RASA ITU MASIH ADA

RASA ITU MASIH ADA
aneh


__ADS_3

Ini adalah hari pertama Senja masuk kuliah setelah dua bulan lamanya setelah masa liburanya habis.


Pukul 07:17 Senja dan Puspa berangkat ke kampus. Mereka memarkirkan montornya seperti biasa di bawah pohon agar tidak kepasan montornya. Tapi dari belakang terdengar pula suara mobil yang tiba-tiba memakirkan mobilnya di samping montor Senja. Tidak seperti biasanya. Selama dia jadi mahasiswa di kampus xx tidak pernah ada mobil yang parkir di sini.


Dari dalam mobil turunlah seorang cowok yang memakai jaket kulit berwarna hitam lengkap dengan kaca mata hitamnya. Tidak lupa dia mengenakan topi berwarna hitam dan juga sudah seperti seorang body guard saja. Dia terlihat seperti anak keren. Apalagi cara dia membawa tasnya cuman dikasih di pundak sebelak kiri saja. Yang membuat aneh dia menyapa dan senyum kepada Senja.


"Ayuk dong Ja cepet kita ada kelas pagi."


" Bentar-bentar tali sepatu aku copot lepas nih kamu duluan aja sana."


" Oke Senja sayang."


" hai." Sapa pria yang keluar dari mobil itu.


Dengan muka kaget dan aneh senja membalas sapaanya. "Hai juga."


Setelah menyapa pria itu cuman senyum lalu pergi.


Dalam hati Senja merasa aneh dengan orang itu. Kenal saja tidak tiba-tiba bilang hai lalu senyum trus pergi. Emang dasar aneh itu orang.


Waktu tadi siang ketika Senja pergi ke kantin dia bertemu lagi dengan cowok yang ada diparkiran. Dia bersama dua orang cowok dan satu orang cewek lagi pesan makanan dan tepat sekali dia berada di sampinya. Dia menengok dan lagi-lagi senyum kepadanya.


" Bu satu ya."


" Seperti biasa ya mbak Senja?"


" Iya bu."

__ADS_1


Karena merasa aneh Senjapun segera pergi untuk mencari tempat setelah memesan makannya.


Siapa sih dia sebenarnya? Kok aneh banget tingkahnya. Tiba-tiba senyum padahal gak kenal. Oh mungkin dia orangnya ramah ya sama orang lain. Ya udahlah biarin aja.


" Ini mbak Senja makananya seperti biasa nasi goreng tanpa udang dan minumanya teh  hangat dengan gula sedikit."


" Terimakasih Bu."


" Tunggu dulu Bu, maaf mau tanya dia sebenarnya siapa ya? ituloh laki-laki memakai topi hitam dan kaca mata. Aneh banget dari melihat ke sini."


Ada hal yang membuatnya makin merasa aneh dengan laki-laki itu. Dari tadi dia melihat Senja terus dan membuatnya tidak nyaman.


Setalah jam kuliahnya habis Senja dan Puspa pergi ke taman belakang Fakultasnya hanya untuk menikamati segarnya udara sore.


Di bawah langit yang akan nampak turun hujan ada dua anak perempuan yang masih menggibah tentang teman satu kelasnya. Senja dan Puspa masih terus membicarakan kejadian di kelas saat ngampus. Puspa membicarakan seorang dosen ekonomi yang katanya dia tampan, baik, lucu. Namun, menurut Senja dosen itu biasa saja. Memang setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda.


" yang mana sih dosennya banyak".


"Ituloh Mr. Pandu dosen ekonomi yang gantiin Mr. Waluyo ituloh".


" ohhh, ya ampun yang itu. Enggak lah dia itu biasa saja."


Tidak hanya itu, perdebatan tentang dosen ekonomi pengganti itu masih berlanjut. Walaupun hujan akan turun dua anak itu tidak memperdulikannya. Yakan akhirnya hujan datang mengguyur kampus. Rasanya ingin sekali Senja bertanya tentang orang yang mereke temui di parkiran tadi pagi. Tapi dia sebel jika nantinya malah di ceng-cengin sama Puspa.


" Eh Pus kamu tau cowok yang parkirnya mobil disamping kita tadi pagi ."


" Ya iyalah tau dia kan putra Brawijaya Ja dan ketua SEMA, masa kamu gak kenal sih? Dia tuh kating kita satu jurusan sama kamu Senja sayang. Gantengkan?"

__ADS_1


" Hmm enggak kenal dan biasa saja. bahkan akupun tak bisa melihat mukanya."


" Makanya Ja jangan sibuk mulu. Sekali kalilah cari tahu gitu berita kampus yang lagi trending tuh apa"


" Yakan kamu tahu sendiri kalau tugas kampus tuh banyak."


" Bukan itu maksud aku. Maksudnya kamu tuh jangan sibuk mencari tahu tentang orang yang gak mungkin bisa kamu miliki. udah masa lalu juga masih aja di inget-inget. Move On Senjaku sayang yang cantik bagai bidadari khayangan. "


" Apaan sih kamu Pus kok jadi sangkut-sangkutin sama yang itu. Ah bete aku sama kamu jadinya. Tunggu emangnya kamu udah pernah pergi ke khayangan atau pernah bertemu bidadari gitu?."


" Hahahaha belum sih sebenarnya itu hanya aku pernah dengar di dongeng-dongeng. Udah-udah oke aku minta maaf deh ya ya ya?"


" Oke. Dia di pilih karena votenya banyak karena banyak fansnyakan?


" Bukan kok. Dia kepilih  karena pandai, prestasinya bagus, dan ganteng pula. Sistem penilainya tuh bukan pakai vote tapi dosen yang menilai. Kenapa kamu tiba-tiba tanyaain dia. Hayoo kamu suka ya sama dia"


" Bukan gitu maksudku. Waktu di parkiran diatuh aneh masa lihatin kita mulu. Tak kira itu temanmu."


" Beneran lihatin kita Ja? Oh ya sebenarnya dia itu kanaranya baru pulang dari Amerika untuk melakukan pertukaran pelajar selama satu tahun makanya dia gak sering muncul dan kamu juga terlalu bodo amat sama kayak gituan kan?"


" Kayaknya sih begitu" Sambil melihatkan senyum kecutnya. karena yag ada di pikiranya sekarang adalah kapan dia bisa bertemu dengan cinta pertamanya itu dan untuk urusan cowok tadi masa bodoh apa urusanya dengan dia. Mau lakuin apa mau dari mana mau sia itu dia tidak penting baginya


" Ihhh kamu tuh ya aku udah bicara panjang lebar kasih informasi tapi kamu malah cuek bebek kayak gitu ."


" La terus hubunganya apa coba sama aku. Kan aku tadi cuman tanya siapa dia? eh kamu jawabnya sudah kayak rel kreta api aja."


" Tapi dia ganteng ya. Yang pernah aku dengar sih kabarnya dia dulu SMA nya satu kota sama kayak kamu lo Ja."

__ADS_1


Maafkan author ya kalau critanya masih berantakan atau kurang menarik.


__ADS_2