Putri

Putri
Episode 11


__ADS_3

" Ih Kaka malah nakutin aku sih." ucap putri kesal dan memeluk lengan andra.


" Siapa suruh susah bangun dan siapa suruh juga malah asik ingin tidur lagi, ternyata kebiasaan buruk mu itu masih belum hilang ya...." Ucap Andra sambil mencubit pipi putri yang saat ini posisi Puteri masih berada di sisi Andra.


" Aku bukan susah tidur ya.. ka dan kebiasaan burukku itu sudah hilang dan jangan di samakan dengan apa yang Kaka barusan omongin." Ucap putri kesal dan melepaskan lengan Andra yang tadi sempat putri peluk serta memalingkan wajahnya ke arah lain dan juga bersidekap tangannya di dada.


" Hei ko kesal gitu sih." Ucap Andra membalikkan badannya ke arah putri yang saat ini sedang memalingkan wajahnya dan bersidekap di dada.


" Aku ngga kesal ko." Kilah Putri.


" Kalo ngga kesal kenapa memalingkan wajahnya kamu Hem. " Ucap Andra yang saat ini berhadapan dengan putri dan tidak lupa kebiasaan Andra yaitu mengusap kepala putri yang tertutup hijab sebagai tanda sayang.


" Hanya ingin saja." Jawab putri singkat.


" Ya sudah terserah kamu deh ya... mending kita masuk aja karena hari udah malam dan kamu juga belum makan kan put." Ucap Andra mengalah dan juga menghela nafas untuk tetap sabar menghadapi putri yang saat ini sedang kesal dan Andra pun mengajak putri untuk masuk kerumahnya dan juga mengajak putri untuk makan.


" iya." Jawab singkat putri lagi.


" Ya sudah ayo." Ucap Andra sambil memeluk bahu putri.


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah Andra yang besar, dan di sana bukan hanya Andra saja yang tinggal melainkan kedua orang tua Andra sendiri. Dan setelah masuk ke dalam rumah putri dan Andra pun di sebut oleh pelayan rumah yang saat ini sedang membuka pintu ke arah di mana kedua orang tuanya berada.


" Selamat malam Tuan muda, Tuan besar dan Nyonya saat ini sedang di ruang keluarga tuan." Ucap pelayan menyapa Tuan muda nya dan membuka pintu masuk ke ruang keluarga.


" Baik terima kasih." Ucap Andra berterima kasih.


" Sama sama tuan." Ucap pelayan lagi.


Andra pun masuk ke ruang keluarga dan di sana terdapat ayah dan bunda Andra.


" Assalamualaikum selamat malam ayah dan bunda yang paling cantik dan ganteng yang tidak ada duanya." Ucap Andra mengucapkan salam kepada ayah dan bunda nya yang saat ini berada di ruang keluarga dan tidak lupa juga Andra menggoda sang ayah dan bunda.


" Waalaikumsalam nak." Ucap Bunda andra sambil membalikkan badan kepada sang anak yang saat ini berada di belakang.


" Kapan sampai ?." Tanya ayah Andra yang ikut membalikkan badannya juga.


" Baru saja ayah bunda." Ucap Andra sambil melangkahkan kakinya ke arah sang ayah dan bunda, dan setelah itu duduk di sofa yang dekat dengan kedua orang tuanya.


" Oh iya nak, itu siapa ?." Tanya bunda Andra.


" Apa bunda tidak kenal ?." Tanya Andra balik ke pada sang bunda, dan bunda pun menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak.


" Kalau ayah.?." Tanya Andra balik kepada sang ayah.


" Sepertinya sih ayah kenal tapi ayah juga tidak tau." Jawab ayah Andra ragu ragu.


" Apa kalian beneran tidak tau dan tidak kenal dengan wajah familiar ini ?." Tanya Andra kepada keduanya dan dengan serempaknya ayah dan bunda menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak tau.


" Baiklah kalau begitu." Ucap Andra pasrah dan langsung melirik ke arah putri.


" Put perkenalkan lagi nama kamu biar bunda dan ayah tau siapa kamu." Ucap Andra kepada putri yang saat ini berada di samping Andra dan putri pun setuju walaupun sebenarnya dia sedikit ragu.


" Baiklah ka." Ucap putri.

__ADS_1


" Halo om dan Tante per...." Ucapan putri terhenti ketika Andra memotong kata katanya.


" Ngapain kamu manggil ayah dan bunda itu dnegan panggilan Tante? biasa juga kamu manggil mereka dengan sebutan bunda." Kesal Andra kepada putri karena putri memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan om.


" Ih Kaka ini bisa diem dulu ngga dan jangan asal potong aja." Bisik putri ke telinga Andra dan juga mencubit perut Andra.


" sakit put." Ucap Andra sambil menghempaskan tangan putri dan dia pun langsung mengusap usap bekas cubitan yang putri berikan.


" Mangkanya Kaka diam dan jangan asal potong ucapan aku." Bisik putri lagi dan tanpa di sadari tingkah mereka berdua di lihat oleh kedua orang tua Andra dan juga membuat mereka tersenyum geli karena anak laki lakinya kesakitan gara gara di cubit oleh seorang perempuan.


" Apa tidak ada yang mau di jelaskan kepada kami berdua hem." Ucap ayah Andra yang menanyakan kepada Andra dan juga putri.


"Sana jelasin." Ucap Andra meminta kepada putri untuk menjelaskan nya.


