Putri

Putri
Episode 15


__ADS_3

" Mending Kaka fokus aja menyetir ya... dan jangan ikut campur dulu ok." ucap putri kepada Andra.


" Iya iya." Pasrah Andra.


" Oh iya untuk ka Yusuf mending Kaka matiin aja ya... karena aku ngga mau di ganggu sama Kaka dan kalau ngga penting mending jangan video call ataupun yang lainnya karena itu hanya membuang waktu saja." Ucap putri kepada Yusuf dan membuat Yusuf pun kesal karena putri tidak ingin berbicara dengan dirinya sama sekali.


" Ko begitu sih." Ucap Yusuf yang meminta jawaban kepada putri.


" Kenapa ? ngga suka ?." Ucap putri.


" Ya iya lah." Jawab Yusuf cepat.


" Ya sudah kalau ngga suka matiin aja handphone nya kan beres." Balas putri.


Tanpa aba aba Andra malah tertawa hingga membuat Yusuf pun yang berada di seberang telfon marah.


" Hei ngapain kamu tertawa apa ada yang lucu ?." Ucap Yusuf kepada Andra.


" Ya iya lah aku tertawa karena lucu hahaha baru kali ini ada yang di tolak oleh putri hahaha dan baru kali ini aku melihat putri kesal hahaha." Ucap Andra yang masih tertawa dan tertawa.


" Oh jadi sebelum aku ternyata ada cowo lain gitu pun ?." Tanya Yusuf.


" engga ka....." Ucapan putri terpotong karena Andra yang langsung menjawab pertanyaan Putri.


" Iya..." Jawab cepat Andra dan tertawa kembali.


Karena merasa di permainan dan di permalukan Yusuf pun langsung mematikan video call nya dan juga membaringkan handphone Amel ke lantai hingga pecah berserakan dan membuat Amel pun menjerit serta marah.


" Apa apaan sih ka, ngapain handphone Amel di banting begitu sampai pecah pula lagi dan kalau misalnya Kaka kesal atau marah seharusnya Kaka ngga usah banting barang. Kaka mikir ngga sih itu Amel beli handphone hasil pecahin tabungan Amel !!." Teriak Amel kepada Yusuf sambil mendorong Yusuf dan membuat Yusuf pun jatuh ke lantai.


Bugh.


" Ah sakit...." Ucap Yusuf meringis menahan sakit di badannya akibat dorongan yang di berikan oleh Amel.


" Apa apaan sih kamu Amel main dorong Kaka aja, tau ngga ini sakit banget." Ucap Yusuf memarahi Amel yang saat ini sedang mengambil pecahan handphone yang di banting oleh Yusuf.

__ADS_1


" Bodo amat mau sakit satau ngga juga Amel ngga peduli sama Kaka, karena Kaka jahat banget sama Amel." Ucap Amel yang menjawab ucapan Yusuf dan juga menahan air matanya yang siap akan jatuh.


" Kaga usah nangis begitu kali Mel, handphone kan bisa di beli lagi tinggal minta aja uangnya sama mami dan papi." Ucap Yusuf enteng dan membuat Amel pun melirik ke arah Yusuf sambil menatap tajam.


" Aku tidak pernah minta sama mami papi lagi ya.. ka semenjak mereka memblokir semua kartu ATM aku dan apa Kaka tau hah !! uang sekolah dan uang jajan pun aku nyari sendiri hasil aku kerja dan jualan online ! Kaka tau ngga hah !." Marah Amel kepada Yusuf dan membanting kembali pecahan handphone yang sudah berada di tangan Amel ke pada wajah Yusuf hingga membuat Yusuf pun kesakitan lagi.


" Sakit Amel." Ucap Yusuf menatap tajam ke arah Amel.


" Sakit Kaka bilang hah ! lebih sakit mana ketika aku sudah tidak di anggap di keluarga ini dan jangankan uang jajan buat makan pun aku harus nyari sendiri kecuali minum sama teman at tinggal." Teriak Amel lagi.


" Halah bohong kamu Mel, jangan mengada Ngada dan jangan buat kebohongan." Ucap Yusuf yang tidak percaya dengan semua omongan Amel.


" Ooh Kaka juga ngga percaya ya.. sama amel seperti yang lainnya. Dan ternyata yang seharusnya menjada Amel pun ngga percaya." Ucap Amel lagi dan berdiri serta melangkahkan kakinya untuk ke lemari dan mengeluarkan semua barang barang yang ada di lemarinya hingga membuat Yusuf pun kaget bukan main.


" Amel apa yang kamu lakukan dan ngapain kamu mengeluarkan baju baju kamu dalam lemari hah." Ucap Yusuf yang berusaha berdiri dan juga berusaha untuk menahan Amel agar tidak mengeluarkan baju bajunya.


" Untuk apa Kaka melarang aku hah ! Bukannya Kaka ngga percaya sama Amel dan bukannya Kaka lebih percaya sama orang lain di bandingkan adiknya sendiri." Ucap Amel lagi.


