RASA ITU MASIH ADA

RASA ITU MASIH ADA
15


__ADS_3

"Hehehe tidak. Mungkin film romantis?" Sambil Adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Untung belum beli tiketnya kalau sudah bisa gawat karena salah pilih. Alhasil nanti malah gak jadi nonton.


"Jangan sok tahu deh."


"Terus maunya apa?"


"Aku mau nonton film horor biar ada adrenalin nya gitu?" Jawab Senja dengan senyuman tanpa dosa padahal tahu sendiri kalau Adrian paling tidak bisa nonton film horor.


"Kamu mau ngerjain aku ya Ja?"


"Kok ngerjain sih? kan emang aku mau nonton film horor aja."


"Tapi.....kan kamu tahu sendiri kalau aku gak bisa nonton film horor. Pasti kamu mau ngerjain aku ya karena masih kesal masalah tadi."


"Jangan seuzon deh kalau gak tahu. Kalau gak mau ya udah aku nonton sendiri aja. Gampang kan. Sekarang kamu pulang dah apa mau nunggu aku disini juga gak masalah sih. Terserah kamumu saja."


"Baiklah baiklah karena hari ini adalah harinya tuan putri. Maka hamba akan ikut nonton filmnya. Apakah Tuan putri senang?"


"Emmmmm.... Enggak sih biasa aja." Aku mau beli pop corn dulu. Beli tiketnya yang paling banyak diminati ya film horor nya."


Dalam hati Adrian bicara "pasti Senja lagi ngerjain aku nih. Wow tidak semudah itu sayang. Lihat aku akan membalikkan semuanya." Sambil tersenyum tipis sekali. Menandakan bahwa senyuman itu adalah senyuman licik yang dikeluarkan oleh Ardian. Hahahaha


Setelah membeli tiketnya Ardian menyuruh Senja untuk menutup matanya dengan sapu tangan yang ada di celananya. Tetapi sebelum menutup mata Senja meminta bukti bahwa dirinya tidak dibohongi oleh Adrian. Senja meminta agar Adrian menunjukkan tiket yang telah dibelinya. Benar saja tiket yang telah dibeli adalah tiket film horor. Namun, Setelah Senja menurut untuk menutup matanya dengan sapu tangan, Ardiian sengaja menukar tiketnya dengan tiket film romantis. Ardian memang sengaja membeli tiket dua yang satu film genre Horor dan satunya genre romantis. Tidak apalah membuang uang untuk beli tiket film horor walaupun gak ditonton. Untuk masalah Senja nanti akan marah dengannya itu urusan belakangan yang terpenting dirinya tidak merasa takut sewaktu menonton filmnya. Rencananya nanti setelah film sudah diputar barulah Senja akan dibuka penutup matanya.


Sebenarnya Ardian telah memesan satu bioskop untuk dirinya menonton dengan Senja. semuanya telah disiasati olehnya tanpa sepengetahuan Senja dan tentunya dengan bantuan Bastian. Karena jika Senja tahu mengenai ini maka dirinya tidak akan mau menonton film dengan nuansa sepi. Menurut Senja itu sama saja dengan menonton film di kosannya melalui laptop.


Waktu telah menunjukan pukul 11:30 dan acara nonton film di bioskop nya sudah selesai. Sekarang mereka berdua sedang berada di restoran yang ada di mall tempat mereka nonton. Dari keluar tempat nonton sampai restoran wajah senja tidak menunjukkan wajah sahabat melainkan menunjukkan wajah masamnya.


"Aku mau pulang sekarang juga. Gak mau lagi aku nonton film sama kamu. Gak suka ya aku dibohongi seperti tadi. Sebel banget."


"Wohhh tidak semudah itu untuk pulang. Ini belum waktunya."


"Aku capek kak." Jawabannya dengan nada sinis karena merasa masih dongkol hatinya sama Adrian karena telah dibohongi.

__ADS_1


"Ihhh capek ya. Ya udah ayuk pulang kalau kamu capek. Kamu segera istirahat agar nanti malam waktu kita dinner badan kamu jadi segar dan gak masam terus itu mukanya." Jawab Adrian dengan menunjukkan senyum terindah nya.


"Aku gak mau dinner. Gak mau pokoknya aku gak mau ya gak mau."


" Plist Ja. Ini sebagai kenangan terakhir kita sebelum kamu berangkat ke London. Setidak tidaknya aku punya kenangan yang bisa aku kenang ketika jauh denganmu. Kan kamu sendiri yang meminta untuk kita jauh lebih dekat lagi. Ini adalah salah satu caranya. Jangan egois Ja. Kamu ngerti in perasaanku dong." Jawab Ardian dengan nada dibuat sesedih mungkin. Seakan menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang tengah tersakiti karena akan ditinggal pergi. Ya sih sebenarnya memang betul mau ditinggal pergi bukan seakan lagi.


