
"Apa sih sayang?"
"Apaan sih kak kok panggil panggil sayang sayang gitu ke aku. Aku kan bukan pacar atau kekasih kak Ael ya."
"Makanya kamu jadi kekasih aku. Aku kan udah lamar kamu tapi kamu tolak. sungguh menyedihkan hidupku. hmmmmm."
Senja langsung diam seketika mendengar Adrian mengucapkan begitu. Kepalanya ditundukkan dan meremas kaos yang dikenakannya karena merasa bersalah.
"Maaf kak bukan gitu maksud ku. Maaf kalau melukai hatimu atas jawaban diriku waktu itu."
Ardian tersadar atas jawaban Senja. Bukan maksudnya untuk membuat keadaan menjadi canggung.
"Gak papa Ja aku ngerti kok. Aku aka. berusaha dan menunggu kamu."
Keadaan menjadi diam. Ardian dan Senja kalut dalam pikiran masing-masing membuat kediaman mereka menjadi semakin lama. Merasa keadaan menjadi semakin canggung Ardian langsung mengalihkan percakapan.
"Gemas aku dari tadi sama kamu. Sebenarnya kamu mau tanya mengenai apa sih? dari tadi cuma anu anu itu aku sebenarnya."
Senja mendongakkan kepalanya. Hampir lupa karena pikirannya kemana mana.
"Sebenarnya aku bingung nanti malam waktu dinner mau pakai baju apa. kan bajuku semua ada di kos dan sudah banyak yang aku paking juga masa aku harus bongkar lagi."
"Ya ampun aku kirain apa Ja. ternyata maslaah itu. Kamu tenang saja kalau itu. Semua sudah aku siapkan semau. Kamu tinggal pakai saja dan nurut sama aku."
"Tapi nanti sehabis dinner kita ganti pakaian kan? Gak lucu kalau keliling cari kuliner pinggir jalan dengan memakai pakaian untuk dinner. apalagi keliling nya naik montor maka akan tambah lagi keanehannya."
"Tenang aja. Udah aku atur kan semuanya."
"Terimakasih kak."
"Ehhhh tunggu dulu kita naik montor keliling nya?"
"Iya kenapa memangnya?"
__ADS_1
"Gak papa sih tapi kan malam malam dingin gitu. Gak baik juga untuk kesehatan mu nanti kalau kamu masuk angin gimana coba?"
"Ya ampun lebay sekali ini orang satu. Aku bahkan setiap hari loh kak naik montor kemana mana. Aku kan gak punya mobil. Buktinya aku gak kenapa kenapa kan. Aku kangen masa kita kulineran naik montor jaman SMA dahulu."
"Jadi kamu kangen masa kita dulu?"
"Iya kak." Jawabannya sambil menunjuk kan senyum manis yang dimiliknya.
"Baiklah. Aku senang dah Ja jika kamu masih ingat masa masa kita dahulu. Aku akan wujudkan kemauan kamu nanti malam untuk mengulang masa masa itu lagi."
"Terimakasih ya cantik kamu sudah mau menghabiskan waktu satu hari ini nanti sama aku."
Disebuah restoran bintang lima dengan dekorasi nuansa romantis menjadi saksi atas dua insang manusia yang sedang menikmati dinner perpisahan mereka.
Dinner yang terkesan sedih sebenarnya tetapi tetap tidak meninggalkan nuansa romantis yang dapat dijadikan cerita tersendiri oleh Mereke. Ardian cowok yang selalu bersikap dingin, dan cuek kepada semua orang khususnya wanita tetapi memiliki tatapan yang memabukkan semua kaum wanita. Akan tetapi tidak berlaku kepada wanita yang cantik, baik, ramah dan jika ditatap membuat yang menatap tidak bisa melupakan wajah gadis itu dan dapat memberi kesan manis tersendiri. Wanita itu tidak lain adalah Senja Maharani.
Akan melakukan apa saja kepada wanita tersebut agar tetap selalu bersamanya bahkan hal konyol seperti malam ini akan Ardian lakukan. Pasalnya setelah dinner malam ini Ardian harus menuruti permintaan Senja agar mereka berdua berkeliling mencari makanan kaki lima menggunakan montor Vespa. Bukan hanya itu saja tetapi Senja meminta dirinya yang akan membayar semua makanan yang akan dibeli ketika berkeliling nanti. Menurut Ardian Keliling ini adalah hal konyol karena tidak pernah seumur hidupnya Ardian dibayari makan oleh seorang gadis apalagi makanan kaki lima. Bahkan dinner malam ini walau romantis terkesan akan dikalahkan dengan makanan kaki lima. Dikarenakan Senja begitu antusias untuk berkeliling mencari makanan kaki lima dengan menggunakan montor Vespa.
