
Di mobil Ardian meuruti sikapnya tadi. Dia begitu cemburu karena Senja masih mengingat Kak Aelnya itu walaupun dia sendiri adalah orangnya.
Setelah sampai di depan kedai Ardian masuk lalu mencari keberadaan Senja. Dia tidak menemukan keberadaanya di dalam kedainya.
" Maaf mbak mau tanya dimana ya bos kalian yang bernama Senja?" Tanyanya kepada kasih kedai.
" Maaf Anda siapa ya? Apakah temanya? "
" Bukan mbak saya pacaranya."
" Oh maaf mas saya tidak tahu kalau mas pacarnya mbak Senja. Tadi saya melihat mbak Senja menuju ke arah taman samping kedai. Silahkan kesana lewatnya sini mas." Sambil menunjukan pintu samping arah keluar. Taman itu memang juga digunakan untuk para pengunjung kedai tersebut.
Ardian berjalan menuju ke taman dan benar saja dia melihat Senja duduk di kursi berwarna putih sambil fokus ke arah HP nya. Sampai-sampai dia tidak menyadari jika disampingnya sudah ada Ardian yang duduk dengan manisnya.
" Eh kamu kenapa tiba-tiba ada di sini?"
Tanya Senja kepada Ardian.
" Emangnya kenapa ini kan juga bagian dari kedai ini jadi bebas dong aku ada di sini. Lagian aku kan juga pelanggan. Apa kamu keberatan aku ada di sini?" Jawabnya sambil menunjukan senyum seakan dia tak berbuat salah sedikitpun. Bahkan dia menutupi rasa cemas dan bersalahnya tadi dengan senyum merkahnya dan sesekali menggoda Senja. Tetapi walaupun Senja masih fokus pada HP nya dia mendengar celoteh Ardian dan hanya dibiarkan saja.
" Ah HP kenapa kamu ambil sih?"
__ADS_1
" Habisnya kamu aku ngomong tidak diperhatikan malah fokus pada HP saja."
" Tersarah aku dong lagian kamu kesambet apa coba tiba tiba pakai bahasa aku kamu aneh tahu gak. Kembalikan HP ku sekarang. Kalau tidak aku timpuk kepalamu pakai sandalku ya." Dengan nada kesal tetapi Senja masih bisa menehanya sedikit tidak tahu nanti kalau Ardian mengusilinya lagi mungkin amukan singa sedang lapar terjadi kali ya. Ya begitulah sekarang keadaan yang Senja sedang rasakan.
" Kenapa kamu tidak suka kalau aku memanggil aku kamu? Bukanya kamu sendiri kemarin yang memintanya. Kenapa sekarang jadi kamu yang protes, sebenarnya apasih mau kamu?"
Senja yang mendengar jawaban Ardian hanya memutar bola matanya ke atas menuju bawah.
" Mau aku sekarang kembalikan HP aku sekarang juga titik tidak pakai koma."
" Pakai tanda tanda tanya dan tanda seru saja ya." Sambil mengedipakan mata sebelah kanannya kepada Senja. Sontak saja hal tersebut membuat Senja memelototkan matanya seakan mau keluar saja itu bola matanya.
Ardian menjelaskan semua kenapa dia tadi sampai menghempas pintu dengan sangat begitu keras. Mau tidak mau dia mengungkapn siapa sebenrnya dia kepada Senja. siapa sebenarnya yang dia anggap sebagai Kak Aelnya itu yang tidak lain adalah dirinya sendiri.
Senja tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ardian.
" Mimpi kamu bisa menjadi kak Ael. Aku bukan orang bodoh yang dapat kamu tipu dengan ucapakan kamu. Sudahlah tidak usah basa basi lagi. Sekarang apa tujuan kamu nyusulin aku ke kedai ini dan dari mana kamu tahu aku ada disini."
Sangat mudah bagiku untuk mencari keberadaanmu selagi kamu membawa HP ku itu sayangku. Upp aku menyebutkan sayang. hmm ckck itu hanya bisa aku ungkapkan dalam hatiku saja. Ucapnya dalam hati.
Dengan menyipitkan matanya dengan tatapan mata menuju ke araha Ardian mecari kebenaran atas apa yang diucapkanya barusan. Jika benar dia adalah kak Aelnya dahulu pasti Seja akan merasa senang akhirnya setelah lima tahun tidak penah bertemu bahkan mengetahui dimana keberadaanya saja dia tidak tahu. Tetapi di lain sisi dia mesih belum yakin dengan ucapan Ardian karena penampilanya berubah 180 derajat dari dahulu ketika masih SMA.
__ADS_1
Waktu SMA Ardian memeng selalu mebuat model rambutnya di poni ke depan ala oppa oppa Korea dengan kacamatanya dan tingkah anehnya dengan baju selalu rapi dan maskulin. Walaupun modelnya gayanya sedikit culun tidak mengurangi ketampananya. Bahkan dengan modelnya seperti itu masih banyak gadis-gadis SMA yang mendekatinya hanya agar bisa dijadikan pacar. Akan tetapi sekarang dia begitu berubah gaya staylisnya. Ardian yang sekarang berbeda jauh dengan Ardian yang dahulu.
" Kamu kenapa tidak percaya kepadaku. Aku orang yang selalu kamu panggil kak Ael. Aku adalah teman sekaligus orang yang berjanji akan menjaga kamu sampai kapanpun Senja. Apa kamu melupakan semua janji itu. Kenapa kamu tidak mengenali aku. Apa gaya pakian dan rambut aku yang berubah total kamu tidak bisa mengenali aku? apa hatimu tidak merasakan keberadaanku di sisimu Senja? Maaf jika aku kemarin-kamarin melukai kamu. Itu semua aku lakukan agar bisa mendapat perhatian dari kamu."
Senja hanya menangis sambil kepalanya menunduk kebawah karena tidak sanggup jika harus menatap Ardian lagi yang tak lain adalah Kak Aelnya itu. Dia menangis seakan tidak percaya dengan semua itu bahkan dia enggan untuk menjawab pertanya Ardian tadi.
Tangan Ardian memegang tangan Senja untuk menenangkanya.
" Stt stt jangan menangis lagi ya. Aku tidak sanggup melihatmu menangis Senja. Maafkan aku ya karena sudah menutupi semuanya dari kamu." Sambil tanganya menghapus air mata Senja yang mengalir deras di pipi cantiknya itu.
Ardian memebawa senja dalam dekapanya. Dia meraskan apa yang sekarang sedang Senja rasakan.
Senja melepas pelukan Ardian dan lari menuju ke dalam kedai kopinya itu. Senja masih belum percaya dan dia begitu kecewa kepada Ardian yang menutupi jati dirinya selama ini. Sekarang perasaanya berkecamuk antara harus senang atau sedih. Senja berlari walaulun harus menahan sakit di kakinya yang belum sembuh benar.
Ardian mengejar Senja yang meninggalkan.
" Senja tunggu jangan lari kakimu masih sakit itu. Senja Senja tunggu aku Senja." Ardian berteriak memanggil nama Senja.
Dan benar saja seketika terdengar suara orang jatuh bugh.
Suara itu berasal dari meja yang di tabrak oleh Senja dan membuat Senja jatuh.
__ADS_1