
" Silahkan pak di nikmati hidangan nya." ucap pelayan kafe yang tidak lain temannya putri.
" Iya terima kasih ya.." ucap Yusuf sambil mengucapkan terima kasih kepada pelayan. Dan pelayan kafe pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda sama sama.
" ayo makan dulu." ucap Yusuf sambil menyuapkan makanan kepada mulut putri.
" Ih Kaka ini kenapa sih malah suapin aku, kan aku udah bilang kalau aku ngga lapar dan ngga mau makan." ucap putri protes karena Yusuf memasukkan makanan kepada mulut putri.
" Udah jangan banyak protes dan habiskan makanan yang di mulut kamu." ucap Yusuf sambil memasukkan makan yang berada di piring.
" Kaka kenapa pakai sendok bekas aku sih." Gerutu putri yang kesal karena Yusuf pun makan menggunakan sendok yang bekas Putri.
" Memangnya kenapa ? ada yang salah, ngga kan." Jawab enteng Yusuf sambil menyuapkan makanan kedalam mulut Putri.
" ka..." Ucapan putri terputus gara gara Yusuf memotong pembicaraan nya.
" Udah makan dulu dan jangan banyak ngomong nanti keselek." Ucap Yusuf sambil menyuapkan makanan untuk dirinya sendiri.
" Kaka minggir dulu sana aku mau ke toilet." ucap putri mencari alasan.
" Engga mau nanti kamu kabur lagi." ucap Yusuf.
" Engga ka aku cuman mau ke toilet doang ko." ucap putri lagi sambil memasukkan handphone nya ke dalam tas dan ketika bersiap berdiri serta menggendong tasnya ternyata tas yang putri pakai langsung di lepas oleh Yusuf.
" Ngapain kamu bawa tas ke toilet coba." Ucap Yusuf sambil menatap wajah putri.
" ih ngga papa dong ka kan yang namanya toilet bebas mau bawa apapun." Ucap putri yang tetap mencari alasan.
" Sekali ngga ya engga putri, pokonya tas kamu jangan di bawa bawa kemanapun." Ucap Yusuf kekeh.
" Terserah Kaka aja deh." pasrah putri.
" Jangan lama lama ke toilet nya dan balik lagi ke sini." ucap Yusuf mengingat kan.
__ADS_1
" Hem." ucap putri malas.
Setelah itu Yusuf mengijinkan kan putri ke toilet dan memberikan jalan untuk putri keluar dari meja makan yang saat ingin mungkin membuat putri merasa sumpek. Namun ternyata putri tidak pergi ke toilet melainkan menemui Cantika.
" Mba cantik sini dulu deh." ucap putri memanggil Cantika sambil melambai lambai kan tangannya.
" Ada apa put." Ucap Cantika yang saat ini sudah berada di hadapan putri.
" Mba kali ini aku ijin pulang ya.. dan ijin kerja please ya...." Ucap putri sambil memperlihatkan puppy aye nya dan juga menangkup kan tangannya di depan dada.
" Loh memang nya ada apa dan tumben tumbenan kamu ijin pulang hari ini." Ucap Cantika sambil menatap wajah putri.
" Nanti aja ya.. Mba kalau ada waktu aku kasih tau, dan juga kalau ada orang yang tanya putri kemana bilang aja putri pulang dan putri juga minta tolong sama mba untuk ambil tas putri ya.. please." Jelas putri sambil melirik ke arah kiri dan kanan, depan dan belakang.
" Insya Allah kalau soal tas akan mba bawa tapi kalau ijin pasti bisa nanti mba akan bolang mba Hanum." ucap Cantika.
" Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang ya..." ucap putri senang karena menurut dirinya dia akan bebas dan juga tidak akan bertemu lagi dengan ka Yusuf. Putri pun berfikir kenapa juga harus kasih tau tempat kerjanya dan beginilah akibatnya. Dan ketika baru beberapa langkah berjalan ternyata tangan putri pun di tarik dan di bawa ke arah luar menuju mobilnya, dan putri pun berusaha lepas dari orang yang menarik tangannya. Ketika dia melihat orang yang menarik tangannya yaitu ka Yusuf putri pun berusaha lepas, namun sayang beribu sayang tangan putri tidak bisa lepas dari cekakan tangan Yusuf. Dan ketika sudah sampai di depan mobilnya Yusuf pun menyuruh putri untuk masuk.
" Aku ngga mau dan kenapa Kaka menarik tangan aku ke mobil Kaka." Ucap putri yang masih meronta dan berusaha untuk kabur.
" Aku bilang masuk putri dan apa mau aku gendong." ucap Yusuf tegas sambil membukakan pintu mobil.
" Iya iya aku masuk." ucap putri pasrah kembali karena rencana kaburnya gagal total.
