
Di Istana mawar merah para pelayan sedang sibuk mencari putri Huang Zhu karna memang waktu sudah menunjukan waktu makan malam namun tuan putri mereka dengan pelayan pendamping nya belum juga pulang.
Dan berita ini pun terdengar oleh kaisar,kaisar pun menjadi kawatir dan permisuri Siangmei pun mulai mendengar berita itu dari para pelayan.
Permaisuri pun dengan gemetar menuju ke kediaman kaisar dan tanpa basa basi lagi langsung memasuki ruangan suami nya.mengabaikan semua tatakrama
"yang mulia, dimana putri kita"
"entahlah para prajurit masi mencari nya"
"aku khawatir yang mulia"
"begitu pula denganku,Mei'er dia putri kita"
"ah,gadis itu selalu pergi tanpa pengawal dan selalu membuat ku kawatir"
"mei'er, apa dia tadi mengikuti acara penyambutan panglima Zhen."
"entahlah yang mulia ,aku tak melihat nya sejak acara penyambutan itu"
"kasim Cao apa sudah ada kabar"
"belum yang mulia"
Permaisuri Siangmei menangis semakin pilu dan kaisar harus membuat istrinya itu tenang.dan kaisar pun memeluk nya dan berkata "jangan sedih dia pasti pulang,bukan kah sudah sering seperti ini."
"tapi hatiku saat ini tidak tenang yang mulia,aku takut terjadi sesuatu"
……………………………………………………
Di halaman teratai biru tuan putri Zhu dan tuan muda Zhen sedang menyusun rencana agar pertemuaan mereka tidak di curigai oleh keluarga istana.
"kak,Zhen bagaimana aku kembali karna hari sudah larut pasti mereka sudah menyadari kalau duriku tak ada di kediaman ku"
"baik lah seperti ini saja ,apa ada yang melihatmu saat kau pergi"
"tidak ada"
"sejak kapan kau pergi"
"sejak pagi tadi"
"artinya kau tak menghadiri penyambutan diri ku tadi?"
"ah … kak Zhen kau ini bagi mana. saat penyambutan dirimu tadi apa kau melihat ku?"
ha...ha...ha.... benar juga kau tadi tak kulihat"
"lalu bagai mana ini aku kembali,tubuhku merasa sangat lemah"
"emmm baik lah kamu jangan katakan apa pun ketika aku menggendong mu berpura2lah tak sadarkan diri"
"baik lah mari kubawa diri mu"
"siayue kau bisa berjalan"
"bisa panglima"
"mari ikuti aku jangan berbicara apa pun biar aku yang bertanggung jawab"
lalu panglima Zhen menggendong putri zhu dan dia berkata zhu'er kenapa ringan sekali tubuh mu apa selama ini siayue tak memberimu makan?
"biarkanlah aku yang merasakan nya"
"siayue, kenapa Zhu'er ku kurus sekali"
"maaf panglima,tuan putri hanya sedikit makaan dia tak pernah menghabiskan makanan nya bahkan sampai satu hari penuh dia tak makan apa pun selain hanya minum air."
"apa,untuk apa kau berlaku seperti itu zhu'er apa kau sudah tak menyayangi ku hingga kau tak ingin hidup dan bertemu aku"
"bukan begitu maksudku,aku mersa sungguh tak nikmat menyantap mereka karna setiap aku menyantap nya aku selalu melihat mu dalam keadaan berperang dan aku terlalu takut untuk melihat nya"
"pantas racun dengan mudah masuk d aliran darahmu."
zhuer sudah sampai diam lah
panglima Zhen memasuki haman mawar merah dan di sambut oleh para pelyan istana
__ADS_1
siayue berjalan terlabih dahulu dan menyiapkan tempat tidur putri Huang zhu.
Dan panglima Zhen menidurkanya di ranjang lalu dia duduk d samping nya seraya memeriksa nadi nya.
"Zhu'er denyut nadi mu sangat lemah aku harus memeriksamu setiap 2kali sehari"
"Benarkah,aku sangat bersukur terkena racun tadi "
"apa maksudmu"
"iya karna aku akan bertemu dengan mu dua kali sehari"
"ah bocah nakal"
Tiba tiba terdengar pengumuman
Ratu dan Kaisar telah tiba!!
