
" Iya kenapa? toh juga kita sebentar lagi kita akan bersama untuk selamanya. Kita akan sah dimata agama maupun hukum Ja."
" Aneh, jangan ngelantur dan jangan bicara yang macam-macam."
" Loh kenapa emang sayangku ya ampun. Kamu yang aneh. Wajarlah aku bicara kayak begini toh kenyataanya juga iya kan. Kebahagiaanku, hidupku, janjiku, nyawaku, kesempurnaan ku sekarang ada tepat disampingku."
" Jangan gombal deh. Beneran aku gak kemakan sama rayuan mu kak." Padahal dalam hati dia begitu gembira. Andaikan itu semua benar kak bukan hanya karena memenuhi janji bodohmu waktu SMA dulu kak. Begitulah ucapnya dalamhati yang sebenarnya.
"Lihat aku Ja. Apa kamu gak yakin sama aku? Apa kamu mau melupakan semua kenangan tentang kita selama ini. Apa aku gak sebegitu pantasnya untukmu. Apa aku tidak boleh memenuhi janjiku waktu dulu. Karena bagiku janji adalah hutang dan sebagai laki-laki sejati harus berani mempertanggung jawabkan janjinya. Bahkan aku berjanji ini di depan kakak kamu Senja."
" Kak aku kan sudah sering bilang jangan karena janjimu dulu kamu akan terjebak hubungan denganku selamanya. Aku akui aku sayang sama kamu tapi aku sadar aku tidak berhak memiliki kamu sepenuhnya. Karena bagiku cukup kayak gini berteman baik sudah cukup buat aku senang tanpa ada suatu ikatan yang lebih."
" Apa kamu gak mau terikat sama aku Ja?"
" Bukan aku gak mau kak. Siapa sih yang gak mau mempunyai hubungan lebih sama seorang Ardian tapi bagiku kebahagian kak adalah kebahagianku juga."
" Itu kamu sayang kalau kebahagianku kebahagianku juga." Disertai sedikit tawa dari Ardian.
" Kak aku serius. Walaupun kamu sering bilang bahwa aku kebahagian kakak aku hidup kakak lah aku janji kakak lah aku nyawa kakak lah. Tapi aku tahu mana yang serius mana yang hanya mempertanggung jawabkan janjinya saja. Plist kak aku lebih nyaman kayak dulu berteman bersahabat. Jadi aku minta kita akhiri hubungan yang kakak anggap untuk mempertanggung jawabkan janji kak Ael saja."
Hati Ardian begitu sakit dan sesak mendengar perkataan dari Senja yang begitu menyakitkan bagi dirinya itu. Ardian begitu ngotot mempertahankan Senja bahwa dia akan membuatnya akan terikat oleh dirinya sampai selamanya. Karena hal itulah salah satu cara untuk memenuhi janji kala SMA dahulu.
" Tidak akan aku melepaskanmu sayang. Tolong berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Hal apa yang tidak kamu sukai tentang aku tolong katakan aku akan merubahnya atau perlu aku akan berpenampilan seperti waktu SMA dahulu. Aku siap melakukanya Ja."
" Terserahlah kak. Percuma aku bicara sampai berbusapu kamu tetep kekeh sama ucapanmu. Dasar keras kepala. Ingat ya baik baik. Jika nanti kamu tidak bahagia bersamaku bukan salahku tapi salah kamu sendiri dan boleh pergi kapanku karena aku sadar diri kok kak."
__ADS_1
" Alah kamu ini sadar sadar emang kamu pingsan apa? perasaan dari tadi ada di samping aku terus deh." Alis Ardian naik turun dan bibirnya menunjukan senyum termanisnya. Dia berusaha menggoda senja agar suasananya tidak begitu tegang dan mencengkam.
" Ihh kakak mah aku serius masih aja suka bercanda." Senja menolehkan kepalanya ke samping untuk meredam kekesalanya pada Ardian.
" Uluh uluh bercanda sayan jangan ngambek dong. Cie yang ni ya aduh ngambek ya bayiku. bayiku ngambek ya mau minta dady cariin mama baru ya? hooh iya katanya. Tak cubit nanti hidungnya kalau masih tetap ngambek."