" Duduk yang bener dan jangan kabur lagi ngerti." Ucap Yusuf memerintahkan putri untuk menurut dan juga menutup mobilnya dan Yusuf pun lari ke arah kemudi mobil untuk masuk setelah Yusuf masuk Yusuf pun menyuruh putri untuk memasangkan salt belt nya dan juga dirinya.
" Hem." ucap putri malas.
" put tolong pasangin salt belt punya Kaka sekalian ya.." Ucap Yusuf meminta bantuan putri untuk memasangkan salt belt nya."
" Kenapa ngga Kaka sendiri aja sih kan Kaka juga bisa masang salt belt nya." Ucap putri tidak mau.
" Ayo dong put bantuin kakak dulu kenapa kan masang nya juga ngga bakalan sampai 10 menit." ucap Yusuf yang berusaha untuk menyuruh putri memasangkan salt belt nya.
__ADS_1
" Nah itu Kaka kan tau kalau masangin salt belt ngga bakalan sampai 10 menit kenapa ngga Kaka pakai aja sekalian." ucap putri sambil membalikan kata kata Yusuf.
" Gitu aja kamu ngga mau bantuin put, tega bener sama calon suami." Ucap Yusuf kecewa karena putri tidak mau membantu dirinya untuk memasangkan salt belt nya dan dia juga menekankan kata calon suaminya supaya putri bisa mengetahui apa yang seharusnya di lakukan oleh calon istrinya.
" Hey ka aku ini bukan calon istri mu ya.. dan Kaka juga bukan calon suami aku." Ucap putri melotot kepada Yusuf karena dengan seenak jidatnya dia menganggap dirinya adalah calon suami dan sedangkan putri di anggap oleh dia calon istrinya."
" Tidak usah melotot dan mending kamu dudk yang bener jangan banyak gerak." Ucap Yusuf sambil menyuruh putri duduk dan Yuga membawa kepala putri ke arah pundaknya dan juga tidak lupa tangan yang akan selalu ia genggam kemampuan.
" Ih ngapain lagi sih main bawa bawa kepala aku di pundak Kaka dan kenapa lagi ini tangan main di genggam aja." Ucap putri sambil berusaha berontak dari genggaman Yusuf dan melepaskan kepalanya yang berada di pundak Yusuf, namun apalah daya ternyata tenaga dia lebih besar di bandingkan dengan dirinya.
" Sudah diem aja dan jangan bergerak ngerti." Ucap Yusuf memerintahkan putri tetap diam karena dirinya segera menyalakan mobil menuju ke arah rumah sakit di mana dia bekerja.
Mobil pun maju membelah jalan raya ibukota di temani dengan pemandangan sore hari dan tidak lupa juga seseorang yang saat ini sedang berada di sebelah kirinya dan juga genggaman tangannya, setelah cukup lama menempuh perjalanan yang cukup lama Yusuf pun akhirnya sampai di depan rumah sakit besar yang berada di ibukota. Namun, mobil sudah berhenti di parkiran dan Yusuf pun melepaskan salt belt nya ketika ingin memberi tahu putri bahwa dirinya sudah sampai dan menyuruh turun tapi sang empu malah sedang tertidur pulas.
" Ternyata kamu manis put kalau sedang tidur, dan adem juga seperti bayi yang baru lahir." Ucap Yusup pelan sambil membawa putri kedalam pelukannya dan tidak lupa juga mengusap kepala putri. Karena terlalu lama tidur Yusuf pun berniat membangunkan putri untuk bangun.
" Bangun put kita sudah sampai." Ucap Yusuf sambil menepuk neouk pipi kiri putri.
" hoam." ucap putri sambil menggeliat dan juga memeluk Yusuf, karena menurut putri yang dia peluk saat ini adalah sebuah guling yang berada di panti asuhan.
" Mau turun atau mau masih mau peluk Kaka put." Ucap Yusuf menggoda dan memperat pelukannya.
" Kenapa ada suara ka Yusuf ya.. dan kenapa dia bisa ada di kamar ku, dan mana mungkin ibu panti mengijinkan orang lain untuk masuk ke kamar aku tanpa seijin aku." Ucap putri dengan suara serak dan malah mempererat pelukannya karena kesadaran putri belum terkumpul.
" Haha kenapa kamu gemesin banget sih haha, masa Kaka di bilang bantal." Tawa Yusuf.
" Tapi kenapa kaya nyata banget ya.. suaranya dan kaya Deket gitu suaranya." Ucap putri sambil membuka mata secara perlahan lahan dan deg.....
Hay Hay selamat pagi semuanya hehe maaf baru bisa up dan maaf juga kalau misalnya banyak typo. Selamat beraktifitas bagi teman teman semuanya dan tetap jaga kesehatan teman teman semuanya.
terima kasih 😁😁
salam sayang 🤗🤗🤗
__ADS_1