
...Berselang tiga hari setelah Wu siao mengirimkan pesan pada tuan chang di Qing ternyata di sebuah hutan bambu yang lebat setelah desa terakhir sudah dekat dengan pedesaan di perbatasan tiba tiba saja mereka berlima pembawa pesan Wu siao dihadang oleh segerombolan orang bercadar hitam....
...Tanpa di duga oleh kelima pembawa pesan yang berkuda itu turun dari atas pohon bambu segerombolan orang bercadar hitam dan menghunus kan pedagang pada mereka berlima...
"serahkan pesan itu kami akan melepaskan kalian "
"tidak kami akan menjaganya hingga tetes darah terakhir "
...mereka tak gentar dengan ancaman sekelompok orang tak dikenal itu namun mereka semua turun dari atas kuda mereka dan salah satu dari pasukan Yanglu mengelus kuda putih nya dan berbisik tanpa ada yang menyadari dan mereka melepaskan semua kuda mereka dan bertarung sama lain....
"apa yang kalian ingin kan"
"hanya gulungan yang kalian bawa "
"gulungan apa kami tidak membawa apa apa "
"jangan banyak bicara berikan saja "
"sampai titik darah penghabisan tak kan kami serahkan "
...slingg suara pedang keluar dari sarung nya dan mulai lah terjadi pertarungan di antara mereka semua dengan posisi tak seimbang pasukan Yanglu yang hanya lima orang dan pasukan musuh yang kurang lebih dua puluhan mereka bertarung sengit....
...Namun tidak disangka terdengar suara gemuruh di atas hutan bambu itu dan terdengar suara teriakan "menyingkir...............!" dan mereka berlima pun meninggalkan pertarungan itu dengan menepi memanjat pohon bambu namun mereka di kejar oleh musuh dan akhirnya hujan anak panah dari atas pohon bambu itu....
cling.......cling ........cling
...suara pedang menangkis anak panah yang menghujani mereka .pertempuran yang berbalik arah itu terjadi hampir satu jam lamanya karena musuh tak mau menyerah namun karena jumlah yang tak seimbang dengan pasukan Yanglu yang lebih banyak mereka kabur dengan penuh luka....
...Ternyata lima orang pembawa pesan itu melepaskan kudanya untuk meminta bantuan pada pasukan Yanglu yang berada di desa terdekat dengan kuda yang memiliki tanda milik pasukan Yanglu yang berarti jika dia berjalan tanpa ada yang mengendarai artinya itu tanda bantuan harus segera datang dengan mengendarai kuda yang sama maka kuda itu akan membawa orang yang menungganginya kepada tuannya....
...Ketika hari hampir gelap mereka beristirahat di kediaman para pasukan Yanglu di desa itu.Dan malam itu pula Junsia keluar istana dan membawakan gulungan itu putri huang zhu/nyonya chang junjungan nya....
...Junsia menyusuri lorong menuju kediaman utama lotus yang lumayan jauh dari gerbang depan untuk menuju ruangan nyonya chang di tengah jalan dia bertemu dengan siayue....
"kak yue tunggu ini " sambil menyerah kan gulungan kertas ke arah siayue
"sembrono sekali kau membawanya "sambil menyembunyikan gulungan itu di lengan hanfu nya.
"maaf aku tergesa gesa ini pesan penting para pengantar pun sempat di serang "
"apa berarti mereka mulai mencium aroma wewangian "
"benar kita harus waspada"
"di mana kalian menghadang nya "
"di hutan bambu di sebelum desa perbatasan "
"bagus jangan sampai mereka mengetahui kalau kalian ada di Qing jangan sampai ada yang mencium kalau kalian ada di sini"
"baik kak,kak yue apa kau pernah mendengar kabar tentang sia"
"haa sia kau ...."
"iya aku rindu pada nya sudah sangat lama tak mendengar kabar "
"kenapa tak menggunakan pengantar surat saja"
"tidak kak menggunakan mereka sangat berbahaya aku tak ingin membahayakan nyawa mereka demi aku ,mereka keluarga bagiku "
"benar junsia kita semua keluarga putri menganggap kita sebagai keluarga bukan bawahan"
"benar sekali kak yue ini yang membuat aku tulus mengabdi padanya tak ada bangsawan seperti majikan kita"
"iya disini mereka memperlakukan kita bagai saudaranya"
"kak kau belum menjawab ku bagaimana dengan sia?"
__ADS_1
"iya aku lupa dia bersama selir lau "
"apa bagaimana bisa sejak kapan ?"
"sejak kau di kirim kesini "
"dia berkhianat "
"tidak dia di hadiahkan oleh ratu "
"ohh lega sekali aku mengira"
"jangan terlalu jauh berfikir "
"baik lah aku akan kembali pada pos ku"
"terima kasih "
...akhirnya mereka berpisah dan kembai pada tempat mereka masing...
...----------------...
...Di tempat lain di markas sebuah kelompok pasukan terlihat sang pemimpin marah besar pada beberapa orang yang sedang terluka bahkan ada juga yang masih tertancap anak panah....
"Bagaimana kalian bisa gagal !"dengan penuh amarah.
