Putri Huang Zhu

Putri Huang Zhu
BAB 17 LAHIR NYA PHOENIX DAN NAGA


__ADS_3

...Setelah beberapa saat zhu'er berjalan dengan suami nya tiba tiba saja perut nya mulai kontraksi...


"kak zhen !!! auuu"


"sakit kah istri ku "


"masih bertanya !"sambil mencengkeram pundak suami nya dia berteriak.


tapi zhen masih menyuruh untuk melanjutkan berjalan untuk mempercepat kontraksi berikutnya namun zhu'er menggerutu


"kau kejam istri sakit di suruh jalan jalan apa kau mau membunuh ku !?" sambil mencengkeram pundak suami nya dia terus menggerutu.


"sebentar zhu'er agar cepat proses persalinan mu agar tak terasa sakit jika kau berjalan sebelum persalinan di mulai "


"auuu lebih baik aku bertarung saja dari pada sakit begini rasa nya lebih sakit dari tertusuk pedagang "


"sabar lah zhu'er sebentar lagi dia akan lahir"


"benarkah ,auuu kak sakit sekali auuu apa yang terjadi"


auuu………auuu………


zhu'er mulai berteriak dengan kencang


"siayue siapkan peralatannya "


"sudah tuan semuanya sudah di kamar "


"terimakasih "


dengan sigap zhen menggendong zhu'er ke kamar nya karena dia sudah tak kuat lagi berjalan tak lama dia meletakkan istri nya di ranjang tiba tiba cairan ketuban mulai keluar dari jalan lahir zhu'er dan zhu'er mulai meringis kesakitan.


"kak zhen sakittttt emmmkkk………"


zhen beralih duduk di bagian bawah kaki zhu'er


"zhu'er dorong yang kuat agar keluar kepala nya "


zhu'er mendengar suara daging terkoyak kreeessss seolah daging di sayat dengan pedang yang tajam bersamaan dengan itu zhu'er berteriak dengan kencang


""kakak zhen nnnn kau kejam!!!!!" dengan teriakan zhu'er keluar juga makhluk mungil


sambil berteriak dia menendang suami nya yang sedang memegang bayi mungil yang baru saja keluar dari rahim nya.


sambil terjengkang zhen minta bantuan xiachien "bersihkan bayi ini "


ketika zhen akan berdiri zhu'er berteriak lagi


"kak zhen dia keluar lagi aaaaaa"


keluar lah bayi kedua dari rahimnya.


sambil terengah engah dia meminta kedua bayinya . siayue "nyonya kau berhasil kini kau jadi seorang ibu "


kebahagiaan menyelimuti mereka berempat


"xiachien ambilkan minuman untuk nyonya dan ramuan yang aku buat tadi dan tolong ambilkan kompres air hangat seperti nya pundak ku memar habis di tendang singa betina "


sambil melirik zhu'er dia mengatakan hal itu


"beraninya kau berkata seperti itu tunggu ya akan kubalas kau "sambil memeluk kedua bayinya.


siayue hanya tertawa melihat suami istri itu.


"zhu'er setelah meminum ramuan itu istirahatlah,pulih kan energi mu"


meninggalkan kebahagiaan mereka kita ke ibu kota kerajaan huang yi .


di kediaman Liang terlihat tuan Liang sedang duduk di ruang kerja nya dia sedang berpikir bagaimana cara nya mengirim pasukan dengan cepat.


ketika dia sedang melihat angin yang menerpa gorden melalui jendela dia mendapat sebuah ide gila seketika dia beranjak dari duduk nya.


tuan Liang keluar dari ruangannya dan mencari istrinya setelah bertemu dia berpamitan untuk pergi


"suami ku mau kemana u "


"aku akan mencari guru Wang ,aku akan minta bantuan pada nya "


"baiklah berhati hati lah "


"iya aku berangkat "


tuan Liang melangkah keluar dan mengambil kuda nya dan menungganginya menuju perguruan Wang di hutan sekitar 2jam lamanya berkuda dia menemukan perguruan itu.


saat dia sampai di gerbang perguruan itu dia disambut oleh dua penjaga pintu penjaga pintu itu bertanya siapa dia dan tuan Liang menjawab dia adalah sahabat guru Wang lalu salah satu penjaga itu pergi ke dalam untuk memberi tahu kepada guru Wang dan guru Wang pun mempersilahkan tuan Liang pun memasuki perguruan itu.


dantuan liang di sambut dengan pelukan oleh guru Wang.


