
Tidak terasa kurang tiga hari lagi keberangkatan Senja
untuk melakukan pertukaran pelajar ke London. Semakin hari hati Adrian semakin
gundah gulana memikirkan bahwa dirinya akan ditinggal Senja. sekarang Ardian
sudah menjadi CEO di perusahaan keluarga Wiratama. Ya lebih tepatnya sudah lima
hari ia memegang jabatan itu. Perusaan rekontuksi yang bergerak dibanyak bidang
itu masuk dalam daftar lima besar perusahaan besar yang ada di Asia dan
menempati urutan nomor 2 di Asia. Bukan hanya di Indonesia saja peruhaan
Wiratama berdiri tetapi sudah banyak tersebar di beberapa negara Asia seperti
Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Vietnam, Taiwan, Hongkong , China, dan
beberapa negara di Eropa. Dari tadi pagi
seluruh orang yang ada di rumah utama sudah terkena amukan harimau Adrian
karena dari semalam kepikiran soal keberangkatan Senja ke London. Sebenarnya Adrian
ingin mencegahnya tetapi kalau dicegah pasti Senja akan marah dan tidak mau
bertemu dengannya lagi bahkan bisa jadi dia akan dibenci oleh Aenja sampai
selamanya. Sunggu menyedihkan memikirkan nasib percitaan seorang tuan muda
Adrian Wiratama. Di rumah semua orang terkena amukanya di kantor juga begitu.
“Maaf tuan dari tadi nampaknya Anda sedang banyak
fikiran?”
“Ya kamu benar Bas. Hatiku lagi tidak baik-baik saja. Fikiranku
berkelana entah kemana. Ragaku ada dikantor. Aahhh entahlah aku bingung sendiri
memikirkanya.”
Bastian adalah kakak tingkat Adrian sewaktu SMP dan
sudah keluarganya sudah dianggap sebagai orang kepercayaan Wiratama. Bastian itu
tinggi, putih, tampan, pintar tapi masih berada dibawah Adrian tingkat
kepintaranya dan ketampananya. Namun, bastian adalah orang yang rasional jika
melihat atau menilai sesuatu harus dengan pikiran terbuka dan dari banyak
aspek. Berbeda dengan Adrian yang terkadang jika menilai sesuatu sering
menggunakan pemikiranya sendiri. jika menurutnya benar berarti apa yang dilihat
juga benar. Sayangnya mereka berdua sama-sama bodohnya jika menyangkut urusan
percintaan. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk belajar dan belajar. Walalu terkadang
Adrian sering memberontak dan terkesan urakan sementara Bastian adalah orang
yang patuh dengan segala aturan mengingat dia bisa berada diposisi sekarang
berkad kebaikan keluaraga Wiratama.
“Maaf Tuan jika saya lancing, kalau bleh tahu apa yang
Anda fikirkan? Apakah mengenai kekasih Anda?”
“Ya kamu benar ini tentangnya. Dia akan pergi ke
London untuk mengikuti pertukaran pelajar. Aku ingin mencegahnya tapi aku bisa
apa Bas. Hahhh menyebalkan sekali.”
“Tuan jangan begitu jika Anda kangen dengan kekasih
Anda kan bisa langsung terbang kesana untuk mengunjunginya.”
“Tidak semudah itu Bas. Posisiku terlalu sulit jika
berhadapan dengannya. Aku suda terlalu banyak mengekangnya dan membuatnya sakit
hati. Jika aku mengekangnya lagi kali ini sudah bisa dipastikan dia akan
membenciku entah sampai kapan.”
__ADS_1
“Kalau boleh tahu kapan kekasih Tuan akan berangkat ke
London. Mungkin saya akan mengeturkan jadwal Tuan untuk sekedar makan malam romantis
gitu.”
“Tiga hari lagi. ya kamu memang pintar sekali Bas. Nanti
malam siapkan semuanya. Aku akan meculik Senja untuk semalam. Aku ingin
mengukir kenangan indah bersamanya untuk terakhir kalinya.”
“Baik Tuan Andrian.” Dalam hati Bastian lebay sekali
Tuanku ini untuk terakhir kalinya seperti mau pergi ke akhirat saja. Ya sudahlah
kamu harus maklum Bas itu Tuanmu sedang mabuk asmara.
Di kedai
coffe
“Senjaku, Bestieku yang paling baik dan unyu kenapa
secepa ini kamu akan meninggalkan aku. Gimana kalau aku merindukan kehadrinmu
disisiku.”
“Hidih lebay kali kamu Pus. Seperti aku akan pergi
jauh dan lama saja.”
“Hehhh ini orang aneh atau gimana sih kan kamu emang
mau pergi jauh. London itu jauh. Kalau dekat mah naik abang ojol bisa sampai. La
ini harus naik abang pilot dulu baru sanpai mana mahal lagi ongkosnya. Dan enam
bulan waktu yang lama itu. Kalau sebentar besok lusa udah balik kamu. Ini….” Tangan
Senja langsung membungkam mulut Puspa yang dari tadi nyerocos dan lebay lagi.
