Putri

Putri
Episode 19


__ADS_3

" Kaka hiks hiks hiks hiks, apa salah aku yang sebenarnya hiks hiks dan mengapa mereka memebenci ku apa yang membuat mereka membenciku karena aku tidak mengikuti keinginan mereka menjadi dokter kah ?." Ucap Amel dalam tangis pelukan Yusuf dan mendongakkan kepalanya di depan Yusuf.


" Kamu tidak salah Mel, tapi yang salah itu mereka semua karena sudah memperlakukan kamu seperti ini." Ucap Yusuf sambil menyeka air mata Amel yang berada di pipinya.


" Lebih baik sekarang kamu beresin baju banu dan kamu ikut kaka." Ucap Yusuf melepaskan pelukannya dan mendorong Amel agar masuk ke dalam kamarnya dan membereskan baju bajunya karena Yusuf ingin membawa Amel jauh dari keluarganya yang saat ini masih egois.


" memangnya kita mau kemana ka ? ko nyuruh aku buat beresin baju." Tanya Amel yang masuk kedalam kamarnya di ikuti oleh Yusuf.


" Sudah jangan banyak tanya dulu." Ucap Yusuf melangkahkan kakinya ke arah lemari Amel ketika di buka lemarinya ternyata baju bajunya tidak ada.


" Mel baju kamu mana ?." Tanya Yusuf penasaran.


" Baju aku kan masih di dalam koper ka... engga aku keluarin sama sekali." Ucap Amel sambil menunjukkan kopernya yang berada di pojokan.


" Ooh begitu." Ucap Yusuf sambil menganggukkan kepalanya.


" Emang kita mau kemana sih ka, ko nyuruh Amel buat masukin baju dan bawa koper." Ucap Amel lagi yang masih penasaran.


" kita akan pergi dari rumah ini dan kamu akan tinggal bareng Kaka di apartemen, tapi bukan apartemen yang biasa Kaka tinggal ya... melainkan apartemen yang Kaka beli sendiri hasil kerja uang Kaka." Ucap Yusuf memberi tahu lokasi nya.


" Kapan Kaka beli." Tanya Amel bingung karena pasalnya sang Kaka tidak pernah ada waktu buat melakukan apapun kecuali untuk kerja dan kerja.


" Kalau ngga salah sekitar 4 bulan yang lalu di saat Kaka baru Dateng ke Indonesia lagi." Ucapnya lagi.


" Ooh begitu...." Ucap Amel sambil menganggukkan kepalanya.


" Ayo jangan banyak bicara lagi, mending kita pergi sekarang saja." Ucap Yusuf sambil menarik tangan Amel dan tidak lupa juga di membawa koper Amel.


Ketika keluar dari kamar Amel, mami dan papi Yusuf beserta Areta kaget ketika melihat Naka sulungnya membawa koper dan dan juga menggandeng tangan Amel. Karena penasaran papi Yusuf pun bertanya kepada Yusuf.


" Kamu mau kemana nak." Tanya papi Yusuf.


" Pergi " Jawab singkat Yusuf sambil melangkahkan kakinya tanpa berhenti dan menoleh kepada kawan bicara.


" Mau pergi kemana nak, di sini kan rumah kamu." Ucap mami Yusuf.


" Ini bukan rumahku dan ini juga bukan tempat tinggal ku." Ucap Yusuf.


" Ka jangan seperti itu pada mami, kasihan." Ucap Amel yang mencoba membantu Yusuf agar melihat lawan bicaranya dan meminta Yusuf agar tidak keterlaluan.


" Tidak usah pedulikan mereka Mel." Ucap Yusuf lagi."


" Ketika sampai di arah tangga Yusuf pun memanggil ketua pelayan.


" Bibi Iyem !." Teriak Yusuf memanggil ketua pelayan.

__ADS_1


" Iya ada apa den." Ucap bibi Iyem yang saat ini masih mengatur nafas.


" Bibi kenapa ? Kenapa mengatur nafas." Ucap Amel polos dan spontan.


" Maaf nona bibi barusan lari dari arah taman ketika pelayan lain memberi tahu bibi kalau Aden Yusuf memanggil.


" Bi mau ikut kita ngga ?." Tanya Yusuf kepada ketua pelayan tanpa


" Memangnya Aden sama nona mau kemana ?." Bingung ketua pelayan, ya... walaupun dirinya melihat ada dua koper yang berada di pinggir Yusuf dan amel.


" Kami mau pergi dari rumah ini Bi." Jawab Yusuf lagi.


" Tapi kalau misalnya bibi ikut Aden dan Nona bagaimana dengan rumah ini tanpa bibi." Ucap ketua pelayan.


" Benar juga apa yang di katakan bibi." Ucap Yusuf lagi karena diri nya tau kalau ketua pelayan di rumah ini sangat di butuhkan apalagi menyangkut keluarga ini.


" ya... sudah kalau begitu aku titip aja ya... keluarga di sini dan nanti bibi harus kasih tau aku dan berikan info tentang apapun itu, faham bi." Ucap Yusuf lagi.


" Bibi tidak bisa janji den." Ucapnya.


