Lala'.
__ADS_1
tiin tiin,, bunyi suara mobil, seorang penjaga membuka pagar sebuah mobil mercy hitam masuk, dia tidak lain adalah Chandra calon suami Lala. Lala melihat dari ketingian balkon, ",dari mana dia tiap malam pulang larut,apa harta yang dia miliki masih tidak cukup, ", bathin Lala".
Chandra baru datang memastikan keadaan Lala, sudah tidur apa belum.
cekleek pintu kamar terbuka,,,
kemana dia..? kenapa tidak ada dikamarnya...? ",bathin Chandra'.
Chandra berjalan menyusuri Lorong demi Lorong rumahnya, Chandra melihat pintu balkon terbuka, Chandra memeriksanya. dan ternyata benar Lala sedang duduk melamun yang ditemani sinar rembulan yang remang,, Chandra duduk disamping Lala.
Ada apa...? kenapa belum tidur..?
Aku tidak bisa tidur, dulu waktu didesa kalau aku tidak bisa tidur biasanya pindah kekamar Ayah dan Ibu, Ayah mengipasiku dari gangguan nyamuk-nyamuk kecil,,
Apa aku perlu menemanimu tidur..? ",seru Chandra".
Ah tidak perlu,,, kalau kau menemani ku untuk tidur justru aku tambah susah tidurnya,,
hahahaha
Chandra tertawa terbahak-bahak,,
kenapa tertawa emang ada yang Lucu,,,?
Sekarang masuklah, udara diluar tidaklah baik untuk kesehatanmu, kalau kau tidak tidur juga maka aku akan menemani tidurmu.
Enak saja ",saut Lala ". Lala mulai Melangkah menjauh dan memasuki kamar tidurnya.
***
Pagi harinya, Lala terbangun melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 10:00Am. mungkin karna semalam aku tidurnya terlalu larut jadi kesiangan.
ah sial bisa-bisanya aku terbangun matahari sudah menampakkan sinar yang sudah sangat cerah " ,bathin Lala'.
Pagi sebelum Lala bangun dari tidur lelapnya keluarga Chandra sarapan bersama, suasana hening. Ayah Chandra mencoba memandang kursi kosong yang biasanya ada Lala yang duduk disana.
Kemana calon istrimu...? ", tanya Ayah".
Hemz,,,, ayah hidayat sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
ya sudah lah, sepertinya semalam dia susah tidur ",timpal bu dewi".
Ayah, Ibu kapan kita ngelamar Lala,..?
Ayah hidayat dan Ibu Dewi saling pandang,
Tanya Ibu mu saja, ",saut ayah ".
Apa orangtua Lala sudah setuju Nak..? ", tutur Bu Dewi Lembut",
Itu yang sedang Chandra pikirkan Bu, apa kita langsung Lamar saja, Ibu..? ",pinta Chandra".
uhuk,,, uhuk,,, Ayah Hidayat langsung terbatuk, Ibu Dewi memberi minum.
Ibu kamu saja Nak, Ayah tidak punya waktu, Chandra langsung berhenti makan, dan meninggalkan meja makan.
Anak itu selalu saja ulahnya begitu ", gumam Ayah Hidayat".
Ayah juga sich, kenapa selalu mementingkan pekerjaan, ayahkan sudah berjanji untuk memenuhi keinginan anak kita. ",ucap Ibu Dewi ".
Iya, Ayah tau nanti Ayah pikirkan waktunya.
***
Lala selesai mandi dan mencoba keluar kamar mencari Chandra, sudah berkeling tapi tidak menemukannya, kemana kak Chan ya...?
Bik, bibik,,,!!
iya non, ada apa...? jawab Bik Nun
__ADS_1
kak Chan kemana Bik...?
Den Chandra sudah berangkat ke kedainya non, pagi sekali.
kenapa pagi sekali bik...? biasanya siang Bik.
bibik tidak tau non.
ya sudah Bik.
Ahh aku bosan sekali, aku telphon kak Chan saja ah, ", bathin Lala".
Lala mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Chandra.
hallo..
ada apa...? kamu sudah bangun..!
aku bosan dirumah, tolong bawa aku ikut bersamamu, sekalian aku belajar. mengurus usaha mu.
Oke, bersiaplah sebentar lagi aku jemput.
tiin,,,,
tiinnn,,,
Lala yang sudah siap langsung keluar rumah naik mobil, didalam mobil sunyi. Chandra pokus memandang kedepan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, Lala melirik kearah Chandra yang terlihat tidak seperti biasanya.
kak Chan sedang mikirin apa...? tanya Lala.
gak mikirin apa apa...!
kamu sudah sarapan...?
belum...?
Chandra mengernyitkan dahinya,,,,! kenapa belum, tadi sudah kusuruh Bibik menyiapkan sarapan untuk mu,
iya, aku sedang tidak ingin sarapan saja.
apa kau tidak lapar...?
tadi sich enggak...!
Jadi sekarang maksudmu sudah lapar...?
hemzz iya jawab Lala pelan,,,
Ya sudah kita makan direstaurant di depan sana aja.
Chandra memarkirkan mobilnya, disebuah restaurant. mau makan apa...? fried noodles dan minumnya lemon tea.
Chandra memesan Satu fried noodles dan 2 lemon tea.
kenapa kak Chan tidak makan...?
Aku masih kenyang.
Sambil menunggu pesanan, mereka berbincang bincang untuk rencana Lamaran Lala.
,
,
,,
,
,***BERSAMBUNG,,,,,,,
__ADS_1
maaf ya readers 2 hari gak up mungkin sebagian dari kalian menunggunya,, author lagi banyak pekerjaan yang numpuk.
selamat menikmati,, ~♥***~