
Sudah hampir satu bulan Senja ada di rumah Ardian dan selama hampir satu bulan itu dia juga mengambil masa cuti kuliahnya karena sakit. Dia nyaman ada di dekat Ardian tetapi kadang terbesit perasaan kecewa dan merasa tidak tahu diri jika harus terusan berada di rumah Ardian karena bisa dibilanh disini semua kebutuhanya terpenuhi bahkan dia dilayani layaknya ratu. Kecewa karena kelakuanya selalu diawasi oleh orang-orang Ardian dan dia dilarang keluar rumah.
Di taman belakang rumah Ardian
Ardian termenung menghadap pohon besar berjenis bringin yang ada di belakang taman rumahnya. Dia mempikirkan bagaimana nantinya kedepan hubungannya dengan Senja. Apakah hubunganya akan seperti jaman SMA dahulu atau semakin renggang? Dia takut Senja akan meninggalkanya.
Apaan sih pikiranku jadi macam-macam. Nggak-nggak gak boleh aku berpikiran hubunganku dengan Senja akan meregang.
" Maaf den tadi non Senja mencari aden tapi karena tempat ini privasi maka saya melarang non Senja untuk masuk ke taman ini dan sekarang non Senja ada di teras depan."
" Oh iya bik saya akan kesana, makasih bik." Berjalan menuju teras depan untuk menghampiri Senja.
" Ahhhhh juntung gue." berteriak karena kaget ada yang menepuk pundaknya dari belakang.
" Hahahahahahahaha lucu hahahaha maaf maaf gak bermaksud ngaggetin kamu. Oh ya tadi kamu ngapain cariin aku?"
" Sebelumnya aku mau minta maaf dan ucapkan terimakasih atas.."
" Kamu ngomong apaan sih Ja jangan ngaco deh."
__ADS_1
" Hiih aku belum selesai ngomong sudah di potong aja." Sambil mengerucutkan bibirnya ke depan. Dan itu membuat Ardian gemas untuk mencubit bibir Senja yang monyong karena perkatanya di potong olehnya.
" Hehehe iya deh maaf maaf."
sambil menarik nafas panjang dan menghembuskanya dengan kasar karena sebenarnya deh degan dan ada rasa takut untuk membicarakan masalah ini.
" Sebenarnya aku mau pamitan untuk kembali ke kosan aku dan menjalani hidupku sebelum aku mengenalmu Kak. Aku sekarang sudah sembuh total dan kamu tidak perlu menghawatirkan aku lagi. Aku dari awal sudah terbiasa hidup bebas tanpa ada pengawasan dan larangan. Sebenarnya aku merasa risih dan tidak enak hati ada dirumah ini terus menerus karena aku tahu aku bukan siapa siapa. Maaf selama ini aku sudah nyusahin kamu dan maaf sikapku kurang ajar padamu dahulu." Sambil menundukan kepalanya.
Ardian masih mencerna semua kata-kata dan maksud Senja.
" No no no kamu jangan ngomong kayak begitu. Kamu gak nyusahin kamu gak kurang ajar. Aku yang salah jadi aku harus tanggung jawab atas dirimu Senja."
" Maka dari itu karena aku sudah sembuh total makanya aku ingin kembali ke kehidupanku sesungguhnya lagi dan anggap kita gak pernah kenal dan aku ucapkan terimakasih atas semuanya."
" Emang kenapa kak? Apa hak kakak ngelarang aku? Kakak bukan siapa siapa aku jadi untuk apa?" Sambil tetap tersenyum untuk menghilangkan rasa takut dihatinya karena sudah bicara seperti itu.
" Apa kamu lupa sama janji aku dahulu ha? kalau kamu lupa aku ingatin lagi. pertama aku akan jagain kamu. kedua kamu harus tetap berada di sisiku dan tidak meninggalkanmu. ketiga aku bakal membuat kamu tetap tersenyum bahagia. keempat aku bakal bertanggung jawab atas kamu di masa depan. Itu janji aku apa kamu lupa? Apa kamu juga melupakan janji kamu padaku dahulu?"
" Tidak, aku ingat. pertama aku akan menerima semua janji kak Ael. Kedua aku bakal menyayangi kakak sampai kapanpu. Ketiga aku akan selalu berada disamping kak Ael apapun keadaanya."
__ADS_1
" Ituh kamu ingat jadi jangan pergi dari aku."
" Udahlah lupakan janji itu. Semua sudah tidak berlaku lagi sekarang. Anggap kamu tidak pernah berjanji apapun padaku jika kebahagianmu dipertaruhkan hanya sebuah janji itu. Aku juga bukan orang spesial bagi kakak , aku bukan siapa-siapa dan aku tidak pernah menagih janjimu itu kak"
Senja sudah tidak kuat menahan air matanya lagi. Dadanya telalu sesak sekarang. Air matanya keluar melewati pipi halusnya. Dia merasa bersalah atas ucapanya tetapi dia tidak mau bergantung dengan Ardian terus menerus dan itu akan lebih menyakitkan lagi jika diteruskan. Senja sadar diri dia bukan siapa-siapa. Biarkan dia melepaskan Ardian namun di lain sisi dia tidak rela jika benar-benar akan lepas dari Ardian.
" Jika kamu merasa kamu bukan siapa-siapa aku oke baiklah aku akan ikat kamu dengan sebuah hal yang melebihi janji SMA ku itu yaitu pernikahan agar kamu merasa kalau kamu siapa-siapa aku."
" Tidak kak aku tidak bisa. Kakak tidak akan bahagia sama aku. Jangan karena janji bodoh SMA kakak dahulu kamu merelakan kebahagianmu. Tidak aku belum siap terluka jika nanti kita menikah."
" Kata siapa aku tidak bahagia. Kata siapa aku menderita karena janji itu. Aku tulus sama kamu Senja. Besok aku akan ikat kamu dengan janji suci walaupun secara siri dahulu dan minggu baru akhir pekan akan menikahimu secara negara."
" Apa kakak yakin dengan ucapanmu?"
" Iya aku yakin benar-benar yakin dan tidak akan menyesal. Aku justru bahagia Senja bisa memenuhi janji itu Senja."
" Jangan pernah ikat aku karena janji itu kak karena aku akan membenci kamu seumur hidupku."
" Apasih mau kamu sebenarnya Senja ha apa katakan asal kamu tidak ninggalin aku katakan." Dengan nada meninggi sambil kedua tanganya memegangi pundak Senja.
__ADS_1
" Aku ingin diikat hanya jika kaka benar-benar bahagia dan mencintai aku bukan hanya karena janji bodoh itu. Apakah kak Ael mencintaiku? jawab dengan jujur kak?"
Ardian hanya diam tidak tahu apa yang harus dijawabnya sekarang. Karena dia masih bingung dengan hatinya yang sebenarnya karena yang diinginkanya hanya dengan menjaga Senja dan membuatnya selalu ada di dekatnya selai itu Ardian akan menelati janji itu.