
Chandra mengambil kunci mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang menuju kedainya, setelah sampai disana banyak anak-anak SMA merayakan kelulusan di kedai milik Chandra, ada diantaranya dari sekolahannya dulu, Chandra memandang satu persatu orang disana, mata Chandra terhenti pada seseorang,,,
Chandra melihat Rere dan Dea juga ada disana, lalu mengalihkan pandangannya ke tempat lain mencari sosok seseorang yang selalu bersama Dea dan Rere, tapi tetap tidak ia temukan.
kenapa aku terus memikirkan istri orang ",
Chandra membathin".
Saat Chandra hendak melangkah pergi masuk keruangannya, langkahnya terhenti tiba-tiba saat mendengar suara nyaring yang tak lain adalah milik Rere.
Chandra menoleh ke arah Rere, Rere dengan langkah kaki semangat mendekati Chandra, dan langsung saja menarik tangan Chandra dan mendudukkan nya disalah satu meja kosong yang jauh dari jangkauan para teman-temannya yang lain.
Ada apa ',tanya Chandra datar".
Apa kak Chan tidak merindukan ku ',ucap Rere cekikikan".
Maksud saya apa Kak Chan gak merindukan Lala, gitu,,,, ",tambah Rere".
Chandra tidak menjawab ucapan Rere karena Chandra sangat paham dengan Rere yang susah serius disetiap katanya, Chandra malah balik bertanya.
Dimana dia,,! kenapa gak ikut kalaian,,,,? apa dia sibuk menjaga anaknya,,? tanya Chandra sesidikit menduga-duga.
Ia dia tadi menghubungi ku, katanya anaknya sedang sakit jadi gak ikut ambil surat kelulusan, ",saut Rere agak sedikit sedih ".
Begitupun dengan raut wajah Chandra, hatinya terasa terkoyak-koyak,dan tidak ada tempat berbagi, dulu Chandra kalau merasa sedih selalu membagi dukanya dengan ibunya, semenjak ibunya tidak ada Chandra selalu memutuskan untuk belajar, bekerja dan beberapa botol wine yang akan menemani nya.
Lala mengurung diri nya dikamar, tempat dia bekerja, sebelum nya Lala sudah menghubungi Rere, kalau dirinya tidak bisa ikut merayakan hari kelulusan mereka alasan dengan Keyza kurang sehat dan diiyakan oleh Rere.
Sedangkan Lala merasa sangat sedih ketika hari yang ditunggu-tunggunya ini tidak bisa menghadirkan Ayahnya, atau pun keluarga yang lainnya, Lala tidak ingin kesedihan nya diketahui oleh orang lain,makanya iya selalu mengurung diri nya diruang tertutup saat ingin menangis.
Ya wajar saja Lala anak bungsu dari tiga saudara, dan sering dimanjakan olehnya keduaa orangtuannya dan juga saudara -saudaranya itu, harus menjalani hidup yang begitu kerasnya, hingga dewasa sebelum waktunya.
Sebenarnya Lala sudah mencari keberadaan Guan kakaknya, tapi belum ia temukan, menurut orang suruhannya kalau Guan diusir oleh istrinya karna terkena PHK jadi semua barang diambil istrinya dan Guan diusir, dari kepergian Guan, Guan sempat bekerja sebagai buruh dipasar tapi setelah itu tidak ada yang mengetahui nya.
(hanya pikiran author saja yang tau wkwkwk)
Chandra dan Rere masih berbincang-bincang, dan menanyakan kabar satu sama lain, Rere rasanya ingin sekali menceritakan semua tentang Lala, tapi Rere teringat akan pesan Lala kalau Lala tidak mengijinkannya ikut campur untuk urusan yang ini karna Lala ingin Chandra akan mempercayai nya, bukan mempercayai orang lain.
__ADS_1
Bukannya Kak Chan belum ada libur semester tapi kenapa malah kembali,,? tanya Rere
Mungkin saya ngelanjutin study disini, bukankah universitas kita disini tidak kalah baiknya dengan diluar sana ",saut Chandra sambil menyeruput kopinya disela pembicaraan mereka".
jadi Kak Chan pindah Universitas,,,? memangnya boleh pindah universitas ", tanya Rere lagi'.
Sebenarnya sulit sich, tapi pada dasarnya mahasiswa dapat pindah antar perguruan tinggi,mengenai peraturan lebih dari itu seperti cara persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa akan pindah PTN ",ucapa Chandra panjang lebar".
Rere hanya manggut-mangut saja seolah mengerti, tapi kenapa Kak Chan tiba-tiba ingin pindah...?
Ada urusan yang saya selesaikan, dan jangan bertanya soal apa ya ",tukas Chandra",
Secara Rere suka kepo, yang nanti nya akan dibuat pusing oleh pertanyaan nya.
Rere tersenyum kecut mendengar ucapan Chandra.
Oh ya Kak Chan Rere gabung dengan teman yang lain dulu ya ",pamit Rere".
Dijawab angguk'an oleh Chandra, Rere berlalu dari tempat itu, tapi langkahnya terhenti lagi saat Chandra memanggilnya kembali, Rere membalikkan badannya dan menoleh ke arah Chandra.
