
...Tuan Chang dan nyonya Chang mereka duduk berdampingan di depan sebuah meja di ruang kerja tuan Chang setelah membaca surat itu mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum....
"Perangkap.......!"mereka berdua bersamaan mengucapkannya dan tersenyum satu sama lain
"zhu'er apa pikiran mu sama dengan ku"
"iya tepat kita tunggu siapa yang akan menghampiri kita disini "
"artinya mereka yang berada di Huang yi belum tahu siapa tuan chang "
"iya benar sekali"
"semoga dengan begini kita bisa mendapat bukti bukan hanya nama mereka saja"
"iya Zhu'er kita harus menyelamatkan Kekaisaran kita dari pemberontakan "
"kak susun saja rencana mu aku akan menjenguk ibu mertua "
"baik lah suru xiachien kemari"
"Siayue,perintahkan pelayan mencari xiachien untuk menghadap tuan "
"baik nyonya "Siayue pun memerintahkan pelayan sesuai kata majikan nya.
"Siayue apa kau tak rindu xiachien "mereka sambil berjalan menuju kediaman nyonya Liang
"ah nyonya apa yang kau bicarakan"
"kapan terakhir kau bertemu dengan nya "
"beberapa hari lalu ,kenapa?"
"apa kalian tak ingin menikah "
"bagaimana kami menikah peraturan seluruh kerajaan tak memperkenankan kami menikah kalau tidak menanggalkan seratus kami saat ini "
"kenapa tidak kau tanggalkan saja "
"lalu yang menemani mu siapa ?"
"entah lah tapi aku akan berusaha agar kalian semua bisa menikah tanpa harus meninggalkan istana dan junjungan kalian "
...akhirnya mereka sampai di kediaman nyonya Liang dan mereka melihat pemandangan berbeda di ruang tamu terlihat pangeran Qing ýang bercakap cakap dengan nyonya Liang....
...Pangeran Qing ýang melihat nyonya chang dengan sangat dalam....
"salam pada pangeran Ýang pelayan ini memberi hormat pada pangeran "
"tak perlu bersikap seperti itu kita teman "
"terima kasih pangeran "
nyonya chang menegakkan tubuh nya
"salam pada ibu "
"duduk lah disini putri ku "sambil menepuk kursi di sebelah nya
"baik ibu " nyonya chang pun menduduki kursi yang di persilakan mertuanya itu.
...tempat duduk itu berseberangan dengan pangeran dengan tanpa perhatian nyonya chang ternyata pangeran Qing ýang telah memandangi nya dengan liar dan nyonya chang mulai terusik dengan pandangan pangeran Qing ýang....
"Pangeran maaf apa ada yang salah denganku "kata nyonya chang menyadarkan pandangan liar pangeran Qing ýang .
"oh tidak nyonya aku hanya sedang mengagumi mu"jawab pangeran Qing ýang.
"oh terima kasih atas sanjungan pangeran "
"Pangeran maaf apa yang mulia masih mencari nona Cing "ucap nyonya Liang di tengah kecanggungan zhu'er.
"Benar nyonya Liang aku masih mencari nona Cing dan kemari juga ingin menanyakan batu giok waktu itu "
"ada apa ibu "kata nyonya chang .
"bagaimana pangeran "tanya nyonya Liang pada pangeran.
"baiklah silahkan "pertanda pangeran memberi izin.
__ADS_1
"baiklah aku akan menceritakan sesuatu pada mu "
ucap nyonya Liang pada zhu'er untuk membuka kalimat.
"kau ingat kah kejadian penyerangan di kediaman kita yang terakhir kali ketika pangeran sedang berkunjung,waktu itu aku tak sengaja menarik pedagang pangeran Qing ýang dari sarung nya untuk ku gunakan menghalau lawan yang akan melukai pangeran dan chang ,dan aku tak tahu kalau pedang pangeran memiliki kekuatan lain yang hanya dia yang mampu mengangkatnya tak ada orang yang bisa memegang nya kecuali dia memiliki sepasang batu giok teratai"
"jadi ibu memiliki giok itu "sela nyonya chang yang penasaran.
