
“Baiklah bu, seperti apa yang saya sampaikan tadi jika saya akan menikah dengan ratu hari ini.” ucap lion dan membuat ratu terkejut bahkan hampir saja bola matanya keluar mendengar ucap lion.
“APA” teriak ratu.
“Ngga bisa gitu dong, main nikah nikah segala. Ngga, gue ngga mau.” bantah ratu marah.
“Ratu, Ibu tau kamu tidak akan setuju. Tapi hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk mu nak.” ucap ibu dengan sedih. Terlihat jelas di kedua matanya ibu seperti menyimpan suatu.
“Tapi bu, ratu masih sekolah. Lagian kalo pihak sekolah sampai tau ratu sudah menikah bisa bisa ratu di keluarkan dari sekolah bu.” ucap ratu sebagai pembelaan.
“Kamu tenang saja, kamu tidak akan bisa di keluarkan dari sekolah.” ucap lion
“Percaya diri sekali lo.” sinis ratu.
“Aku adalah pemilik sekolah itu, jadi itu bukanlah masalah.” ucap lion santai membuat ratu terkejut.
‘Benarkah si singa monyet ini pemilik sekolah itu.’
“Nak, ibu mohon padamu, ini permintaan ibu yang terakhir padamu nak.” ucap ibu sedih.
‘Sialan banget si singa monyet ini. Dia bahkan berhasil mempengaruhi ibu. tapi si singa monyet ini tidak terlalu buruk, dilihat dari tampang sih oke, dilihat dari kekayaan juga oke hihi.’ batin ratu.
Hedeh, lagi, lagi jiwa kematrean nya muncul ke permukaan.
“Baiklah, gue mau nikah sama lo, tapi dengan satu syarat.” ucap ratu setelah cukup lama terdiam.
“Apa syaratnya?” timpal lion.
“Syaratnya adalah pernikahan kita cukup keluarga yang tau dan di sembunyikan dari dunia luar, gimana?”
Lion terdiam memikirkan syarat yang di berikan oleh ratu. Hingga detik selanjutnya ia pun mengangguk.
“Baiklah, ijab kabul nya dilaksanakan besok siang.” ucap lion. Untuk kesekian kalinya ratu terkejut dengan perkataan lion.
‘Sialan banget nih si singa monyet, bisa bisanya dia memutuskan seenak jidat nya.’ umpat ratu dalam hatinya.
“Terserah lo aja.” ucap ratu pasrah membuat baik lion maupun ibu tersenyum.
‘Sungguh gue di jebak sama si singa monyet ini.’ umpat ratu dalam hati.
Keesokan harinya, mansion lion telah di sulap menjadi sangat indah terutama untuk pelaminan.
Keluarga lion tidak ada yang datang di karenakan mereka masih sibuk dengan urusan mereka di luar negri. Sedangkan keluarga ratu hanya ada ibunya saja.
“Halo kak, mana calon kakak iparku.” teriak seorang gadis di seberang telepon.
“Bisakah kau tidak usah teriak begitu.” ucap lion kepada adiknya. Yah, yang sedang menelpon lion adalah adiknya, Karina.
“Ish kakak, aku penasaran dengan kakak iparku.” ucap karina cemberut.
“Makanya cepatlah pulang jika kau ingin melihat kakak iparmu.”
__ADS_1
“Pasti kakak iparku sangat cantik hingga kakakku yang kaku ini bisa jatuh cinta dengannya.” ucap karina.
“......” lion hanya diam mendengar ocehan adiknya itu.
”Aku tutup dulu.” tambah lion.
“Yaudah deh, 2 hari lagi aku akan pulang. Aku sudah tidak sabar untuk melihat kakak iparku itu hehe.” ucap karina dan langsung di matikan oleh lion.
Sedangkan di kamar tamu, tepatnya ratu kini tengah di dandani oleh MUA. Dandanan sederhana namun, ratu terlihat lebih cantik.
“Wah, nona sangat cantik meskipun make up nya sederhana tapi nona terlihat begitu cantik.” puji MUA itu.
Sedangkan ratu melongo melihat dirinya di pantulan cermin yang begitu cantik.
‘Apakah ini gue.’ batin ratu tak percaya jika dirinya sangat cantik.
Tok tok tok
Ceklek
Ibu membuka pintu dan menghampiri ratu yang begitu cantik hari ini.
“Cantiknya anak ibu.” puji sang ibu membuat ratu tersipu malu.
