
Nach Readers yang selalu setia menunggu kelanjutan PAPL, saya sudah menyelesaikan beberapa bab untuk direvisi.
yang kemaren nanya visualnya..? sudah bisa dilihat ya. tapi jika tidak sesuai dengan imajinasi kalian, silakan berimajinasi sendiri wkwkwkwk
******
Lala setelah mendengar ucapan Chandra kembali pingsan, dalam perjalanan Chandra sempat menghubungi dokter pemilik rumah sakit yang ditujunya, agar segera menangani Lala, begitu sampai perawat sudah nampak siap semua,,,
-----------------------------------------------
Ya pemilik Rumah sakit adalah dokter Devra, sahabat ibu Dewi. ",Lala langsung dibawa diruang UGD setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, Lala harus dioperasi karena ada pecahan kaca yang tertanam dikepala dan wajahnya.
Rumah Sakit meminta keluarga nya untuk mengurus admistrasi dan juga untuk menandatangani surat persetujuan untuk dilakukan tidakan operasi.
Keluarga nya sudah tidak ada doter, tapi saya tunangannya, apa saya bisa mewakili nya ",ucap Chandra".
Bisa saja demi keselamatan pasien, tapi anda harus menandatangi surat perjanjian jika kelurganya menuntut rumah sakit, jadi semua pertanggungjawaban akan kembali kepada anda semua ",ucap salah satu perawat yang ada di administrasi tersebut".
Saya setuju jawab Chandra singkat
Lala mulai dipindahkan diruang operasi, Chandra nampak kawatir terlihat jelas diraut wajahnya, dia mondar mandir didepan pintu ruangan itu, berharap dokter segera keluar memberitahukan bahwa Lala sudah siuman, tapi nyatanya tidak seperti itu.
Chandra terus memandang arloji yang melingkar ditangannya karena sudah beberapa jam belum juga selesai, lampu tanda operasi masih berjalan belum juga padam.
Apa yang dokter lakukan didalam sana, mengapa lama sekali, apa sesulit itu ",pikir Chandra". hati nya tak henti-henti bertanya dengan pikiran yang menduga-duga hal terburuk yang akan terjadi.
Setelah enam jam kemudian lampu yang berada diatas pintu ruang operasi pun ahirnya menyala, ada kelegaan yang dirasakan oleh Chandra, dokter pun ahirnya keluar dari ruangan tersebut, dengan cepat Chandra mengintrogasi dokter itu.
Dokter bagaimana keadaannya, apa operasinya berhasil,bisakah saya menemuinya sekarang peryanyaan demi pertanyaan yang dilemparkan Chandra secara bersamaan, hingga membuat dokter itu tak sempat menjawab pertanyaan Chandra
kalau anda bertanya terus, kapan saya menjelaskan nya ",kata si dokter".
baiklah saya akan mendengarkan ",saut Chandra tertunduk setengah malu, tapi harus bagaimana lagi pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulutnya".
Operasinya berjalan lancar walau tadi sempat ada kendala, tapi tetap bisa teratasi, sekarang pasien masih dalam kondisi kritis karna tengkorak kepalanya pecah akibat benturan keras, dalam 2x24 jam pasien bisa melewati masa kritisnya, mudah-mudahan pasien akan selamat, tapi jika dalam waktu yang sudah ditentukan pasien tidak bisa melewati masa kritisnya ya kamu tahu sendiri apa yang akan terjadi. ",jelas dokter panjang lebar".
__ADS_1
Dokter belalu pergi meninggalkan Chandra yang masih mematung, Chandra benar-benar menyesal karena perbuatannya untuk menghindari nya ahirnya kecelakaan itu terjadi.
Chandra masuk keruangan ICCU dimana tempat Lala dirawat, karena Lala sudah dipindahkan setelah operasi selesai, mesin-mesin salin bersautan,beberapa kabel salin terhubung, beberapa alat menempel ditubuh Lala, Chandra memandang setiap alat yang menempel ditubuh mungil itu, dengan kepala dan wajah diperban kain kasa berwarna putih, tanpa dia sadari air matanya menetes begitu saja, seolah sudah melakukan perbuatan yang begitu buruk baginya.
Padahal ada darah yang sangat kejam mengalir ditubuhnya, mungkin kah dia tidak mewarisinya, Pria itu duduk bersimpih disisi tempat tidur meratapi kesalahannya.
****
Disisi lain Hidayat mendapat kabar dari Yance, kalau Lala kecelakaan dan kondisi nya sangat kritis. membuat Lelaki yang berdarah kejam dan arogan itu senang, paling tidak dia punya waktu untuk mengurangi bukti-buktu yang menyudutkannya, walau tetap dapat hukuman mungkin tidak terlalu berat pikirnya
Yance, hilangkan bukti-buktinya selagi dia belum sadar, jika perlu habisi sekalian dia ",perintah Hidayat".