"duduk lah"


"terimakasih "


miooò. kita seperguruan yang menjadi seorang penyihir "


"ooooh si Sau Cing dia selalu berpindah tempat sulit untuk mencari nya "


"bagaimana ini aku benar benar memerlukan nya "


mereka terdiam sejenak berpikir bagaimana cara nyamencari Sau Cing.


"Liang aku ingat sesuatu,apa kau masih menyimpan giok persahabatan yang di berikan sau cing pada kita"


"iya ada "


"apa kau membawa nya "


"iya aku selalu membawa nya ini"


sambil menyerah kan giok warna ungu yang di dalam nya bunga teratai yang sedang mekar. lalu guru Wang menyatu kan kedua giok itu dan bunga nya saling berhadapan dan tiba muncul lah cahya di tengahnya.


di tempat lain tepat nya di kediaman sau Cing di sebuah tempat mirip sebuah tempat lentera disitu tiba tiba muncul lah cahya terang.


ada apa ini kenapa dia bersinar apa mereka dalam bahaya. batin sau Cing dengan bergegas dia duduk bersila dan memejamkan mata menghadapi sebuah bejana berisi air yang di kelilingi oleh lilin dan tak berapa lama tangan sau Cing seolah mengangkat sesuatu dan air di bejana naik kertas bersama dengan api di lilin tiba tiba naik mengikuti air dan membentuk seperti pintu dari air dan api.


diruangan guru Wang tiba muncul air dan api dari sinar giok ungu dan muncul lah seorang wanita yang tak asing bagi mereka.


sambil terkejut secara bersamaan"sau cing,bagaimana mungkin "


mereka berdua saling menatap satusama lain karena terkejut.


Sau Cing"ada apa kalian memanggil ku kalau kalian baik baik saja "


liang "kau mengejutkan kami saja "


sau Cing "kalian sudah lupa ya aku bisa muncul di mana saja di tempat kalian menyatakan giok itu "


wang"iya aku lupa karena sudah lama sejak kejadian itu "

__ADS_1


Sau Cing "apa kalian tak ingin menyuruh ku duduk dulu "


wang"duduk lah sudah lama kita tak berjumpa "


liang "brapa tahun ya"


Sau Cing "mungkin 10 tahun selama itu ya"


liang "entahlah "


Sau Cing "ah lupa kan ada apa kalian memanggil ku "


liang "aku perlu bantuan mu"


sau cing "apa yang bisa aku bantu "


Liang "apa kau bisa memindahkan ku ketempat putra ku di kota kecil di dekat perbatasan "


Sau Cing"perbatasan mana aku perlu tau tempat yang tepat di mana putra mu"


wang"ada apa dengan zhen kenapa dia di perbatasan"


liang "dia menyelamatkan tuan putri dan mereka menikah sekarang dia akan melahirkan dan dia perlu pasukan bayangan untuk menjaga putri karena musuh sudah mulai mengetahui mereka "


wang "mereka menikah lalu siapa yang ada di istana "


liang "ah nanti saja aku cerita kan ,bagaimana cing'er kau bisa kan memindahkan mereka dengan cepat "


Sau Cing "bisa tapi aku harus tahu detail tempat nya "


liang "tempat nya berada di sebelah barat pantai sekitar 1 hari perjalanan menggunakan kuda tempat itu berada di perbatasan barat kerajaan kita "


Sau Cing "baiklah cukup aku mengerti lalu kapan kita laksanakan "


"malam ini bisa kah kau ikut dengan ku ?"


Sau Cing "baiklah aku akan pergi dengan. mu artinya aku akan berada di kediaman mu sekarang "


liang "benar kau harus membantu ku demi kerajaan ini dan putri mahkota,wang aku akan istirahat disini sebentar boleh kan ?"


wang"bagaimana tidak boleh kita sudah lama tak bertemu mana mungkin aku biar kan kalian pergi secepatnya "


......Mereka pun bercakap cakap hingga waktu hampir senja mereka tak merasa karena terlalu asik bercerita dan satu yang mereka sesalkan kaisar tak ada di tengah mereka karena mereka adalah sahabat ketika di akademi dan perguruan Wang yang dahulu dipimpin oleh ayah guru Wang dan sekarang guru Wang yang meneruskan. ......


liang "Sau Cing seperti nya kita harus berangkat sekarang"


sau Cing "benar sudah hampir senja "


liang "wang kami pamit kapan kapan akan aku bawa kaisar untuk bersenang senang dengan kita "


wang "baiklah bawah ini dengan mu seperti nya kau lebih membutuhkan dari aku"sambil menyerah kan batu giok teratai pada liang.


liang "baiklah wang terimakasih aku pasti akan mengembalikan pada mu "


wang "baik aku akan menunggu janji mu"


mereka berdua berpelukan dan membiarkan Sau Cing duduk hanya melihat.


