
" em maaf Bu kalau misalnya amel lancang dan menyela pembicaraan ibu." ucap Amel sopan kepada Mba Hanum.
" Mungkin di sini pakaian Amel yang bermasalah karena ibu ragu kalau Amel tidak akan betah kalau bekerja di sini, tapi ibu salah dalam menilai Amel." ucap Amel lagi.
" Maksudnya ?." Bingung mba Hanum karena bagaimanapun Amel bukanlah anak dari kalangan biasa oleh karena itu mba Hanum ragu jika menerima temannya putri.
" Jadi gini Bu amel hanya ingin bekerja keras dengan hasil jerih payah sendiri dan tanpa bantuan dari keluarga amel dan bukan hanya itu saja Amel ingin mengumpulkan uang dari hasil kerja Amel."
" Ok tapi ada syaratnya." Tanya mba Hanum.
" Apa itu Bu." Tanya Amel antusias karena menurut dirinya akan di terima bekerja di kafe ini.
" Yang pertama kamu jangan manggil saya ibu karena saya seumuran dengan kalian, yang kedua kamu jangan menggunakan pakaian yang malah karena jika kamu menggunakan pakaian seperti maka kamu akan di nilai miring oleh teman teman kamu dan para pelayan dan kalau misalnya nilai miring karena kamu kaya itu tidak jadi masalah tetapi jika nilai miringnya adalah kamu mendapatkan uang dengan cara menjadi sugar baby dari om om yang beristri. jelas ucap mba Hanum.
" Baik Bu say....." ucap Amel terpotong karena mba Hanum langsung berbicara.
" Ingat syarat pertama." ucap mba Hanum tegas sambil menatap Amel.
"Iya mba nanti saya akan cari pakaian yang sesuai dengan yang apa di bilang mba. ucap Amel sambil tersenyum.
" Baiklah kamu besok kamu mulai bekerja di sini dan oh iya saya mau tanya sama kamu apakah kamu bersedia kalau saya gaji kamu 500 k perbulan seperti putri. Ucap mba Hanum.
" Tidak masalah mba berapapun itu Amel akan terima dengan senang hati." ucap Amel senang.
" Oh iya put kasih tau loker nya nanti dan ini kunci loker nya." ucap mba Hanum.
" ok mba." ucap Amel sambil tangannya membentuk huruf O.
" kalau begitu kami permisi dulu ya.. mba dan assalamualaikum." ucap Amel sambil berdiri dari kursi dan berjalan menuju pintu keluar dan diikuti juga oleh Amel.
Setelah mereka keluar dari ruangan mba Hanum mereka pun segera pergi ke arah di mana tempat loker itu berada.
" Nih Mel loker kamu dan ini kuncinya bawa aja sama kamu karena setiap orang punya loker masing masing dan juga kuncinya." ucap putri.
" Ooh ok put." ucap Amel senang sambil memasukkan kuncinya kedalam tas.
" Oh iya Mel setelah ini kamu mau ngapain ?." Tanya putri.
" Balik ke rumah dan mau langsung cari baju yang sesuai dengan syarat dari mba Hanum..." ucap semangat Amel.
__ADS_1
" ya.. sudah kalau begitu hati hati ya...tapi kamu naik apa Mel kan tadi kamu berangkatnya bareng sama aku." ucap putri.
" Tenang aja aku bisa naik apa aja kan yang penting bisa sampai ke rumah." ucap Amel walaupun sebenarnya hari ini dia juga bingung karena tadi pagi adalah uang yang terakhir yang dimilki oleh Amel karena semua ATM dan yang lainnya sudah di blokir sama kedua orang tuanya kecuali handphone yang saat ini Amel pakai karena itu adalah hasil jerih payahnya Amel nabung.
" Ya... udah kalau begitu terserah kamu saja ya tapi karena hari ini sudah mulai menjelang Ashar jadi aku pesan go jek aja ya buat kamu karena aku takut kamu pulang nya kemalaman.
" Oh iya put kamu punya nomernya mba Hanum ngga ?." ucap Amel.
" Ada sih... bentar ya... aku kirim ke handphone kamu." ucap putri sambil mengeluarkan handphone dan mencari nomer Mba Hanum serta mengirimkan nya kepada amel.
" Udah aku kirim tuh Mel." ucap putri.
" Makasih ya.. Mel dan makasih juga udah mau bantu aku buat cari kerjaan." ucap Amel sambil memeluk putri dan menangis.
" Iya sama sama dan semoga kamu betah ya.. kerja di sini dan jika ada apa apa kamu bilang aja sama aku, insya aku pasti bisa bantu kamu walaupun ngga banyak hehe." ucap putri tulus sambil membalas pelukan Amel dan menenangkan putri yang sedang menangis.
" ya... udah kalau begitu aku pamit pulang dulu ya.. dan besok berangkat bareng boleh kan ?." tanya Amel kepada putri.