"ratu tiba jaga sikap mu zhu'er"
"baik lah tabib cerewet"
Dantibalah yang muliai ratu dan kaisar Huang Qiang .
pintu berdecit dan terbukalah pintu.Ratu pun berlari menghampiri putri nya yang terbaring lemah dia tak memperdulikan sekitarnya dia tak peduli lagi dengan tatakrama kepada suami nya.
"putriku,apa yang terjadi padamu".
"tidak apa apa ibuda aku hanya lelah"
"diamlah,kenapa kau selalu pergi tanpa pengawal pergi keluar istana tidak memberi tahu ibuda.kenapa kau selalu membahayakan nyawamu zhu'er"
"ibuuuuj,maaf"
sambil memelas zhu'er meminta maaf agar ibunya berhenti berceramah panjang.
di sisi lain panglima zhen menahan tawa,melihat kekasih nya tak berdaya di hadapan ibu nya.
tiba tiba kaisar membuka keheningan diantara kedua pria itu ditengah alunan merdu seorang ibu yang sedang menceramahi putri yang tak berdaya kaisar pun membuka kalimat
"panglima apa yang sebenenarnya terjadi aku meminta penjelasan mu".
"baiklah,temui aku esok hari di ruang kerjaku"
"baik yang mulia , hamba esok juga harus memberi obat kepada tuan putri Zhu.bisakah hamba meminta sesuatu kepada yang mulia."
"kata kan"
"yang mulia hamba mohon agar tidak ada tabib manapun yang memberi ramuan obat kepada tuan putri dan memeriksanya hamba akan memastikan semua nya baik.esok akan hamba jelaskan semua nya"
"baik lah aku kabulkan"
"yang mulia hamba undur diri"
di sisilain
"ibuda jangan khawatir aku baik baik saja"
"apanya yang baik baik saja ,tubuhmu lemah seperti ini."
"baik lah istirahat saja.ibu akan kembali kekediaman ibu"
"pelayan jaga tuan putri baik baik jangan lengah"
"baik yang mulia"
"ayahanda maaf"
"sudahlah itirahat saja,jelaskan ketika kau sudah sehat nanti"
putri hyang zhu mengangguk kepala nya tanda setuju akan perintah orang tua nya itu.
________________________________
Di istana Mawar putih tempat selir Lau istri ke2 kaisar
Huang terlihat lidah api masi menyala pertanda mereka masi belum mengistirahatkan diri.
__ADS_1
"kasim Cao,apa kah berhasil"
"mm...maaf yang mulia selir mereka gagal."
"sudah ku duga."
"mereka tak ada yang selamat ".
"apa!, sehebat apa putri itu hingga berhasil membunuh pasukan Elang ku"
"bukan, selir Lau
bukan dia yang menghabisi prajurit kita dia panglima zhen."
"panglima zhen, menarik bagaimana bisa dia bahkan baru tiba hari ini dari medan perang..............menarik"
"namun pasukan elang berhasil memasukan racun dalam tubuh putri."
"emmm baguslah jadi racun itu berhasil masuk."
"iya selir lau."
"siolan"
"iya hamba"
"ambilkan ***** berikan pada kasim cao"
"baik yang mulia"
"terima kasi yang mulia hamba menghargai hadih mu".
"pergilah aku ingin beristirahat"
"hamba undur diri"
"emmmmm"
setelah kasim cao pergi selir lau mengetuk ngetukan jari nya diatas meja di depan nya seraya berpikir dan bergumam sendiri
Ada apa dengan panglima dan putri zhu,
bagai mana mereka bisa bertemu,
kenapa mereka bertemu di hutan ,
ada apa ini???emm menarik.
"siolan,aku ingin istirahat"
"hamba yang mulia"
setelah duduk di meja rias siolan pun membantu melepasakan semua riasan sang selir.
"siolan apa kau tau desasus tentang putri zhu dan panglima"
"tidak tau yang mulia yang hamba tau tuan putri selalu pergi diam diam hanya itu yang mulia"
"emm baik lah akuakan istirahat"
"hamba undur diri yang mulia"
__
__
__
__
__
Terjawab sudah siapa yg menyerang Tuan putri Zhu
lalu apa ya yang akan di jelaskan oleh panglima hingga mencari tempat lain ????
Semoga tuan putri baik baik saja ya masak baru tayang mau mati wkwkwkw.
__ADS_1
terima kasi dan salam sayang untuk alian semua