RASA ITU MASIH ADA

RASA ITU MASIH ADA
gadisku


__ADS_3

" Tunggu apa kamu gak mau melepas maskermu itu? ingin rasanya aku mencakarmu dari tadi" mendengar pertanyaan itu Ardian melototkan matanya karena kaget ada yang ingin mencakar wajah tampanya itu.


" Ye gak usah melot juga kali kalau gak mau biasa saja gak usah melotot. huh terserahlah aku mau tidur bentar ingat jangan macam-macam."


" Iya iya"


Ardian memainkan laptopnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya yang akan dikumpulkan besok siang. setelah beberapa menit Senja mengigau memanggil manggil nama laki-laki yang dicintainya tersebut.


" Kak Ael Kak Ael Senja kangen Kak Ael. senja rindu Kak Ael. Kak Ael dimana sekarang kak Ael kak Ael."


" Senja senja bangun"


" Kak Ael kak Ael aku Senja kak Ael."


" Aku disini Senja tapi apa kamu tidak mengenaliku. Aku kak Aelmu. Aku juga rindu kamu. Gadisku yang cantik" sambil tanganya membelai rambut Senja.


Setalah merasakan ada yang membelai rambutnya Senja sontak terbangun dari tidurnya dan betapa kagetnya melihat tangan Ardian ada di atas kepalanya. hal itu membuat murka Senja dan Ardian mendapatkan tatapan tajam darinya.


" Hai lepaskan tanganmu." dengan nada teriak dan kesal.


" Oh sorry saya tadi hanya mau bangunin kamu karena kamu ngiggau." Sambil menunjukan senyum di bibirnya.


" Hais alasan saja kamu." denga mata yang hampir keluar karena saking tajamnya pelotot matanya itu.


Dengan kesalnya Senja keluar begitu saja dari mobil Ardian dan tanpa sengaja dia meninggalkan HP itu. Mulutnya komat kamit sambil dimonyongkan bibirnya seakan membaca mantra santet untuk Ardian.


Ardian yang kaget karena HP senja ketinggalan di mobilnya langsung mengambil dengan senyum liciknya. Ardian ingin membuka HP Senja apa saja isi dari HP nya tetapi ternayat HP nya sedang lowbat. Untung saja di mobilnya ada cas HP. Tidak menunggu lama dia mencolokan HP itu agar terisi daya.


Setelah terasa cukup dia kepo akan isinya. Ternyata benar HP nya tidak digunci.


" Begitu ceroboh HP nya sama kayak dahku masih tidak dikunci." Sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnga.


" Hah apa ini kenapa fotoku dulu begitu jelek ada di HP ini. Kurang ajar kamu Senja." Sambil mengeraskan rahangnya karena kesal.


siapa yang tidak kesal jika melihat foto dirinya yang sedang tidur sambil menganga. Tidak hanya itu ada lagi foto dirinya yang sedah basah dengan keringat sehabis bermain basket. Senja mengambil foto itu diam-diam dan tanpa sepengetahuan Ardian. Walaupun kesal Ardian tidak berani menghapusnya karena jika dihapus pasti Senja akan marah besar. Ardian begitu tahu sifat Senja ketika sedang marah walaupun cewek itu terkesan cuek tetepai.kalau sedang marah waw sungguh menakutkan.


Ardian membuka folder yang lainnya dan ditemukanya foto candid Senja yang begitu cantik sambil memandangi jalanan. Foto selfie Senja begitu menggoda dan masih banyak lagi foto-foro cantik dan lucu lainya.


Ardian berinisiatif mengirim foto-foto Senja di HP nya. Di juga menyimpan nomor Senja begitu juga sebaliknya ta pa sepengetahuan Senja. Di HP senja dia menuliskan naman " Kakak gantengku" walaupun terkesan alay tapi Ardian menyukainya. Di Hp Ardian dia memberi nama " Senja Alay". Ardian begitu terkikik geli akan semua itu tetepai itu sungguh menyenangkan.


Karena tidak tahu harus mengembalikan HP itu kemana akhirnya Ardian membawa HP itu pulang. Di tengah jalan suara HP senja berdering dan terpampang nama Puspa.


" Hallo Ja kemana aja sih lo. Aku tunggu di kantin kampus ini."

__ADS_1


" Maaf ini bukan Senja tadi Hp nya jatuh. Bisa bantu saya untuk ketemu dengannya. Tadi saya lihat anak itu pergi ke sebuah kedai."