Sau Cing "hai sudah kah ayo pergi sekarang "


liang "bagaimana kita pergi kuda ku masih di luar "


Sau Cing "untuk apa pakai kuda kalau ada aku "


dengan mudah Sau Cing membuat pintu dari air dan api dengan cara memegang tangan liang yang di arah kan untuk membayangkan tempat yang akan di tuju.


dan setelah itu tuan Liang keluar dari ruangannya dan menemui istri nya.


istri ku dimana kau


"ada apa suami ku cepat sekali kau tiba "


"iya Sau Cing yang membantu ku dan dia juga akan membantu kita mengirimkan pasukan bayangan bayangan pada putra kita "


"benar kah Sau Cing disini mana dia aku ingin bertemu dengan nya sudah lama sekali aku tak berjumpa."


"dia diruang kerja ku "


"aku akan menemui nya "


sambil setengah berlari nyonya Liang pergi menemui Sau Cing.


"cing'er kau di sini "


"hai nyonya Liang,"


sambil membungkuk memberi hormat


"jangan seperti itu biasa saja "


"baiklah ,apa kabar mu"


"aku baik cing'er tapi putra ku tidak apa kau bisa menunjukkan bagaimana keadaan putra ku tolong aku cing'er aku sudah rindu pada nya "


"Baik lah nyonya Liang aku akan membantu mu,tapi aku perlu air dalam bejana perak dan api di lilin hitam "


"baik lah tunggu sebentar aku punya semua itu, pelayan kemari lah"


pelayan pun datang sambil membungkuk memberi hormat.


"ya nyonya "sambil tetap membungkuk memberi hormat.


"ambilkan air dalam bejana perak dan lilin hitam bawa ke kamar ku sekarang "


"baik nyonya hamba undur diri "


setelah pelayan itu pergi nyonya Liang membawa Sau Cing ke kamar nya .


"masuklah "


"terimakasih "


"duduk lah" nyonya Liang mempersilahkan Sau Cing duduk di seberangnya.


dan Sau Cing pun duduk dengan santai sambil menunggu peralatan yang dia minta.


tak lama kemudian datang lah pelayan yang membawa bejana perak dan lilin hitam


"letakkan saja di situ " kata nyonya Liang sambil menunjuk suatu meja kecil.


setelah itu Sau Cing bergegas duduk di depan meja yang ada benda benda yang dia minta. lalu dia menyusun sedemikian rupa hingga posisi yang dia inginkan.


setelah dia selesai menyusun semua spt yang dia mau dia meminta satu pelayan untuk datang dan meminta wanita yang masih gadis.


nyonya Liang pun menyanggupi nya dan gadis itu pun datang. tiba tiba Sau Cing melepaskan konde di rambut nya


dan meminta tangan pelayan itu dan pelayanan itu pun memberi kan tangan nya namun apa yang terjadi pelayan itu berteriak dengan kencang karena Sau Cing menggores tangan nya dengan tusuk konde nya yang tajam dan memeras darah nya diatas bejana perak yang berisi air dan membaca mantra setelah selesai membaca mantra dia berterima kasih pada pelayan itu dan meminta nya untuk pergi dengan memberi obat untuk mengobati luka nya tadi.

__ADS_1


"nyonya Liang kemari lah sebutkan nama putra mu"


"baik lah,Liang zhen dan huang zhu mereka adalah putra dan putri ku. "


seketika itu muncul lah sebuah adegan yang tak disangka dia melihat zhen dan zhu'er menggendong 2 bayi mungil ditangan mereka berdua sambil tertawa dan sangat nampak wajah kedua bayi itu membuat nyonya Liang terharu dan meniti kan air mata


. namun waktu terasa sangat cepat berlalu hingga waktu sudah gelap dan sudah waktunya untuk Sau Cing mengirimkan pasukan bayangan pada tempat yang akan di tuju yaitu di sebuah pantai yang tak jauh dari kediaman zhen dan zhu'er.


sudah waktunya untuk Sau Cing mengirimkan mereka


"Liang bagaimana sudah selesai persiapan nya "


"sebentar cing'er aku menunggu seseorang "


"siapa liang bukan kah anak buah mu sudah ada di sini "


"anggap saja dia panglima dari mereka semua "


tak lama kemudian terdengar suara kuda dan artinya orang yang di tunggu itu datang dan ternyata dia adalah junsia.