"maaf ketua bala bantuan mereka sangat berbahayak"
"bantuan apa bukankah kerajaan Huang yi sangat jauh dengan perbatasan "
"benar ketua sepertinya mereka berada di perbatasan hingga cepat sampai "
"hahh ..........benci sekali diri ku pada mereka semua aku harus menghancurkan mereka semua seperti mereka membiarkan keluarga ku di bantai oleh pemberontak".
"kami siap ketua"mereka mengucapkan serentak
...Ketua kelompok itu pergi meninggalkan anak buah nya yang terluka untuk di obati....
......................
...Di kekaisaran Huang yi pun tak kalah pusing nya berita ke gagalan pasukan elang telah sampai di telinga selir lau....
"sia apa sudah ditemukan pembunuh siolan "
"belum yang mulia selir "
"apa kau tidak menemukan sepatu "
"iya ada yang mulia selir "
"apa itu kenapa kau tak memberi tahu ku"
"maaf yang mulia selir aku kira itu barang tak penting hanya sebuah belati yang tertancap d dada siolan saja"
"bisa aku melihat nya "
"baik yang mulia hamba ambilkan sebentar "
sia pun pergi ke kamar nya untuk mengambil belati itu di hati sia "ya.... akhirnya nya yang ku tunggu datang juga "tak lama kemudian dia sampai di kamar selir Lau
"ini yang mulia hanya belati ini yang kutemukan "
selir Lau membolak balik kan belati itu. aku tau siapa pemilik nya.
"yang mulia kau mengetahui nya ?"
"iya ini milik mentri perbatasan "
__ADS_1
"yang mulia jadi yang.....tidak mungkin memang kenapa dengan siolan dia baik apa mungkin....."
sia berfikir dengan keras
"lanjutkan kalimat mu"bentak selir lau
"m m maaf yang mulia "sia berlagak gugup"apa mungkin siolan mengetahui sesuatu/sesuatu rahasia yang tak boleh sampai ada yang mencium nya"
"iya kau benar apa kau bisa menyelidiki nya cari tau apa yang terjadi "
"baik yang mulia hamba laksanakan "
"benar sejak kepergian siolan rencanaku selalu gagal "gerutu selir lau dengan kesal dan terdengar sia ,sia pun membatin "bukan karena siolan tapi kecerobohan mu sendiri wkwkw "dia tertawa dalam hati.
...Tanpa di duga suara ketukan pintu kamar selir lau terdengar nyaring...
"selir ada seseorang ingin menemui anda dia membawa benda ini "seorang pelayan penjaga pintu memberikan sehelai bulu elang pada Sia dan Sia pun menyerahkannya pada selir lau dan selir lau pun menerima nya lalu dia mengamati bulu itu dan ada setitik darah.
...Tiba tiba selir lau memukul kan tangan nya dengan keras pada meja rias nya....
"ada apa yang mulia "
"kau tau ini,ini adalah pertanda kegagalan misi mereka "
"maaf yang mulia misi apa?apa hamba bisa menolong yang mulia "
"tak perlu aku saja,sia apa kau sudah memberi kan ramuan itu pada ratu ?"
"sudah yang mulia "
"sukurlah aku masih memiliki satu misi yang berhasil "
"selamat untuk anda calon permaisuri dan ratu Huang yi "
"terima kasih atas do a mu,ambil lah satu kantong emas di peti itu hadiah untuk mu karena kau melaksanakan tugas mu dengan baik"
"terima kasih yang mulia selir ,semoga panjang umur "
"emm aku akan istirahat rahat aku lelah suru pergi pembawa pesan itu "
"apa yang mulia tak ingin membalasnya "
"tak biarkan saja ,aku harus mengubah rencana ku aku harus punya rencana baru"
"baikyang mulia hamba undur diri "
setelah mengantar selir lau ketempat tidur dan menyelimuti nya Sia pun berbalik dan pergi ke kamarnya dengan membawa sekantong emas.
"selalu berbuat baik lah agar kaupun mendapat kebaikan "kata sia menggerutu sendiri sambil tersenyum menyimpan emasnya itu.
...Kenapa selir lau bisa percaya pada sia karna sia berhasil menghasut selir lau dan dia melaksanakan tugas besar untuk memberi kan racun pada ratu Siangmei.namun racun itu tak pernah sampai pada tenggorokan ratu karena sia memberi tahu nya setiap makanan dan minuman yang iya bawa sudah di bubuhi racun terlebih dahulu agar ratu mengalami gangguan jiwa....
...Ke esokan hari seperti biasa Sia datang ke kamar selir lau untuk mempersiapkan dia dengan kecantikan sempurna ....
...Namun ketika sampai selir lau tak terlihat di tempat tidurnya Sia pun mencari nya dan menemukan nya di ruang baca nya dan seperti sedang menulis sesuatu....
"sia berikan kertas inipada orang yang membawa berita kemarin "
"baik yg mulia siapa dia dan dimana hamba bisa menemuinya "
"bawa bulu itu dan pergilah ke lembah di sisi istana itu di situ ada sebuah pondok masuk lah dan tunjukkan bulu itu sebut nama lau xing"
"baik yang mulia "
"jangan sampai ada yang melihat mu"
"baik yang mulia hamba undur diri"
__ADS_1