" Oh iya sebentar pasti itu kedai JP kan?"


" Iya betul"


" Oke tunggu di sana sebentar 10 menit lagi nyampai."


tut tut tut


Sudah hampir 10 menit Ardian menunggu pesan dari teman Senja tersebut.


Saya dan Senja ada di dalam masuklah. Kami menunggumu. Cepat datang kemari. Jangan lama-lama.


S*aya akan kesitu. tunggu sebentar.


F****lash back on*


Senja begitu bingung mencari HP nya tidak ada. Padahal di HP itu banyaj sekali file file penting. Dia sudah mengobrak abrik tasnya berulang kali bahkan dia juga sudah meminjam HP pelayan untuk memiscall HP nya tapi tetap nihil nomornya sedang berada di luar jangkauan.


" Gimana ini. Sial banget sih. Udah ketemu laki-laki aneh sekarang HP na hilang lagi. Sebenarnya hari ini kenapa sih."


" Maaf mbak kenapa kok sepeti orang bingung begitu? tanya pelayan kedainya tersebut.


" Kalau begitu pakai punya saja aja mbak buat menelfonya."


" Aku tadi udah pinjem punya Resni tapi nomorku dilaur jangkauan."


Dari luar terliahat seorang gadis yang buru-buru masuk kedalam kedai dengan berlari seprti orang dikejar preman.


Ya dia adalah Puspa yang tak lain teman Senja sendiri. Sesampainya di dalam dengan nafas terenga enga dia langsung menyambar air mineral yang ada ditangan Senja.


glek glek glek satu botol sudah abis diminumnya.


" Elo kenapa sih Pus? Aneh bener."


" HP elo HP elo aku tahu dimana."


" Ha dimana? Kok kamu tahu kalau HP ku hilang."


" Iya tadi aku telfon kamu trus yang angkat mas mas gitu tapi suaranya indah dan merdu banget bikin adam di hati." sambil cengar cengir.


" Trus dimana sekarang?"

__ADS_1


" Nanti diantar ke sini aku tadi suruh nunggu di kedai kita."


Flashback Off


" Hai senja. Jumpa lagi."


" Loh kak Ardian kok bisa ada disini kebutlan banget padahal baru dibuka tadi pagi lo kedai ini dan baru peresmian nanti sore."


" Oh iya. Apa kamu yang tadi telfon di HP nya Senja."


" Ha iya benar. Berarti tadi kakak yang angkat."


Senja melihat Ardian dengan tatapan kesal dan seakan mengitimidasinya. Ardian yang melihatnya hanya tersenyum saja sambil menelan salivanya.


" HP ku mana?"


" Ini HP mu. Tadi mati trus aku isi daya biar aku bisa menghubungi salah satu kontak kamu ternyata udah..." segera Senja memotong perkataan Ardian.


" Iya makasih. Silahkan pesan makanan dan minuman karena sudah masuk ke kedai ini dan ingat tidak ada yang gratis."


" mbak" Tangan Ardian sambil melambai memanggil pelayan untuk membawa menunya. setelah melihat lihat menunya Ardian memesan Caficino Late dengan perpaduan manis gula aren.


" Aduh sakit Pus. Kenapa sih injak kakiku."


" Lo tadi bilang sendiri katanya mau mentraktir orang yang sudah mengembalikan HP lo."


" Gue tarik kata-katanya setelah tahu kalau dia yang mengembalikannya."


" Udahlah tidak apa-apa saya bisa kalau cuman membayar minuman saja bahkan kalau saya mau bisa kedai ini jadi milik saya." Sambil menarik sedikit sudut bibirnya ke samping.


" Cih sombong amat."


Dimeja itu semua terdiam sambil memainkan handpone masing-masing. Sambil sesekali Ardian mencuri pandang dengan Senja.


Senja aku rindu kamu yang dulu. Kamu yang ceria dan selalu tersenyum. Bukan kamu yang sinis dan cuek begini. Walaupun kamu dahulu masih selerti anak kecil yanb sering nangis dan marah tapi aku merindukan momen itu Ja.


Ucapa Ardian di dalam hatinya.


" Apa kamu lihat-lihat dasar laki-laki anhe."


" Heh kamu seharusnya berterima kasih kepada saya karena sudah membalikan HP kamu bukanya mengatai saya kayak begitu. Kalu mau saya bisa membuang HP itu dari tadi ketika di jalan."


" Oke. Makasih."

__ADS_1


__ADS_2