
Chandra kembali menghampiri Ayah Hidayat, untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi, sampai Ayah Lala membawa putrinya diacara penyematan Cincin yang sudah hampir selesai.
"Apa yang Ayah bicarakan dengan paman Hambali, Ayah..? ,"seru Chandra penuh curiga".
Ayah hanya bicara kebenaran saja, "
Tapi kebenaran yang seperti apa Ayah...?
Sudahlah Chan, gak perlu diperpanjang, kalau emang dia gak mau nikahin putrinya dengan kamu, ya biarkan saja.
Ayah benar-benar keterlaluan,,,
Chandra berlalu dari hadapan Ayahnya, Hidayat terus memanggil Putrany itu, yang semakin menjauh dari hadapannya.
anak itu masih saja seperti itu, apa bagusnya coba wanita itu, cih,,, ", bathin Hidayat".
Ibu Dewi menghampiri Hidayat, menanyakan apa sebenarnya yang terjadi.
Ada apa Mas...?
begitulah tingkah anak manjamu itu, ',saut Ayah Hidayat".
Sebenarnya ada apa sich Mas, aku gak ngerti,,,? ", ucap Bu Dewi panik.
Ntahlah bikin pusing saja, tanyakan saja sama anak manjamu itu. Biarkan saja dulu dia berpikir, Ayo kita pulang. ", Tutur Hidayat".
Hidayat menarik tangan istrinya,berlalu meninggalkan tempat itu, dan diiringi oleh para ajudannya, dan pengawalnya pribadinya .
Chandra mengedor pintu kamar hotel yang ditumpangi Lala dan keluarga nya, Ayah Hambali membuka pintu kamar.
Paman tolong jangan pisahkan kami ", ucap Chandra memelas".
Hambali sebenarnya sangat marah melihat Chandra yang datang, tapi lagi-lagi, Ayah Hambali tidak tega melihat kondisi Chandra memohon dan Putrinya yang menangis.
ayo masuklah ", ucap Ayah Hambali".
Terima kasih paman", kata Chandra sambil menunduk".
Setelah didalam kamar hotel Chandra melihat Lala berurai air mata, Chandra tidak tega rasanya, dia mendekat. Langkahnya terhenti saat mendengar suara Hambali.
Chandra,,, aku tidak akan pernah mengijinkan putriku tinggal satu rumah dengan orang yang tidak bisa menghargaiinya,, ", Tegas Hambali".
Maafkan aku paman, aku tidak menyangka kalau kejadiannya harus seperti ini, aku akan melindungi putri mu Paman.
Bagaimana kau akan melindungi putri ku, kau saja tidak serumah dengannya,,,?
Aku akan batalkan kuliah ku di Amerika paman,
Tidak Chan, jika kau mencintai Putriku. lanjutkan pendidikan mu, Lamarlah putriku setelah kau menyelesaikan pendidikanmu.
Baiklah paman, aku berjanji. Tapi boleh kah kasih Chandra waktu berbicara dengan putri paman,,,,??
Aku ijinkan tapi jangan lama-lama, karna kami akan segera pulang.
__ADS_1
iya paman.
****
Chandra menarik tangan Lala membawanya ke kamar yang lain untuk berbicara dengan Lala. Lala hanya mengikuti ajakan Chandra saja.
Saat dikamar, Chandra langsung memeluk erat Lala, Lala terisak tangisnya pecah begitu saja,seolah menumpahkan semua lukanya pada Chandra,Chandra mengendorkan pelukannya lalu mengusap air mata Lala dengan tangannya.
"jangan menangis sayang,,,,,
kalau kamu menangis aku yang jauh lebih terluka, air matamu itu begitu berharga, air matamu itu adalah Cinta kita, kalau kau menangis nanti cinta kita akan berkurang ",Bujuk Chandra".
Lala pun menghentikan tangisnya,, mata dan hidungnya masih memerah, tangannya mengusap sisa-sisa air matanya.
Kamu dengar baik-baik ya Sayang,,, aku akan melanjutkan pendidikanku sesuai permintaan Ayah kamu, setelah itu aku akan membawa mu dalam kehidupan ku dan tidak akan melepaskannya lagi.
Apa kau akan tetap mencintaiku sama seperti sekarang, sedangkan aku hanya wanita yang lulusan SMP,
Chandra tersenyum, lalu berkata. Apa Cinta tau dengan pendidikan, apa Cinta tau dengan status sosial, aku rasa tidak. Cinta itu tidak mengenal status, dan waktu, kau tau itu kan...?
iya Lala tau kak Chan, mungkin Lala terlau takut kehilangan dirimu,,
yang takut kehilangan bukan hanya dirimu tapi diriku lebih takut, ", ucap Chandra Lirih.
