RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Pengakuan lion dan kekesalan ratu


__ADS_3

“Kenapa tiba-tiba lo ngebet banget nikahin gue, padahal kita baru kenal itu pun dengan pertemuan yang kurang mengenakkan” cibir ratu


“Itu karena..” ucap lion menjeda ucapannya sembari melihat keatas langit dengan posisi masih memeluk ratu.


“Karena apa? Buruan woi gue penasaran nih ah.” ucap ratu greget karena ratu merasa lion sedang mempermainkan nya.


“Kamu ingat tidak pertemuan pertama kita?” tanya lion yang kini melerai pelukannya dan membalikkan ratu menghadap kearahnya.


Ratu mengingat kejadian pertama saat ia hampir di tabrak oleh lion serta sandal swallow terbang membuatnya tersenyum.


“Iya,iya gue inget sekarang hahaha, sumpah wajah lo waktu itu lucu banget hahaha.” ucap ratu tertawa mengingat betapa kesalnya wajah lion saat sandal swallow nya melayang mengenai kepala lion.


“Sudah puas tertawanya?” tanya lion dengan wajah datar.


“Udah dong, lanjut lagi ceritanya.” ucap ratu menghentikan tawanya dan kembali menatap lion.


“Sejak kejadian itu, entah mengapa aku selalu saja teringat denganmu. Awalnya aku kesal tapi lama kelamaan aku menjadi tidak karuan dan selalu mengingat mu. Dan pertemuan kedua kita pun terjadi dengan keadaan yang sama, kau tau aku bahagia melihat mu saat itu. Tapi karena ada pertemuan penting aku maka aku hanya memberi mu kartu nama ku. Saat itu aku berharap kau datang sampai akhirnya kau pun datang.” ucap lion sembari mengangkat sedikit sudut bibirnya.


“Saat kau di perusahaan ku, aku ingin kau terikat denganku bagaimana pun caranya. Salah satu nya yah, menjadikan mu asisten pribadi ku. Tapi lagi dan lagi kau menolak nya.” ucap lion sembari menghela nafas.


“Dan apa kau tau waktu pertama kali aku ke rumah mu? Saat itu aku meninggalkan pertemuan ku dengan klien ku, itu semua karena aku ingin melihat dimana kau tinggal.” ucap lion membuat ratu seakan tidak percaya.


“Bentar, seorang lion turun tangan sendiri mencari rumah gue? Haha kenapa lo ngga nyuruh asisten lo aja. Dan apa ini bisa-bisanya lo membiarkan asisten lo makan gaji buta ck,ck” timpal ratu.


“wah anda sungguh dermawan yah tuan haha.” tambah ratu


“Sudah selesai bicaranya?” tanya lion datar


“Iya iya udah nih.” ucap ratu


“Yaudah lanjutkan.” tambah ratu.


“Dan setelah dari rumahmu, aku menyuruh Reno untuk mencari tau semua tentang mu.” lanjut lion


“Aku mencintaimu.” lirih lion membuat ratu menganga tidak percaya.


“Hah? Lo..lo cinta sama gue?” tanya ratu yang masih melongo.


“Iya.” ucap lion tegas.


“Buahahahahaha” seketika tawa ratu pecah.


Sungguh, ratu tidak percaya dengan pengakuan lion.


‘Ck, aku sangat tidak percaya dengan singa monyet ini.” batin ratu mencibir.


Ratu kembali menetralkan ekspresinya sembari menggeleng mendengar ucapan lion.

__ADS_1


Cup


Lion mencium bibir ratu, membuat ratu diam seketika. Sekujur tubuhnya mendadak membeku ketika lion menciumnya.


Plak


Ratu menampar keras pipi lion karena berani menciumnya membuat lion melepaskan ciumannya.


“Dasar singa monyet sialan, beraninya lo cium gue hah? Apa hak lo cium gue hah?”bentak ratu dengan dada yang naik turun karena marah.


“Aku suami mu.” jawab lion singkat membuat ratu tersadar.


‘Eh suami gue? Astaga gue lupa kalo singa monyet ini sekarang suami gue.’ batin ratu.


“Ahhhh, sudahlah gue pusing.” teriak ratu frustasi.


Ratu menghela nafas panjang dan melangkah meninggalkan lion dengan perasaan kesal. Ratu membaringkan tubuhnya di ranjang menutup seluruh tubuhnya. Sedangkan lion juga menyusul ratu dan membaringkan tubuhnya di samping ratu sembari menatap ratu yang membungkus tubuhnya dengan selimut.