" Baik tapi ingat Kaka jangan sampai memotong pembicaraan aku." Ancam putri kepada Andra dan juga menatap tajam ke arah Andra.


" Jangan suka mengancam orang dan jangan suka menatap tajam orang." Ucap Andra dan putri pun hanya menggerakkan matanya sebagai tanda malas untuk meladeni kata kata Andra.


" Assalamualaikum om perkenalkan nama saya Putri Citra Anindia dan putri sekarang tinggal di panti asuhan kasih bunda." Jelas putri memperkenalkan diri.


" Putri ? kasih bunda ?." Ucap serempak kedua orang tuanya Andra.


" Iya om." Jawab putri tersenyum.


" Apa kamu putri yang di panggil andra dengan sebutan pucit ?." Tanya bunda Andra kepada putri dan membuat putri pun mengangguk kan kepalanya.


" Dan apa kamu anak kecil yang selalu ngikutin Andra kemanapun ?." Tanya nya lagi dan putri pun mengangguk kan kepalanya lagi.


" Coba Tante tanya siapa Andra dan nama panjang Andra." Tany bunda Andra.


" Kapan tanggal lahir Andra." Tanya ayah Andra.


" 1 Januari 1991." Jawab putri.


" Hari nya lahir Andra." Tanya ayah lagi, karena ayahnya tau kalau misalnya ini beneran putri maka dia akan mengetahui apa yang Andra suka dan tidak Suka, tanggal lahir nya Andra lengkap beserta hari.


" Senin." Ucap putri.


" Wow ini beneran putri." Ucap bunda Andra langsung berdiri dari kursi dan melangkah kan kakinya menuju ke arah putri dan langsung memeluknya dengan erat.


" Apa kabar nak." Tanya bunda.


" Alhamdulillah baik t...." Ucapan putri terhenti ketika bunda Andra memotong kata katanya.


" Panggil bunda dan bukan Tante nak." Ucap bunda Andra sambil mengelus punggung putri dan sesekali mencium kepala putri.


" Baik t eh bunda." ucap putri masih ragu.


" Tidak usah ragu nak, bukannya sejak kecil kamu selalu memanggil dengan sebutan bunda Hem." ucap bunda Andra.


" Em iya bunda." ucap putri masih ragu ragu.


" Oh iya kenapa kamu bisa bareng dengan anak nakal bunda hem." Ucap bunda sambil menatap ke arah Andra yang saat ini masih mengelus perutnya.

__ADS_1


" Tadi aku ketemu putri di rumah sakit di tempat Andra kerja bunda." ucap Andra.


" Loh memangnya siapa yang sakit ?." Tanya bunda khawatir.


" Ngga ada yang sakit ko bunda, dia lagi main sama pacarnya di rumah sakit." Adu Andra kepada sang bunda sambil menunjuk ke arah putri.


" Sakit bunda, jangan jewer telinga putri ya..." Ucap putri meminta ampun kepada sang bunda untuk tidak menjewer kuping nya.


Note : Putri pakai kerudung yang langsung bisa masuk ya... teman teman.


" Hahahaha rasain hahaha." Tawa pecah Andra ketika melihat putri di jewer oleh sang bunda.


" Diam kamu Andra." Ucap bunda tegas sambil menatap tajam ke arah Andra, membuat Andra berhenti ketawa dan langsung menundukkan wajahnya hingga membuat putri tersenyum kemenangan.


" Apa yang di bilang Andra itu benar nak." Ucap bunda tegas dan menatap tajam ke arah putri hingga membuat nyali putri menciut seketika.


" Bukan bunda." Jawab putri.


" Lalu." Tanya bunda lagi.


" Dia itu dokter yang satu rumah sakit sama ka Andra bunda dan dokter itu juga adalah Kaka dari temen putri yang bernama Amel. Tapi putri tidak tau kenapa tingkah Kaka dari temen Amel itu aneh dan juga memaksa putri untuk ikut kemanapun." Jelas panjang lebar ucapan putri.


" Apa kamu berkata jujur kepada bunda Hem." Ucap bunda lagi.


" Putri berkata jujur ko." Ucap putri.


" Baiklah kali ini bunda akan percaya sama kamu tapi... jika kamu ketahuan oleh bunda maka bunda tidak akan segan segan untuk mengurung kamu dan menutup kamu dari dunia luar." Ancam bunda.


" Iya Bunda.


" Baiklah, karena bunda sudah lapar dan males memarahi kalian berdua lagi mending kita makan saja dan sepertinya hari ini kamu bisa makan banyak put." Ucap bunda.


" Tidak usah bunda, mending putri pulang saja karena takut ibu nyariin putri." ucap putri sopan.


" Tidak ada penolakan dan jangan membantah, ala kamu punya handphone." Tanya bunda.


" Ada bunda." Ucap putri sambil menunjukkan handphone nya.


" Sini biar bunda telfon ibu kamu." Ucap bunda mengambil handphone putri dan mencari kontak ibu panti.


Hay Hay Hay Hay


selamat siang semuanya hehe.


maaf banget baru bisa up lagi ya..


dan maaf banget karena hari ini baru bisa.


Seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya dan maaf bila Ning punya salah dalam ucap dan tulisan. dan maaf banget kalau misalnya hari ini banyak typo serta maaf banget kalau ada kata kata yang Ning tulis membuat kalian semua tersinggung.


Serta tolong maklumi ya.. jika alur tempat dan waktu nya kurang pas.


Terima kasih 😁😁

__ADS_1


Salam sayang 🤗🤗🤗


__ADS_2