
" Baiklah baiklah dokter Yusuf yang terhormat." Ucap putri yang pura pura hormat namun dalam hatinya dia meledek Yusuf.
" Sus saya minta tolong sama kamu untuk jaga putri ketika dia keliling ya.. dan kasih tau apa saja yang dia lakukan ketika tidak bersama saya. Ucap dokter Yusuf meminta tolong kepada salah satu perawatnya untuk mengawasi putri dan itu pun membuat salah satu perawatnya merasa iri karena bisa di peri Tah oleh dokter idaman nya.
" Baik dok." ucap semangat perawat satu dan juga girang karena ini pertama kalinya dokter yang selalu dia impikan meminta tolong karena biasanya dia selalu melakukannya sendiri dan tanpa bantuan orang lain.
" Ya sudah sana dan ingat jangan berbuat ulah." Ucap Yusuf yang memperingati putri.
" Ya ya ya." Ucap putri menjawab asal pertanyaan Yusuf dan akhirnya putri pun pergi dari hadapan Yusuf serta di ikuti oleh salah satu perawatnya, Setelah mereka berdua menghilang di balik pintu Yusuf pun memerintahkan perawat satunya lagi untuk memanggil pasiennya.
" Tolong panggilkan pasien satu satu." Ucap Yusuf tanpa mengalihkan wajahnya karena di saat dia berbicara dia langsung membuka semua berkas berkas yang berisi data data pasien.
" Baik dok." ucap perawat sambil menghela nafas nya karena merasa kesal dengan dokter idaman nya itu, sampai akhirnya pemeriksaan pasien pun berakhir namun tidak ada Tanda tanda putri masuk ke dalam ruangannya.
" kemana lagi dia, apakah di pergi atau kabur. Tapi mana mungkin dia kabur kan ada perawat yang selalu mengikuti dia." Gumam dokter Yusuf dalam hati sambil memejamkan matanya karena merasa lelah setelah memeriksa 20 pasien nya.
Menit pun terus berganti sampai pukul 19.00 wib putri dan juga perawat nya belum muncul sama sekali kedalam ruangan nya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 19.00 wib.
" Coba kamu telfon teman kamu yang tadi mengantar putri." Ucap dokter Yusuf yang memerintah perawat satu ya untuk menelfon temannya dan meminta agar cepat datang ke ruangan nya.
" Maaf dok, tapi saya tidak punya nomernya dan saya juga baru ganti dengan perawat yang sebelumnya." Jelas perawat kepada dokter Yusuf.
" Lalu." Ucap dokter Yusuf yang langsung mengalihkan pandangannya pada perawat dan seketika menatap tajam kepada perawat.
" Maaf dok." Ucap perawat meminta maaf dan menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan dokter Yusuf.
" Buat apa meminta maaf." Tanya dokter Yusuf sinis kepada perawat nya yang saat ini sedang menunduk dan juga sepertinya ketakutan dengan tatapannya.
" Maaf karena saya tidak bisa membantu dokter dan maaf karena saya tidak meminta nomer senior." Jelas perawat lagi.
" percuma." Jawab dokter Yusuf tegas dan langsung berdiri dari kursi kebesaran nya dan melangkah keluar untuk mencari keberadaan putri, setelah di rasa dokter Yusuf keluar perawat yang sempat menundukkan kepalanya tadi kini mengangkat kepalanya lagi dan berbicara dnegan dirinya sendiri.
" Kenapa dokter Yusuf begitu perhatian sih dnegan yang namanya putri dan apa sih spesial nya wanita itu, perasaan lebih cantik aku, modis aku, dan soal fashion pun lebih baik aku." ucap perawat yang saat ini bermonolog dnegan dirinya sendiri.
" Andaikan wanita itu tidak ketemu saja sekalian biar dokter Yusuf bias aku miliki." Ucap perawat yang memilki niat jahat kepada putri dan tersenyum sinis.
__ADS_1
Berbeda di lain tempat, saat ini putri sedang duduk dengan seorang laki laki yang putri sangat kenal sejak di masih kecil dan sama bermain di panti asuhan.
" Putcit lagi ngapain di rumah sakit dan ngapain juga masih pakai baju sekolah SMK." ucap laki laki itu yang bingung karena wanita ini malah main di rumah sakit dan masih menggunakan baju sekolah.
" Hay ka andra aku ini bukan main ya... dan aku kesini pun di paksa sama monster yang menyebalkan tingkat dewa." ucap putri sambil melipat kedua tangannya.
" Maksudnya." Bingung andra dan bertanya kepada putri.
" maksudnya aku itu aku di paksa sama orang untuk ikut kesana kemari dan anehnya lagi kenapa aku harus kesini dan masih pakai baju sekolah juga." Kesal putri sambil mengalihkan pandangannya.