Chandra memberanikan diri karena rindunya terhadap Lala tidak Bisa di bendungnya lagi, tapi Chandra juga merasa bersalah karena beberapa kali Lala menemuinya Chandra malah berkesan cuek dan ketus.
Aku akan menghubungi nya, tunggu lah sebentar ",saut Rere".
Karna Rere sangat tau bagaimana hubungan mereka, dan Lala juga sangat merindukan Chandra, begitupun dengan mata Chandra yang memendam begitu banyak kerinduan, ahirnya Rere menghubungi Lala lewat ponselnya
Beberapa kali panggilan tapi Lala tidak kunjung mengangkat telponnya, lalu Rere menelpon Bik sum, Bik sum mengatakan kalau Lala sedang mengurung dirinya dikamar, Rere kaget mendengar perkataan Bik Sum, Rere tau betul kalau Lala sampai mengurung diri itu artinya sahabatnya sedang bersedih.
Rere langsung membisikkan kepada Chandra, dan menuju kerumah Lala, tapi sebelumnya Lala menyuruh Chandra menyamar untuk mengelabui pengikut hidayat, Chandra pun menuruti keinginana Rere.
Rere juga mengajak Dea ikut bersama mereka, mereka bertiga menuju rumah Lala dengan menggunakan mobil milik Dea, lalu Dea melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Beberapa menit kemudian mereka sampai dan memasuki gerbang rumah milik Lala, tapi Rere sudah ngechat Lala sebelum nya kalau mereka sedang menuju rumahnya, sebenarnya Lala tidak mau menerima kedua sahabatnya untuk bertamu tapi seperti biasa Rere mengancamnya, kalau tidak berhasil bukan Rere namanya, tapi atas permintaan Chandra Rere merahasiakan Chandra
Begitu sampai dirumahnya Lala menyuruh Bik sum agar sahabat nya itu langsung masuk saja keruangan pribadinya itu.
Mereka bertiga turun dan langsung memasuki ruang exclusif milik Lala, Lala tidak menyadari keberadaan Chandra yang ada disana, Lala menangis dan memeluk kedua sahabatnya itu, Chandra mengamati mereka yang hanya terpaut beberapa langkah saja
__ADS_1
La kamu tidak boleh bersedih lagi, ",ucap Rere".
Benar La, kami akan mengurangi kesedihan mu ",tambah Dea sambil mengeratkan pelukan mereka
Saat ini saya benar-benar merindukan orangtuaku yang sudah tiada, seandainya Kak Chan bersamaku saat ini mungkin hari-hariku tidak sesulit ini ",ucap Lala di sela isakan tangisnya".
Chandra yang sedari tadi berdiri disana mendengar perkataan Lala, lalu Chandra tersenyum ada kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan. Chandra menapakkan kakinya selangkah demi selangkah yang sama sekali belum lala sadari, Dea dan Rere melihat Chandra yang mulai mendekati Lala mereka melepaskan pelukan nya, dan membiarkan giliran Chandra yang memeluknya.
Chandra memeluk Lala dari belakang dan Lala terkesikap,yang ia rasakan tangan aroma tidak asing baginya, Lala hanya diam saja,
Chandra berbisik ditelinga Lala aku Juga sangat merindukan mu, maafkan aku sudah lancang memeluk istri orang lain, karena jiwa ini begitu nyaman saat mendekapnya
Lala memejamkan matanya betapa hangat yang ia rasakan, Dea dan Rere melihat sahabatnya yang sedang melepas rindu malah langsung meninggalkan nya dan memilih keluar bermain bersama Keyza.
Lala mencoba membalikkan badannya,
Tolong jangan bergerak dulu, aku sangat merindukan mu ",imbuh Chandra ".
Kalau Kak Chan memeluk ku seperti itu, Lala bisa kehabisan napas ",ucap Lala'.
Chandra seketika melepaskan pelukan nya, Lala membalikan badannya mereka berhadap-hadapan mata mereka bertemu salin pandang satu sama lain, Chandra mengangkat tangan nya dan memegang kedua pipi Lala.
Benarkah kau merindukan ku...?? ini salah, ucap Chandra
Lala hanya diam dan tetap menatap mata Chandra, air mata Lala tidak tertahan, Lala merasa bersalah karna meninggalkan Chandra saat itu hingga melukai hati mereka berdua tapi Lala memang tidak punya pilihan lain.
Chandra menghapus air mata Lala dengan ibu jarinya,lalu mendekatkan wajahnya dan mulai mencium dahi Lala, Lala hanya diam karena walau sudah beberapa kali Chandra menciumnya Lala masih merasa kaku, Ciuman Chandra lumaian lama tanpa dibalas oleh Lala, sejenak Chandra berpikir kenapa terlalu manis untuk bibir istri orang menurutnya apa lagi warna alami seperti belum disentuh.
tiba-tiba Chandra melepaskan Ciumannya saat itu, bahkann mata lala masih terpejam menikmati sentuhan dari orang yang dia rindukan selama ini.
Maafkan aku ucapan Chandra membuat Lala membuka matanya kembali,,,
💗💗💗***BERSAMBUNG 💗💗💗
maaf ya reader slow up karena author banyak pekerjaan,
terimakasih atas dukungan nya melalui Like, koment, dan juga votenya. itu hal yang menyenangkan bagi author ya*,,,
__ADS_1
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya 😘😘😘**