Putri

Putri
Episode 17


__ADS_3

" Amel mana mami ?." Tanya Yusuf kepada sang mami.


" Em.. em Amel kayaknya udah berangkat ke sekolah deh." Ucap mami Yusuf berbohong padahal Amel saat ini belum turun dari kamarnya an itupun karena perintah dari maminya Yusuf sendiri.


" Ko udah berangkat ke sekolah sih, bukannya hari ini dia berangkatnya sedikit siang ya..." Tanya Yusuf bingung dan heran.


" Mana mami tau." Ucap mami Yusuf masa bodo.


" Ko begitu sih mi, kan Amel anak mami juga tapi kenapa mami seolah olah ngga peduli sama amel." Curiga Yusuf kepada sang mami.


Deg.


" Kata siapa mami ngga peduli sama amel, mami peduli ko." Bohong mami Yusuf dan berkilah soal peduli sama amel padahal dirinya tidak peduli sama sekali.


" Lalu jika peduli, harusnya mami tau dong kenapa Amel berangkat pagi pagi begini." Ucap telak Yusuf kepada mami dan membuat sang mami pun menjadi gugup.


" Pekerjaan mami kamu banyak nak, dan jangan pernah memaksa mami kamu. Ucap papi Yusuf yang mencoba membantu sang istri agar tidak ketahuan namun, sayangnya sang anak perempuan malah berulah.


" Hei anak sialan cepat bangun dan jangan enak aja kamu tinggal di sini." Teriak adik Yusuf yang ke dua. Karena tidak mendapatkan jawaban adik kedua Yusuf pun memanggil orang tuanya serta opa dan Oma nya agar bisa menyeret Amel ke kolam renangnya.


" Papi..... mami..... opa....Oma.... lihatin anak sialan ini tidak mau bangun dari tidurnya dan juga tidak mau membereskan kamarku serta menyetrika bajuku." Teriak adik Yusuf yang kedua serta memanggil semau orang.


" Gawat." Ucap papi Yusuf sambil menyenggol kaki istrinya dan benar saja istrinya langsung menoleh ketika kakinya di senggol oleh sang suami.


" Bagaimana ini Pi." Tanya sang mami kepada suaminya yang meminta bantuan namun, yang di dapatkan hanya sebuah gelengan kepala saja.


Karena kaget dengan teriakan. Yusuf pun menoleh ke arah suara itu dan yang membuat Yusuf terkejut adalah ucapan sang adik perempuannya yang mengatakan anak sialan.


Sampai pada akhirnya Yusuf pun mengehentikan acara sarapannya dan langsung berdiri dari kursi dan melangkahkan kakinya ke arah sang adik saat ini.


Semua orang takut dan panik serta gugup karena Yusuf mendengar apa yang di ucapkan oleh sang anak dan cucu.


" Pi coba kamu cari solusi." Tanya mami Yusuf khawatir kalau sang anak sulung mengetahui yang sebenarnya.


" Papi belum ada solusinya mi, dan malahan saat ini papi juga bingung harus melakukan apa." Tany sang papi sambil melirik ke arah Yusuf yang masih melangkahkan kakinya menuju sang anak.


" Ayo dong Pi ceper cari jalan keluarnya dan solusinya." Ucap sang mami sambil memegang lengan sang suami.


" Papi kali ini benar benar belum ada solusinya dan jalan keluarnya mi." Ucap sang papi.


" Terus bagaimana Pi kalau anak sulung kita memarahi putri kita." Ucap sang mami yang khawatir.


" Ngga mungkin mi kalau anak sulung kita marahin putri kita, kan dia adiknya mi." Ucap papinya Yusuf yang mengingatkan statusnya.


" Tapi kali ini berbeda Pi, sepertinya anak sulung kita akan benar benar memarahi putri kesayangannya kita Pi." Ucap mami lagi.


" Dari pada kalian khawatir dan tidak bisa melakukan apapun mending kalian ikutin Yusuf saja." Ucap sang opa.


" Benar apa yang di bilang ayah mertua mi." Ucap papi Yusuf.


" Ya sudah, kalau begitu kita susul saja Pi." Ucap mami Yusuf dan langsung berdiri setelah itu melangkahkan kakinya ke arah Yusuf.

__ADS_1


" Lagi ngapain kamu di sini Areta ?." Tanya Yusuf kepada sang adik yang bernama Areta.


Deg.


" Kaka." Ucap Areta kaget sekaligus gugup karena takut.


" Kaka tanya sekali lagi, ngapain kamu di depan pintu kamarnya Amel, Areta." Ucap Yusuf sambil menatap tajam ke arah sang adik.


" Aku ngga ngapa ngapain ko." Bohong Areta.


" Bagus ya... udah pandai berbohong." Ucap Yusuf sinis.


" Aku ngga bohong ko ka." Ucap Areta tetap di posisi berbohong.


" Siapa yang ngajarin kamu untuk berbohong Areta." Tanya Yusuf lagi.


" Ih aku ngga bohong Kaka, dan ngga ada yang ngajarin aku untuk bohong." Ucap Areta tetap di posisi berbohong.


" Kaka tanya sekali lagi Areta ngapain kamu di depan kamarnya Amel !." Teriak Yusuf menggema sampai seluruh rumah mendengar teriakkan Yusuf dan membuat Amel yang saat ini masih terlelap pun bangun karena mendengar teriakkan di pagi pagi hari.


Hingga yang saat ini berada di kamarnya yang lebih tepatnya sang pemilik kamar ini terusik akibat teriakan.