Dalam hati senja berkata gak mempan tempe. Paling nanti kamu yang bakal di getok palamu sama dadymu kalau mau cari momy baru. Kamu kan tahu gimana sadiskan mama tiri. hahahaha dasar tempe.
Senja menahan senyumnya agar tidak tertawa tetapi hal itu justru terlihat oleh Ardian bahwa dirinya sedang menahan tawa tetapi bukan tertawa karena godaan dari Ardian melainkan menahan tawa karena hinaannya kepada Ardian bahwa dirinya memang bodoh katanya untuk mencari mama baru.
" Awww sakit kak hidungku. Udahlah stop jangan banyak omong."
" Kalau mau tertawa ya tertawa ajalah gak usah di tahan. Aku tahu selainkeren ganteng juga lucu sebenarnya."
" Iya udah tapi kamu jawab dulu pertanyanku kenapa kamu masih ada dibandara bukanya pesawat tujuan London hari ini sudah terbang ya?"
" Emang betul aku hari ini berangkat ke London tapi tidak langsung ke sana melainkan ke Singapura selama satu minggu dahulu untuk saling memperkenalkan kebudayaan masing-masing negaranya kepada sesama petukar pelajar. Untuk pesawatku sendirikan masih berangkat nanti jam 5 sore."
" Kok disurat kamu gak bilang sama aku kalau kamu mau ke Singapura dulu. Trus yang bersama kamu ke Singapura berapa orang dari kampus? trus untuk pelajardari London sendiri berapa orang? Trus mereka cowok atau cewek? kalau ada cowoknya berapa orang? trus banyakan mana cowok atau.."
" Stop kalau bertanya satu satu lah jangan kayak kran air asal mancur saja."
" Ya kan aku cuman tanya. Ya udah sekarang kamu jawab pertanyaan aku semuanya ya."
" Ya ampun ngapain aku kasih tahu kamu. Trus dari kampus ada 4 orang itu 2 cewek dan 2 cowok."
__ADS_1
" Berarti kalian couplean dong. Gak gak gak boleh. Next jawaban selanjutnya."
" Apaan sih. Oke untuk dari sana sendiri ada delapan orang itu 3 cowok dan 4 cewek dan ada satu lagi cowok yang jadi dosen pembimbinnya lebih tepatnya dia aslinya adalah asdosnya mereka karena dosen mereka berhalangan hadir dan untuk dosen pembimbing kita gak ikut kesana karena memang nanti jika sudah sampai disana baru menyusul."
" walaupun banyak ceweknya tapi tetap saja ada cowoknya dan mereka bule lagi. Aku akan susul kamu kesana jadi kamu nanti ada yang ngawasin trus kamu gak boleh bicara sama cowok cowok itu biar aku nantinya yang menjelaskan jika mereka bertanya."
" Apaan sih kak jangan aneh aneh deh. Gak usah nyusulin aku. Lagian kamu tidak akan tahu aku nginap dimana trus aku juga gak mau kasih tahu kamu."
" Gak papa kamu gak mau kasih tahu aku nanti aku cari sendiri juga bakalan ketemy. Lagian teman-teman aku disana banyak trus om aku salah satu direktur hotel bintang lima disana jadi nanti tinggal aku minta bantuan omku untuk telfon relasi-relasinya untuk menacri tahu keberadaanmu. Gampangkan." Sambil menunjukan senyum penuh kemenanganya.
" Curang kamu. Terserah kamu deh kalau mau nyusul tapi ingat kamu gak bisa bergabung sama teman-temanku kalau kita lagi bahas tentang kuliah atau kebudayaan kita."
" Bisa di atur dan tergantung nantinya. Lihat situasi dan kondisi yang sebenarnya nanti."
" Terserah dan awas saja kamu berani berbuat hal yang aneh-aneh kamu berurusan sama aku."
" Siap sayangku apa sih yang enggak buat kamu."
" Halah halah gombalanmu kak gak mempan sama aku. Dasar tempe kamu itu ya."
" Kok temep sih?"
" Ya karena tahu itu lembut dan empuk kalau tempe ada kasar gitu sama lebih padat." Menunjukan jarinya yang berbentuk tanda V yang ada di depan mukanya.
" Wah wah kamu ini ya."
__ADS_1