
" Eh put kamu merasa ngga sih kalau kamu sedari tadi di perhatikan." Tanya Cantika kepada putri karena sedari tadi pria yang berada paling pojok itu selalu memperhatikan putri.
" Ih mba memangnya ada apa dan kenapa harus aku merasa." bingung putri.
" Coba kamu tengok deh ke meja paling pojok sebelah kanan." tunjuk Cantika kepada meja paling pojok agar putri bisa melihat siapa laki laki yang selalu memperhatikan ke arah putri. putri pun mengikuti arah tunjuk Cantika dan berapa kagetnya dia melihat seseorang yang dia kenal dan sambil melambai kan tangannya.
Deg
" Ka Yusuf." Ucap putri pelan tapi masih bisa di dengar oleh Cantika.
" Siap Yusuf put." Tanya Cantika penasaran.
" itu kakaknya Amel mba." ucap putri sambil melirik ke arah Cantika.
" Memangnya ada hubungan apa put sama kamu." Tanya mba Cantika lagi.
" Engga ada hubungan apa apa ko mba, dan aku aja tau ka Yusuf belum lama itu pun pertama kalinya aku ketemu sama dia pas jemput Amel ke sekolah gara gara sakit." Jelas putri.
" Masa sih put." Tanya Cantika sambil menatap wajah putri.
" Bener deh mba, kalau ngga percaya mba bisa tanya langsung aja sama Amel." Jawab putri.
" Ok deh kalau begitu mba percaya sama kamu." Jawab pasrah Cantika karena dirinya paling males kalau menanyakan informasi lada orang lain termasuk adiknya sekaligus.
" Ya sudah kalau begitu aku ke ruang ganti dulu ya.." ucap putri sambil tersenyum sambil membalikkan badan dan berjalan menuju ruangannya dan di saat putri ingin melangkah Yusuf sudah berada di depan putri.
" Assalamualaikum putri." salam Yusuf pada putri.
" Waalaikumsalam salam ka." ucap putri sambil menundukkan kepalanya.
" Bisa ngobrol sebentar put di meja tempat tadi Kaka duduk." Ijin Yusuf.
" Maaf ka tapi putri tidak bisa, karena putri hati ini harus kerja." ucap putri menjelaskan kepada Yusuf.
" Engga usah kerja dulu put, mending kamu temenin Kaka makan dan ngobrol." Tawar Yusuf.
" Ta...." belum selesai putri bicara Yusuf sudah lebih dulu memotong perkataan putri.
" Udah jangan banyak alasan dan jangan nolak, ayo.." Ucap Yusuf sambil menarik tangan putri dan membuat sang empu yang di tangannya meronta ronta ingin di di lepas.
" Kaka lepas ih tangan putri dan jangan tarik tarik juga." ucap putri di sela sela tangannya masih di tarik oleh Yusuf.
" Engga aku ngga mau lepasin tangan kamu kalau kamu masih nolak Kaka." ucap Dimas sambil berhenti dan membalikkan badannya menghadap putri.
__ADS_1
" Kalau Kaka lagi bicara jangan nunduk terus ke bawah put, memangnya Kaka ada di bawah lantai ?." Ucap Yusuf sambil mengangkat dagu putri dan mengelus kepala putri yang tertutup hijab.
" Ok , mau Kaka apa sekarang." Ucap putri pasrah.
" Kaka mau kamu temenin makan dan hanya satu piring berdua dan satu sendok juga." ucap Yusuf tersenyum licik.
" Engga." Ucap putri tegas.
" Ya sudah kalau begitu ayo." ucap Yusuf sambil menarik tangan putri lagi.
" Kaka lepas ih tangan putri dan ngapain tangny putri di tarik tarik." ucap putri yang menahan kesal. Yusuf pun tidak penjawab pertanyaan putri sama sekali dan yang dia inginkan saat ini adalah berdua dengan putri, setelah sampai di tempat meja yang tadi di duduki oleh Yusuf, Yusuf pun menyuruh putri untuk masuk dulu.
" Masuk put." Ucap Yusuf tegas.
" Enggak." jawab putri
" Masuk ngga ." Ucap tegas Yusuf lagi.
" Aku ngga mau masuk ka dan aku juga ngga mau makan."
Tanpa basa basi lagi Yusuf pun mendorong tubuh putri untuk duduk di dekat tembok, itu karena menurut Yusuf jika putri tidak duduk di sebelah sana makan putri pasti akan kabur lagi.
" Ih kenapa sih ka main dorong tubuh aku ke tembok." kesal putri lagi.
