
Putri pun langsung melepaskan badannya dari pelukan Yusuf dan juga menjauhkan badannya.
" Kenapa di lepas pelukannya hem.." Ucap Yusuf sambil mendekat ke arah putri.
" Engga papa." Jawab putri singkat dan malu ternyata dirinya ada di dalam mobil Yusuf dan juga dirinya tertidur.
" Karena sayang udah bangun ayo turun karena sedari tadi sudah sampai." Ucap Yusuf sambil membuka pintu mobilnya dan setelah itu menuju pintu mobil putri untuk di buka.
" Ayo turun." Ucap Yusuf setelah membuka pintu mobil putri.
" Ngapain Kaka ngajak aku kesini." Ucap putri bingung kenapa dirinya di ajak ke rumah sakit dan memangnya siapa yang sakit
" Udah ikut aja ayo." Ucap Yusuf sambil menggenggam tangan putri dan meninggalkan area parkiran mobil dan menuju ke ruangan Yusuf. ketika masuk ke lobby rumah sakit banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya dan juga ka Yusuf hingga membuat putri risih dengan tatapan mereka.
" Ka lepasin tangan putri." Ucap putri pelan.
" Engga." Jawab singkat Yusuf.
" Ih nyebelin banget sih, dasar tukang maksa." Gerutu putri dan Yusuf pun hanya cuek saja ketika putri menggerutu dan Yusuf pun fokus menyusuri setiap sudut rumah sakit sampai akhirnya berhenti di ruangan dengan bertuliskan " DR.YUSUF MAHENDRA spOG.
ceklek.
" Selamat sore dokter." Sapa para perawat yang merupakan asisten dokter Yusuf namun, dokter Yusuf hanya menganggukkan kepalanya saja dan tidak membalasnya atau menengoknya dan dia malah menuju ke arah kursi kebesarannya dan tidak lupa juga dia mengambil kursi satunya lagi untuk di letakkan di sampingnya.
" Duduk." Ucap dokter Yusuf.
" Engga mau ka." Ucap putri.
" Aku bilang duduk yang jangan ngebantah." Ucap Yusuf tegas dan juga mendudukkan putri di sebelah kursinya.
Awalnya para perawat mengira bahwa yang di bawa oleh dokter Yusuf adalah adiknya namun ketika dokter Yusuf menyebutkan panggilan sayang nya membuat para perawat patah hati dan juga sedih. Ternyata dokter yang selama bini jadi incaran para perawat telah memiliki kekasih.
" Dasar kaya bocah tukang maksa mulu kerjaannya." Ucap putri berusaha menjauhkan kursinya dari kursi Yusuf.
__ADS_1
Note : Rumah sakit yang saat ini menjadi tempat kerja Yusuf adalah miliknya dan milik keluarga Yusuf oleh karena itu dia tidak perlu ijin ketika membawa putri dan keluarga Yusuf mempunyai 4 rumah sakit lagi namun di kota lain.
" Jangan kemana mana yang." Tegas Yusuf sambil menahan gagang kursi yang berada di samping putri dan karena Yusuf sedang fokus dengan putri membuat para perawat memberanikan diri untuk bertanya kepada dokter Yusuf.
" Maaf dok ada pasien sekitar 20 orang yang menunggu dokter." Ucap perawat satu sambil menyerahkan data data pasien sebanyak 20 rangkap.
" Silahkan simpan dulu di sana nanti saya periksa satu satu." Ucap Yusuf tanpa menoleh ke arah perawat.
" Kaka ngapain lihatin aku dan kenapa juga Kaka cuekin Kaka perawat. kasihan tau kalau di cuekin kaya begitu." Ucap kesal putri sambil bersedekap tangan dan memalingkan wajahnya.
" Buat apa lihatin mereka kalau di depan aku itu ada kamu yang." Ucap Yusuf sambil meraih tangan putri dan bergelayut manja hingga membuat para perawat tercengang dengan tingkah dokternya itu apalagi menurut mereka dokter ini adalah dokter yang paling cuek sama yang namanya perempuan tapi dengan perempuan ini dokter Yusuf langsung berubah total seperti anak kecil.
" Ish lepasin ka." Ucap putri sambil melepaskan tangan Yusuf dari tangannya.
" Ih ngapain sih di lepas yang, biarin aja dulu kaya begini ka." Ucapan Yusuf terhenti ketika putri memotong pembicaraan Yusuf selanjutnya dan dia langsung berbicara kepada Yusuf untuk segera menangani pasiennya yang banyak itu.
" Dari pada Kaka manja kaya anak kecil mending Kaka urus tuh pasien yang banyak itu, kasihan mereka nunggu Kaka yang tidak memeriksa mereka." Ucap putri.
