RATU BAR BAR

RATU BAR BAR
Aku mencintaimu istriku


__ADS_3

“Oh itu karena aku sudah punya teman haha." balas lion membuat laki-laki itu kembali mendengus kesal.


Sedangkan ratu hanya melihat perdebatan kedua kakak beradik itu tanpa ikut campur.


Selesai makan malam, kini mereka bertiga sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menikmati acara tv, lebih tepatnya sih ratu dan karina yang menonton Drakor sedangkan lion fokus dengan laptop di pangkuannya.


“Wah gila, cowoknya ganteng banget.” ucap ratu dan balas anggukan oleh karina.


Mata lion seketika melotot kearah mereka berdua terutama pada ratu yang secara terang-terangan mengagumi pria lain di hadapannya.


Klik


Lion mematikan tv membuat kedua wanita itu langsung berteriak tidak terima.


“Ahhh kakak! Itu Drakor nya belum selesai ihhh.” teriak karina.


“Eh monyet singa lo ada dendam apa hah sama kita.” protes ratu.


“Kenapa kau memuji pria lain?” tanya lion menatap tajam kearah ratu membuat kedua wanita itu langsung saling menatap satu sama lain. Ternyata cemburu toh, batin mereka.


“Yah emang kenapa? Emang bener kok di ganteng.” balas ratu sembari bersedekap dada dan sontak saja lion menarik paksa tangan ratu menuju kamar mereka.


“Wah sepertinya aku akan segera punya ponakan deh hihi.” gumam karina yang melihat lion yang terlihat sangat cemburu.


“Eh apa apaan lo, main tarik orang aja.” ucap ratu menghempaskan tangannya setelah sampai di dalam kamar.


“Aku lebih tampan dari pria itu, kenapa kau malah mengaguminya.” ucap lion menatap tajam ratu.


“Ck, terserah gue lah, mulut mulut gue, mata mata gue. Jadi terserah ku lah.” bantah ratu membuat lion langsung mencium bibir ratu.


Ratu langsung menampar keras pipi lion membuatnya langsung tersadar dan melepaskan ciumannya.


Plak


“Parah lo monyet singa, ini udah yang kedua kalinya lo nyuri ciuman gue, sialan lo.” ucap ratu kesal dengan nafas naik turun.


“Emang ada yang salah?” tanya lion tanpa merasa bersalah.


“Lo nanya salah lo apa? Ck, minggir lo, gue mau keluar.” ucap ratu mendorong kasar badan lion dan berjalan keluar kamar tak lupa lupa membanting keras pintu membuat lion menghela nafas.


Ratu berjalan menuruni tangga dengan perasaan marah dan terus saja mengumpati lion.


“Sialan tuh orang seenaknya aja nyium gue.” gerutu ratu


“Gue sumpahin lo di kejar orang gila.”


“Aarrrggghhh, ibu bibir ratu udah ngga perawan lagi nih hiks hiks” teriak ratu di taman belakang membuat para maid yang berlalu lalang di sekitarnya langsung saja menghampiri nyonya mya itu.


“Ada apa nyonya?” tanya salah maid cemas menghampiri ratu.


“Gue gapapa.” ucap ratu yang masih kesal.


“Nyonya beneran tidak apa apa?" tanya maid itu lagi


“Iya, gue gapapa.” ucap ratu menghela nafas.


Ketiga maid yang tadi yang mencemaskan nyonya nya kini meninggalkan ratu sendirian di taman.


Karina yang juga mendengar teriakan ratu ketika ia akan ke dapur langsung saja menghampiri kakak iparnya itu.


“Ra, kamu kenapa teriak teriak begitu." ucap karina yang baru saja sampai

__ADS_1


“Gue kesel tau ngga gara-gara si monyet singa sialan itu.” ucap ratu kesal.


“kak lion kenapa?" tanya karina penasaran.


Ratu berjalan kearah kursi yang ada di taman itu dan mendudukkan dirinya dengan kesal.


“Kak lion kenapa sih ra?" tanya karina lagi yang mengikuti ratu duduk di kursi taman.


“Dia nyuri ciuman gue." jawab ratu dengan nafas yang naik turun.


“What! Kalian udah itu?” ucap karina kaget


“Ck, garis bawahi dia yang nyuri ciuman gue.” jawab ratu kesal dengan menekankan kata garis bawahi.


“Oh itu yah masalahnya kenapa kamu teriak begitu" ucap karina sembari menganggukkan kepalanya.


“Menurutku sih gapapa kalo kak lion nyium kamu lagian kan kalian udah sah.” ucap karina yang langsung mendapat tatapan tajam dari ratu.


“Tau ah, lo mana tau soal yang beginian lo kan jomblo.” ucap karina yang langsung di bantah oleh karina.


“Yee enak aja, gue itu udah punya belahan jiwa tau.” ucap karina tak terima.


“Tunggu, lo udah punya pacar gitu?" tanya ratu penasaran dan melupakan kekesalannya.


“Aku tidak punya pacar tapi pujaan hari.” jawab karina lesu.