"bagaimana sekarang sudah siap "


"ya sudah lengkap sekarang tugas mu"


dengan cepat Sau Cing mengambil bejana tadi yang dia gunakan dengan nyonya Liang ketika sudah sampai di luar di tempat para prajurit segera dia membaca mantra dan seketika air dan api naik mengikuti lambaian tangan sau Cing yang membentuk sebuah pintu air dan api setelah selesai dia bertanya liang di mana tempat nya dan tuan Liang pun menjelaskan nya. setelah mendengar penjelasan tuan Liang tengah dari pintu air dan api bagaikan sebuah layar lebar yang di dalam nya terlihat sebuah pantai yang indah dan junsia memasuki nya terlebih dahulu bersama kudanya dan yang lain pun mengikuti nya. ketika hampir habis para prajurit itu tiba tiba nyonya Liang berteriak tunggu aku ingin ikut


"suami ku aku ingin ikut aku ingin melihat cucuku "


"apa maksud mu dia sudah melahirkan "


"benar suami ku aku harus datang aku ingin melihat cucuku "


"baiklah bawa ini bersama mu"


sambil memberi kan dua giok untuk memanggil Sau Cing


"baiklah suamiku,cing'er tinggal lah disini sementara Aku belum kembali "


"baik nyonya Liang terimakasih aku akan menjaga suami mu"


setelah itu nyonya Liang memasuki pintu air dan api itu dan sisa pasukan yang belum masuk setelah semua masuk segera lah pintu air dan api itu tertutup setelah tertutup hanya ada tuan Liang dan Sau Cing tiba tiba Sau Cing muntah darah setelah menutup pintu air dan api itu.


"sau Cing apa yang terjadi,pelayan panggil kan tabib "


lalu tuan Liang menggendong Sau Cing ke kamar tamu tuan Liang panik sambil menunggu tabib yang belum tiba.


...................................................................................


0p


di pinggir pantai semua pasukan sudah bersiap junsia mengatur semua dan nyonya Liang mengendarai sebuah kuda yang biasanya mengendarai kereta kini menunggangi kuda demi putra nya.


setelah sampai pada pedesaan yang di tuju mereka berbaur dengan masarakat di sana mereka bertemu dengan tuan kim untuk menitipkan kuda mereka yang begitu banyak jadi mereka hanya membawa separo saja dan mereka berganti an saat berjalan menuju kota tempat tinggal zhen dan zhu'er.


akhirnya mereka sampai di perbatasan kota kecil itu dan junsia bertanya pada seseorang dimana kediaman tabib chang orang itu menujuk sebuah tokoobat yang lumayan besar dan tak terlalu jauh dari tempat mereka bertanya.


junsia mengetuk pintu yang lumayan besar


ngik.........pintu terbuka dan muncul lah seorang yang tak asing dia xiachien mereka berdua sama sama terkejut.


" junsia apa yang terjadi kenapa kau ada di sini "


tapi nyonya Liang menyela pembicaraan mereka.


"xia mana putra ku"


"nyonya kaujuga datang tuan sedang bersama nyonya muda di dalam "


tanpa aba aba nyonya Liang memasuki rumah begitu saja.


"putra ku dimana kau mana cucuku "


"zhu'er apa kau dengar itu apa itu suara ibu "


"entahlah keluar saja lihatlah siapa yang datang "


"kau benar aku akan keluar ini "


sambil menyerah kan bayi kecil di tangan nya


zhen pun keluar dan saat dia berjalan keluar betapa terkejut nya dia ketika melihat ibunya.


")ibu bagaimana bisa ibu sampai ke sini "


"aku bersama pasukan bayangan juga junsia "


"benarkah cepat sekali tiba "


"iya kita dibantu nona Sau Cing teman ayah mu dia seorang penyihir "


"apa penyihir "


"iya dia wanita baik aku juga mengenal nya "


"sukur lah kalau ibu mengenal nya "


"dimana cucuku "


"dia sedang menyusu pada ibu nya "


"aku ingin melihat nya "


"mari ibu ikuti aku "


zhen pun membawa ibu nya ke kamar zhu'er .


setelah sampai pada kamar zhu'er nyonya Liang memberi hormat pada zhu'er .


"ibu tak perlu seperti itu aku juga putri mu tak perlu memberi hormat kan pada putri nya sendiri "


"tapi engkau adalah seorang "


"sudahlah ibu panggil saja aku zhu'er "


")baiklah putri ku ingin melihat cucuku "


nyonya Liang menimang salah satu bayi mungil itu dan yang lain masih di sushi zhu'er.


"putri ku siapa namanya "


"FENGHUANG dan JINLONG "


"bagus sekali nama itu zhu'er"


nyonya Liang pun duduk bersama dan bercerita satusama lain


__________________________

__ADS_1


maaf gak bisa up tiap hari


__ADS_2