" iya boleh besok kita berangkat bareng dan oh iya ini 3 baju seragam kafe nya ya...." Ucap putri sambil menyerahkan 3 seragam kafe nya kepada Amel.
" makasih putri." ucap Amel memeluk putri.
note : putri sama Amel ngga beda jauh sih kehidupan nya cuman yang membedakannya adalah putri tinggal di panti asuhan sejak dia masih bayi karena dirinya adalah anak yang tidak di harapkan boleh kedua orang tua nya dan dia pun tidak tau wajah kedua orang tuanya
kalau sedangkan Amel dia adalah anak yang hidup dnegan keluarga utuh namun tidak harmonis dan bukan karena orang ketiga tetapi lebih kepada keegoisan kedua orang tuanya beserta nenek dan kakek dan juga keluarganya, bahkan dirinya pun merasa seperti orang asing dalam keluarganya.
" Ya.. sudah kalau begitu aku pamit ya... " ucap Amel sambil melepaskan pelukannya dari putri dan juga menghapus air matanya.
" ya.. sudah kalau begitu hati hati ya.. dan jangan keluyuran." ucap putri mengingatkan.
" Iya tuan putri." Goda Amel.
" Buruan tuh udah di tunggu tukang ojek nya dan ingat jangan keluyuran ok. ucap putri sambil menunjuk ke arah luar karena tukang ojek online nya sudah ada di depan.
" Iya, yasudah aku pulang assalamualaikum." ucap Amel salam sambil melangkah kan kakinya ke luar dan menghampiri tukang ojek online.
Setelah Putri melihat Amel sudah menaiki ojek online putri bergegas untuk segera bersiap siap.
Waktu terus berjalan dan saat ini sudah menunjukkan pukul 8.00 wib berarti waktunya putri berganti sif dengan yang lainnya dan juga saatnya dia pulang ke panti.
__ADS_1
" Makasih ya.. put udah mau ganti sif sama mba hehe." ucap rekan putri yang menukar sif.
" Iya ngga papa mba dan santai aja kalau sama aku hehe." kekeh putri.
" Tapi maafin mba juga ya... karena ya... karena mba selalu ngerepotin kamu terus padahal kan kamu juga capek habis pulang sekolah langsung kerja gantiin mba." ucap rekan putri.
" Mba ngga usah ngerasa kalau aku direpotin sama mba, selama aku masih bisa bantu maka aku akan bantu hehe, yang penting kita saling bantu aja mba." ucap putri kepada rekannya.
Walaupun putri masih baru kerja di kafe tetapi putri adalah sosok keibuan, dewasa, mandiri, dan bekerja keras. Di mana anak lain yang seumuran dengan dirinya lebih memilih untuk bersenang senang.
" Oh iya put ini mbak bawa makanan banyak banget dari rumah dan mbak sengaja masak banyak biar semua pegawai yang ada di kafe ini kebagian tapi mba juga bikin khusus buat kamu put karena mba juga pengen bagi bagi buat anak panti." ucap rekan putri.
" Wah... mba makasih banget loh dan kenapa harus repot repot sih hehehe tapi kalau di kasih juga ngga bakalan nolak ko." Ucap putri semangat karena dengan ini adek adeknya yang berada di panti bisa makan enak dan juga pasti senang banget.
" Ya udah nih makanan nya dan juga mba ada tif buat kamu anggap saja itu uang jajan kamu ya..." ucap rekan putri sambil memberikan makanannya dan juga uang jajan buat putri.
" Wah banyak banget ini mba." ucap putri kepada rekannya.
" Kan udah mba bilang put ini makanan nya sengaja mba buat banyak supaya kamu dan anak anak panti yang lain bisa merasakan makanan buat mba." ucap rekan putri menjelaskan lagi.
" Yasudah mba makanannya aku ambil dan juga uang nya ya... dan semoga apa yang mba berikan ini menjadi berkah dan pahalanya mengalir terus buat keluarga mba." Ucap putri lagi.
" Aamiin put dan makasih ya.. atas doanya."
" ya.. sudah mba kalau begitu aku pamit duluan ya.. karena sekarang udah mau jam 09.00 wib dan assalamualaikum." ucap putri sambil mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam." ucap rekan putri.
Hay Hay Hay Hay semuanya selamat sore menjelang malam ya...
dan selamat beristirahat bagi teman teman semuanya yang sudah pulang bekerja atapun dinas dan selamat bekerja bagi yang berganti sif hehe.
tetap semangat dan jaga kesehatan teman teman semuanya ya...
seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya... jika Ning punya salah dalam kata dan ucapan dan baik tersirat atapun tersurat hehe.
dan maaf jika ada kata yang menyinggung teman teman semuanya.
terima kasih 😁😁
__ADS_1
salam sayang 🤗🤗🤗