Putri Huang Zhu

Putri Huang Zhu
BAB 12 PANGLIMA ZHEN


__ADS_3

...Di kamar tuan putri huang zhu berlumur darah di ranjang tuan putri berwarna gelap dan basah yang diatasnya terbaring seseorang yang tak sadarkan diri.begitu banyak darah yang keluar dari luka panglima zhen putri huang zhu menangis sambil terduduk dilantai sebelah ranjang nya dan terus memegang tangan panglima zhen....


Tabib"yang mulia panglima sedang masa kritis kita lihat jika dia sadar malam ini artinya dia sudah melewati masa kritis nya"


putri"apa ada cara lain untuk menyelamat kan nya selain kita hanya menunggu"


tabib" ada putri tapi yang bisa membuat ramuaan nya hanya tabib Cangxhio yang bisa membuat ramuan nya tapi hamba tak tau dimana dia."


putri "baik lah aku mengerti ,junsia kemarilah"


junsia" hamba siap menunggu tugas tuan putri"


putri"junsia pergi cari xiacien bilang kalau panglima zhen sedang kritis di kediaman ku suru dia bergegas kemari dengan obat.


junsia"hamba laksanakan jaga diri putri karna pasukan kita belum kembali"


putri "tenang saja aku biasa jaga diri"


junsia"hamba pamit putri"


putri "berhati hatilah dirimu"


junsia "terimakasi putri"


junsia pun keluar dan menutup pintu dia pergi dengan bahagia karna dia merasa di perhatiakn oleh majikannya.

__ADS_1


putri huang zhu terus memandangi panglima zhen mata nya kembali berurai air mata dan di istana mawar sangat sunyi karna hanya ada beberapa pelayan karna sebagian pelayan telah di tugaskan mendampingi permaisuri dan kaisar.


setelah junsia pergi terdengar ada sedikit keributan di depan pintu dan putri keluar dengan pedang nya ada 3 orang asing bercadar dan akan membekap putri namun putri mampu menghindar dan putri mengangkat pedang nya dan mengayunkannya kepada mereka ber 3 dan putri terpelanting kebelakang mereka berhasil mengunci gerakan putri.putri berusaha mengambil pedang nya namun kakinya di jegal oleh salah seorang dari mereka.di dalam kamar panglima zhen sayup sayup mendengar keributan hingga dia bisa membuka matanya hingga benar benar sadar dan mengamati keadan dia memandang kelangit langit dan dia bergumam "ini kamar putri " dia tersenyum dia mendengar keributan diluar dan berusaha bangkit dari tidur nya dengan susah payah dan meraih pedang nya yang berada dimeja kecil tak jauh dari tempat tidur dengan membungkuk dan memegang lukanya yang masih berdarah dia ingin memastikan keadaan karna tak ada siapa pun. putri masi berusaha meraih pedang nya yang sedikit jauh dari jangkauan nya hingga salah seorang dari mereka berhasil menusuk pa** putri namun bersama dengan itu terdengar sebuah terikan


zhu'er hati hati di belakang mu.dan panglima zhen mengangkat pedang nya dan meayun kan pada salah seorang dari mereka dan berhasil menebas tubuh orang tak di kenal dan kedua orang yang mengunci tubuh putri mereka kabur. sebelum panglima zhen menghajar mereka..


putri"kak zhennnn......"dia berteriak sambil berlari memeluk nya dengan erat dan dia merasa basah di pelukan nya ".kak zhen lukamu masih berdarah ayo berbaring lah istirahat setabilkan dulu keadaanmu"


panglima zhen"bagaimana aku istirahat kau ribut diluar hingga membangunkan tidur ku"


panlima zhen kembali memeluk zhu'er dan mencium kepala nya dan melepaskan pelukan nya kembali seraya melihat kaki zhu'er.


dia berkata"zhu'er kau terluka lihat kakimu berdarah "


zhen"apa kau tak merasakan nya ?"


zhu'er"entahlah semua rasa itu hilang ketika melihat dirimu sudah berdiri dan sekarang"


zhen"diam lah mari cepat istirahar biar lukamu di obati tabib"


sambil merangkul zhu'er mereka menuju kamar putri dan menduduk kanya di kursi panglima zhen demikian dia menduduk kan dirinya di sebelah putri huang zhu sambil memegang luka nya yang masih berdarah itu.dan putri benar benar tak menghiraukan lukanya dia terus memegang tangan panglima zhen namun lukanya terus mengeluarkan darah karna masi terbuka.