" Tapi mana mungkin mami sama papi melakukan itu pada kamu Mel, apalagi kamu masih SMK dan jangankan mami pagi Kaka kamu yang lain pun mana mungkin tega dan membiarkan kamu tidak pernah di kasih uang jajan." Ucap Yusuf yang masih tidak percaya dnegan omongan Amel.


" Dan apa Kaka tau, aku bisa makan dan jajan pun itu uang dari Kaka Yusuf karena kakakku yang lain tidak ada yang peduli sama amel ka. Dan ala kau tau ka bahkan aku pernah tidak makan selama seminggu karena aku tidak di kasih uang jajan dan apa kau tau supir yang biasanya antar jemput Amel pun tidak pernah lagi hingga pada akhirnya Amel pun naik angkot." Jelas Amel panjang lebar kepada Yusuf.


" Apa !!." Kaget Yusuf.


" Apa kamu saat ini tidak sedang bermain drama kan Amel." Ucap Yusuf lagi yang mencoba untuk percaya sama semua perkataan Amel.


" Buat apa aku bohong, kalau Kaka ingin tau mending Kaka tanya aja sana ketua pelayan yang ada di rumah ini." Ucap Amel yang sudah menutup koper yang berisi baju bajunya.


" Mel jangan lakukan ini Mel." Ucap Yusuf yang berusaha berdiri dan juga berusaha mencegah Amel untuk pergi dari rumah ini.


" Maaf ka tapi Amel sudah bertekad untuk pergi dari rumah ini karena menurut Amel rumah ini sudah bukan tempat tinggal Amel lagi dan di sini juga amel sudah bukan keluarga ini lagi." Ucap Amel sambil menurunkan kopernya dan menyeret menuju pintu keluar dari kamar.


" Engga Mel kamu ngga boleh pergi ataupun keluar dari rumah ini, kamu adalah adik Kaka yang Kaka sayang Mel !." Teriak Yusuf kepada Amel namun, sayangnya Amel sudah keluar dari kamarnya dan melangkah kaki nya serta menyeret kopernya menuju pintu utama keluar dari rumah ini.


" Maaf ka tapi Amel harus pergi karena Kaka juga sudah tidak percaya lagi sama Amel, apalagi dulu Amel bertahan demi Kaka dan mempermalukan diri Amel." Gumam Amel sambil membalikkan badannya dan menatap kamar Amel yang selama ini menjadi tempat singgah dirinya selama belasan tahun dan bukan hanya itu saja tapi menjadi kenangan pahit bagi dan kenyataan yang menyakitkan, di rasa sudah cukup amel pun membalikkan badannya lagi namun, kepala pelayan melihatnya dan juga menghampiri nya.

__ADS_1


" Loh non mau kemana jam segini." Ucap kepala pelayan."


" Amel mau pergi bi, dan tolong jaga ka Yusuf serta semua keluarga ini ya..." Ucap Amel tersenyum kepada sang kepala pelayan dan juga menyuruh untuk menjaga keluarga Sanjaya ni.


" nona tidak boleh pergi, apalagi ini sudah malam dan seharusnya nona tidur saja biar besok tidak telat berangkat sekolahnya." Ucap kepala pelayan sambil mencoba mengambil alih membawa koper yang saat ini di pegang oleh Amel.


" Tidak bi, Amel harus pergi saat ini juga dan rumah ini pun bukan rumah Amel." Ucap Amel kepada kepala pelayan.


" Ini rumah nona dan tidak ada yang pergi selama bibi masih di sini." Ucap sang kepala pelayan.


" Tidak bisa bi." Ucap Amel lagi.


" Aku mohon sama bibi ya.. tolong jaga keluarga ini baik baik dan Amel pamit bi." Ucap Amel sambil memeluk kepala pelayan.


" Tapi no...." ucapan kepala pelayan berhenti ketika Amel memotong perkataannya.


" Tidak ada tapi tapian bi. " Ucap Amel lagi.


" Kalau begitu Amel pamit ya.... dan maaf kalau misalnya amel suka bikin bibi repot, kesel, bete atau yang lainnya.


Hay Hay Hay semuanya hehehe


maaf banget ya.. lama tidak up dan maaf banget baru bisa up hehe.


kemarin kondisi nya kurang fit dan ngga mungkin juga buat nulis novel hehe.


seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya kalau misalnya Ning punya salah baik di sengaja maupun tidak, secara lisan dan tulisan dan maaf banget kalau misalnya ada kata katan yang menyinggung kalian semua, dan maaf banget juga kalau misalnya kebanyak typo hehe.


Tetap jaga kesehatan ya... buat teman teman semua dan jangan lupa untuk istirahat yang cukup biar badan kalian tetap fit dan sehat walaupun dalam keadaan apapun kalian semua harus sempat untuk menjalankan ibadah kalian sesuai dengan agama kalian masing masing hehe.


Tetap jaga kesehatan dan keselamatan ya...


Terima kasih 😁😁


Salam sayang 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2