“Maksud lo apaan sih, lo ga punya pacar tapi pujaan hati? Jangan bilang lo itu suka sama orang tapi ga di respon sama orang itu.” ucap ratu yang langsung mendapat anggukan dari karina


“Hahaha tragis banget sih kisah cinta lo.” tawa ratu seketika pecah membuat karina langsung cemberut.


“Yee mau gimana lagi orang dia cuek banget sama aku, udah terang terangan aku ngasih perhatian tapi masih di cuekin juga.”


“Emang siapa sih cowok itu?" tanya ratu penasaran.


“Aku suka sama kak Reno." ucap karina lirih membuat ratu melotot kan matanya.


“WHAT? Lo serius.” teriak ratu dan langsung di bungkam oleh karina.


“Sssttt, jangan teriak dong nanti kedengeran sama orang. ” ucap karina yang masih membungkam mulut ratu dan di balas anggukan oleh ratu.


“Sejak kapan lo suka sama tuan asisten itu?” tanya ratu.


“Sejak aku SMP” ucap karina dengan nada lemah.


“Ck, udah lumayan lama juga yah.” gumam ratu


“Jatuh cinta itu seperti apa sih.” tanya ratu.


“Kok kamu nanya sih? Aku kira kamu udah ngerasain tuh” jawab karina heran.


“Gue belum pernah ngerasain.” ucap ratu datar


“Oh, em jatuh cinta itu seperti yang gue alamin sih, misalnya kalo kita deket sama seseorang jantung kita langsung dag dig dug gitu.” ucap karina membuat pikiran ratu langsung tertuju pada lion.


‘Gue juga ngerasain itu sama di monyet singa itu, apa jangan jangan gue udah jatuh cinta sama dia yah? Ahh ngga ah mana mungkin.’ batin ratu menggelengkan kepalanya membuat karina mental bingung pada ratu.


“Kamu kenapa geleng-geleng gitu? Kepalamu sakit?” tanya karina yang melihat ratu menggelengkan kepalanya.


“Eh, enggak kok.” jawab ratu.


“Beneran?" tanya karina memastikan

__ADS_1


“Iya beneran, udah ah yuk kita masuk.” jawab ratu menarik tangan karina memasuki mansion.


Ratu membuka pintu kamarnya membuatnya terkejut karena kondisi kamar yang gelap gulita.


“Kenapa lampunya mati? Apa mati lampu?” gumam ratu dan berjalan mencari skelar lampu.


“Kemana si monyet singa itu?” gumam ratu yang terus berjalan sambil meraba sekitarnya.


Bughht


“Ahhh ibuuuu setaaaaaan” teriak ratu karena menabrak sesuatu.


“Hiks hiks ibuku ratu takut.” ucap ratu yang sudah jongkok sembari menyembunyikan kepalanya di lututnya.


“Syuuuut jangan takut, aku ada disini.” ucap seseorang memeluk ratu.


Deg


“Lion?” lirih ratu


“Iya ini aku, jangan takut ada aku di sini.” ucap lion yang semakin memeluk erat tubuh ratu.


“Aku takut lion.” lirih ratu yang baru pertama kali memanggil aku kepada lion.


“syuuut.” ucap lion mengelus kepala lion.


“Ke..kenapa lampunya mati?” tanya ratu dalam dekapan lion.


“Ada masalah sedikit, bentar lagi pasti lampunya nyala.” ucap lion menenangkan ratu.


“A..aku takut gelap ka..kamu jangan ti..tinggalin aku sendiri.” ucap ratu terbata-bata sembari sesegukan.


“Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sampai kapan pun.” ucap lion.


“Janji?” tanya ratu menatap wajah lion dan seketika lampu menyala.


“Aku berjanji.” ucap lion juga menatap wajah ratu. Sejenak keduanya saling pandang dengan perasaan aneh. Ratu tersadar dan buru-buru menjauh dari lion.


“Ma..maaf.” ucap ratu dan berlari kearah kamar mandi karena sangat malu dengan kondisi yang baru saja terjadi.


“Ada apa dengan gue.” gumam ratu dibalik pintu kamar mandi.


“Sialan nih jantung.” umpat ratu kerena dari tadi jantungnya berdetak lebih cepat.


“Sepertinya gue harus ke dokter besok." tambahnya.


Sedangkan lion juga memegang dadanya sembari tersenyum menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


“Aku mencintaimu.” gumam lion tersenyum.


Ratu keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya dengan hanya menggunakan jubah mandi. Ia celingak celinguk mencari keberadaan lion namun tidak mendapati keberadaan suaminya itu.


“Hufftt, aman.” gumam ratu dan berjalan menuju ruang ganti.


Setelah memakai pakaiannya, ratu berjalan kearah tempat tidur. Ia merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar.


“Kemana dia?" lirih ratu


“Sudahlah palingan dia ke ruang kerjanya.” ucap ratu menutup matanya.


Lion memasuki kamar setelah bertemu dengan Reno diruang kerjanya. Ia berjalan mendekati ratu dan menatap wajah damai sang istri yang tengah tertidur pulas tanpa menyadari keberadaannya.

__ADS_1


“Aku mencintaimu istriku.” ucap lion dan mencium kening ratu. Sedangkan ratu sama sekali tidak terganggu dengan apa yang dilakukan oleh lion.


__ADS_2