
"Kak kamu bentak aku? tanganku sakit ini kamu tarik"
"Makanya kamu nurut sama aku."
"Kamu bukan kak Ael yang aku kenal dulu. kamu berubah dan ini yang membuat aku tidak mau aku nerima kamu lagi. karena kamu berubah. kamu bukan kak Aellku lagi. "
Yang lupa siapa kak Ael. Kak Ael adalah penggilan dari Senja kepada Adrian sewaktu SMA dulu tetapi semenjak kepergian Adrian ke Luar Negri dan sekarang kembali lagi Adrian memiliki sifat yang berbeda. Kemana sifat lembutnya pada Senja dahulu.
flashback On.
Sebelum kaki Senja benar benar pulih seperti sebelumnya Adrian tidak mengijinkan Senja untuk pulang ke kosannya. Karena menurut Adrian dirumah ini dirinya bisa memantau keadaan Senja dan ada yang memperhatikan kesehatan Senja. Jika berada di kos sudah dipastikan hanya dirinya yang memperhatikan kesehatannya dan belum tentu itu akan dirinya perhatikan mengingat dia juga harus memantau kondisi caffe memilikinya.
"Maaf nona tadi Tuan Adrian memanggil Anda untuk segera menuju tempat makan karena ada yang mau dibicarakan." perintah Adrian kepada salah satu asisten rumah tangganya.
"Baiklah mbak saya akan segera kesana."
"Mari nona saya bantu kesana."
"Tidak usah Bi saya bisa sendiri ya walau harus pelan pelan jalanya. Udah tidak terlalu sakit kok hehehe."
"Baiklah kalau nona ingin begitu. Silahkan Anda duluan saya akan mengikuti dari belakang."
Senja berjalan kearah meja makan sesuai apa yang diinstruksikan oleh Adrian.
"Duduklah Ja. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu."
"Maaf apa yang ingin Anda bicarakan pada saya ya." Adrian mengernyitkan keningnya kenapa dia kembali memakai bahasa formalnya seperti berbicara antara karyawan dan bos saja.
"Kamu kenapa pakai bahasa formal lagi. Aku ada salah ya sama kamu."
"Maaf." Sambil menundukkan kepalanya dan kemudian dia langsung mengangkat kepalanya lagi karena teringat ada hal yang ingin dibicarakan kepadanya.
" Apa yang ingin kamu bicarakan ke aku kak?"
__ADS_1
"Maaf aku langsung to the point saja ya. Aku sebenarnya masih sayang sama kamu. Kamu juga gitu kan sama aku. Kita bisa kembali seperti dulu lagi kan?"
"Aku gak tahu. Aku butuh waktu untuk menjawabnya."
"Berapa lama aku memberikan kamu waktu. Hmmmm oke baiklah nanti malam aku tunggu jawabannya. Aku pergi dulu ada hal yang ingi. aku selesaikan diluar sama temenku."
Senja hanya tersenyum menanggapi kepergian Adria setelah mengetahui jawaban yang diberikan olehnya. Ya memang Adrian buka orang yang romantis. Adrian tipikal orang yang kalau bicara langsung ke intinya.
Dibawah pohon Cemara yang ada dibelakang rumah Adrian sekarang Senja melamun di atas kursi. memikirkan jawaban apa yang akan diambilnya. Dia seperti terjebak didalam labirin yang bingung harus keluar melalui mana. Dia berharap dapat keluar dari pintu utama. Seperti itulah jawaban yang akan diberikan Senja nanti. Dia ingin memberikan jawaban terbaiknya.
Tidak terasa sekarang sudah masuk waktu malam. Adrian sudah mendekorasi taman didepan rumahnya dengan sedemikian indahnya. Karena dia berharap Senja dapat kembali dengannya lagi. Banyak lentera lentera gantung yang dipasang dan ada satu meja bunda berwarna putih yang diatasnya sudah tersedia lilin yang menyala.
Senja oleh asisten rumah tangga Adrian sudah diberikan baju yang digunakan untuk makan malam bersama Tuanya.
Seperti itulah gambaran taman rumah Adrian sekarang ini. Begitu indah dan bernuansa romantis. Adrian keluar tadi untuk mempersiapkan ini semua. Dia hanya berharap jawaban yang diterima nanti tidak mengecewakan dirinya.