" Jangan banyak alasan ka, dan jangan jadikan aku ini sebagai pembuat keterlambatan Kaka dalam menangani pasien yang saat ini butuh pengorbanan dan Kaka yang sebagai seorang dokter itu harus nya profesional bukan no profesional." Jelas putri panjang lebar hingga membuat Yusuf mendengus kesal karena ceramah dari putri.
" Iya iya tuan putri hamba akan melaksanakan perintah tuan putri ini agar saya cepat dalam menangani pasien saya dan profesional dalam bekerja." Ucap Yusuf sambil memperagakan seperti pengawal tuan putri yang di dongeng dongeng.
" Sana cepat panggil, dan aku mau keluar dari ruangan ini biar Kaka bisa lebih profesional dan konsentrasi dalam menangani pasiennya." Ucap putri sambil beranjak berdiri dari kursi yang dia duduki dan di saat dia mulai mau melangkah ke arah luar tangannya di cekal oleh Yusuf.
" Mau kemana ha?." Tanya Yusuf.
" Mau keluar ." Ucap putri singkat.
" Ngapain keluar ?." Tanya Yusuf lagi.
" Mau keliling keliling rumah sakit ini lah dan nyari udara segar biar aku bisa bernafas lega lagi dan jangan takut kalau aku kabur karena mana mungkin aku kabur kalau aku saja tidak bawa motor." ucap putri panjang lebar.
" Tidak usah mending kamu duduk lagi aja di sini dan temenin aku." Ucap Yusuf yang menyuruh putri untuk duduk kembali.
__ADS_1
" Aku ngga mau duduk di kursi samping Kaka lagi dan mana mungkin aku duduk di sana lagi karena aku yang notabe nya bukan dokter ko bisa duduk di sana." Jelas putri dan menolak untuk duduk kembali.
" Aku yang nyuruh put." Ucap Yusuf memerintah .
" Walaupun Kaka nyuruh aku buat duduk lagi tetapi aku ngga mau dan aku mending keluar aja. Jika yang di pikiran Kaka takut kalau aku bakalan kabur maka cari orang saja buat temenin aku biar Kaka puas." Ucap putri tegas."
" Kaka bilang duduk put." Tegas Yusuf.
" Tapi aku tetep ngga mau." Ucap putri tak kalah tegas.
" Kenapa aku harus berdebat dengan putri sih, dan ngapain juga aku ngelarang dia untuk keluar kan aku bukan siapa siapanya putri, apa aku jatuh cinta sama ini anak dan apa aku suka sama anak ini, tapi mana mungkin karena perbedaan usia kami sangat jauh sekali." Ucap Yusuf pelan namun masih bisa di dengar oleh putri.
" Nah itu Kaka nyadar kan kalau aku bukan siapa siapanya Kaka dan ngapain juga Kaka larang aku keluar memangnya ada hak buat Kaka ngelarang aku. Engga kan ?." Ucap putri sinis.
" Ini si putri kenapa bisa tau dan bisa dengar ya.. padahal aku kan ngomongnya pelan banget, perawat yang di depan aku saja tidak dengar tapi ingat putri yang jaraknya cukup jauh tapi masih bisa dengar." Ucap Yusuf lagi.
" Aku masih dengar apa yang Kaka omongin dari awal ya.. ka dan bukan hanya itu saja yang aku dengar ka tapi banyak." Ucap putri sambil memperagakan tangannya banyak.
" Ok kamu boleh main tapi harus ada yang jaga kamu dan kamu hanya Kaka beri Waktu satu jam saja untuk keluar dari ruangan ini dan jika kamu melebihi maka Kaka sendiri yang akan susul kamu." Ucap Yusuf pasrah mengijinkan putri untuk pergi namun dirinya tetap mengawasi nya.
Hay Hay Hay selamat malam semuanya hehe.
mohon maaf banget ya.. teman teman semuanya hari ini Ning belum bisa up untuk semua karya Ning. Karena hari ini adalah hari sibuk Ning namun, Ning akan usahakan up malam ini jika ada waktu dan up siang jika keburu ya..
ini pun sebenarnya Ning ketik dari jam 05.00 Wib pagi namun apalah daya jika ternyata yang seharusnya beres malah terbengkalai hara gara hal yang tidak pernah Ning duga sama sekali.
sekali lagi Ning mohon maaf yang sebesar besarnya ya.. dan maaf banget kalau banyak typo, alurnya kurang sreg, dan banyak kata yang membuat teman teman tersinggung dan masih banyak lagi.
sekali lagi Ning mohon maaf banget dan beribu maaf.
Terima kasih 😁😁
salam sayang
__ADS_1