putri "kak aku sedang menugaskan junsia untuk membawa xiacien dengan ramuan mujarab mu itu untuk menyembuh kan mu"


zhen"terimakasi zhu'er kau benar benar memperhatikan diriku"

__ADS_1


sambil memegang erat tangan zhu'er yang tiba tiba saja menjadi dingin dan pucat lalu dengan penuh kasih sayang dia memeriksa nadi zhu'er yang semakin melamah dan putri mulai mengeluarkan darah dari kedua hudung nya.


panglima" zhuer berbaringlah agar lukamu tak terlalu banyak mengeluarkan darah"


putri"kak ada apa ini kenapa hidung ku berdarah,kak aku tak bisa melihat dengan jelas mata ku kabur"


panglima" matamu sudah mulai kabur jangan panik zhu'er itu hanya karna kau kehilangan banyak darah sepertinya nadi mu terluka aku akan mengobatinya."


tanpa ada sepatah kata pun zhu'er memejamkan mata dan tak bersuara lagi dan kepalanya tersandar di kursinya.panglima zhen berusaha untuk memindah kan nya ke ranjang namun sepertinya sangat sulit namun karna rasa sayang itu dia mengangkat putri huang zhu walau dia tertatih dan lukanya sendiri juga berdarah dengan penuh kasih dia meletak kan tubuh yang tak berdaya yang tadi dia sangat gagah perkasa tapi sekarang sangat lemah karana sebuah luka yang tak seberapa biasa nya.namun sangat aneh luka itu bisa membuatnya tak sadarkan diri bahkan mimisan tak mungkin itu luka biasa.dan panglima zhen pun terduduk lesu di sebelah putri dia menyandarkan kepalanya di pinggir ranjang putri sambil memegang pergelangan tangan nya dia memastian denyut nadi putri semkin lemah dan terputus putus dia menggeserkan duduk nya untuk mendekat pada kepala putri. dan lukanya sendiri terus mengeluarkan darah karna tak ada yang membantu mereka.


"zhu'er kau tak boleh mati zhu'er aku sangat menyayangimu zhu'er bangunlah ingatkah kau dengan impian kita untuk kita bersama setiap waktu dan ditemani putra putri yang berlarian di taman dan kita duduk melihat mereka"zhu'er bangun lah zhu'er aku akan menyelamatkan mu "


uhuk.....uhuk.....uhukkkk....... uhuk.......zhu'er terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulut nya .sambil menggoyangkan tubuh zhu'er dia mulai kehilangan akal sehat dan berterik "zhu'er aku akan menyelamatkan mu"dia akan berdiri namun tak bisa karna lukanya dia menekuk kan kaki nya untuk berdiri namun dia masi tak mampu dan dia merasa bersalah "si** berdiri saja tak mampu"dia memukul ranjang putri.namun tanpa dia sadari matannya mulai gelap dan dia seperti melayang namun dia masih berucap "zhu'er aku akan menyelamat kan mu "sambil melingkarkan satu tangan nya pada pundak tuan putri huang zhu dengan erat panglima zhen kehilangan kesadaran dia menjatuhkan kepalanya disamping pundak zhu'er yang tak sadarkan diri dan masih berbisik "zhu'er aku akan menyelamat kan mu"dengan suara lirih dan lama lama suara itu menghilang entah kemana.darah zhu'er pun mengalir dan terus menitikdi luka liang zhen yang juga mengeluarkan darah yang segar dan kamar itu memiliki lantai yang semerah mawar seperti nama nya .istana mawar yang penghuninya sibuk dengan tugas masing masing hingga tak ada yang tau apa yang terjadi dengan majikan mereka.


_________


__________


__________


emmmm romantis yaaa mereka berdua dalam terlukapun mereka saling menguat kan cinta mereka benar benar tulus tak peduli dengan kasta .namun kalau kaisar permai suri ibu suri mereka tau apakah mereka akan merestui nya.tapi entah lah ator masi belum ingin menikahkan mereka di usia dini.iya walaupun usia mereka sudah lebih 20an namun mereka harus menikmati masa pacaran yang indah nan berliku.


yang 1 karna keluarga yang1 karna kewajiban jadi klopkan cinta mereka.


like nya ditunggu dan terima kasi untuk semua semoga terhibur.dan semoga memiliki pasangan seperti panglima zhen yang sayang banget sama cewek nya.Aaminnn

__ADS_1


__ADS_2