Adrian duduk di depan Senja karena tidak mungkin menyuruh Senja untuk berdiri dan dia Hongkong dengan satu kaki ditekuk seperti orang orang diluar sana. Karena kaki Senja belum sembuh total. Kasian jika harus berdiri.
"Kamu melamar aku ini kak?"
"Iya begitu."
"Tapi kita baru ketemu lagi setelah lima tahunan tidak pernah ketemu kembali. Aku bingung harus menjawab apa. Aku kira kamu hanya menunggu jawaban ku untuk jadi pacar ternyata untuk menjadi pendamping hidupmu."
"Jadi kamu menerima aku kan?"
"Jujur kak aku gak tahu harus jawab apa. Dari tadi aku belum Nemu jawaban yang pas agar tidak saling tersakiti satu sama lain. Aku masih ingin melanjutkan kuliahku dan belum ada kepikiran untuk kejenjang lebih serius. Aku masih ingin ngembangin caffe aku. Aku masih mau membuka bisnis bisnis lainya. Kamu tahukan aku tidak punya siapa siapa dan aku anak rantau di kota ini."
"Jadi kamu menolak aku?"
"Gimana ya Kak. Aku bukan menolak kamu. Aku ingin kita lebih mengenal satu sama lain dulu. Aku juga masih akan melakukan pertukaran pelajar di London juga selama satu semester. Jadi lebih baik kalau kamu masih beneran sayang ke aku. Tolong tunggu aku sampai aku pulang dari London dan selama aku disana jangan putuskan komunikasi kita"
__ADS_1
"Tapi Ja. Aku....?"
"Tolong ngertiin posisi dan keadaan ku sekarang. Jujur aku belum sepenuhnya percaya sama kamu."
"Baiklah Ja aku akan nunggu kamu sampai pulang dari London dan aku akan membuktikan keseriusan aku kepadamu. Aku juga nanti akan sering mengunjungi kamu disana."
"Terimakasih Kak. Terimakasih sudah mengerti posisiku dan terimakasih sudah merawat ku sampai aku sembuh. Lebih baik kita makanan ini karena dari tadi aku nahan lapar sebenarnya. hehehehe."
Flashback Off
"Maaf Ja aku kelepasan. Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama selama satu hari ini dan nanti malam kita dinner. Bastian sudah menyiapkan tempat yang romantis dan tidak akan kamu lupakan. Ngertiin keadaan aku sekarang Ja yang sulit melepaskan mu ke London. Banyak ketakutan ketakutan yang aku pikirkan sekarang ketika kamu di London"
"Tapi kamu bisa bicara baik baik kan. Jangan karena aku membicarakan masalah cowok bule kamu jadi emosi. Seharusnya kamu tahu mana yang bercanda dan mana yang serius. Kamu sudah kenal aku kan dan aku masih seorang Senja yang sama dari dulu yang tidak suka kekerasan."
"Maaf Ja maafkan aku maaf." Sambil memeluk Senja seakan menyalurkan rasa gundah gulana nya dan penyesalan mengenai apa yang dilakukannya barusan.
"Aku tidak ingin kita dinner Kak. Kalau kamu mau aku ingin kita makan malam tetapi kita cari kuliner pinggir jalan. Karena nanti sewaktu di London kan gak ada makanan seperti jtu. dan pastinya aku sangat kangen nanti." Sambil Senja mengerucutkan bibirnya.
"Jangan dimonyongin bibirnya tak cubit lama lama nanti. Baiklah hari ini adalah harinya tuan putri Senja. Hamba akan mengikuti segala perintah dari tuan putri. Hari ini tuan putri bebas mau kemana saja asalkan tetap bersama saya."
"Baiklah tuan putri hari ini ingin nonton film di bioskop bersama pangeran dari negeri sebrang ini."
"Ya udah yuk kita nonton film."
Di bioskop
"Aku pesen dulu tiket nya kamu duduk manis aja dulu disini atau mau aku bookingin satu ruang?"
"Jangan lebay deh aku hanya ingin nonton film saja seperti biasa. Kalau kamu mau booking silahkan tapi aku mau pulang saja."
"Tidak tidak saya bercanda tuan putri."
Ketika Adrian sudah akan pergi untuk membeli tiket nonton film tiba tiba Senja mencekal tangannya.
__ADS_1
"Kamu emang sudah tahu film apa yang mau aku tonton?"