Putri

Putri
Episode 3


__ADS_3

Setelah jam pelajaran sekolah selesai mereka pun segera bersiap siap ke tempat di mana putri bekerja. Dan tidak lupa juga Amel memberitahu kepada asisten rumah tangga yang berada di rumah kalau Amel sedang bermain bersama temannya.


" Oh iya Mel kamu sudah kasih tau orang orang yang berada di rumah ?." Tanya Amel.


" Sudah tadi sebelum kamu bertanya kepada aku hehe." Jawab Amel sambil tersenyum dan memperlihatkan deretan gigi giginya.


" Ok kalau begitu mari kita berangkat." Ucap semangat putri.


" Ayo !!." Semangat amel.


Setelah mereka keluar dari dalam kelas mereka pun pergi menuju parkiran motor untuk mengambil motor putri dan setelah mengambil motor putri pun naik kedalam motornya serta menyalakan mesin motor dan juga Amel yang sudah naik di belakang motor putri.


" Sudah siap !!."Tanya putri.


" Sudah." Jawab Amel


" Ya sudah kita berdoa dulu sebelum berangkat biar kita selamat sampai tujuan dan tidak mengalami kendala sama sekali." ucap putri kepada Amel.


" Ya sudah berarti kamu yang pimpin doanya ya...." Jawab Amel.


" Ok."


Putri pun berdoa.


سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ


Subhaanalladzii sakkhoro lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.


Artinya :


“Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali. ”


Note : maaf nih Kaka Kaka kalau misalnya dalam bacaannya, penulisan bahasa arabnya ada yang salah mohon di komen ya... karena Ning juga baru belajar banget hehe .


Setelah Putri dan Amel berdoa mereka berdua mengucapkan aamiin dan tidak lupa juga di usapkan ke bagian wajah.


" Ya... sudah kita berangkat sekarang ya... karena waktu buat aku masuk kerja tinggal beberapa menit lagi." Ucap putri.


" Ok." Jawab Amel.


Setelah kendaraan bermotor nya yang di tumpangi putri dan Amel pun berjalan membelah padatnya ibu kota dan setelah lamanya motor yang di tumpangi putri dan Amel sampai.


" Alhamdulillah sampai dengan selamat." ucap syukur putri.


" Oh iya Mel kamu tunggu di sini dulu ya... soalnya aku mau parkir motor dulu dan kamu jangan kemana mana ya.. dan tunggu di sini ok." ucap putri kepada Amel yang masih berada di atas motor putri.


" Ok put." ucap Amel sambil turun dari motor.


Setelah Amel turun dari motor, putri pun melajukan motornya kembali ke arah tempat parkiran yang tidak jauh dari tempat Amel turun dan juga menunggu. Setelah motor terparkir putri pun langsung lari untuk menemui Amel yang sudah menunggu dirinya.

__ADS_1


" Sorry ya.. Mel lama nunggu nya." ucap khawatir putri.


"Engga ko hehe." Ucap Amel sambil cengengesan.


" Ya udah ayo masuk bareng aku aja nanti aku kenalin sama pemilik kafe di sini." ucap putri sambil menggandeng tangan Amel.


" Tapi aku khawatir put." Ucap Amel kepada putri yang masih mengandeng tangannya untuk ikut masuk ke arah kafe.


" khawatir bagaimana Amel." ucap putri sambil melirik ke arah Amel.


" Takutnya di kafe ini sudah tidak ada lowongan lagi." Ucap amel pasrah.


" Tenang dan percaya sama aku Mel, pasti kamu bisa di terima ko di sini." ucap Amel senyum dan sambil meyakinkan.


setelah berjalan di area kafe putri dan Amel pun masuk ke kafe, tetapi putri tidak langsung ke pergi ke lemari dan berganti pakaian tetapi putri menghampiri seorang kasir.


" assalamualaikum mba cantik." ucap putri kepada Cantika.


" Namaku Cantika Putri dan bukan cantik." kesal Cantika kepada putri karena hanya satu satunya teman yang memanggil dirinya dengan nama cantik.


" Ih mba cantik ko malah kesel gitu sih." Goda putri.


" Bagaimana ngga kesel put, karena setiap hari kamu selalu saja memanggil diriku ini dengan nama cantik." Jengah Cantika.


" Hehe maaf dong mba cantik." ucap putri sambil terkekeh.


" Oh iya mba Cantika mba Hanum ada kan di kafe ?." Tanya putri ke Cantika.


" Kalau aku masuk ke ruangan nya ngga papa kan mba. Tanya putri lagi.


" Ya ellah put tumben ngomong dulu dan ijin biasanya juga kan langsung nyelonong masuk." ucap Cantika sambil terkekeh.


" Hehe mba bisa aja deh." ucap putri Malu malu kucing karena kebiasaan buruknya terbongkar di depan temannya.


" Oh iya put ini siapa yang di sebelah kamu." Tanya Cantika sambil menatap Amel dari atas sampai ke bawah kaki hingga membuat Amel mundur ke belakang dan menyembunyikan badan nya di belakang putri.


