Putri

Putri
Episode 14


__ADS_3

" kenapa kau yang jadi sangat antusias Mel ?." Tanya Putri.


" Bagaimana tidak antusias coba hehe." kekehan Amel sambil memperlihatkan gigi putihnya.


" Ya.. sudah aku tutup telfon dulu ya... dan kamu juga jangan terlalu begadang Mel." Ucap putri mengingatkan Amel supaya tidak terlalu sering bergadang.


" Iya iya ibu sekolah." Ucap Amel yang saat ini sedang memperagakan dirinya seperti murid yang harus taat kepada gurunya.


" Ya . sudah kalau begitu aku pamit ya... dan assalamualaikum." Ucap putri pamit dan jga langsung mematikan video call nya.


setelah Putri mematikan video call nya Yusuf pun masuk ke kamar Amel dan pura pura tidak mengetahui nya sama sekali dan dia juga menanyakan siapa yang barusan video call.


"Lagi ngapain Mel." Ucap Yusuf masuk ke kamar Amel dan langsung mendudukkan bokongnya di ranjang Amel."


" Lagi duduklah lah ngapain lagi coba." Ucap Amel yang merasa kesal kepada sang Kakaknya ini dan bukan hanya itu saja kakaknya baru pulang dari rumah sakit malah langsung pergi ke kamar Amel.


" Tadi Kaka sebelum ke sini dengar suara de." Ucap Yusuf.


" Iya " Ucap Amel.


" Oh iya de Kaka boleh tanya ngga ?." Ucap Yusuf takut takut kalau adiknya ini akan meledek dirinya.


" Mau tanya apa emang ko kaya serius banget." Tanya Amel membalikkan badannya menghadap ke arah Yusuf.


" Iya Kaka mau tanya, putri udah ada yang punya belom." Ucap Yusuf.


" Udah." Jawab spontan Amel namun itu hanya bertujuan untuk mengerjai sang Kaka.


" Serius Mel Kaka ngomongnya." Ucap Yusuf kesal karena adiknya ini Masri sedang meledek dirinya atau juga mengerjai dirinya.


" Aku lebih serius malah ka dan aku juga ngba bohong ko." Ucap amel yang saat ini ingin ketawa sekali karena melihat wajah sang Kaka sudah berubah.


" Apa kamu tau siapa orangnya." Tanya Yusuf lagi.


" Tau dong dan malahan tau banget." Bohong Amel.


" Siapa ?." Tanya antusias Yusuf yang akan mendengar jawabannya dari sang adik.


" Rahasia." Ucap Amel.

__ADS_1


" Ayo dong Mel kasih tau Kaka." Ucap Yusuf sambil menggoyang kan lengan Amel seperti anak kecil.


" Ih Kaka ini kaya anak kecil aja sih, mending Kaka tanya aja langsung sama orangnya dan kalau aku kasih tau nanti takutnya aku ikut campur dalam hubungan mereka." Ucap Amel sambil berusaha melepaskan tangan kakaknya dari lengan Amel.


" Engga mau sebelum kami jelasin ke Kaka siapa laki laki yang saat ini sedang dekat sama putri." Ucap Yusuf lagi sambil mempererat tangannya di lengan Amel.


" Dari pada aku yang ngasih tau mending Kaka tanya aja langsung ke orangnya biar Kaka lihat dan dengar dengan sendirinya." ucap Amel kesal.


" ya.. sudah kalau kamu ngga mau ngasih tau ke Kaka maka Kaka akan potong uang jajan kamu dan akan Kaka kasih tau mami sama papi kalau anak perempuannya ini kerja." Ancam Yusuf sambil melepaskan tangannya dari lengan Amel dan ketika Yusuf berniat untuk turun dari kasur Amel, Amel pun mencegahnya dan memohon agar kakaknya ini jangan kasih tau mami papi nya.


" Ih Kaka jangan kasih tau dong, masa tega sih sama adeknya sendiri." Ucap Amel mengambil lengan Yusuf dan memegang erat dan Yusuf pun berusaha untuk melepaskannya namun, Amel tetap saja memegang erat tangannya.


" Kaka akan tetap bilang sama mami papi." Ucap Yusuf lagi dan Yusuf pun melangkahkan kakinya serta menghiraukan keberadaan Amel yang saat ini mengekor dirinya serta memegang lengannya.