“Apa kau sudah tidur?” tanya lion


“Aku tau kau tidak tidur.” lanjut lion


“Apa yang aku katakan tadi itu benar adanya. Dan aku tidak ingin memaksamu untuk membalas cintaku.” ucap lion menghela nafas panjang.


Ratu hanya diam mendengar ucapan lion tanpa ingin membalasnya.


‘Cih, aku tidak percaya padamu.’ batin ratu


‘Aku harap ini semua hanya mimpi buruk untukku.’ batin ratu dan menutup matanya.


Keesokan harinya, ratu membuka matanya. Ia menatap sekelilingnya kemudian menghela nafas.


‘Sial, ini bukan mimpi.’ umpat ratu


Ratu melihat ke samping dan tidak mendapati lion.


‘Kemana si gila itu.’ batin ratu.


Ratu bangun dari kasur dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Setelah mandi ratu keluar dengan handuk yang hanya sebatas paha sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk satunya.


Ratu berjalan tanpa memperhatikan sekeliling nya yang tanpa ia sadari ada mata yang menatap tajam kearahnya.


“Nanana ****** oh ****** kemanakah dirimu tung tang ting tung joooss.” ratu bernyanyi sembari mengambil seragamnya didalam lemari.


“Aku menunggu untuk ku sleding yuhuuu.” saat membalikkan badannya mata ratu langsung melotot melihat siapa yang berada di kamar selain dirinya dan langsung menyilangkan tangannya di depan dadanya.


“Ng..ngapain lo disini.” ucap ratu kaget.

__ADS_1


Sedangkan lion, masih menatap ratu dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Hei, lo ngapain di sini hah.” ucap ratu kesal.


“Ck, kenapa kau begitu cerewet.” ucap lion memasuki kamar mandi.


“Woi lo belum jawab pertanyaan gue heiii.” teriak ratu


“Astaga dia ngeliat gue kek gini.” gumam ratu segera memakai pakaiannya.


Selesai dengan semua ritual paginya, kini ratu tengah memakan sarapannya bersama dengan ibu dan suaminya, lion.


“Apa kamu yakin akan ke sekolah hari ini?” tanya lion pada ratu yang tengah menikmati sarapannya.


“Hm” jawab ratu yang masih fokus dengan sarapannya.


Sedangkan ibu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua pengantin baru ini.


“Oiya nak lion, ibu rencananya hari ini akan pulang.” ucap ibu membuat ratu maupun lion menatap kearahnya.


“Kenapa ibu buru-buru sekali.” protes ratu


“Iya, kenapa ibu tidak tinggal saja di sini.” tambah lion.


“Nak, ada pekerjaan ibu yang menunggu. Karyawan ibu juga sudah menghubungi ibu karena cafe cukup ramai.” ucap ibu memberi pengertian kepada keduanya.


“Baiklah ibu, tapi ratu mau ikut ibu pulang.” ucap ratu membuat lion seketika tersedak. Buru-buru ratu memberikan air kepada lion.


“Lo kenapa sih, tiba-tiba kesedak gitu.” ucap ratu setelah memberikan air pada lion.


“Kau istri ku sekarang, jadi kau tinggal disini.” ucap lion datar dan meninggalkan meja makan.


“Astaga anak ini, kejar suami mu sekarang dan minta maaf.” ucap ibu memarahi ratu.


“Hedeh gue lagi yang kena, yaudah deh bu, ratu kejar tuh si singa monyet.” ucap ratu dan segera mengejar lion yang hampir memasuki mobilnya.


“Hei singa monyet tungguin gue wooii.” teriak ratu dari arah pintu.


Lion membalikkan badan menatap ratu datar.


“Ada apa.” ucap lion datar


“Itu gue...anu..gu..gue minta maaf yah, mungkin karena ucapan gue lo jadi ga menghabiskan sarapan lo.” ucap ratu terlihat penuh penyesalan. Tapi dalam hatinya mengumpati lion.


‘Dasar si singa monyet gue ga salah tapi gue yang harus minta maaf, awas lo nanti.’ umpat ratu.


“Hm.” ucap lion dan langsung memasuki mobilnya.

__ADS_1


Sepeninggal lion ratu memasang wajah kesalnya.


“Awas lo yah singa monyet gue balas lo ntar, gur ga salah malah harus minta maaf.” teriak ratu membuat pelayan yang melihat itu menahan tawa.


__ADS_2