
" Non jangan tinggalin bibi." Ucap kepala pelayan memohon.
" Ngga bisa bi, ini udah keputusan Amel dan Amel pun udah ngga berhak lagi untuk tinggal di sini." Ucap Amel yang saat ini menahan air matanya yang sudah berada di pelupuk mata.
Tanpa mereka sadari ternyata Yusuf sedari tadi memperhatikan Amel dan juga kepala pelayan, tanpa menunggu waktu lama lagi Yusuf pun lari ke arah tangga tanpa menimbulkan suara dan ketika sudah berada di dekat Amel Yusuf pun memeluk Amel serta meminta maaf.
" Amel jangan tinggalin Kaka ya... dan maaf kalau misalnya Kaka udah bikin kamu kecewa dan marah sama Kaka." Ucap Yusuf kepada Amel namun, sang empu hanya diam saja tanpa membalas pelukan ataupun menjawab pertanyaan Amel.
" Amel pliase ya... jangan diam aja dan ngomong dong sama Kaka karena Kaka paling ngga bisa kalau kamu diam begini." Ucap Yusuf memohon kepada Amel agar Amel membuka suaranya dan tetap saja Amel diam tanpa menjawab pertanyaan Yusuf lagi.
" Mel." Ucap Yusuf mencium puncak kepala Amel sayang.
" Mel Kaka minta maaf kalau misalnya Kaka udah bikin kamu menderita dan maafkan Kaka jika Kaka tidak percaya dengan semua omongan kamu." Ucap sesal Yusuf.
" Buat apa Kaka minta maaf, toh itu sudah terjadi kan." Ucap Amel membuka suaranya.
" Tap..." Ucap Yusuf terhenti ketika Amel langsung memotong pembicaraannya.
" Tidak usah tapi tapian ka, karena percuma saja Kaka minta maaf sama Amel." Ucap Amel menjelaskan kepada Yusuf.
" Kalau kamu memang tidak mau maafin Kaka ok Kaka terima tapi Kaka tidak akan terima jika kamu pergi ninggalin kaka." Ucap Yusuf memeluk erat Amel.
" Ka lepasin pelukan Kaka." Ucap Amel yang berusaha melepaskan pelukan dari Yusuf.
" Engga." Ucap Yusuf singkat padat dan jelas.
" Tapi Amel sesak ka." Ucap Amel yang berusaha berbicara walaupun merasa sesak.
" Ok Kaka bakalan lepasin kamu tapi dengan satu syarat." Ucap Yusuf memberikan syarat kepada Amel.
" Apa." Ucap Amel.
" Kamu jangan tinggalin Kaka dan kamu juga harus tetap berada di dekat Kaka " Ucap Yusuf.
" Iya." Ucap Amel pasrah.
" Janji." Tanya Yusuf lagi.
" Iya." Ucap Amel.
" Maaf ka tapi aku bohong dan aku ngga bisa lagi tinggal di sini karena itu akan menambah luka aku lagi." Gumam Amel dalam hati.
" Karena kamu sudah janji sama kaka maka janji itu ngga boleh kamu ingkari sama sekali dan jangan pernah kamu bohong sama Kaka." Ucap Yusuf.
" Maaf ka tapi janji itu akan aku ingkari dan maaf karena aku harus berbohong." Ucap Amel yang merasa sedih karena harus berbohong sama Yusuf.
" Baiklah lah kalau begitu kamu kembali lagi ke kamar kamu dan soal handphone kamu nanti Kaka akan pikirkan ok." Ucap Yusuf sambil mengelus kepala Amel dan putri pun hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai tanda jawaban, setelah menganggukkan kepalanya Amel pun langsung naik kembali kedalam kamarnya dan tidak lupa juga ia membawa kopernya lagi.
__ADS_1
Dan setelah kepergian Amel Yusuf pun langsung bertanya kepada kepala pelayan untuk menanyakan beberapa hal tentang situasi keadaan rumah ini sebenarnya dan tidak lupa juga dia menanyakan bagaimana perlakuan semua keluarganya kepada Amel ketika dirinya tidak ada di rumah.
" Bi." Ucap Yusuf memanggil kepala pelayan.
" Iya den ada yang bisa bibi bantu ?." Tanya Kepala pelayan.
" Iya bi." Ucap Yusuf.
" Bi aku boleh nanya ngga sama bibi dan ini ada sangkut pautnya sama Amel dan keluarga ini selama aku tidak ada baik waktu aku masih kuliah dan juga setelah aku pulang ke rumah ini." Tanya Yusuf secara beruntun hingga membuat kepala pelayan pun harus menghela nafas secara kasar.
" Akan bibi jelaskan tapi adek harus janji jangan mengungkit masalah ini di depan nona Amel karena bibi tidak mau melihat nona Amel bersedih kembali." Ucap kepala pelayan memperingatkan Yusuf agar tidak mengungkit masalah ini di depan Amel.
" Itu tergantung bi dan aku juga tidak bisa janji." Ucap Yusuf.
" Terserah Aden saja." Ucap kepala pelayan.
" Baiklah kalau begitu bibi jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi selama aku tidak ada." Ucap Yusuf yang sudah mulai penasaran dengan jawaban dari kepala pelayan.
" Baiklah akan bibi jelaskan dan ingat Aden harus mendengarkan baik baik apa yang bibi ucapkan karena bibi tidak bisa mengulang lagi." Ucap Kepala pelayan lagi.
" Iya." Ucap singkat Yusuf.
Kepala pelayan itu pun akhirnya menceritakan awal mula keadaan rumah ini setelah Yusuf pergi untuk menimba ilmu di negeri orang sampai akhirnya dia lulus S2 dan bukan hanya itu saja keadaan rumah ini lebih ke 380° ke sifat yang aslinya dari pada Sebelumnya.
