
Di ruangan dekan
" Bagaimana Senja dengan keputusan untuk pertukaran pelajar ke London. Apakah setuju atau tidak?" Tanya pak dekan kepada Senja.
Sambil menarik nafas panjang lalu dihembuskanya secara perlahan untuk menghilangkan rasa gugup dan ragunya.
" Baik pak saya setuju dan terima."
" Oke baik dan kamu pasti sudah tahu untuk berapa lama berada di sana serta dari kampus ini mengirimkan lima orang salah satunya kamu dan untuk kamu satu satunya orang yang mewakili progam studi kamu. Saya rasa mungkin waktu satu tahun adalah waktu yang singkat untuk menambah ilmu karena kebanyakan mahasiswa bicara seperti itu tetapi mau bagaimana lagi."
" Iya pak itu memang waktu yang singkat." Sambil menunjukan senyumnya.
" Sebenarnya kamu kalau mau ambil dua tahun bisa tetapi yang satu tahun itu harus biaya sendiri dan sudah pasti kamu dapat gelar ganda nanti."
" Iya pak saya sudah tahu dan kalau sudah tidak aa lagi yang dibicarakan saya permisi dahulu."
" Silahkan."
Di taman
Pandangan Senja lurus di depan sambil memejamkan mata dengan duduk dibawah pohon bringin besar menikmati semilir dan sejuknya angin. Senja tidak menyangka bahwa sebentar lagi akan meninggalkan kampus ini selama satu tahun kedepan dan berpisah dengan teman-temanya. Sebentar lagi mimpinya satu persatu akan tergapai. Walaupun berat meinggalkan tempat yang dimana bisa dipertemukan dengan Ardian setelah hampir lima tahun tidak ketemu dan kini dia harus berpisah kembali.
Salah satu alasnya menerima pertukaran pelajar ke London adalah agar terlepas dari Ardian walaupunberat. Senja tidak mau jika Ardian harus terbebani dengan janji konyol dan bodohnya ketika SMA.
" Hai kenapa ngajak ketemuan di sini sih kenapa gak dirumah atau di kafe saja?" Tanya Ardian.
" Tidak apa-apa aku cuma mau tempat ini menjadi kenangan manis saja lagi pula tempatnya nyaman dan bikin tenang."
" Ya sudah terserah kamu yang terpenting kamu nyaman." Sambil tanganya mengusap pelan rambut Senja.
" Sebenarnya ada yang ingin a-aku omongin sih kak." Sambil menundukan kepalanya.
" Ngomongin apa sih kok gugup gitu dan gak usah nunduk juga kali. Jangan seperti itu aneh benget dan janganbuat aku berfikir macam-macam deh."
" A-aku mau kembali ke kosan aku kak sebenarnya dan aku mau kakak lepasin aku serta membiarkan aku melakukan kegiatanku seperti dahulu. Tetapi walaupun kakak tidak mengizinkan untuk kembali ke kosan aku akan tetep akan kembali ke kos aku sendiri."
" Apasih Ja kamu itu, hal ini sudah kita bahas sebelumya sayangku dan kamu sudah menyetujuinya kan. Bahkan ini belum ada dua minggu dari pembicaraan kita loh."
__ADS_1
" Aku tidak mau merepotkan kak Ael. Aku kepingin seperti dahulu."
" Kamu boleh melakukan hal seperti dahulu bahkan aku tidak melarangnya kan asal kamu bisa jaga diri kamu tapi aku tidak mau jika kamu harus keluar dari rumah aku. Bahkan orang tua aku sudah mengizinkanya loh. Kamu itu milik aku kamu itu janji aku dan aku tidak akan melelaskan kamu sayang."
" Aku tahu tapi satu satu setengah tahun lagi aku akan lulus dan aku kepingin seperi teman-temanku yang lain bisa hidup di kosa-kosanya menikmati masa masa perkulihan dengan menjadi anak kosan. Terserah kakak saja kalau kakak tidak mengerti tapi bagaimanapun aku tetap akan kembali ke kosan aku sendiri."
" Arhkk ya sudahlah terserah kamu saja."