""iya aku memilikinya"
"jadi sebenarnya apa yang terjadi"
"baiklah aku akan menjelaskan nya padamu nyonya chang tapi tidak sekarang aku harus pergi ke Huang yi "
"untuk apa pangeran ke Huang yi "
"aku baru dapat pesan dari mentri perbatasan ada tawaran perjodohan dari putri Huang zhu"
"haaa putri huang zhu perjodohan,bukan nya perjodohan itu sudah ditolak oleh putri."zhu'er terkejut
"iya nyonya chang waktu itu memang ada pesan bahwa tuan putri huang zhu tak ingin di jodohkan " kening zhu'er berkerut dihati membatin "wah sepertinya tak susah mencari dalang semua kekacauan di istana huang"
"Pangeran maaf bisa kah aku bertanya "
"iya silahkan "
?
"Pangeran apa anda menyukai tuan putri kami dan siapa yang selalu membawa pesan karena sangat jauh dari Qing dan Huang yi "
"hanya pembawa pesan biasa "
"bukan itu maksudku,setempel siapa yang di bubuhkan"
"tentusaja ibu ratu Huang yi "
"apa ada yang salah nyonya chang "
"ahh tidak hanya ingin tau saja ,jadi kapan pangeran aku berangkat ?"
"mungkin sore ini nyonya tapi aku harus minta pertolongan pada nyonya Liang "
"apa kau mengetahui keberadaan Nona Cing"
"maaf pangeran aku tak mengenal Nona Cing tapi yang aku kenal dan yang meminjamkan batu giok teratai itu adalah Nona Sau Cing dia sahabat suamiku dan guru Wang carilah guru Wang di perguruan Wang si yang berada d hutan barat istana Huang yi"
"terima kasih nyonya Liang aku akan selalu mengingat kebaikan kalian."
"jangan sungkan pangeran engkau junjungan kami sepatutnya kita ada jika di butuhkan "
"tidak jasa mu sangat besar pada kerajaan ini aku berjanji aku akan selalu menjaga keluarga mu semampuku."
terima kasih banyak pangeran "
"baiklah nyonya berdua aku pamit".
...setelah pangeran undur diri meninggal Zhu'er bertanya pada nyonya Liang "Ibu mana mungkin Ibu ratu mengirim pesan semacam itu apa yang terjadi membuat aku bingung saja "zhu'er berpikir keras memecahkan soal dalam kepalanya yang mulai pening itu....
...nyonya Liang pun ikut berpikir dan memijit pelipis nya dan ada sinyal di otak nya "menantu sebaiknya kau kirim pesan pada wu siao suru dia menyelidiki sebenarnya yang terjadi sepertinya ada yang terlewatkan "...
..."benar ibu aku harus mengirim pesan "jawab zhu'er pada ibu mertua nya,"...
"pergi lah kembali biarkan si kembar bersama ku."
...Nyonya chang pun beranjak dari duduk nya dan kembali ke kediaman nya dia memanggil siayue dan memintanya untuk menyiapkan peralatan menulisnya dengan sedikit emosi dan tergesa gesa....
"nyonya ada apa,kenapa diri mu panik?"tanya siayue dengan nada kawatir.
"iya siayue aku harus bertanya pada ibu apa benar dia mengirim surat perjodohan ku dengan pangeran Qing dia akan datang menuju Huang yi saat ini "
"apa bagaimana bisa seperti itu "
"aku tak tau tapi aku yahkin itu bukan perbuatan ibu"
"benar pasti ada yang memalsukan nya."