Chandra mendudukkan Lala ditempat tidur, Chandra berlutut dihadapnnya Lala.
Sayang,,,aku ada permintaan untuk mu, aku harap kau mau menurutinya,,,!
Apa kak Chan ", ucap Lala pelan".
tapi kak Chan, Lala tidak bisa menerimanya apalagi ini sangat mahal,
itu salah satu serpihan hatiku yang kutinggalkan untuk mu,, apa kau tidak mau menyimpan serpihan hatiku yang lagi hancur ini.
Baik lah aku akan menyimpannya dan menjaganya, sampai kapaanpun tidak akan pernah ku lepaskan, kecuali kau yang melepaskannya,,,
Lalu Chandra memeluk Lala dengan erat, air mata Chandra hampir menetes, Chandra pun mencium kedua pipi Lala sangat Lama, lalu berpindah kedahinya, ciuman yang penuh dengan makna, setelah itu mereka sangat Lama akan berjumpa lagi.
***
Dirumah Chandra, ibu Dewi sangat marah ketika tau apa yang dilakukan suaminya itu,
Aku tidak akan pernah memaafkan mu Mas, apalagi kalau sampai putra ku itu kenapa napa, ", Seru Bu Dewi dengan emosi".
Tidak akan terjadi apapun dengan putramu itu, dia sudah besar. ", kata Hidayat menekankan intonasinya".
Mas sudah berjanji akan ngebahagian putra kita, mana janjimu mas...? ", sulut Ibu Dewi ".
iya aku tau, tapi mas gak ngelakuin apa apa, hanya mengatakan hal yang sebenarnya, dia saja yang mudah srkali tersinggung
Saat orang tua Chandra bertengkar,tiba tiba Chandra datang. Ibu Dewi langsung menghampiri putranya, menanyakan Lala. Tapi Chandra jauh lebih tenang.
Gimana dengan Lala Nak...? ", tanya Ibu Dewi'.
__ADS_1
Lala baik baik aja kok Bu,,,! ",saut Chandra singkat".
Dimana Lala kenapa tidak kamu bawa bersama mu...?
Paman tidak akan pernah ngijinin putrinya tinggal dengan orang yang tidak menghargai putrinya ibu, ", seru Chandra sambil melirik ke arah Ayahnya".
Bagaimana dengan kamu Nak...? ",tanya Bu Dewi lagi ",
Chandra baik baik aja kok bu, Chandra akan tetap ngelanjutin pendidikan Chandra.
Ayah Chandra yang mendengar perkataan putranya itu, tersenyum puas.
Kau memang Putraku, keputusan mu itu sudah benar ", ucap Hidayat penuh dengan kebanggaan",
Iya, tapi Chandra kuliah sesuai keinginan ku, bukan keinginan Ayah, ",Ucap Chandra geram",
Apa maksudmu...?
Ya, Chandra kuliah ambil jurusan Bisnis, bukan pemerintahan,
Apa kau sudah gila, bisnis itu tidak akan berguna Chandra ", bentak Hidayat".
Tidak ada gunanya jabatan tinggi Ayah, kalau jabatan itu membuat Chandra sombong dikemudian hari,
Chandra berlalu pergi ninggalin, Ayah dan ibu nya. Hidayat terus memanggil-manggil Chandra, sambil mengumpat.
Dasar anak tidak tau di untung,, ", umpat Ayah Hidayat".
Ibu Dewi yang sedari tadi hanya menyimak pertengkaran antara Putranya dan suaminya itu mulai angkat bicara,
Aku tidak mau tau Mas, kalau anak ku sampai berbuat yang aneh-aneh lagi, akan ku hancurkan semuanya,,, ', sulut Bu Dewi".
Sudah ku bilang putra kita itu sudah besar, aku juga menyayangi nya, bukan hanya kau saja.
Apa menyayanginya,,,,? apa yang telah mas lakukan selama ini, itu yang mas sebut menyayanginya,,, heh...?
Hentikan Dewi, jangan pernah kau mengungkit-ngungkit masa Lalu ku ", bentak ayah Hidayat".
Tidak Mas,,, mulai hari ini aku tidak akan pernah diam,,,
,
,
,
,
,
,
,
__ADS_1
,
Bersambung