" Baiklah itu terserah bibi saja. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Yusuf pamit kepada ketua pelayan sambil mencium tangannya dan Amel pun ikut mencium tangan sang bibi.


Setelah kepergian Yusuf dan amel ketua pelayan pun kembali lagi ke arah taman tempatnya untuk menguping pembicaraan Antara tuan besar dan nyonya besar.


" Aku tidak menyembunyikan apapun." Ucap Oma yang berusaha untuk tidak mengatakan apapun.


" Kau pasti berbohong kepadaku Clara." Ucap opa.


" Berbohong soal apa ?." Tanya Oma yang berpura-pura tidak tau.


" Soal catatan medis yang kau pegang itu Clara." Tunjuk opa kepada berkas yang di sembunyikan oleh Oma


" Catatan media punya siapa." Tanya lagi.


" Indah." Jawab opa cepat.


" Indah siapa ya..." Ucap Oma yang berpura pura tidak ingat dengan nama itu.


" Jangan kamu pura pura lupa Clara, dia sahabatmu dan juga temanku." Ucap opa menekankan kata sahabat dan teman.


" Ooh wanita penghancur itu ya..." Jawab Oma sambil tersenyum sinis.


" Jangan pernah bilang kalau indah adalah penghancur ! Teriak opa kepada Oma.


" Emang kenyataan kan dia penghancur keluarga kita." Ucap Oma enteng dan tersenyum sinis.

__ADS_1


" Yang di sebut penghancur sebenernya adalah kamu." Tunjuk opa kepada Oma.


" Jika kau tidak pernah melakukan kesalahan dan melakukan kelicikan mungkin saat ini aku dan indah masih bisa bersama dan gara gara kamu juga hubungan aku dan indah hancur. Kau sahabat yang cangkang lupa kulitnya dan kau juga adalah wanita ular." Ucap pa yang mengeluarkan semua uneg unegnya.


" Apa hubungannya dengan ku dan kenapa kamu bawa nama nama aku." Ucap Oma tidak terima di katakan seperti itu.


" Itu emang cocok buat kamu dan kamu adalah wanita yang benar benar tidak tau diri. walaupun kamu seorang dokter sekaligus istriku tapi di mataku kamu tetaplah wanita ular." Ucap opa lagi.


" Hey jangan pernah mengatakan itu padaku ya..." Ucap Oma sambil melayangkan tangannya dan berniat menampar tetapi di halang oleh BI Iyem.


Sebelum Oma mau menampar opa bi iyem lebih dulu bertindak karena jika itu sampai terjadi maka suasana rumah ini akan semakin kacang dan tidak terkendali.


" Maaf Nyonya besar dan tuan besar, Jangan berkelahi di sini apalagi di lihat para pekerja di sini dan ingat satu lagi jangan pernah seperti anak kecil yang bertingkah bodoh." Ucap bi iyem.


Kenapa bi iyem berani mengatakan itu karena sebelumnya BI Iyem adalah teman dari tuan Dika ( Tuan besar ) dan juga indah, dan Bi Iyem juga menjadi saksi kisah cinta mereka sebelum kandas akibat ulah nyonya Clara ( Sahabat indah sejak kuliah ).


" Apa apaan kamu ini, jangan pernah halangi saya dan jangan sok akrab gara gara suami saya adalah teman kamu." Ucap Nyonya Clara.


" Saya akan menghalangi anda Clara apalagi kamu sudah bertindak seenaknya saja." Ucap BI Iyem yang mengubah nada bicaranya seperti teman semasa kuliah dulu.


" Hay tidak sopan sekali kamu memanggil majikan kamu dengan nama." Ucap Clara sinis.


" Di luar rumah ini saya bukan bawahan kamu tapi di sini saya adalah seorang temen." Ucap Bi iyem.


note : Bi iyem, Clara dan indah adalah sepasang temen dan sahabat ketika masih kuliah dulu dan berbeda jurusan. Indah dan Iyem adalah teman sejak mereka kecil sedangkan Clara teman ketika kuliah saja.


Awalanya hubungan mereka baik baik saja dan tidak ada pertikaian ataupun konflik. Namun, Clara lebih dulu membuat ulah dan menyebabkan indah kehilangan semuanya.


kenapa bisa begitu ?.


Karena indah memiliki teman Laki laki yang tak lain adalah Dika dan Dika ini adalah teman ketika kuliah dna satu jurusan. Ternyata indah dan Dika menjalin hubungan semasa mereka kuliah hingga akhirnya lulus.


Apa hubungannya dengan Clara ?.


Hubungan mereka retak akibat ulah dari Clara yang memfitnah indah dan bukan hanya itu saja dia juga mengatakan hal yang tidak tidak kepada Dika, dan itu membuat Dika kecewa kepada indah.


Hay Hay Hay Hay semuanya hehehe.


Maaf baru up dan maaf kemarin aku ingat janji hehe.


Aku ngga bakalan ngomong banyak dan aku cuman mau bilang maaf banget kalau misalnya ada kata kata yang membuat kalian tersinggung dna maaf banget kalau misalnya kebanyakan typo.


Terima kasih 😁😁


Salam sayang 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2