" Aduh siapa sih pagi pagi udah teriak dan ganggu tidur aja." Ucap Amel sambil duduk di tempat tidurnya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Setelah mendapatkan kesadarannya dan merasa sudah terkumpul Amel pun turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju ka arah pintu.


Ceklek.


" Siapa sih yang pagi pagi sudah berisik dan kenapa pagi pagi sudah berteriak." Ucap Amel yang saat ini masih mengantuk dan dia pun menyandarkan badannya serta kepalanya di pinggir pintu handle.


" Loh, Amel beluk berangkat sekolah." Tanya Yusuf.


Karena menurut Amel yang memanggil dirinya bukan Yusuf maka Amel menjawab pernyataan yang barusan di tanyakan.


" Ka Vito lupa ya... kalau Amel bisa berangkat ke sekolah setelah kalian sarapan." Ucap Amel sambil mata masih terpejam.


" maksudnya ?." Tanya Yusuf.


" Aduk ka Vito ini gimana sih, kan biasanya juga kalian ngga pernah ngijinin aku buat ikut sarapan sama kalian jangankan sarapan kasih uang aja tidak buat jajan di sekolah." Ucap Amel spontan tanpa melihat orang yang saat ini sedang di ajak bicara.


Dan betapa kagetnya mami dan papi Yusuf ketiak sudah sampai di depan pintu kamar Amel dan betapa kagetnya ketika Amel mengatakan yang sebenarnya, bukan hanya mami dan papi nya saja yang kaget Areta di dan juga Yusuf kaget ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Amel.


" Amel lihat Kaka. " Ucap tegas Yusuf.


" Ngapain sih lihat ka Vito dan tumben tumbenan juga ka Vito nyuruh Amel buat natap Kaka." Ucap Amel yang masih belum sadar.


" Amel Kaka ingin tanya sama kamu." Ucap Yusuf memberikan pertanyaan kepada amel.


" Mau tanya apa ka ?." Tanya Amel sambil mata terpejam dan juga menyenderkan badannya di tembok.


" Apa bener kamu selama ini tidak pernah di kasih uang jajan dan juga kalau berangkat sekolah kamu harus menunggu mereka selesai sarapan." Tanya Yusuf serius pada Amel.

__ADS_1


" ka Vito ini kayaknya amnesia ya.. sampai sampai harus bertanya kaya begitu." Ucap Amel.


" Dari pada nanya ke aku dan ngga jelas mending ka vito cepetan berangkat saja deh." Usir Amel.


" AMEL DENGERIN DULU KA YUSUF DAN JANGAN PERGI SELANGKAH PUN SEBELUM KA YUSUF SURUH KAMU !." Teriak Yusuf menggelegar dan membuat sang opa dan Oma yang berada di bawah pun kaget karena teriakan Yusuf yang cukup keras seperti sebelumnya.


" Anak itu pagi pagi sudah berteriak dan mengganggu konsentrasi saja." Kesal sang opa yang saat ini sedang membaca koran tetapi tidak jadi karena moodnya sudah jelek gara gara sang cucu.


" Sabar mas kan dia juga cucu kandung kamu." Ucap sang istri yang menenangkan suaminya yang saat ini dalam mode jelek.


" Sabar dari mana, dia sudah ketiga kalinya dalam sehari bikin aku kesal saja." Ucap sang opa sambil melepaskan tangan istrinya dan berdiri serta melangkahkan kakinya menuju ke arah suara Yusuf.


" Rumah ini sudah tidak ada damainya sama sekali." Ucap sang Oma yang langsung berdiri dan mengikuti langkah suaminya.


Ketika Yusuf melihat sang opa dan Oma berjalan menuju arah di mana dirinya berada saat ini.


" Apa apaan kamu Yusuf pagi pagi sudah berteriak dan kamu juga lagi ngapain masih berdiri di depan pintu sambil menyenderkan badan di tembok." Ucap sang opa marah.


" Jangan salahkan aku ya... tuan besar yang terhormat, disini yang harus di salahkan adalah tuan muda Vito." Ucap Amel sambil menunjuk ke arah Yusuf yang dikira oleh Amel adalah Vito.


" Ngapain kamu menunjuk ke arah Yusuf." Tanya opa lagi.


" Di sini tidak ada tuan muda Yusuf tuan besar dan yang di hadapan aku ini adalah tuan muda Vito." Ucap Amel yang masih belum sadar.


" Ambilkan air." Ucap opa kepada sang istri.


" Buat apa ?." Tanya sang Oma.


" Cepat bawa saja dan jangan banyak bertanya, faham." Ucap tegas sang opa.


" Baiklah." Ucap pasrah Oma.


Akhirnya Oma pun pergi untuk mengambilkan air dan setalah mendapatkan nya Oma pun kembali lagi ke tempat di mana sang suami berada.


" Nih airnya." Ucap sang Oma sambil memberikan airnya kepada sang opa dan opa pun menerimanya setalah itu.


Byur.


" kebanjiran kebanjiran kebanjiran." Ucap Amel kaget dan berlari mencari perlindungan.


" Mau pergi kemana kamu." Ucap opa sinis.


" Jangan pergi kemanapun sebelum saya suruh kamu pergi, faham." Ucap tegas opa.


Hay Hay Hay semuanya hehehe


maaf ya.. baru bisa up lagi hehe


Aku ngga bakalan banyak bicara kali ini tapi aku cuman mau minta maaf banget kalau misalnya ada kata kata yang membuat kalian tersinggung ya... dan maaf banget kalau misalnya banyak typo.


Terima kasih 😁😁

__ADS_1


Salam sayang 🤗🤗


__ADS_2