“Ayo sayang, sudah saat nya akad dimulai.” ucap ibu membantu ratu berdiri.
Sungguh, ratu sangat deg degan saat ini. Hari ini ia akan menjadi seorang istri meskipun tanpa cinta namun, melihat harapan ibunya ia pun menuruti nya.
Kini ratu duduk di samping lion yang juga terpanah dengan kecantikan ratu.
“Eh, iya pak.” ucap lion.
Ijab kabul pun dimulai, tiada tamu yang menghadiri kecuali para maid, sekertaris lion, ibu dan penghulu.
“Saya terima nikah dan kawinnya ratu saluna binti Hendragupto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” ucap lion lancar dan lantang.
“SAH”
“Sah”
“Sah” ucap para hadirin.
Lion memasang kan cincin di jari manis ratu begitu pula dengan ratu. Disusul dengan kecupan di kening ratu.
Aahhh so sweet kali lah, aku pengen juga.
Selesai acara ijab kabul kini, lion dan ratu tengah berada di kamar mewah lion. Ratu yang sibuk dengan pemikirannya begitu pula dengan lion yang sibuk dengan ponselnya. Hingga ratu memutuskan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan make up dan badannya.
Ratu keluar dari kamar mandi dengan kimono di tubuhnya. Ia bingung bagaimana caranya ia memakai pakaiannya karena ia sama sekali tidak membawa pakaian. Lion mengamati ratu yang terlihat bingung.
“Kenapa?" tanya lion kepada ratu yang terlihat bingung.
__ADS_1
“Ah itu baju gue itu anu em..” lion yang mengerti pun beranjak dari sofa menuju lemari pakaian dan membuka lemari itu.
Ratu mengerutkan kening melihat ada banyak pakaian wanita yang tersusun rapi membuat ratu sedikit curiga.
“Ini baju siapa?” tanya ratu bingung.
“Ini pakaian mu.” ucap lion kembali menatap ratu.
“I...ini..” ucap ratu terbata-bata
“Hm, ini semua milikmu.” ucap lion dan kembali duduk do sofa sembari memperhatikan ratu yang masih bengong.
Ratu kembali menetralkan ekspresi nya menjadi biasa aja. Malu dong terlihat norak di depan si singa monyet ini.
Kini, keduanya tengah berada di meja makan di temani oleh ibu. Ratu duduk di samping lion sembari mengambilkan makanan untuk lion. Tentu saja semua yang di lakukan ratu semata-mata karena perintah lion.
“Ini SAYANG.” ucap ratu menekan kata sayang sambil tersenyum paksa.
Sedangkan ibu yang melihat interaksi mereka berdua hanya tersenyum.
Selesai makan, ketiganya kini tengah berada di ruang keluarga sembari menonton tv.
“Sekarang bagaimana sekolahku.” ucap ratu memecah keheningan.
“Bagaimana apanya?” tanya lion
“Hedeh, maksud gue itu, apa status gue sekarang ga akan ada yang tau.”
“Dan gue harap temen-temen di sekolah ga ada yang tau.” tambah ratu.
“Tidak akan ada yang tahu, kecuali kamu menginginkan semua orang tau maka dengan senang hati aku akan memberitahu mereka. Lagain jika mereka tau juga tidak mengapa.” ucap lion santai.
Ratu hanya menghela nafas dan meninggalkan lion dan ibunya.
Ratu berdiri di balkon kamar lion sembari memperhatikan taman dari atas sana. Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang membuat ratu terkejut.
“Eh eh apa apaan nih.” ucap ratu kaget.
“Biarkan seperti ini dulu.” ucap lion memeluk ratu dengan dagu di taruh di bahu kanan ratu.
“Lepas ngga, gue ngga nyaman dengan posisi begini.” ucap ratu sembari berusaha melepaskan pelukan lion. Tapi semakin ratu bergerak lion semakin erat memeluknya.
“Diam lah, atau aku akan melakukan hal lebih dari ini.” ucap lion membuat ratu seketika diam.
‘Sialan banget sih si singa monyet ini.’ umpat ratu dalam hati.
‘Gua harus nanya nih, kenapa tiba-tiba dia mau nikahin gue. Aneh banget.’ batin ratu.
“Gue mau nanya sesuatu nih.” ucap ratu yang masih di peluk lion dari belakang.
“Hm.”
__ADS_1
“Kenapa tiba-tiba lo ngebet banget nikahin gue, padahal kita baru kenal itu pun dengan pertemuan yang kurang mengenakkan” tanya ratu
“Itu karena..”