"siayue bagaimana pasukan Yanglu dan pasukan bayangan yang tersebar "
__ADS_1
"mereka semua baik baik saja dan mereka menetap sebagai penduduk di setiap desa "
"dimana saja mereka "
"di setiap desa dari ibu kota sampai kemari mereka di bagi berkelompok kelompok disetiap desa"
"siapa yang membuat ide ini siayue "
"tentu saja suami mu"
"ah curang kenapa dia tak memberi tahu ku"
"nyonya apa yang kau tuliskan "
"nanti saja ku cerita kan kirimkan dulu surat ini untuk WU siao surat ini harus sampai sebelum pangeran sampai di Huang yi "
"ah....tanang saja nyonya"
"bagai mana bisa engkau berkata begitu bukankah perlu waktu 3minggu untuk sampai ke Huang yi "
"ah ....nyonya nyonya engkau belum tau ya ke hebatan orang orang kita setelah di ambil alih kepemimpinannya oleh suami mu?wkwkkwkwk"
"tak sopan kau kuhajar kau memang apa yang dia lakukan pada orang orang ku"
"tuan lebih cerdik dari diri mu "wkkwkw
"cepat cerita kan padaku,seenaknya saja menggunakan pasukan ku hemmmm!"zhu'er geram
"baiklah nyonya jangan marah ,iya nyonya tuan mengatur di setiap pasukan untuk di tempat kan di setiap pedesaan dan jika kita mengirim surat atau pesan apa pun hanya melalui desa desa yang bisa ditempuh dalam waktu yang singkat dan pasukan di desa lain meneruskan kedesa berikutnya jadi setiap pesan dalam satu hari bisa melalaui beberapa desa karena itu pesan kita bisa sampai hanya dalam waktu 3 hari saja."
"memang kemampuan suamiku sangat hebat diatas rata rata ,baik lah aku tak jadi marah cepat kirimkan sekarang "
"baik lah nyonya aku undur diri "
...****************...
...Setelah tiga hari berlalu akhirnya surat dari putri huang zhu sampai pada Wu siao dan Ratu Huang yi setelah surat itu berada di tangan Wu siao dia membacanya dan dia benar benar menyimak setiap kalimat yang dia baca....
...dia sedikit meremas surat tersebut dan dia membakar surat itu setelah dia memahami maksud surat dari putri huang zhu....
...Wu siao mengirimkan pesan pada Yuanli dan Sia untuk melakukan pertemuan untuk membahas isi surat Tuan Putri Huang Zhu....
......Ketika malam mulai pekat dan lampu sudah di nyalakan Han lin membawa seorang pelayan untuk mengganti kan Wu siao sebagai putri huang zhu yang tidur di ranjang nya....
...mereka menuju sebuah tempat di sebelah barat istana mawar tempat semacam gudang yang sudah tak di urus lagi mereka selalu menggunakan tempat itu untuk melakukan pertemuan rahasia....
...mereka menggunakan pakaian seba hitam untuk menyatukan diri dengan pekat nya malam hanya cahaya remang remang yang menerangi jalan mereka hingga sampai pada tempat yang mereka tuju....
"teman teman waktu kita singkat "wu siao membuka kalimat setelah semua berkumpul.
"ada apa kenapa kita harus seperti ini sepenting apa"ucap sia.
"ah kau ini ,ini genting "kata WU siao
"Pangeran Qing akan datang membawa lamaran "sela hanlin
"haaaa....."ucap yuanli dan sia bersamaan
"bukankah sudah di batal kan "kata sia
"iya memang sudah tapi sepertinya ada ada yang mengirimkan pesan pada kerajaan Qing dan menggunakan setempel ratu"terang wu siao
"siapa yang memberi mu informasi ini ?"tanya yuanli
"tuan putri yang mengirimkan informasi ini "jawab WU siao
"lalu apa yang di tugaskan pada kita "
"kita harus mencari setempel itu dan mengetahui dimana tempat nya dan siapa pemilik nya saat ini tapi jangan di ambil ,sia kau memiliki tugas dobel kau harus bertanya pada Ratu tentang hal ini dan coba cari di tempat selir Lau dan kau yuanli cari di tempat selir wei aku dan hanlin akan mencari di tempat mentri perbatasan mentri perdagangan dan mentri kehakiman,aku akan melaksanakan malam ini kalian kembalilah."
"baik lah berhati hati lah kalian esok malam kita bertemu di sini lagi "kata Hanlin
"emmm baik "ucap Wu siao
"sampai jumpa esok malam"kata hanlin menutup pertemuan mereka.
......Mereka berempat keluar dari ruangan itu menggunakan ilmu kamuflase yang mereka miliki Hanlin dan WU siao menuju ruang kerja mentri perbatasan dengan melompat atap dan pepohonan hingga akhirnya mereka sampai pada tempat yang mereka tuju yaitu ruang kerja mentri perbatasan.......
__ADS_1
...WU siao dan Hanlin mengawasi dari atas atap yang mereka pijak saat ini dan tepat di bawah mereka ada 4 penjaga yang siap dengan senjata mereka l...