
" Ya sudah mending kita semua maka dulu setelah itu baru Andra nanti anterin kamu pulang." Ucap bunda beranjak berdiri dan juga menggandeng tangan putri menuju ke tempat makan.
" Wih enak banget nih dan kayaknya hari ini aku bakalan makan banyak nih." Ucap Andra yang melihat makanan rumahnya begitu banyak dan juga menggiurkan tanpa lama lama lagi Andra duduk di kursi sebelum yang lain datang. setelah cukup lama bunda dan ayah datang ke tempat ruang dan tidak lupa juga putri yang masih setia dalam gandengan bunda.
" Put kamu duduk di dekat Andra ya.." Ucap bunda menunjuk kursi ke arah dekat Andra.
" Baiklah bunda." Ucap putri melangkahkan kakinya ke arah di mana kursi itu berada dan setelah itu baru putri duduk.
Berbeda di lain lain tempat saat ini Yusuf sedang marah marah di jelas kepada suster yang menemani putri.
" Mengapa kamu tidak becus ngurus putri ha !." Bentak Yusuf kepada suster itu karena sudah lalai dalam menjalankan tugasnya untuk menemani putri dan juga memantaunya.
" Maaf dok." Ucap suster yang tadi ngantar putri dan juga menemani putri.
" Sekarang dia di mana." Tanya dokter Yusuf menatap tajam ke arah suster.
" Kalau soal itu saya kurang tau dok, karena tadi ketika saya menemani nona Putri yang dokter suruh itu dia mengikuti seorang laki laki dengan bergandengan tangan." Ucap suster panjang lebar.
" Maksudnya ?." Bingung dokter Yusuf.
" Jadi begini dok, waktu saya keluar dan nona Putri tadi ingin pergi ke taman tiba tiba ada yang memanggil nona Putri dan bukan hanya itu saja dok. Tetapi laki laki itu juga memeluknya dengan sangat erat Bahkan mencium kening nona Putri." Ucap suster itu dan membuat dokter Yusuf kaget.
" Apa !." Kaget dokter Yusuf.
" Iya dok, dan sepertinya dia juga dokter di sini dok karena tadi di saat menemui nona Putri dan juga memanggil beliau masih menggunakan jas kedokteran." Ucap suster yang mengingat laki laki itu
" Apa kau tau siapa dia dan dari mana dia betugas." Tanya dokter Yusuf.
" Kalau soal dia tugas di bagian apa saya tidak tau dok, tapi tadi kita bertemu di koridor bagian penyakit dalam." Jelas Suter.
" Terus mereka masih ada di taman atau bagaimana." Tanya Yusuf dan juga dia ingin sekali menemui putri untuk bertanya siapa laki laki yang bersama dirinya itu.
" Sepertinya mereka sudah tidak ada dok." Ucap suster.
" Kalau mereka tidak di sana lalu kemana mereka pergi." Tanya dokter Yusuf lagi.
" Saya kurang tau dok." Ucap suster.
__ADS_1
" Baiklah, pergi sana ke tempat kerjamu lagi." Ucap dokter Yusuf yang menyuruh suster itu untuk kembali ke tempat kerjanya lagi.
" Baik dok dan terima kasih." Ucap suster itu berterima kasih.
Setelah suster itu kembali ke tempat kerjanya Yusuf pun buru buru balik lagi ke dalam ruangannya untuk mencari handphone nya dan menelfon Putri. Ketika sudah dapat Yusuf langsung menekan tombol panggilan kepada putri namun, telfon itu tak pernah kunjung di angkat bahkan di matikan hingga membuat Yusuf marah dan membanting handphone miliknya ke tembok.
" Siapa laki laki itu sebenarnya dan kenapa kamu tidak mengangkat telfon dariku." Ucap dokter Yusuf yang sedang menahan emosinya dan juga mengepalkan kedua tangannya.
" Sebenernya siapa laki laki yang di maksud oleh suster dan kenapa kamu juga bisa sedekat itu dengan dia." Ucap Yusuf yang merasa cemburu kepada laki laki itu karena menurut dirinya laki laki itu bisa beruntung mendapatkan pelukannya putri dan bukan hanya itu saja karena Yusuf juga merasa cemburu karena putri mau menggandeng tangan laki laki itu dulu.
Dari pada melampiaskan kepada orang lain mending Yusuf pulang ke rumahnya dan bertanya kepada sang adik untuk mengetahui siapa laki laki yang sedang dekat saat ini dengan putri. Akhirnya Yusuf pun pulang dan langsung mengendarai mobilnya menuju rumah setelah menempuh perjalanan cukup lama Yusuf pun sampai ke area parkiran rumah dan tidak lupa juga ia memarkirkan mobilnya. Setelah memarkirkan mobilnya Yusuf langsung turun dari mobilnya dan juga mencari di mana Amel saat ini, Karena tidak menemukan keberadaan Amel Yusuf pun bertanya kepada para pelayan yang lewat.