" Ooh begitu... jadi intinya kamu ke sini dengan seseorang gitu." Tanya Andra yang penasaran dnegan sosok laki laki yang memaksa pucitnya ini.
" Iya, dan kayaknya Kaka juga kenal deh, karena kalian berdua sama sama seorang dokter tapi beda jalur aja sih pilihan spesialis nya." ucap putri.
" Memang nya siapa yang membawa kamu ke sini." Tany nya lagi.
" Dokter Yusuf." Ucap putri lagi.
" Ooh dokter yang selalu di impikan dan di idamkan oleh semua dokter dan perawat itu ya.." Selidik Andra dan jika tebakannya maka itu pasti dia.
" Terus kenapa jam segini masih di rumah sakit." Tanya Andra lagi.
" Aku nunggu monster itu ka, kalau aku pulang aku naik apa nama rumah sakit ini aja aku engga tau dan apalagi nama alamat jalannya." jelas putri lagi.
" Mau pulang." Tanya Andra kepada putri dan membuat putri pun mengangguk kan kepalanya sebagai tanda ia.
" ya.. sudah sekarang aja yu, karena sudah malam juga dan ngga baik kamu masih di rumah sakit apalagi masih pakai baju sekolah." Ucap Andra sambil memegang tangan putri dan berjalan ke arah parkiran mobil.
" tapi aku mau makan dulu ka, laper soalnya sejak tadi belum makan." Ucap putri yang meminta Andra untuk ke tempat makanan karena dirinya sudah lapar sekali dan sesekali dua juga mengelus perutnya buang sednah kelaparan saat ini.
" Aya sudah kamu makan aja di rumah Kaka ya... ." Tawar Andra.
" Ya sudah deh terserah Kaka saja karena aku hanya ikut saja." Ucap putri sambil menguap karena merasa mengantuk.
" Jika kamu mengantuk tidur saja nanti Kaka bangunin kamu kalau sudah sampai di rumah kaka." Ucap Andra yang menyuruh putri untuk tidur saja karena dirinya merasa tidak tega di saat melihat putri mengantuk dan juga kelelahan.
__ADS_1
" Baiklah ka putri tidur duluan ya... dan nanti kalau sudah sampai bangunkan putri." Ucap putri yang mencari posisi nyamannya untuk tidur namun, posisi yang putri inginkan tidak ada dan membuat dia guling guling di jok mobil membuat Andra inisiatif membuka kunci dan mendorong jok mobilnya untuk bisa lebih luas. Pada akhirnya putri pun tertidur pulas dan tenang hingga membuat Andra tersenyum.
" Kamu masih sama pucit yang Kaka kenal saat pertama kali kita ketemu, dan kamu adalah orang yang akan selalu Kaka lindungi sampai kamu tumbuh menjadi wanita yang lebih kuat dan mandiri pucit. Andaikan dulu Kaka tidak meninggalkan kamu di saat kamu membutuhkan Kaka." Ucap andra sambil menatap mengelus kepala putri yang tertutup oleh hijabnya dan mengingatkan masa masa kecil di saat dirinya harus berpisah dnegan pucitnya nya ini dan mengikuti kedua orang tuanya pindah tugas ke luar negeri.
Sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi tiba di depan rumah besar.
Tin Tin Tin
Akhirnya pintu gerbang pun di buka oleh petugas satpam yang berjaga di depan pos gerbang, dan mobil Andra pun masuk ke pekarangan rumah besar serta luas dan juga indah. Dan mobil Andra pun berhenti di area parkir mobil yaang berada di rumahnya.
" Put." Ucap Andra sambil menepuk neouk pipi putri.
" Ayo bangun udah sampai di rumah kaka." Ucap Andra lagi.
" Hem." ucap putri yang menggeliatkan badannya dan berusaha untuk bangun.
" Sudah sampai ya.. ka." ucap putri dengan suara serak khas bangun tidur.
" Iya sudah sampai, dan ayo kita masuk." ucap Andra yang berusaha membangunkan putri Agara tidak tidur lagi.
" Hehe iya ka bentar ya.. aku masih kumpulin dulu kesadaran aku." Ucap putri
Dan Andra pun hanya bisa geleng-geleng Kepala saja dengan tingkah putri.
" Ya.. sudah Kaka tinggal aja di sini biar kamu di makan hantu dan di bawa pergi." Ucap Andra yang menakuti putri dan benar saja putri langsung ketakutan dan langsung keluar dari mobil dan juga bersembunyi di belakang Andra.
Hay Hay Hay semuanya selamat sore.
maaf telat up hehe
dan seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf bila ada salah kata baik di sengaja maupun tidak hehe.
maaf ya.. jika ada yang tersinggung dengan kata kata nining ini.
terima kasih 😁😁
__ADS_1
salam sayang 🤗🤗