" Ya sudah sana bilang aja sama mami dan papi kalau anaknya ini kerja buat bisa bayar sekolah sama kebutuhan sekolah." Ancam Amel balik dan seketika itu juga iga Yusuf memberhentikan langkahnya.


" Ya sudah Kaka akan bilang." Ucap Yusuf lagi tanpa menghiraukan ancaman Amel.


" Oh yasudah sana aku mau telfon putri lagi dan mau lihat pacarnya putri." Ucap Amel memanasi sang Kaka dan benar saja kakaknya langsung membalikkan badannya serta melangkahkan kakinya ke arah Amel lagi.


" Ayo." Ucap Yusuf dengan tidak malunya membawa Amel duduk dan juga mengambil handphone amel yang tergeletak di dalam selimut dan langsung menekan tombol video call.


" Halo Mel." Ucap putri di dalam video.


" Halo yang." Ucap Yusuf menjawab kata kata putri.


" Loh." Kaget putri di dalam video ternyata yang menelfon video call itu adalah Yusuf kakaknya Amel.


" Kenapa yang, ko kaget gitu." Ucap Yusuf tersenyum dan tanpa di sadari oleh Yusuf amel pun merasa tertimpa keberuntungan karena baru pertama kalinya kakak nya tersenyum lagi.


" Engga." Jawab putri singkat.


" ko jawabannya engga sih yang." Ucap Yusuf sambil merebahkan badannya di kasur Amel hingga membuat Amel pun kesal dan mendorong tubuh Yusuf.


" Hei ka jangan tidur di kasurku."Ucap Amel mendorong tubuh Yusuf dan seketika.


Bug


" Sakit Mel." ucap Yusuf melirik ke arah Amel yang saat ini sedang melipat kedua tangannya dan melirik ke arah lain.

__ADS_1


" Kamu ini ya.. jadi perempuan ko ngga ada manis manisnya sih sama Kaka." Ucap Yusup sambil melihat ke arah handphone yang saat ini masih di pegang oleh dirinya dan ternyata masih terhubung.


" Yang lihat deh calon adik ipar kamu itu nakal banget." Adu Yusuf pada putri hingga membuat putri dan Amel pun ngomong secara bersamaan.


" Terserah." Kompak Amel dan putri.


" Ih ko gitu sih yang." Kata Yusuf merajuk seperti anak kecil yang meminta permen.


" Yang yang pea Lo ka." Ucap putri yang mengeluarkan jurus Lo.


" Ko ngomongnya jadi kaya gitu sih yang sama calon suaminya."Ucap Yusuf menyebut dirinya dengan sebutan calon suami.


" Ehem." ehem Andra.


" Put sudah dulu ya.. video call nya nanti Kaka ngga bakalan bisa fokus kalau kamu berisik begini." Ucap Andra yang saat ini sedang melirik ke hp putri dan melihat laki laki yang sepertinya sama umur dengan dirinya.


" Iya ka nanti putri tutup deh." ucap nurut putri hingga membuat tangan Andra pun mengelus kepala putri namun, di seseorang yang berada di telfon marah ketika melihat adegan putri di elus oleh seseorang.


" Hei apa apaan kamu main mengelus kepala calon istrinya orang." Ucap Yusuf lagi yang menyebut dirinya sebutan calon suami dan untuk putri calon istrinya.


" siapa bilang aku calon istrinya Kaka ?." Tanya putri kepada Yusuf.


" Ya... kamu lah yang masa orang lain lagi sih." Ucap Yusuf kesal karena putri tidak menganggap dirinya sebagai calon suami.


" Enak aja." Ucap Andra yang ikut menimpali ucapan Yusuf.


" Udah deh ka jangan kaya anak kecil ih, engga malu apa sama umur Kaka." Ucap putri sambil mengelus lengan Andra.


" Iya iya tuan putri." Ucap Andra yang menirukan seperti bawahan saja.


Hay Hay Hay selamat sore semuanya hehe.


maaf ya... up dikit.


masih kurang ngga enak badan hehe.


maaf ya...


Terima kasih 😁😁😁

__ADS_1


salam sayang 🤗🤗


__ADS_2