“Suttt nyerocos mulu aja kamu Pus. Aku kan kembali
lagi nanti kesini. Lagian juga masih bisa Video Call jangan seperti hidup di
hutan belantara atau hidup dijaman penjajahan Belanda deh. Lebay banget.”
“Iya kanapa? Baru nyadar kalau lebay?”
“Ihhh jahat bener. Aku tuh ak lebay ya dari mana coba
asalnya seorang Puspa bisa lebay.”
“Ya dari masih orok mungkin. Udahlah Pus stop dulu. Aku
mau ngomong serius ini sama kamu.”
“Aduh aduh mau ngomong serius ya? Okay baiklah waktu
dan tempat saya persilahkan untuk nyonya Wiratama.”
“Kok nyonya Wiratama sih? Gak ada hubunganya ya. Aku gak
mau debat sama kamu dulu kali ini. Serius aku mau ngomongnya.”
“Iya apa Ja.”
“kamu tahu kan kalau di London banyak bule bule
ganteng. Aduh gak bisa bayangin dah kalau setiap hari aku bisa cuci mata dan
dapat vitamin A terus. Bakalan betah aku disana. Nanti kalau pulang mau
dibawain satu gak?”
“Kukira apaan ternyata masalah cowok bule. Ya kali aku
gak mau Ja. Ya maul ah. Kalauada kesempatan emas kenapa harus disia siakan.”
“Bener banget kamu. Mana keren keren lagi. gak sabar
untuk segera kesana dah.”
Dari arah belakang Senja ada Adrian yang ternyata
sudah berdiri lama dari tadi. Emosinya sudah berada di ubun-ubun mendengarkan
__ADS_1
bahwa senja akan mencari cowk bule yang tampan di London. Terus dirinya mau
dikemanakan. Rahangnya mengeras dan tanganya sudah mengepal kuat seakan mau
menonjok siapa saja yang berada didekatnya.
“Ohh jadi itu alasan kamu tetap kekeh mau kesana?”
“Iyalah itu adalah bonus. Sudah penat belajar disana
trus kenapa tidak mau kalau ada cowok bule keren dan tampan yang ngajak aku
jalan. Apalahi makan malam romantic. Kan kamu tahu bahwa selama ini aku gak
pernah mau diajak cowok untuk jalan.”
“Ohh baikhlah jadi jika ada yang ngajak jadian kamu
juga mau gitu? dan kalau penat belajar ya batalkan saja pertukaran pelajar itu” Tanya Adrian yang masih belum disadari kehadiranya dari tadi
karena senja menjawabnya sambil menikmati makanan di hadapanya.
“Iyalah siapa yang tidak mau gitu.”
“Kamu kalau sama bule mau kenapa sama aku gak mau. Aku
gak kalah tampan dan kerenya lo Ja.” Seketika Senja diam dengan menegang. Dia tahu
siapa yang bertanya kepadanya tadi. Ya dia adalah Adrian.”
“Adrian?”
“Iya ini aku kenapa sayangku yang mau cari cewok bule di London.”
“Apasih kamu kak. Aku gak benera ya. Kan bercanda aku.
Ya kan Pus.”
“Iya kak tadi Senja gak serius kok tapi sangat serius
mau cari cowok bule disana.” Puspa mengompori Adrian dan Senja. dan kira-kira
akan dimenangkan oleh siap pertandingan pada kali ini.
“Gak akan aku biarkan kamu cari cowok bule disana
sayang. Aku akan ikut kamu kesana.”
“Apaan sih kak kamu kok gitu banget. Aku kan tadi
bercanda tapi kan benar alau disana banyak cowk keren dan tampan. Apa hak kamu
larang aku untuk dekat dengan mereka.”
“Hak aku karena kamu milik aku Ja. Hanya miliku dan
tidak ada orang lain yang bisa milikin kamu selain aku.”
“Semerdeka kamu aja kak. Aku malas jika debat sama
kamu. Aku mau kembali ke kos untuk persiapan keberangkatan aku ke London lusa. Ayokk
Pus kita pulang.”
“Puspa kamu duluan. Senja pulang sama aku. Dan kamu
Senja aku gak akan biarkan kamu pergi. Aku mau culik kamu. Sekarang kamu ikut
aku pulang ke rumah.”
Adrian menarik tangan Senja untuk diajak pulang
kerumahnya tetapi Senja memberontak. Senja merasa dikekang dan dengan seenaknya
sendiri dia mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilaukan. Emangnya dia ini
tawanan apa.
“Kamu kalau masih berontak terus aku akan pastikan
kamu sampai rumah dengan tinggal nama saja. pastinya kamu tidak akan berangkat ke
London besok lusa. Faham kan Senja.” Adrian meninggikan nada bicara nya agar Senja
tidak protes saja. Secara tidak sadar Adrian sudah melukai hati Senja.
Senja yang mendengar Adrian membentaknya membuat
__ADS_1
hatiya tidak tahu kenapa merasakan sakit sekali. Bahkan dia merasa tidak terima
dibentak oleh Adrian begitu saja.