" Terimakasih kak dan aku nanti pulang dari kampus langsung kembali ke kosan aku. Jadi kakak gak usah bingung jika nanti aku tidak ada dirumah kak Ael." Sambil menunjukan senyumnya dengan semanis mungkin. Pahal dalam hatinya bukan itu yang dimaksud tetapi dia ingin melepas Ardian dari janjinya itu. Dengan mengambil pertukaran pelajar in setidaknya bisa membuat Ardian akan melupakan janjinya itu dan bisa hidup bahagia dengan wanita pilihanya bukan denganya.
Dua hari setelah kejadian itu Senja perlahan menyiapkan untuk kebarangkatanya nanti sore bahkan dia sengaja hari ini untuk tidak menghubungi Ardian dan juga tidak membalas pesan atau mengangkat telfon Ardian.
(Kak Ardian 15 panggilan masuk)
Kak Ardian
Sayang kamu di mana?
Kak Ardian
Kak Ardian
Sayang kamu kenapa?
Kak Ardian
Hallo sayang balas dong jangan bikin aku khawatir
Kak Ardian
Sayangku Senjaku milikku jajiku
Kak Ardian
Plis balas setidaknya pesanku kalau tidak bisa angkat telfonku. Jangan buat aku melakukan hal-hal macam macam.
Setelah membaca pesan masuk dari Ardian yang banyak dan telfonya juga. Akhirnya dia menelfon balik Ardian.
__ADS_1
Kak Ardian
kamu sudah baca pesanku kenapa tidak kamu balas? ha?
Senja menelfon Ardian.
Hallo kak maaf gak sempat angkat dan balas telfon kamu hari ini aku sibuk dan banyak tugas kuliah dan ini sudah deadline. Plist jangan cari, Wa, atau telfon aku hari ini. Nanti kalau sudah selesai aku yang menghubungi kakak. bye kak aku tutup dulu telfonya.
Belum sempat Ardian menjawab Senja sudah memutuskan telfonya.
Kini Senja mencari salah satu sahabat Ardian untuk menyerahkan suratnya karena tidak mungkin Senja akan memberikannya sendiri.
Senja melihat Satya salah satu sahabat Ardian sedang berjalan menuju perpustakanya.
" Kak Satya tunggu." Satya menoleh ke belakang karena merasa seperti ada yang memanggilnya.
" Eh cantik ada apa? tumben cari aku. Ardian mana?"
" Oh kak Ardian sibuk dan aku setelah ini ada acara makanya aku mau nitip ini untuk Kak ardian mumpung ketemu kak Satya disini." Menyerahkan kotak yang didalamya sudah ada surat beserta jam tangan yang diberikan Ardian untuk dirinya.
" Oke setelah ini aku ada jam bareng Ardian. Nanti aku serahkan."
" Makasih kak. Oh iya aku pergi dahulu."
Senja telah pergi meninggalkan Satya dan kini dia harus kembali ke kosan untuk mengambil dan mengecek barang-barangnya untuk dibawa ke London lalu langsung menuju ke bandara .
" Ardian woi ini dapat titipan dari si cantik Senja katanya dia ada acara makanya gak bisa langsung beri ini ke kamu."
" Oke thank ya. Yuk sekarang ke perpus dulu ada buku yang harus ku cari."
Setelah di dalam perpus Ardian membuka kotak yanh diberikan Senja. Betapa terkejutnya dia mengetahui isi kotak dan membaca surat itu. Ardian langsung berlari keluar perpus tanpa mengatakan apaun kepada Satya. Pikiranya sekarang berkecamuk kemana-mana.
Terimakasih kak Ael *atas semua yang telah kau berikan tetapi maaf aku tidak bisa seperti ini terus, aku takut terlelap dalam kenyaman ini dan nantinya akan berujung rasa sakit. Aku harus menjalani kehidupanku dan meraih mimpiku. Maaf aku harus pergi untuk mengambil pertukaran pelajaran dengan siswa dari luar negri. Maaf sekali lagi kak dan terimakasih. Oh iya aku berangkat hari ini dan minta doanya kak semoga semuanya lancar. Aku sayang kak Ael dan tolong lepasin aku serta lupakan janji kakak untuk dahulu.
Senja*
Begitulah isi surat dari Senja yang membuat Ardian begitu bingung di dalam mobil. Ardian faham sekarang kenapa dari kemarin Senja ngotot untuk kembali ke kosan dan hari ini tidak membalas pesan atau mengangkat telfonya.
__ADS_1