" Begitulah den ceritanya." Ucap kepala pelayan.
" Tapi mengapa mereka bisa berubah seperti itu kepada Amel." Bingung Yusuf.
" Bukannya mami dan papi sangat menyayangi Amel ya... begitu juga dengan opa dan Oma " ucap Yusuf.
" Apa bibi tau selain apa yang bibi tau barusan." Tanya Yusuf dan benar saja Kepala pelayan itu mengangguk kan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tau.
" Coba bibi kasih tau aku." Ucap Yusuf namun, sang bibi malah menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tidak bisa menceritakannya.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari kepala pelayan akhirnya Yusuf pun mengakhiri pembicaraannya.
" Baiklah jika bibi tidak ingin memberi tahu aku sekarang pun tidak papa tapi jika bibi ingin memberikan jawaban atas pertanyaan aku ini maka aku siap mendengarkannya." Ucap Yusuf.
" Ya sudah kalau begitu aku pamit ya.. bi karena ini juga malam dan bibi juga jangan lupa untuk beristirahat selamat malam bi." Ucap Yusuf membalikkan badannya dan juga melangkahkan kakinya menuju ka arah kamar dirinya.
Sedangkan kepala pelayan masih berada di tempat dan tidak bergerak sama sekali namun, dia merasa sedih karena tidak bisa mengatakan apapun sama sekali dan bukan dirinya tega atau bagaimana tapi ini adalah sebuah janji yang harus dia tepati.
" Maafkan saya den, bukan saya tidak mau memberi tahu Aden tapi apalah daya saya ini den." Ucap kepala pelayan sedih karena tidak bisa memberi tahu kebenaran yang sebenarnya. Karena ini sudah larut malam kepala pelayan pun pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ka arah kamarnya.
Setelah kepergian kepala pelayan dan juga Yusuf ternyata sedari tadi Amel memperhatikan mereka berdua di balik pintu kamarnya.
" Hiks hiks hiks maafkan aku ka." Ucap Amel.
__ADS_1
" Seharusnya Kaka tidak mencegah diriku untuk pergi dari rumah ini." Ucap Amel lagi.
" Seandainya jika kepala pelayan memberi tahu Kaka maka otomatis Kaka akan mengetahui yang sebenarnya dan mungkin bisa saja Kaka akan keluar dari rumah ini." Ucap Amel menangis dengan apa jalan hidupnya ini.
Karena sudah cukup lelah menangis Amel pun tertidur di lantai tanpa beralas apapun.
Pagi pun tiba dan otomatis semua penghuni rumah ini akan melakukan aktifitas masing tapi sebelum melakukan aktifitas mereka masing masing seperti biasa mereka akan kumpul serta berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan pagi.
" Selamat pagi semuanya." Ucap Yusuf kepada semua orang yang berada di ruang makan hingga membuat semua yang berada di meja makan kaget dan juga bingung.
" Loh belum berangkat kerja." Ucap mami Yusuf yang berusaha menyembunyikan kepanikan nya.
" Belum mi, kan hari ini aku berangkat siang." Ucap Yusuf sambil menarik kursi yang berhadapan dengan adik laki lakinya.
" Ooh begitu ya..." Ucap mami Yusuf.
" Tumben kamu tugas siang nak." Tanya opa Yusuf.
" Iya ngga tau juga opa kan aku di sana cuman bekerja aja." Jawab Yusuf.
" Lah ngapain kamu kerja di rumah sakit kalau itu rumah sakit nantinya akan jadi milik kamu." Jawab enteng opa Yusuf.
" Engga bisa begitu dong opa bagaimanapun aku harus kerja dulu baru bisa memimpin rumah sakit itu dan asal opa tau ya... orang lain aja sebelum menjadi bos itu harus jadi pekerja juga biar kita bisa merasakan." Ucap jelas Yusuf kepada opa.
" Terserah kamu saja nak." Jawab singkat opa yang Mungin saat ini sudah malas meladeni ucapan cucunya itu.
Hay Hay Hay semuanya hehehe selamat malam semuanya dan jangan lupa untuk istirahat yang cukup ya... biar besok kita fresh dan juga semangat menjalankan aktivitas kita masing masing.
Seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf ya... buat kalian semuanya jika Ning punya salah baik di sengaja maupun tidak dan baik secara langsung atau tidak. Pokoknya Ning mau ngucapin permintaan maaf lagi kalau misalnya ada penulis kata yang mungkin bikin kita bingung, tersinggung ataupun aneh ya...
dan maaf juga kalau misalnya kebanyakan typo hehe.
Oh iya Ning juga ada info nih buat kalian semuanya baik yang suka baca novel Ning atau selalu setia dengan cerita Ning baik yang suka like atau tidak, mau yang favorit novel Ning atau tidak atau pun komen dan tidak ya....
Insya Allah nanti tanggal satu Agustus Ning akan bagi bagi pulsa bagi temen temen yang ikut kuis Ning dan caranya mudah ko cuman di suruh buat baca Al-Qur'an ataupun membuat puisi bagi kedua orang tua kalian ya....
Ingat ya...setiap tanggal satu ok.
dan kalian juga jangan salah paham ya.. sama Ning, Ning bukan buat naikin level ataupun sebaliknya tapi di sini Ning pingin berbagi saja sedikit rezeki Ning ya...
Info lebih lanjut kalian bisa chatt Ning ya... dan nanti Ning kasih pilihan ok.
Persyaratannya mudah ko.
dan no ribet.
dan pilihannya kuisnya antara Baca Al Qur'an dan juga bikin puisi untuk kedua orang tua kalian.
__ADS_1
Terima kasih 😁😁
Salam sayang 🤗🤗🤗