Dikarenakan dinner yang bernuansa romantis telah usai kini saatnya keliling mencari makanan yang diinginkan oleh Senja. Tentu saja dengan mereka berdua telah berganti pakaian yang cocok untuk dikenakan jalan jalan dengan menggunakan montor. Tidak lucu kalau masih menggunakan gaun dan jas untuk keliling kulineran dengan naik montor. Bukanya bahagia tapi akan malu karena bakalan dilihatin orang-orang.
"Kak nanti berhenti di alun-alun ya. Aku mau kita cari sate ayam, cemoe, sama tempe mendoan yang hangat. Oh iya nanti pas pulang kita beli kue putu ya. Aku gak sabar banget buat kulineran."
"Baiklah tuan putri hamba akan mengikuti semua perintah Anda." Senyum diwajahnya begitu kelihatan bahkan senyum itu bukan senyum paksaan melainkan senyum kebahagiaan.
Tiba tiba Ardian berhenti mendadak. Senja yang kaget pun akhirnya reflek memeluk pinggang Ardian. Halah Ardian kang modus emang. hahahaha
"Aduhhhh. Kenapa sih kak bikin kaget aja?" ucapnya sambil cemberut.
"Maaf tadi ada kucing nyebrang jalan."
"Ohhhh. Ya udah yukk lanjut go."
__ADS_1
"Okay tapi jangan lepas pelukannya nanti kalau aku berhenti mendadak kamu jatuh lagi."
"Halah kang modus." Jawabnya sambil menyunggingkan senyum tapi Ardian tidak mengetahui karena terhalang oleh kaca helm.
Senyum Ardin mengembangkan dan dalam hati Ardian maaf Ja aku bohong karena gak ada kucing nyebrang hehehe. Gak apalah ya modus dikit biar dapat dipeluk. Itung itung upah nganterin keliling kulineran. hahahaha.
Senja dan Ardian sudah membeli kuliner yang diingkan dan memakannya di tempat. Acara kulineran telah selesai dan sekarang Ardian dan Senja sedang berada di taman alun-alun untuk menikmati indahnya malam hari ini yang ditaburi oleh bintang bintang di angkasa.
"Makasih Ja kamu udah mau aku ajak dinner malam ini. Aku senang sebelum kita berpisah untuk waktu yang lama kamu mau memberikan aku kenangan indah hari ini." ucap Ardian sambil memegang kepala Senja.
"Terimakasih juga kak kamu udah mau ngertiin aku dan setelah ini mau aku ajak keliling cari makanan kaki lima sebelum aku berangkat ke London."
"Aku selalu menunggu kepulangan dirimu karena seperti namamu yaitu Senja yang selalu dinantikan kehadirannya oleh banyak orang. Senja itu begitu indah walau munculnya hanya sebentar dan sebagai penanda matahari tenggelam tetapi karena sebentar itulah yang selalu dirindukan dan dicari oleh orang banyak. Sama seperti dirimu yang selalu kurindukan kehadiranmu. Love You."
"Terimakasih kak aku bahagia malam ini."
"Bentar lagi aku anterin pulang ini udah malam semakin dingin cuacanya. Pulangnya kita naik mobil aja ya biar kamu gak kedinginan."
"Ehhmmm gak usah kak biar aku pulang sendiri kalau pulangnya dianter pakai mobil tapi kalau tetap menggunakan montor tadi aku bakalan dengan senang hati dianterin pulangnya."
"Baiklah terserahmu saja tapi dengan syarat kamu harus kenakan jaket. Nanti biar dianterin Bisma kesini jaket nya."
"Berarti dari tadi asisten kamu ngikutin kita?"
"Iya bener. Padahal tadi aku udah bilang gak usah ngikutin tapi aku hafal betul mobil yang digunakan walau jaraknya terbilang jauh dari kita"
"Bener-bener ya itu orang ya. Kalau ketemu pengin aku bungkus pakai kresek trus aku jual. Kan lumayan dapat cuan akunya. Hahahaha."
"Boleh banget itu. Mau aku bantuin jualin nya gak. Jangan mahal mahal biar cepet dapat cuanya."
"hahahaha bener bener banget itu. Ya ampun aku bayangin dia dimasukkan ke kantong kresek trus dijual. Aduhhh lucu parah."
"Udah nanti dia kedutan matanya kamu bicarakan dan kenapa jadi kamu bayangin dia. Gak gak gak gak boleh."
__ADS_1