" Ih mba cantik kalau menatap teman putri itu jangan sampai kaya begitu tau, yang ada temen aku itu takut kalau lihat mba cantik natap kaya begitu." Ucap Amel kesal karena sudah kebiasaan Cantika menatap dan menilai orang orang baru dengan sangat teliti dan banyak pula yang tidak suka dengan cara Cantika menilai seseorang.


Note : Kenapa Cantika seperti itu karena Cantika memiliki kelebihan yang mana dirinya bisa menilai seseorang dengan cara menatap saja dan bukan hanya itu saja Cantika merupakan bagian dari anak pemilik perusahaan sebelumnya namun, apalah daya perusahaan kafe yang di di rintis keluarga nya mengalami kebangkrutan di sebabkan sang paman yang mengambil semua uang keuntungan kafe dan juga gaji karyawan.


Ko bisa kafenya bangkrut ? katanya Cantika memiliki kelebihan untuk menilai seseorang tetapi kenapa menilai Paman sendirinya tidak bisa.


Jawabannya adalah karena saat itu Cantika masih berumur 8 tahun dan kelebihan yang Cantika miliki itu sekitar umur 16 tahun.


" Hehe maaf putri." kekeh Cantika.


" Ya sudah mba kalau begitu aku mau masuk dulu ya.. ke ruangannya mba Hanum." ucap putri sambil berjalan dan melambaikan tangan nya kepada Cantika.


" Iya." ucap Cantika.

__ADS_1


setelah mengetahui di mana keberadaan bosnya Putri pun berjalan ke arah di mana ruangan bisanya itu. Setelah itu putri mengetuk pintu dan masuk masuk serta mengucapkan salam kepada bos nya.


" Assalamualaikum mba Hanum." ucap salam putri kepada bos nya yang sedang membaca Alquran."


" Waalaikumsalam salam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab mba Hanum sambil menutup Alquran.


" Em mba putri boleh masuk kan ?." Tanya putri.


" Gimana mau saya suruh masuk putri wong kamu saja sudah masuk sendiri kan." ucap mba Hanum sambil geleng geleng kepala karena melihat tingkah dan kebiasaan putri.


" Hehe maaf mba." ucap putri sambil nyengir kuda.


" Oh iya mba, putri mau tanya boleh ?." Ucap putri.


" putri kenapa kamu aneh ya... hari ini." Bingung mba Hanum.


" Aneh gimana mba ?." Bingung putri juga.


" Biasanya nih kalau kamu mau tanya itu Nanyanya suka to the points dan ngga pernah pake basa basi juga." ucap mba Hanum menjelaskan.


" Hehe mba tau aja ya.. kebiasaan aku." malu putri.


" Ya... tau lah put karena cuma kamu spesies satu satunya yang ngga pernah pake basi basi sama sekali, nah kali ini kalau kamu ngomong pake basa basi yang ada mba aneh dan takut tau put."


" Ko takut sama putri sih mba, memang nya putri itu hantu apa." ucap kesal putri.


" Emang siapa yang manggil kamu dan nyebut kamu hantu." ucap mba Hanum sambil menaik turunkan alis.


" engga ada sih hehe." ucap putri.


" Oh iya kamu kesini ada apa dan yang sebelah sama kamu itu siapa ?." Ucap mba Hanum bertanya kepada putri karena dirinya baru pertama kali melihat Amel.


" Oh iya mba aku sampai lupa hehe, kenal kan maba ini namanya Amel temennya putri dan putri bawa Amel kesini karena Amel pengen bekerja di kafe ini dan katanya juga kan di kafe ini lagi butuh pekerja lagi kan mba buat antar delivery." ucap putri panjang lebar kepada mba Hanum.


" Masih ada put, soalnya kan mba lagi butuh lagi tiga orang buat ganti pekerja yang sebelumnya karena yang sebelumnya berhenti karena sama suaminya tidak di kasih ijin bekerja lagi." ucap mba Hanum.


" Jadi masih ada dan bisa kan kalau temen putri bekerja di sini." ucap putri antusias.


" Tapi kamu yakin put dia mau bekerja di sini karena cara pakaian dia aja hampir semua nya branded dan ngga mungkin juga dia mau bekerja di kafe kecil ini." ucap mba Hanum sambil menatap Amel dari atas hingga ke bawah. karena Amel melihat tatapan mba Hanum seperti ragu maka Amel pun mencoba berbicara kepada mba hanum.


Hay Hay selamat siang semuanya hehe .


maaf nih semuanya hehe karena Ning bekum bisa up banyak dan banyak kendala ini dan itu, tetapi Ning tetap menulis ko hehe ya... walaupun kurang pas dan kurang greget.


dan seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf kepada kalian semua kalau misalnya Ning menyinggung kalian secara lisan dan tulisan baik ucap dan tidak.


sekali lagi Ning mohon maaf yang sebesar besarnya kalau alurnya ceritanya membingungkan.


Salam sayang 🤗🤗

__ADS_1


" Maaf Bu


__ADS_2