" Bu apa lihat Amel." Tanya Yusuf kepada pelayan yang saat ini mungkin sudah menginjak usia 60 tahunan.
" Oh non Amel ya... iya tadi ibu lihat kalau non Amel sedang vc tapi ibu tidak tau siapa orang itu." Jawab ketua pelayan yang ada di rumah Amel.
" Terus di mana sekarang dia Bu." Tanya Yusuf lagi.
" Non Amel saat ini ada di kamar nya den." Jawab ketua pelayan.
" Ah tadi aku ke sana tidak ada Bu." Ucap Yusuf.
" Oh baiklah kalau begitu aku ke kamar Amel dulu ya.." Ucap Yusuf setelah itu dia membalikkan badannya dan berlari lagi ke arah kamar Amel hingga membuat ketua pelayan pun hanya geleng-geleng kepala karena melihat tingkah anak majikannya itu dan setelah itu pergi.
Setelah lelah berlari Yusuf pun tiba di depan kamar Amel dan membukanya namun, dia mendengar suara putri yang sedang berbicara dengan Amel. Akhirnya Yusuf pun mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan.
" Mel sorry banget ya.. tadi ngga bisa bantu kamu kerja." Ucap putri meminta maaf.
" Engga papa santai aja lah, toh banyak juga kan yang kerja di kafe jadi gampang kalau ngga ada kamu juga." Ucap Amel.
" Oh iya put tadi kata mba Cantika kamu di bawa kabur sama orang ya..." Tanya Amel yang berpura pura tidak tau sama sekali.
" Iya dan orangnya itu adalah kakakmu sendiri yang aneh." Ucap putri sebal ketika mengingat bagaimana perlakuan Yusuf kepada dirinya.
" Ko kamu bisa bilang bahwa kakakku itu aneh." Tanya Amel bingung dengan semua ucapan putri.
" Bagaimana ngga aneh tau, tiba tiba dia nyapa aku di saat aku mau ke rumah kamu dan juga ada di kafe terus manggil aku yang ngga aku suka dan menurutku aneh dan lebih parahnya lagi dia malah bawa kabur aku ke rumah sakit segala, Sebel banget kan." Ucap putri kesal tinggal tinggi dan muak dengan tingkah serta cara Yusuf.
__ADS_1
" Loh ko ada di rumah sakit sih, memangnya kamu sakit out " Tanya khawatir Amel takut putri sakit beneran.
" Aku ngga sakit sama sekali Mel." Ucap putri.
" Terus ngapain coba kamu di rumah sakit sama kakakku." Tanya Amel curiga.
" Aku juga tidak tau Amel apa yang aku lakukan di sana dan malah yang lebih parahnya aku di kurung di dalam ruangannya dan ngga boleh keluar sama sekali." Ucap putri.
" Di kurung ?." Bingung Amel.
" Iya." Jawab putri.
" Ngapain kakakku mengurung kamu di dalam ruangannya dan bukannya itu ruangan pemeriksaan ya..." Tanya Amel lagi.
" Tanya aja sama kakakmu yang kurang waras itu Mel dan jangan tanya aku." Ucap putri lagi.
" Terus kamu sekarang lagi ada di mana dan tadi kata kamu lagi di rumah sakit namun, itu sepertinya bukan rumah sakit. Tanya Amel curiga.
" Iya kau benar sekarang aku tidak di rumah sakit dan sekarang aku lagi di rumah bunda." Jawab putri.
" Bunda ?." Bingung Amel karena selama 3 tahun berteman dengan putri dirinya tidak pernah tau siapa kedua orang tua putri sama sekali.
" Iya bunda dari seseorang yang selama ini aku tunggu selama 9 tahun." Jawab putri.
" Maksudnya bagaimana." Bingung Amel yang tidak mengerti maksud dari semua ucapan putri.
" Apa kau lupa Mel dengan seseorang yang pernah aku ceritakan saat pertama kali kelas 1 SMK." Ucap putri mengingatkan Amel tentang ka Andra.
" Iya aku lupa dan aku juga sudah tidak tau lagi." Jawab Amel jujur.
" Baiklah tidak masalah hehe. Oh iya kalau begitu aku tutup ya... karena aku akan pergi dan sebelum pergi kami akan makan malam dulu." Ucap Putri pamit.
" Wow makan malam bersama calon ibu mertua." ucap girang Amel.
Hay Hay Hay selamat pagi menjelang siang semuanya hehehe.
maaf banget baru bisa up hehe dan seperti biasa aku mau minta maaf dulu ya.. sama kalian semua dan maaf banget kalau aku punya salah sama kalian semua ya... hehe dan maaf banget kalau misalnya ada alat kata yang membuat kalian tersinggung dan maaf banget kalau alur ceritanya kurang sreg dan kurang pas hehe. Dan maklumi aja kalau misalnya banyak typo.
__ADS_1
Terima kasih 😁😁
salam sayang 🤗🤗