Tapi untuk menghabisinya sangat sulit karena putra anda mengawasi nya 24 jam, serta dia menjaga kan banyak pengawal disana, apalagi rumah sakit itu berpihak padanya, ",Laporan Yance".
Kamu benar, aku sudah melupakan putra ku yang bodoh itu, sebenarnya aku sangat menyayanginya tapi dia tidak pernah menurut kepadaku ",imbuh Hidayat".
Seharusnya kukirim saja lagi dia ke New york sana, agar tidak bisa mengganggu pekerjaanku, seandainya saya tidak sedang dikurung disini saya bisa menyelesaikan semuanya, sayangnya saya keduluan dikurung disini ",pikir Hidayat yang tidak diucapkan nya kepada Yance asprinya".
Karna sudah begitu banyak bukti yang memberatkan Hidayat hingga dia tidak bisa bebas bigitu saja, dikunjungi saja orang yang mengunjunginya dicek secara intens
sudah mau mati juga tapi saya tetap saja tidak bisa berkutik sama sekali, Yance tidak bisa bekerja sendiri ",umpat Hidayat".
Dua puluh empat jam sudah berlalu tapi Lala belum menunjukkan tanda-tanda akan siuman, Leo supir pribadi Lala berbincang-bincang dengan Chandra, dan beberapa penjaga selalu siaga.
Chandra selalu mengingatkan kepada Leo jangan sampai lengah atas penjagaan Lala, karna tau benar bagaimana Ayahnya, ibu nya saja dihabisinya apalagi seorang Lala memang dari dulu sangat dibencinya.
Chandra masuk keruangan Lala lagi karena tinggal beberapa jam lagi dari waktu yang diperkirakan oleh dokter, tidak ada tanda-tanda disana bahkan beberapa jam terakhir ini kondisinya malah menurun
Lala matahari ku ketika siang, rembulanku ketika malam, penerang jalanku disaat aku kegelapan, aroma tubuhmu membuat ku selalu merindukan mu ",ucap Chandra sambil memandang Lala".
Ada air mata mengalir disudut matnya, itu terlihat jelas oleh Chandra, ternyata Wanita yang terbaring lemah itu merespon setiap yang diucapkan oleh Chandra.
Chandra dengan panik segera memanggil dokter dan mengatakan bahwa ada air mata yang mengalir disana, dokter datang dan segera memeriksanya, Chandra terus berdoa untuk keselamatan gadis lemahnya.
apa hendak dikata, setelah beberapa kali pemeriksaan dokter, Lala dinyatakan koma menahun, yaitu cedera otak traumatis akibat kecelakaan
__ADS_1
Ada rasa tidak terima dihati Chandra,hingga membuat nya mengamuk tapi dokter Devra mengingatkan Chandra,
Leo menjelaskan bahwa tujuan Lala menikahi Dirham itu hanya semata mengungkap keburukan Hidayat, Leo juga menginginkan kalau Chandra untuk menghadiri sidang perdana Hidayat, dan menunjukkan beberapa bukti yang sudah disiapkan oleh Lala sebelumnya.
Karena hanya Chandra lah satu-satu nya saksi yang nanti akan memberatkan Hidayat, jika anaknya sendiri uang melawannya, Chandra tampak enggan melakukan nya bukan karena ingin membela ayahnya tapi pikiran nya selalu di penuhi oleh Lala saja, hingga membuat nya tidak pokus.
Tapi Leo tidak henti-hentinya meyakinkan Chandra agar mendengarkan sarannya, Leo juga punya dendam pribadi terhadap Hidayat karena kematian Ayah disebabkan oleh penyerangan Dirham waktu itu, yang menewaskan Dirham serta para pelayan dan juga penjaga dirumah Dirham termasuk lah Arkan dia adalah Ayah dari Leo, setelah kematian Arkan, Lala mengangkat Leo sebagai asisten pribadinya.
Jadi Leo pada dasarnya memang sudah ada dendam pribadi jadi dengan segenap jiwanya dia memabantu Lala, tapi sayang disaat terahir rencana hampir berhasil tapi mereka dapat masalah baru, hanya Chandra lah harapan satu-satunya, Chandra tidak punya pilihan lain selain harus menghukum kesalahan ayahnya sendiri tapi walau begitu dia tetap tidak lah ingin kalau ayahnya harus dihukum mati,,,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
💗💗💗**BERSAMBUNG 💗💗💗
UP nya segitu dulu ya,tiba-tiba saya kehilangan ide wkwkwk**
__ADS_1