
Setelah Putri meninggalkan area parkiran panti dan beserta anak anak panti yang sudah masuk ke dalam mobil dan melaju ke belahan jalan yang sangat padat. Setelah 30 menit kemudian putri pun sampai di gerbang sekolah.
" Huh Alhamdulillah akhirnya sampai juga dan tumben banget gerbang masih tutup padahal sudah jam 6.00 wib." Hela nafas putri sambil mengucapkan syukur karena berangkat dengan selamat dan juga duduk di motor kerena menunggu gebang di buka.
Tidak lama kemudian datang beberapa siswa yang turun dari angkot dan juga ada yang sedang berjalan kaki untuk sampai di pintu gerbang.
" Assalamualaikum putri." ucap salam teman putri yang bernama Amel.
"Waalaikumsalam Amel cantik yang tidak pernah ada duanya." jawab putri sambil menggoda Amel.
" Ih kebiasaan kamu putri pagi pagi sudah gombal dan anehnya kenapa aku ngga marah ya... ketika kamu kalau bikin kesel aku atau goda." bingung Amel.
Note : Amel Sri Wulandari adalah teman masa kecil Amel ketika dia baru masuk SD atau bisa di bilang adalah anak pindahan dari kota lain, Dan dia juga anak dari seorang dokter bedah dan juga dokter umum, walaupun dia anak dari seorang dokter yang turun temurun dari keluarganya tetap saja Amel adalah anak biasa yang selalu punya pendirian tersendiri.
" Oh iya Amel aku mau tanya." Tanya putri kepada Amel.
" Mau tanya apa putri." Jawab Amel sambil melirik ke arah putri yang berada di sampingnya.
" Em tapi kamu jangan marah ya... kalau pertanyaan aku bisa menyinggung kamu dan aku minta maaf dulu." ucap putri takut takut karena Amel tipe orang yang tidak mau menjawab pertanyaan mengenai keluarga termasuk sang ayah yang.
" Setelah lulus nanti kamu mau kuliah atau bagaimana ?." Tanya putri.
" Kuliah seperti nya tapi aku bakalan pakai uang sendiri dan nyari kerja, biar aku bisa tetep kuliah tanpa bantuan orang tua aku dan juga keluarganya.
" Memangnya kamu akan mengambil jurusan apa Amel kalau misalnya nanti kamu kuliah." Tanya putri lagi.
" Akan bakalan ngambil jurusan IT dan juga manejemen bisnis." Jawab tenang Amel.
" Apa kamu sudah tidak di paksa lagi sama mereka untuk mengikuti jalur keluar kamu yang turun temurun menjadi seorang dokter." Tanya nya lagi.
" Masih sampai sekarang juga dan bahkan uang jajan aku pun sudah di stop sama mereka ketika aku menolak dengan keras yang tidak ingin menjadi seorang dokter tetapi menjadi seorang pebisnis." Jawab enteng Amel tapi mata sudah mulai berkaca kaca.
note : Putri sebenarnya sudah tau apa yang Amel rasakan saat ini karena putri merasa kasihan dan juga sedih ketika melihat temannya berada di dalam tekanan keluarga nya, namun putri tau ada seseorang yang sedang mencoba membantu Amel tetapi putri tidak tau siapa sebenarnya.
" Terus rencana Amel apa kalau misalnya kalau misalnya uangnya biaya pendidikan nya di stop dan uang jajannya." Tanya putri.
" Aku kan bisa cari kerja kaya kamu putri Kalau engga aku bakalan ikut melamar kerja di tempat yang biasa kamu bekerja." Ucap Amel.
" Kebetulan sekali nih dan pas banget lagi. Kebetulan banget di tempat bekerja aku itu lagi butuh karyawan di bagian delivery kalau mau sih kamu coba aja ke sana sama aku dan syarat nya gampang ko cuman harus jujur dan ngga usah bawa ijazah dan sebagainya." Ucap senang putri.
" Ya sudah aku akan coba bekerja ke tempat di aman kamu kerja." ucap Amel kepada putri.
" Ya sudah nanti kamu pulang nya bareng aku aja ya.. soalnya hari ini aku bekerja lebih awal karena yg yang biasanya lagi berhalangan." ucap putri.
" Baiklah." ucap senang Amel.
Dan tak terasa mereka mengobrol lama di depan gerbang pintu sekolah dan mereka pun tidak menyadari bahwa pintu gerbang sudah lama di buka.
__ADS_1
" Eh ternyata gerbang sekolah kita sudah di buka ya... dan kapan di buka nya." bingung putri karena setau dirinya sebelum mengobrol gerbang sekolah belum di buka sama sekali.
" Udah dari tadi put." ucap Amel geleng geleng kepala.
" Masa sih." ucap putri yang masih belum percaya.
" Coba aja tanya ke pak satpam." ucap Amel sambil menunjuk pak satpam yang sedang berjaga.
" Males ah, mending kita langsung ke kelas aja tato tas dan habis itu kita masuk ke lapangan takut kita kena hukuman." ucap putri.
" Ya sudah ayo." ucap Amel.
" Kamu dulu aja Mel soalnya aku harus ke parkiran dulu untuk menyimpan motor. ucap putri lagi sambil menyalakan motor.
" Ya sudah aku duluan ya.. ke kelasnya dan jangan sampai telat ok." teriak Amel kepada putri yang sedang menuju ke arah parkiran motor.
Setelah mereka berdua berpisah di depan gerbang sekolah mereka berdua pun segera berkumpul ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera merah putih yang biasanya di laksanakan setiap hari Senin. Hingga di saat pengibaran bendera pun mereka semua di perintahkan untuk hormat kepada sang merah putih dan bernyanyi kebangsaan Indonesia rasa.
" Pengibaran bendera merah putih segara di mulai." ucap ketua upacara.
merek semua memulai untuk bernyanyi.
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
__ADS_1
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Note : jangan kalian lupakan ya . lagu kebangsaan kita karena itu adalah lagu yang paling bersejarah dan berharga sepanjang masa dan tidak akan pernah tergantikan.
akhirnya acara demi acara dalam pengibaran bendera atau upacara pun telah selesai dan kini mereka semua pun membubar kan dirinya masing masih dari barisan dan tetap tertib dan masuk ke kelas masing masing.
" Huh akhirnya selesai juga dan Masya Allah luar biasanya." ucap putri sambil duduk dan meminum air putih.
" Iya yah putri hari ini Masya Allah luar biasa.
" Oh iya put kira kira nanti aku bakalan di tanya ngga ya... kalau aku ikut kerja ke kamu." cemas Amel.
" Setau aku ngga sih, soalnya di sana lebih bebas tetapi tetap menyembunyikan identitas kita masing masing, contohnya ya.. seperti alamat dan sebaginya." ucap putri.
" Ko bisa gampang gitu ya... dan setau aku kalau bekerja di tempat orang itu lebih sulit dan susah persyaratan nya dan kita juga harus melakukan interview dulu kalau mau di terima." ucap amel bingung dan takut.
" Ngga usah takut Mel bekerja di sana soalnya kita sudah terjamin dan kesehatan kita pun di pantau sama mereka." ucap putri sambil melirik Amel."
" Masa sih." ucap Amel dan masih tidak percaya.
Hay Hay teman teman semuanya hehe. Dan seperti biasa aku mau minta maaf dan juga mau minta saran nih jika ada alur atau tempat ceritanya kurang pas hehe.
mohon di maafkan di maklumi ya.. teman teman semuanya.
Salam sayang 🤗🤗🤗
__ADS_1
"