Mendengar Ardian menjawab seperti itu pastinya membuat Senja merasa tidak tega tetapi dirinya harus menunjukkan sikap sebalnya karena telah dibohongi oleh Ardian mengenai nonton film tadi. Ada perasaan berat sebenarnya meninggal Ardian. Walau dirinya baru ketemu lagi dengan Ardian yang. sebenarnya adalah kak Aelnya sewaktu SMA dahulu. Namun, inilah keadaan terbaik yang Senja pilih karena harus mengutamakan pendidikan terlebih dahulu baru hal lainya. Dirinya harus menunjukkan kepada orang-orang yang selalu menganggap dirinya sebelah mata.


"Terserahmu aja Kak. Aku mau pulang sekarang. Aku capek. Tapi jangan yang aneh aneh dinner nya. Terus janji ya setelah kita dinner selanjutnya akan cari keliling cari kuliner an di pinggir jalan."


" Oke kalau gitu yang penting kamu mau dinner sama aku."


" Tapi jangan dibohongi lagi. Awas kalau dibohongi lagi." Sambil menunjuk tatapan mautnya yang bikin orang bergidik ngeri jika melihat. Begitupun dengan Ardian yang merinding bulu kuduk nya karena ditatap seperti itu oleh Senja.


Dimobil yang dikendarai oleh Ardian, Senja merasa jika ini bukan jalan pulang menuju kosanya melainkan pulang menuju rumah tempat tinggal Ardian.


"Kenapa kesini sih. Inikan bukan jalan menuju kosanku Kak."


"Iya memang bukan. ini tempat ke rumahku Ja."


"Nurut aja dah. Aku ingin menghabiskan waktu satu hari ini bersama mu. tenang aja aku gak bakal apa ngapain kamu kok. Lagian banyak orang juga dirumah jadi aku gak bakal macam-macam juga kan."


"Terserahmu aja." Dengan mengerucut kan. bibirnya. Sebenarnya Senja mau berontak untuk menolak tetapi teringat jawaban Ardian tadi membuat Senja mengurungkannya lagi.


Ardian mau menjawab Senja lagi namun lebih dahulu Bastian menghubungi dirinya.


📞Bastian Calling


Iya Bas ada apa?


Maaf Tuan saya mau mengabari bahwa ada yang harus Anda tanda tangani mengenai berkas yang kita ajukan untuk pengadaan tender hari Kamis nanti dan ada sedikit masalah mengenai bagian marketing kita untuk proyek pembangunan hotel di Balikpapan yang sedang berlangsung karena diduga sementara ada kasus korupsi yang merugikan para pekerja.


Baiklah kamu bawa kerumah saja dan untuk masalah yang itu kita bahas nanti diruang kerja rumahku saja. Apa ada lagi?

__ADS_1


Tidak ada lagi Tuan mengenai masalah Kantor dan saya akan menginfokan bahwa untuk acara dinner nanti malam sudah beres 100%


Oke Baiklah Bas. Thanks You.


Tut.. Ardiian menutup telfonnya secara sepihak saja.


Ya ampun Tuan Bastia seenaknya saja menutup telfonnya. Memang nya dia tahu dimana tempatnya. Baiklah Bos selalu benar. Ucap Bastian setelah Adrian menutup telfonnya tadi.


Dari tadi sewaktu Ardian menjawab telfon dari Bastian bahwa Senja memerhatikan dirinya terus. Dia tahu bahwa sifat keponya senja dari SMA dahulu belum hilang sepenuhnya. Walau terkadang dia sudah tidak menunjukkan melalui omongan tapi tatapannya sudah menunjukkan bahwa Senja kepingin tahu mengenai masalah apa tadi. Karena sedikit melihat wajah Ardian yang tiba tiba senyumnya meluntur ketika menjawab telepon.


"Kenapa Ja? kok gitu banget lihat akunya. Aku tahu kalau ketampanan aku gak akan pernah luntur bahkan semakin hari semakin bertambah saja."


" Hidih pede banget kamu Kak."


"Loh kenyataan nya itu. Bukti nya di kampus banyak yang ngejar ngejar dan terpesona sama ketampanan aku kan. Salah satu yang terpesona itu kamu juga."


"Sakit kak?" Jawab Senja yang reflek menyentuh kening Ardian yang tidak panas.


"Iya aku lagi sakit karena mau ditinggal oleh matahari ku."


"Sudah kak fokus fokus nyetirnya jangan ngelindur kemana mana."


"Ehmmm kak aku boleh tanya gak?"


"Tanya apa sih? kenapa mendadak ijin gini?"


"Ehhh anu apa itu anu a-nnu itu."


"Iya apa dari tadi cuma anu anu itu anu aja?"


"Anu kak apa itu iya itu aku ehmm aku sebenarnya aku.."


"Apaan sih Ja kenapa kamu mendadak aneh gini sih?"

__ADS_1


"Gimana ya kak bilangnya. Sebenarnya aku itu. anu apa itu eee aku......"


__ADS_2