" Jangan banyak tanya dan diam aja." ucap Yusuf sambil duduk di samping putri dan sebelah tangan kirinya tetap memegang tangan kirinya.
" Oh jadi wanita yang sering di ceritain oleh ka Yusuf itu putri toh hahaha dan kenapa dia harus segitu nya sih maksa putri dan kenapa lagi harus di pegang tangan nya hahahaha.
Sedangkan Cantika pun melihat apa yang di lakukan oleh laki laki yang sekarang sedang memegang tangan putri dan dia selalu berharap kalau laki laki itu bisa menjaga, menyayangi, dan melindungi putri nanti.
" Ih Kaka lepasin dong tangan putri." Ucap putri sambil terus berusaha lepas dari Yusuf.
" Putri kalau kamu masih bergerak dan ngga bisa diem kamu mending duduk aja di pangkuan Kaka mau." ucap Yusuf sambil melirik putri tajam.
" ini orang kenapa sih sebenernya tadi pagi baik banget dan sekarang kaya monster yang sedang kelaparan." Gumam putri dalam hati.
" Mana handphone kamu put." Ucap Yusuf.
" Mau ngapain nanya handphone aku ka." Bingung putri.
" Sini kasih ke Kaka handphone kamu, Kaka mau pinjam dulu." Ucap Yusuf sambil mengadah kan tangannya pada putri.
" Itu kan ada handphone Kaka juga di depan Kaka dan handphone kaka juga nyala malahan dari tadi bunyi terus." Jawab putri sambil menyembunyikan tasnya di sisi kirinya lagi.
__ADS_1
" Udah sini aja handphone kamu Kaka pinjam." ucap Yusuf sambil menggerak gerakan tangannya meminta.
" Engga mau." ucap putri kekeh.
Karena sejak dari tadi putri tidak mau memberikan maka Yusuf pun mengambil handphone putri dari dalam tasnya setelah mendapat handphone putri dan saat ini berada ditangan kirinya dan menyalakannya.
" Kaka ngapain sih ambil handphone putri dan mau di apain handphone putri ka." ucap putri sambil melihat ke arah handphone nya yang beda di tangan Yusuf.
" Udah diam aja dan nurut aja sama calon suami." Ucap Yusuf spontan tanpa merasa bersalah sekalipun.
" Ih aku ngga mau ya.. punya calon suami kaya Kaka apalagi suka ngambil barang orang tanpa ijin dari pemiliknya." Balas putri.
" Engga papa kalau tidak ijin juga toh orangnya juga ada di sebelah kiriku." Jawab enteng Yusuf.
" Auh ah sebel dan capek kalau ngomong sama kaka." ucap putri yang memilih diam dan juga memalingkan wajahnya ke sebelah tembok.
" dari pada kamu memalingkan wajah kamu ke tembok mending kamu lihat wajah Kaka saja." Ucap pede Yusuf namun putri tidak membalas perkataan Yusuf karena menurut putri kalau membalas perkataan Yusuf akan membuat dirinya semakin kesal dan sedangkan Yusuf sedang asik di handphone nya putri dan entah apa yang di lakukan hanya yusuf lah yang tau.
Sampai akhirnya Yusuf pun berhenti dengan dan mengembalikan handphone putri.
" Makasih ya.." Ucap Yusuf sambil mengelus kepala putri yang tertutup jilbab.
" hem." jawab putri malas
" Jawabannya jangan begitu dong." jawab Yusuf sambil membawa kepala putri untuk bersandar di pundaknya dan juga mempererat pegangan tangannya.
" Ih mau ngapain lagi sih ka." ucap kesal putri sambil berusaha melepaskan tangan Yusuf dari kepala putri namun bukannya berhasil malah gagal.
" Udah diam aja dan nikmati saja." ucap Yusuf sambil mengelus kepala putri yang sedang bersandar di pundaknya.
Momen yang seharusnya romantis pun gagal karena Suara perut putri.
" kamu lapar ya put. Ucap Yusuf sambil melirik ke arah putri.
" engga." Jawab putri singkat.
" Yakin nih ngga mau makan dan pesan." ucap Yusuf lagi.
" iya." ucap singkat putri lagi.
karena Yusuf merasa lapar juga Yusuf pun memesan makanan, dan tidak lama kemudian makanan pun datang.
Hay Hay Hay selamat sore semua hehe maaf ya.. jika banyak typo hehe soalnya kebut waktu dan takutnya ngga bisa up. hehehe sekali mohon maaf ya..
__ADS_1
terima kasih 😁😁
salam sayang 🤗🤗🤗